
~ Masih flash back semalam sebelum pesta di kamar utama mansion Wiratama ~
Nita berbaring dengan bantalan lengan suaminya , malam ini adalah malam terindah baginya . Malam dimana dia mendapatkan hati suaminya seutuhnya .
" Honey "
" Yes baby ... "
" Apa kau sudah melupakannya ? "
" Mika maksudmu ? Tidak , aku tak akan bisa melupakannya karena ia adalah bagian dari masa laluku . But lt's just the past ( Tapi hanya masa lalu ) . Selama ini aku pikir aku masih mencintainya ... kau tak masalah kan jika aku jujur ? " tanya Reyhan dengan mengecup kening istrinya .
" That's fine "
" Aku bahkan masih menyimpan gelang couple pemberiannya , dengan naif kupikir itu bisa menyatukan kami lagi . Tapi waktu terus berputar , dan takdirnya adalah bukan untukku . Karena Tuhan sudah memberikan wanita terbaik disisiku . And that's you baby ( Dan itu adalah kamu sayang ) "
" Gombal !!! Kau tak berpikir bahwa aku akan menangis mendengar hal itu kan ?! " cibir Nita .
Reyhan hanya tertawa dan membelai pipi istrinya yang sudah basah oleh air mata . Nita adalah perempuan mandiri yang kuat , tak pernah mengeluh walau kadang ia bersikap keterlaluan .
Tapi Nita tetaplah seorang perempuan , dia juga butuh sandaran untuk membuat jiwa dan raganya nyaman .
" Baby .. kau punya hutang padaku "
" Hutang ?? "
" Kau tidak ingat kejadian sebelum kita mandi ? Kau belum menyelesaikan itu , sekarang ikat tanganku lagi . Apa perlu aku duduk di sofa lagi !! " kata Reyhan sambil tersenyum smirk .
" You wanna play with me honey ( kau ingin bermain denganku sayang ) ? Sesuai permintaanmu "
Nita mengambil dasi yang tergeletak di sofa dan kembali mengikat tangan Reyhan yang sudah bersandar di kepala ranjang . Setelah itu dia juga mengambil kain hitam di balik bantalnya .
" Buat apa lagi itu !? " tanya Reyhan
" Kali ini aku hanya ingin kau merasakan ... tanpa melihatnya , itu hukumanku karena telat mengatakan cinta padaku honey "
" Ha .. ha dengan senang hati aku akan menerima hukuman darimu nyonya "
Dan malam itu Reyhan dibuat gila dengan permainan liar istrinya , Nita memang selalu punya cara untuk memuaskannya di ranjang .
~ Flash back off ~
*
" Capek sayang ? "
__ADS_1
" Engga Abi sayaaaannnggg ... kayanya udah seratus kali Abi nanya kaya gitu "
" Tapi kamu memang tidak boleh terlalu capek sayang , masih ingat kan kata Dokter Tya ? "
" Tapi Mika memang engga capek " sahutnya dengan bibir mengerucut .
Sejak pagi tadi saat akad nikah kedua sahabatnya , Mike selalu saja mengingatkan agar dia tidak terlalu kelelahan . Dari pagi Mika hanya duduk dan makan cemilan yang disediakan suaminya .
Jangankan untuk berjalan , Mike selalu bertanya macam macam jika melihatnya berdiri karena merasa pegal . Mike menjadi sosok paling menyebalkan baginya .
" Kita pulang dulu istirahat sayang , malamnya kita ke acara resepsi di hotel "
," He em "
Akhirnya menjelang siang mereka pulang ke apartemen . Tapi ketika ditengah perjalanan Mike sedikit janggal dengan sebuah mobil di belakangnya . Mobil itu seperti sedang mengikutinya sejak mereka keluar dari rumah Sita . Kebetulan saat ini dia menyetir mobilnya sendiri .
Mike memasang earpiece untuk menghubungi salah satu bodyguard yang mengawalnya di belakang . Tentu saja dengan penyamaran sempurna hingga tak ada yang akan tahu jika Mike selalu di jaga ketat .
Mike tak mau ambil resiko jika itu menyangkut keselamatan istri tercintanya , apalagi Mika sedang mengandung anaknya , pewaris Dananjaya . Bahkan Bisma pun memberikan Toyo , orang yang paling ia percaya untuk menjaga Mika .
Mike mendengarkan salah satu pengawalnya .
" Kami tepat dibelakangnya , tuan muda tidak usah khawatir kami yang akan menangani . Beberapa meter ke depan tuan ambil kiri . Pak Toyo sudah bersiap di sana untuk menghadang mobil di belakang "
" Baik "
Mika menoleh pada suaminya karena ia mendengar nada suara yang tidak seperti biasanya .
" Abi ....ada apa !? "
" Tidak apa apa sayang , tadi kantor telpon aku harus kesana "
" Bukannya Abi udah ijin sama Daddy ngga ikut meeting soalnya nemenin Mika ke pernikahan Sita ? "
Mike tersenyum dan mengacak pucuk kepala istrinya , diciumnya sayang punggung tangan istrinya berkali kali .
" lm the owner sayang , ada beberapa hal yang hanya Abi yang menanganinya "
" Sombong nih "
" Ha .. ha ... engga lahh , Masa ganteng ganteng gini sombong sih sayang "
Beberapa saat kemudian mereka tiba di apartemen mereka . Mike mengantarkan istrinya sampai ke unit mereka yang ada di lantai paling atas . Setelah itu dia pergi ke basement lagi karena ia ingin menyusul ke tempat dimana para pengawalnya membawa orang yang di curigai akan mencelakainya .
Mike juga sudah menempatkan penjagaan ketat di luar apartemennya . Sampai di basement sebelum ia mencapai mobilnya , ponselnya berbunyi .
__ADS_1
" Ya Dad ?! "
" Kamu temenin menantu Daddy saja di situ , Toyo cs sudah menanganinya "
" Ckk .. apa salah satu pesaing kita ? "
" Guna . Looks like he can't forget you son (Sepertinya dia belum bisa melupakanmu nak ) "
" Ya sudah jika begitu , pastikan saja tidak ada yang bisa menyentuh istri Mike Dad "
" Mereka punya skill di luar nalar kita Dude , tenang saja " jawab Bisma di seberang sana sambil terkekeh .
" Mike tahu itu ... "
Bisma dan Mike tidak meragukan kemampuan Toyo cs dalam menangani gangguan gangguan yang menyangkut keselamatan salah satu keluarga Dananjaya . Bahkan Bisma menyebut pria tambun itu sebagai The Devil .
*
Toyo cs membawa empat orang yang ingin mencelakai tuan muda mereka ke tengah hutan . Sebenarnya mereka punya camp sendiri , tapi kali ini Toyo ingin menyelesaikan perusuh perusuh itu di tengah hutan .
Empat orang itu masing masing di ikat di pohon . Dan Toyo berdiri tepat di hadapan mereka dengan salah satu tangannya yang lincah memainkan pisau lipatnya , sedangkan satu tangan yang lain membawa satu kaleng minuman bersoda yang sesekali ditenggaknya .
" Apa mau kalian bangs*t !! " salah satu dari mereka meronta dan mengumpat kasar .
Toyo menghentikan permainan pisaunya dan terkekeh .
" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu , tapi baik jika kalian malah bertanya apa mauku ... Aku hanya mau kesepuluh jari yang kalian miliki " ucapnya sambil menyeringai .
" Kau sudah gila !? Kau pikir kami akan takut !!"
Toyo mendekat pada salah satu orang yang dari tadi berani mengumpatnya .
" Sebentar lagi kalian akan tahu definisi gila dan takut itu seperti apa . Tapi maaf aku tak bisa menemani kalian bermain . Aku tak ingin bau busuk kalian menempel di bajuku "
Toyo menoleh pada orang orangnya yang berjumlah sekitar lima orang . Mereka menyeringai senang karena biasanya Toyo sendiri yang bermain , sedang mereka hanya sebagai penonton .
" Jangan sampai ada jejak , tuan Bisma mengirim pesan agar aku segera menyeret Guna menyusul mereka " kata Toyo dengan menatap tajam empat orang yang sudah terlihat pucat pasi itu .
" Baik !! " sahut kelima orangnya kompak , masing masing dari mereka sudah membawa pisau lipat di tangannya .
Toyo kemudian pergi dari tempat itu setelah mengambil satu jari dari masing masing empat orang tadi sebagai souvenir yang akan ia berikan pada Gunadarma .
~ othor sengaja nggak kasih adegan siksa menyiksanya ya ... soalnya hati othor terlalu lembut untuk membuat scene seperti itu 😆~
... ...
__ADS_1