
Satria keluar dari unit apartemen dengan sudah mengenakan setelan jas yang rapi , pagi itu mereka meeting dengan salah satu kliennya .
Sofiana ternyata juga baru keluar dari apartemen yang berada persis disebelah apartemen Satria .
Satria mengerutkan keningnya melihat penampilan Fia , menggunakan kemeja putih transparan yang memperlihatkan bra warna merah didalamnya berpadu rok hitam selutut dengan belahan yang memperlihatkan paha putihnya . Sebelum Fia menekan kode untuk mengunci unitnya Satria sudah menarik tangannya untuk kembali memasuki unitnya .
" Satriaaa ... apa apaan sih ! "
" Ganti bajumu .. kita mau meeting , bukan mau clubbing ! Yang bener bajunya " Satria masih menarik tangan Fia hingga sampai di depan kamarnya .
" lni kan juga udah bener , jangan aneh aneh deh ! lni pakai outer jadi ngga bakal transparan nantinya " sungut Fia menyadari dari tadi Satria menatap tajam ke arah kemejanya yang transparan .
" Ganti aku bilang !! " Satria bicara dengan penuh penekanan .
Sebenarnya ia tidak pernah rewel soal apa yang dipakai oleh Fia , tapi pagi ini bertugas presentasi di depan salah satu kliennya yang bernama Mr Andrew dari salah satu perusahaan property terbesar di negeri ini . Mr Andrew terkenal sangat royal dengan wanita . Banyak kabar berhembus bahwa dia bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan wanita incarannya .
Sedang di dalam kamar Fia cekikikan sendiri , tadi dia memang sengaja memancing reaksi Satria jika ia mengenakan baju seksi itu . Ternyata laki laki itu tidak rela jika tubuhnya terekspose dan terlihat laki laki lain . Bagaimana ia tidak bertambah cinta jika Satria selalu saja menjaga dan melindunginya ? Hufftt tapi sangat susah menakhlukan hati seorang Satria Wiratama .
Satria masih bersandar di pintu kamarnya ketika Fia sudah berganti baju di walk on closetnya . Saat ini dia mengenakan blouse hitam dengan aksen tali di dadanya . Tangannya membawa outer warna putih yang memang sengaja belum dipakainya .
" Apaa .. !!!! " sungut Fia saat tahu Satria menatapnya seperti meneliti penampilannya .
" Cantik "
Setelah berbicara seperti itu Satria melangkah pergi meninggalkan Fia yang memandangnya dengan perasaan sebal .
" Dasar menyebalkan " Fia kembali menenteng tasnya yang berisi bahan untuknya nanti presentasi .
Fia berjalan dengan menghentak hentakkan kakinya , bibirnya mengerucut dan terus saja mendumel . Tadi dia mengira Satria akan menunggunya di basement ternyata laki laki itu sudah berangkat dulu ke kantor dan meninggalkannya . Akhirnya ia mengendarai Ferrarinya dan bergegas menuju perusahaan milik Satria .
Setelah sampai di kantor Fia segera menyiapkan ruangan yang nantinya akan dipergunakan untuk meeting . Dia selalu bersikap perfeksionis jika hal itu menyangkut tentang pekerjaannya .
Akhirnya meeting dimulai ketika team dari Mr Andrew sudah datang . Sepertinya Fia berhasil sukses dengan presentasinya , buktinya Mr Andrew langsung mau tanda tangan kontrak karena kagum dengan penjelasan penjelasan yang gamblang dari sekretaris cantik itu .
__ADS_1
" Beautiful presentation according to the person who presented l think . You are so beautiful Miss Fia ! ( Presentasi yang sempurna sesuai dengan orang yang mempresentasikannya kurasa . Kau sangat cantik nona Fia ! ) "
" Thank you Mr Andrew . But l think Mrs andrew is much prettier ( Terimakasih tuan Andrew . Tapi kurasa nyonya Andrew jauh lebih cantik ) "
Mr Andrew hanya terkekeh mendengar kata kata Fia . Satria mendekat dan berjabat tangan dengannya .
" Never let a girl like her Mr Satria, she is one of the girls who can make men like us go crazy ( Jangan pernah lepaskan gadis seperti dia tuan Satria , dia salah satu gadis yang membuat pria seperti kita tergila gila ) "
" Maybe you're right Mr Andrew ( Mungkin saja kau benar tuan Andrew ) "
Sebenarnya ada acara makan siang bersama setelah selesai meeting tapi sepertinya klien Satria itu mempunyai kepentingan lain hingga acara dibatalkan . Diundur sebenarnya karena Mr Andrew malah mengundang team Satria Wiratama Corp untuk makan malam dirumahnya . Dengan terpaksa Satria menerima undangan itu .
" Aku sudah berhasil membuat Mr Andrew langsung tanda tangan kontrak bos , kompensasi ya ! Beliin aku baju buat besok kita makan malam "
Satria yang sudah berada di ruangannya sendiri saat ini , dia sudah disibukkan dengan berkas berkas yang menumpuk dihadapannya . Dia mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah black card .
" Nih pake "
" Kamu pikir aku udah miskin sampai ngemis uang sama kamu "
" Aku salah ngomong , temenin maksudnya ... temenin beli baju nanti sore , trus traktir dinner ya "
" Ya lihat saja nanti , aku harus menyelesaikan berkas buat besok " kilah Satria . Ia tahu jika wanita dan butik adalah dua hal yang sangat menyebalkan jika disatukan . Bisa berjam jam dia menunggu wanita memilih baju .
" Satriiaaaa ... pokoknya nanti pulang kantor bareng , soal kerjaan nanti aku bantuin "
Satria tidak bisa menolak keinginan Fia , karena kenyataannya Fia yang sudah sukses mempresentasikan mega proyek yang akan dikerjakan SW Corp .
Sore hari Satria benar benar menemani Fia ke sebuah butik branded di pusat kota . Dengan melalui drama panjang akhirnya pilihan Sofiana jatuh pada dress panjang warna hitam dengan aksen punggung terbuka . Tadinya ia ingin mengenakan mini dress tapi Satria selalu menolak pilihannya .
Sepulang dari butik mereka mampir ke sebuah Hypermarket untuk membeli bahan makanan dan keperluan rumah . Setiap bulan akan selalu begitu , Fia yang selalu mengurus keperluan rumah Satria dari bahan makanan sampai ke sabun mandi sekalipun itu .
" Fi sekalian beliin boxer ya , ehmm .. parfum aku juga habis "
__ADS_1
" lyaaaa tuaannnn , makanya cepetan punya istri jangan aku melulu yang di suruh suruh . Segala boxer ngga mau beli sendiri "
" Ngapain cari istri , kamu kan ada " sahut Satria tak mau kalah . la memang malas kalau urusan belanja , jika di lndonesia dia dan papanya mempunyai asisten sendiri yang mengurusi semua keperluannya . Tapi di Dubay dia hanya punya asisten untuk membersihkan apartemen yang hanya datang tiap pagi .
Untuk urusan memasak sebenarnya Satria sangat bisa diandalkan karena dulu saat kuliah ia memasak makanannya sendiri . Dia kurang suka fast food dan sejenisnya . Tapi semenjak akrab dengan Fia , wanita itu yang mengurus semua keperluannya . Dulu teman teman mereka sempat mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih walau kenyataannya hubungan mereka cuma sebatas teman .
" Gimana mau jadi istri ? Umpan yang aku kasih aja ngga pernah kamu makan !! "
Satria terbahak mendengar penuturan Fia yang terang terangan menyatakan Satria yang tidak mau menyentuhnya .
" O iya kalau Mika suka makan apa ? suka warna apa ? " lanjut Fia membuat laki laki disampingnya yang masih mendorong troli memicingkan mata .
" Kok jadi ke Mika sih nanyanya ? "
" Ngga boleh kalau aku tahu ? Aku ingin tahu seperti apa gadis bernama Mika itu " sahut Fia dengan tangan yang masih sibuk memilih buah apel di sebuah keranjang besar .
" Dia tidak pernah jaim , dia bisa menghabiskan dua mangkok soto atau mi baso kalau suasana hatinya sedang tidak bagus . Dia selalu bicara apa adanya , sikapnya mencerminkan kesederhanaannya . Pikirannya mudah sekali dibaca ,sering dia protes ketika aku bisa menebak apa yang ada dalam pikirannya . Aku tidak tahu dia suka warna apa , tapi dia sering memakai baju dengan warna hitam atau putih . Cukup laporanku nona ? "
Giliran Fia yang terkekeh , dia meminta black card Satria untuk melakukan pembayaran dikasir . Setelah selesai melakukan pembayaran mereka segera mendorong troli belanjaan menuju mobilnya yang terparkir di luar .
" Terus apa yang kau tahu tentang aku ? "
" Kau ingin aku menjawabnya ? "
" lyalah ... sebuah pertanyaan pasti membutuhkan jawaban "
" Aku tahu semua tentangmu ... bahkan sampai pada ukuran pakaian dalammu " tutur Satria dengan wajah dibuat serius .
" Jangan bercanda "
" Siapa yang bercanda ? Kau lupa tadi malam kau yang menyuruhku untuk mengukur dadamu ?!! "
" Satriaaaaaa !!!! "
__ADS_1
Dan tawa Satria terdengar sangat keras , ia puas bisa menggoda wanita yang sering menguji hasrat laki lakinya itu .