Belong To Me

Belong To Me
37 . Sebuah Saran


__ADS_3

Reyhan masih saja mengikuti papanya , Munir akhirnya duduk di taman yang berada di belakang rumah . Ditempat inilah biasanya dia menyalurkan hobi berkebun ya sekaligus menenangkan pikirannya .


Reyhan ikut duduk di samping papanya , dihirupnya udara segar dan bau khas bunga di taman itu .


" Paman dan bibimu ingin bicara dahulu dengan Baby Mika , kita harus tahu tanggapannya . Jika Baby Mika setuju maka kalian akan segera menikah . Tapi jika dia tidak setuju kau tidak boleh memaksanya . Kau paham ?! "


Reyhan menganggukkan kepalanya patuh , dia sadar tidak bisa memaksa gadis pujaannya untuk secepatnya menikah . Dia juga sadar menikah adalah keputusan terbesar dalam hidupnya .


Seorang pelayan datang menyajikan dua cangkir teh hijau lemon hangat kesukaan majikannya .


" Tapi kalau Mika setuju papa akan merestui kami kan ? "


" Jangan tanyakan pertanyaan yang kau sudah tau pasti jawabannya " sungut Munir sambil menyesap tehnya .


Reyhan hanya terkekeh mendengar kata kata papanya . Dia tahu papanya pasti akan merestui pernikahannya karena Munir memang sangat berharap Mika menjadi menantu di keluarga Wiratama .


" Kau sudah bicarakan hal ini dengan Baby Mika ? " Munir menatap tajam putra bungsunya yang menyesap tehnya dengan senyum yang terus terkembang di bibirnya .


" Sudah "


" Apa tanggapannya ? "


" Mika belum mengiyakan " jawab Reyhan tanpa beban .


" Haisshhh ... kau memang .. " Munir memukul kepala putranya pelan . Ia menjadi gemas sendiri dengan tingkah putra bungsunya itu . Jika saja putra sulungnya disini pasti akan bisa menyelesaikan masalah ini . Munir sengaja tidak memberitahukan rencana Reyhan untuk menikahi Mika karena Munir takut akan membuat pikiran Satria terganggu . Munir tahu Satria juga mempunyai sebuah rasa untuk gadis itu .


" Kalian harus membahas ini dengan matang , jangan gegabah mengambil keputusan . Jika Mika mau , papa dan mama akan segera mengatur pernikahan kalian "


" Pasti pa , kami akan membahas hal ini . Besok Reyhan sekalian bertemu dengan Om Hadi , Reyhan ingin menyatakan bahwa Reyhan benar benar serius mencintai putri mereka "

__ADS_1


#


Saat ini Mika sedang bersama ibunya dikamarnya , tadi ibunya berkata ingin bicara satu hal penting dengannya . Mereka duduk di tepi ranjang milik Mika . Retno menyisir dan memberi minyak kemiri pada rambut putri kesayangannya itu .


" Tadi paman Munir kesini , dia membicarakan sesuatu pada ayah dan ibu "


" Berbicara tentang apa Bu ? " tanya Mika , tak biasanya sang ibu membicarakan sesuatu dengan serius dengannya .


" Sebelumnya ibu mau tanya sama kamu sayang . Apa benar kamu sama Reyhan punya hubungan khusus saat ini ? "


Mika terkejut dengan pertanyaan ibunya tapi ia mencoba untuk tenang dan biasa saja dalam menyikapinya .


" Kami dekat Bu , mungkin lebih dari sekedar teman . Reyhan sangat menyayangi Mika dan jujur saja Mika mulai nyaman berada disamping Reyhan . Walau kadang dia tengil dan sangat menyebalkan tapi Reyhan selalu memberikan perhatian lebih pada Mika "


Retno tersenyum mendengar penuturan putrinya . la bersyukur jika Reyhan benar benar menyayangi putrinya .


" Kau menyukainya ?! " selidik Retno karena kata kata Mika tadi masih terasa abu abu untuknya .


" Jika dia melamar untuk segera menikahimu apa kau akan menyetujuinya sayang ? "


Mika mengernyitkan keningnya , tak menyangka Reyhan benar benar serius dengan pembicaraannya tadi siang . Dia pikir Reyhan hanya bercanda saja , tapi malah gerak cepat bahkan sampai Munir sendiri yang menyampaikan lamaran itu . Berulang kali ia menghembuskan nafasnya kasar . Sepertinya berat sekali untuk menjawab pertanyaan itu .


" Mika .. " Retno mengelus bahu putrinya , dia paham dengan kegundahan hati putrinya .


" Jujur saja Mika tidak siap jika harus menikah sekarang . Bagi Mika menikah adalah keputusan terbesar . Mika belum siap memikul tanggung jawab sebagai seorang istri . Mika juga ingin lebih dulu menggapai cita cita , Mika ingin membahagiakan ayah dan ibu "


Retno mengelus puncak kepala putrinya , ia sudah menduga akan mendengar hal itu karena ia sangat paham akan sifat putrinya . Mika merebahkan kepalanya kepangkuan ibunya . Dia merasa tenang jika sedang berada dalam pangkuan sang ibu , walau ia merasakan cinta yang begitu besar dari seorang Reyhan tapi untuk melangkah ke jenjang pernikahan ia merasa belum siap .


" Ya sudah kau beristirahatlah , ibu ingin bicara dengan ayahmu . lngat ! Ibu dan ayah akan selalu mendukung apa yang menjadi keputusanmu jadi jangan terlalu berat memikirkan hal ini . Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami karena kami menyayangimu ! "

__ADS_1


Setelah berkata seperti itu Retno segera keluar dari kamar putrinya , ia juga ingin memberi waktu pada Mika untuk berpikir dan menenangkan diri . Dia sedikit terkejut ketika mendapati suaminya sedang berbicara dengan pemuda yang baru saja ia bahas dengan Mika . Ya , Reyhan saat ini sedang berbincang dengan Hadinata di ruang tamu .


Reyhan langsung berdiri ketika melihat Retno menuju ke arah mereka , dan salam takzim kepada perempuan itu ketika sudah berada didepannya .


" Nak Rey , kapan kesini kok ibu tidak mendengar kamu datang " Retno kemudian duduk di sebelah suaminya .


" Belum lama kok Bu , maaf jika Reyhan mengganggu waktu istirahat ayah dan ibu . Ibu dan ayah tidak keberatan kan kalau Reyhan panggil dengan sebutan itu ? "


" Tidak , tentu saja tidak . Kau pun sudah kami anggap sebagai putra kami sendiri " sahut Retno sambil melihat suaminya . Dan Hadinata hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya .


" Tadi nak Rey minta maaf kepada kita Bu . Dia minta maaf kalau sudah membuat kita kaget dan bingung dengan lamarannya . Nak Reyhan hanya ingin leluasa menjaga putri kita , ingin bertanggung jawab pada kehidupan putri kita kedepannya "


" Saya akan berusaha sebaik mungkin menjadi suami yang baik untuk Mika , saya tidak akan menuntut hak ataupun mempermasalahkan kewajiban Mika pada saya . Saya rasa ayah dan ibu tahu maksud saya "


" lbu dan ayah tahu maksud kamu nak Rey , tadi lbu juga sudah berbicara dengan Mika . Dan Mika pun tahu maksud dan tujuan kamu untuk menikahinya . Bukan semata mata karena nafsu , tapi karena nak Rey ingin


menjaga Mika "


Retno menghembuskan nafasnya dalam dalam , cepat atau lambat mereka memang harus membahas hal ini . la berusaha mencari kata yang tepat agar pemuda di hadapannya tidak salah mengerti dengan spa yang akan dia sampaikan . Hadinata tampak mengerti dengan isi pikiran istrinya . Dia mengusap pelan punggung tangan sang istri .


" Mika juga sangat menyayangi nak Rey , dia merasa terlindungi dan nyaman jika berada didekat nak Reyhan .... "


Reyhan tersenyum ketika mendengar kata kata itu . la bahagia jika gadisnya sudah merasa nyaman berada disampingnya . Tapi dia masih menunggu perempuan yang sudah ia anggap sebagai ibunya itu melanjutkan kata katanya .


" Tapi untuk melangkah ke jenjang pernikahan Mika belum siap "


Reyhan dan Hadinata menghela nafas kasar , kedua laki laki itu sudah bisa mengerti apa yang akan dikatakan wanita itu . Tapi bagaimanapun Reyhan tidak bisa memaksakan kehendaknya .


" Jika ayah boleh memberi saran , bagaimana jika nak Rey mengikat Mika dengan cara yang lain ? Nak Rey bisa mengikat Mika dalam sebuah pertunangan , bagaimana ? "

__ADS_1


Retno menatap suaminya seakan bertanya tentang saran yang baru saja suaminya sampaikan . Reyhan pun sepertinya sedang memikirkan kata kata Hadinata barusan .


" Jika Mika setuju maka Reyhan juga setuju dengan rencana ayah "


__ADS_2