
PRAANNGGGG ...
" Sialaaann .. ngga akan gue biarin kamu bahagia Mika " Vera menatap nanar sebuah foto yang dikirimkan seseorang ke ponselnya . Foto itu kebetulan dikirim seorang temannya yang bekerja di sebuah katering yang digunakan jasanya pada acara pertunangan Mika .
Vera tak menyangka jika acara yang dihelat itu adalah acara pertunangan Mika dengan putra seorang pengusaha besar dan ternama di negeri ini . Niat temannya cuma iseng memberikan sebuah foto pasangan newbie yang sedang berbahagia itu .
Kusman mendekati ruangan sempit di sebelah kamarnya karena mendengar ada barang pecah di kamar putrinya malam malam seperti ini . Dia langsung membuka pintu kamar Vera yang kebetulan memang tidak terkunci dari dalam . Kusman melihat gelas yang sudah hancur tak berbentuk di lantai kamar itu dan wajah putrinya menampilkan kemarahan yang teramat sangat .
" Berisik !! Kenapa kau pecahkan barang hehh , kau pikir kakakmu seorang kaya raya hingga kau berlaku semaumu " Kusman menatap tajam putrinya . Malam ini Burhan sedang kerja shift malam jadi mereka hanya berdua saja malam itu .
" Lihat ini " Mika berjalan menuju ayahnya sambil membawa ponselnya , setelah dekat ia perlihatkan foto yang tadi ia dapat dari temannya .
" Ini Mika kan ? "
" lni acara pertunangan gadis sialan itu dengan putra Munir Wiratama , pengusaha besar di negeri ini " dengan mata masih memancarkan amarah Vera menjelaskan gambar itu kepada ayahnya . Sejak kecil dia selalu menginginkan apa yang menjadi milik Mika . Dari mainan , makanan ataupun hal lain yang dimiliki Mika ia juga ingin memiliki hal yang sama .
Tapi setelah Kusman dipecat menjadi mandor disebuah pabrik , kehidupan mereka berubah total . Kusman dipecat karena diketahui selalu memalak anak buahnya setiap kali mereka habis menerima gaji . Karena jumlah pegawai yang lumayan banyak maka lumayan pula hasil memalak itu , malah melebihi dari gajinya sendiri sebagai mandor .
Aksi itu bertahun tahun aman karena tidak ada yang berani melaporkannya ke atasan . ltu juga karena ancaman Kusman yang akan memecat mereka yang menentangnya . Sepandai pandainya pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga , itu perumpamaan yang tepat untuknya .
Setelah sekian lama ternyata diam diam mereka semua kompak untuk melaporkan aksinya kepada pemimpin perusahaan . Dan ketika terbukti akhirnya Kusman dipecat secara tidak terhormat sekaligus di black list di semua perusahaan di Jogja . Dia beruntung karena pihak perusahaan tidak melaporkannya ke pihak berwajib mengingat dia adalah orang tua tunggal dari dua anak yang masih kecil .
__ADS_1
Dia juga beruntung karena orang tuanya memiliki sawah yang cukup luas untuk digarap , dia yang dari dulu menganggap bekerja disawah terlampau melelahkan terpaksa harus mengolah sawah untuk melanjutkan hidup mereka .
" Cuma bertunangan kan , belum menikah .. " cibir Kusman sinis .
" Maksudnya ayah tidak akan membiarkan mereka menikah ? " tanya Vera penuh selidik .
" Ayah akan melakukan apa saja untuk membuat mereka menderita . Seperti derita kita yang sudah kehilangan ibu kalian karena anak sialan itu !! "
Flash back on
" Sudah Bu belanjanya ? Kita jemput Vera sekalian di sekolah " siang itu Kusman mengantar Ningsih istrinya berbelanja di toko sembako untuk membeli beberapa keperluan . Sebenarnya kehidupan mereka jauh lebih baik dari keluarga Hadinata , tapi melihat keluarga kecil yang selalu menampakkan kebahagiaan itu membuat hati mereka meradang .
Ditengah jalan mereka melihat Mika sedang berjalan kaki . Tampaknya gadis kecil itu belum dijemput dan mungkin memutuskan untuk berjalan kaki karena jarak sekolah memang tidak begitu jauh dari rumah . Dari kecil gadis itu sudah mandiri berbeda dengan Vera yang terlalu dimanjakan kedua orang tuanya . Jangankan berjalan , dia bahkan selalu mendesak Kusman untuk membeli mobil agar dia tidak kepanasan kalau pulang sekolah ataupun bepergian .
Ningsih menyeringai jahat melihat gadis kecil itu dan membisikkan sesuatu pada suaminya .
" Tabrak aja mas , senggol dikit ... eh banyak ! biar kapok orang tuanya yang pada belagu itu . Mentang mentang udah hidup enak karena selalu dibantu orang dari Jakarta itu jadi sombong mereka . Menyebalkan !!! "
" Siapp Bu , biar orang tuanya pada nangis darah ha .. ha .. "
Pikiran jahat sudah menguasai mereka hingga hati nurani pun mereka abaikan . Iri dengki menguasai hati mereka mendengar kehidupan Hadinata yang mulai tertata dan membaik karena seseorang dari Jakarta membantu kehidupan keluarga itu . Kusman dan Ningsih mengira bahwa Hadinata berhasil memeras harta orang yang sudah mereka tolong karena kecelakaan itu .
__ADS_1
Kusman segera melajukan motornya dengan kencang ke arah gadis kecil itu . Suasana jalan yang belum begitu ramai membuatnya berpikir tidak akan ada orang yang mengetahui perbuatan mereka . Lagipula dia tidak akan menabraknya , Kusman hanya ingin menyerempet gadis itu dengan motornya .
Tapi dia tak menyangka ketika dia sudah berada didekat Mika dan ingin menjalankan aksinya dari arah belakang ada sebuah SUV berjalan dengan kencang hingga menabraknya . Motor yang ia kendarai oleng karena terdorong dengan keras dari belakang dan terseret beberapa meter hingga motornya terlihat rusak parah . Sang istri yang tadi sempat terpental sudah tergeletak di aspal bersimbah darah . Munir yang terpental kesamping juga sudah tidak sadarkan diri .
Beberapa orang yang melihat kejadian itu dengan segera menolong mereka . Sang pemilik SUV pun bertanggung jawab dengan mengantarkan mereka kerumah sakit . Mika yang saat itu masih kecil bingung melihat kerumunan orang orang didepannya . Dia sama sekali tidak tahu bahwa paman dan bibinya yang menjadi korban dari kecelakaan yang terjadi di depannya . Ketika sampai dirumah sakit mereka menyatakan bahwa Ningsih sudah meninggal dunia .
Kusman yang sudah tersadar hanya bisa menangisi kepergian istrinya . Sejak saat itu dia berjanji akan melakukan semua cara agar keluarga Hadinata tidak pernah bahagia . Dia akan membuat keluarga itu menderita seperti dirinya yang sudah kehilangan istri sekaligus ibu dari kedua anak mereka .
Flash back off
#
" Terus apa rencana ayah ? "
" Saat ini ayah memang belum terpikirkan , tapi ayah pastikan dalam waktu dekat ayah akan memberi kejutan pada mereka . Jangan sampai kakakmu tahu . Hatinya terlalu baik untuk menjalankan rencana rencana ayah besok "
Vera mengangguk membenarkan , kakaknya memang tidak pernah setuju dengan tindakan ayahnya terhadap keluarga Hadinata . Bahkan Burhan sangat dekat dengan Mika , dulu jika Burhan membeli sesuatu untuk adiknya , maka ia juga akan membelikannya juga untuk Mika .
Mika juga menangis ketika mengetahui Burhan memutuskan akan merantau ke ibukota untuk bekerja . Sebagai anak tunggal Mika sudah menganggap Burhan sebagai kakak kandungnya walau ia tahu adik dari laki laki itu sangat membencinya .
" Vera akan mendukung penuh rencana ayah , terutama rencana untuk membuat gadis sialan itu menderita . Akan kurebut semua yang menjadi sumber kebahagiaannya . Reyhan Wiranata , akan kubuat kau tunduk di bawahku !! "
__ADS_1