Belong To Me

Belong To Me
141 . Tak Ada Yang Sempurna


__ADS_3

Menjelang sore Satria pulang ke apartemen , berharap masih bisa bertemu dengan Senja disana . Mungkin dengan melihat gadis itu penatnya sedikit berkurang setelah seharian ini dia disibukkan dengan urusan perusahaan .


Sampai di apartemen ternyata gadis itu sudah pulang . Dahinya mengernyit ketika melihat notes yang tertempel di pintu kulkasnya .


' JANGAN JANJI KALAU TIDAK BISA MENEPATI '


Janji ? Satria berpikir kembali apakah dia sudah menjanjikan sesuatu pada gadis itu . Sebelum sempat berpikir ponselnya berbunyi dan Lisa yang sedang menghubunginya .


" Ya Mah !? "


" Nita tadi malam sudah melahirkan dan mama nemenin dia di rumah sakit . Nanti Mama minta tolong bawakan vitamin Papa yang ada di Tante Tya "


" Ya Mah nanti Satria ke rumah Tante Tya . Ada lagi !? "


" Tadi Jenny kesini sama mamanya , katanya salam buat kamu "


" Heemmmm "


Satria langsung menutup telponnya , moodnya buruk jika mendengar nama wanita rubah itu . Ada rasa tak tega jika melihat Oliver yang sudah menemuinya tadi siang .


Seorang ayah yang mengira putrinya adalah putri terbaik yang dia punya . Harus menelan pil pahit bahwa Jenny tidak sebaik yang dia kira .


Walau ia tidak setuju dengan cara ekstrim yang dilakukan Edgar dan Edi tapi ia tidak bisa marah pada keduanya .


Dua orang tangan kanannya itu memang sangat bisa di andalkan , tapi jiwa muda mereka kadang membuat Satria pusing .


Malamnya ia pergi ke mansion untuk mengantar pesanan sang Mama . Seperti biasa Munir sedang melihat koleksi ikannya di pinggir kolam yang berada di area belakang mansion .


" Pah ... "


" Kau tidak ke rumah sakit ? Reyhan , Nita dan mamamu ada di sana . Tadi siang papa sudah kesana , kau tahu cucu papa cantik sekali ! "


" Besok pagi mereka sudah diperbolehkan pulang dan Satria yang akan menjemput mereka "


" Kapan papa dapat cucu darimu !? "


" Sebentar lagi , doakan saja " jawab Satria datar .


Kemudian Satria duduk di samping Munir dan mulai menyesap kopinya . Munir yang mendengar jawaban itu menjadi sangat antusias , tapi ketika dia ingin bertanya banyak hal seorang maid datang menghampiri mereka .


" Tuan di depan ada tuan Oliver beserta putrinya "


" Persilahkan masuk dan bawa mereka ke ruang tamu "


Sebelum maid itu menjawab ternyata Oliver dan Jenny sudah berada di belakangnya .


" Tapi aku bukan tamu ... kau sahabatku tuan Wiratama "

__ADS_1


Munir terkekeh dan segera menghampiri Oliver untuk memeluknya . Satria ikut berdiri dan menyalami Oliver tapi ia tidak berpaling sedikitpun pada Jenny .


" Selamat atas kelahiran cucu pertama Wiratama . Cucumu cantik sekali "


" Terima kasih , tapi bukan untuk itu kau datang kemari kan ? "


" Ckk ... kenapa kau selalu tidak bisa sedikit berbasa basi denganku , setidaknya biarkan aku meminum tehku terlebih dahulu "


Munir dan Satria hanya bisa tertawa mendengar kata kata Oliver . Mereka tahu benar dengan apa yang akan dikatakan pria itu .


" Sebelumnya aku minta maaf padamu , pada Satria dan seluruh keluarga . Tapi sepertinya kita harus membatalkan rencana kita . Perjodohan putra putri kita "


" Dad !!! " Jenny bangkit dan menatap tajam Oliver yang masih dengan tenangnya duduk disamping Munir.


" Biarkan aku menyelesaikan bicaraku sayang , Daddy membawamu kesini agar kau bisa mendengar semuanya "


Dengan wajah kesal Jenny kembali duduk , walaupun terlihat tenang ia paham dengan sorot mata Oliver yang seakan mengintimidasinya .


" Aku akan membawa putriku kembali ke lnggris , ketempat kakek neneknya berasal . Mereka sedang membutuhkan kami untuk meneruskan usaha yang ada disana "


" Tapi Dad ! Kau sudah berjanji untuk menikahkan aku dan Satria . Kalian bahkan sudah lama merencanakan ini "


Munir yang sedari tadi diam akhirnya mengangkat suaranya .


" Daddy mu pasti tahu yang terbaik untukmu sayang . Jangan ragukan dia , dia menyayangimu melebihi ia menyayangi dirinya sendiri "


" Apa Satria yang sudah meracuni pikiran Daddy ? Aku tahu dari pertama kau tidak menyukaiku Satria !! " pekik Jenny dengan tangan menuding Satria .


" Jaga bicaramu di depan mereka Jenny " geram Oliver .


" Untuk apa aku menjaga bicara pada dia Dad !! Dari pertama bertemu dia sudah tidak mau melihatku . Satria terlalu sombong , kau pikir siapa dirimu hingga berani menghinaku hahh "


Satria langsung bangkit dan menghadang Oliver yang sudah terlihat ingin menampar putrinya .


" Sabar uncle , selesaikan semua dengan kepala dingin ... jangan terbawa emosi "


" Cihh munafik !! Kau masih saja pura pura baik di depan Daddyku . Apa kalian tahu betapa bejatnya dia ? Satria Wiratama ... kau sudah mempunyai anak di luar nikah . ltu sebabnya kan kau menolakku !? "


Jenny melempar beberapa foto ke atas meja , foto itu menunjukkan interaksi Satria dengan seorang wanita yang membawa seorang anak .


Munir mengambil foto foto itu dan mulai mengamatinya . Dia menatap tajam Satria setelahnya . Dan Jenny tentu saja merasa senang karena sudah merasa menang dengan bisa menunjukkan salah satu kebusukan Satria .


" Kalian makan siang bersama ? Dan kau tak mengajak papa hah !! "


Satria tidak menjawab , hanya menatap malas ke arah papanya . Kata kata Munir malah menambah emosi di hati Jenny semakin berkobar .


" See Dad , bahkan Paman Munir sudah tau kebusukan Satria tapi dia tetap saja membelanya "

__ADS_1


" Duduklah Jenny , Paman tidak sedang menyembunyikan kebusukan siapa pun . Kau tahu siapa mereka ? Wanita dan anak laki laki berpipi gembul itu "


" Istri gelap Satria kan !? " jawab Jenny sengit .


" Wanita itu bernama Mika , dan anak laki laki itu bernama Aarav . Nama lengkapnya Aarav Gaillard Dananjaya . Sebenarnya dialah cucu pertama Wiratama karena ibunya adalah putri angkatku "


" Dananjaya ?? Apakah dia cucu laki laki yang sering di bawa oleh tuan dan nyonya Bisma Dananjaya ? " tanya Oliver karena dia sudah beberapakali melihat Bisma Dananjaya selalu membawa cucunya ketika menemui kliennya ataupun datang ke event event acara para pengusaha .


" Ya , Aarav putra dari Michael Gaillard . Pewaris tunggal dari keluarga Dananjaya . Tidak mungkin kan Satria selingkuh dengan adiknya sendiri ? " kekeh Munir masih mencoba santai .


Jenny langsung pucat pasi ketika melihat Oliver menatap marah padanya .


" Cukup Jenny !! Tidakkah kau lihat kebaikan mereka ? Mereka masih mau menerima kita walau mereka tau kita sudah tidak pantas masuk kerumah ini !! "


" Hei orang tua , aku tidak pernah bilang kau tidak boleh datang ke rumahku . Kalian juga keluargaku " kilah Munir , ia tidak ingin Oliver terbakar emosi . Biar bagaimanapun Jenny adalah seorang perempuan .


" Kau dengar itu ! Jangan kira kami selama ini bisa kau bohongi ! "


DEGG ...


" Apa maksud Daddy !? "


" Perlu aku ceritakan ? Perlu aku ceritakan bagaimana hancurnya Daddy melihatmu di hotel dengan dua pria asing tadi malam !? "


DEGG ... DEGGG


Jenny berdiri mematung dan selanjutnya jatuh terkulai di kursi . Dia tak menyangka Daddynya sudah tahu kelakuannya di luar sana . Padahal ia sudah dengan rapi menutupinya .


" Seorang teman kencanmu yang mengundang Daddy untuk melihat kebejatannya semalam , dia sakit hati karena merasa di tipu olehmu "


" Dia berpura pura ingin menjalin usaha dengan Daddy dan dia mengundang untuk makan malam di kamar VVIP yang ia tinggali . Ternyata dia hanya ingin menunjukkan pada Daddy wajahmu yang sebenarnya " lanjut Oliver .


Satria langsung memijit pelipisnya , ternyata Edgar menyamar menjadi salah satu teman kencan Jenny . Jika saja Munir tahu bahwa anak buahnya yang melakukan semua ide gila ini pasti nanti dia akan terkena imbasnya . Pasti Satria akan mendengar ceramah dari papanya semalaman .


" Dad .. "


" Daddy bertemu dengan dua pria asing itu , Jake dan Owen . Mereka bilang bukan hanya mereka saja teman ranjangmu . Sungguh menjijikkan !! "


PLAKK ... PLAKKK


Satria segera berdiri dan menarik Oliver yang ingin menghajar putrinya . Munir pun tampak menenangkan sahabatnya itu .


" Jangan begini uncle , ini tidak akan selesai dengan uncle memukuli Jenny . Hadapi dengan kepala dingin . Jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari "


" Tapi dia pantas mati !!! Uncle sudah berusaha keras untuk menutupinya . Tapi tetap saja dia berani menghinamu , bahkan dia tidak merasa jika kalian sudah menutupi aibnya di depanku . Kalian tak pernah membicarakan tentang keburukannya sekalipun ... Maaf . Maaf karena aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik , aku gagal menjadi seorang ayah "


" Tak ada yang sempurna di dunia ini , kita akan perbaiki semua . Aku akan tetap mendukungmu , kau selalu bisa mengandalkan ku " kata Munir dengan menepuk pelan bahu sahabatnya .

__ADS_1


__ADS_2