
Mika turun dari treadmill nya menuju Sita yang masih asyik mengayuh alat yang menyerupai sepeda itu . Dia menggerutu karena harus menyaksikan dua laki laki yang bersitegang tanpa ia tahu sebabnya .
" Lho kok udahan ? Kok aku kayanya pernah lihat laki laki yang ada di treadmill dekat kamu tadi ya " tanya Sita yang melihat Mika berjalan ke arahnya dengan lesu .
" Ckk .. gorilla itu ? daripada lihat dia kita cari makan aja yuk , Mika laper tadi belum sempat makan siang udah kamu ajak kesini "
" Gorilla ? "
" Ya itu .. Mike . Badan segede gaban kaya gitu , aku panggil aja gorilla "
" Ha .. ha .. ha .. Ganteng ganteng gitu di panggil gorilla . Lagian kamu ! Kesini bukannya bakar lemak malah nambah lemak "
" Ya gimana lagi , ketimbang Mika pingsan disini karena kelaperan "
Mereka segera berjalan menuju kantin makanan sehat yang masih berada di sekitar gym .
" Sita , aku bakso aja ya ! Dua mangkok "
" Mana ada di sini bakso ! Nih kamu baca menunya , adanya makanan sehat semua dari aneka salad sampai roti . Kita pesen salad aja ya sama es jeruk tanpa gula "
" Terserah Sita dehh yang penting bisa buat ganjel perut , laper ... "
Mika terduduk lemas , meski memiliki tubuh yang terbilang langsing Mika tidak pernah mengatur apa yang ia makan . Mika adalah penggila kuliner dan ajaibnya tubuhnya tetap langsing walaupun kadang kalap jajan .
#
Mike menoleh ke arah belakang , betapa terkejutnya dia karena dia sudah tidak mendapati gadis itu ditempatnya tadi . Nanar ia melihat di sekelilingnya tapi tetap saja nihil hasilnya .
Padahal tadi rasanya cuma ia tinggal sebentar untuk membereskan satu perusuh . Cepat sekali gadis itu menghilang .
" Kelinci kecil kemana lagi kau . Tak akan kulepas lagi kali ini "
Sepertinya usahanya tetap sia sia , gadis itu tetap tidak ia temukan . Karena merasa haus akhirnya ia pergi ke arah kantin .
Matanya membulat melihat dua orang gadis selurusan dengannya sedang duduk santai sambil sesekali bercanda .
" Finally l got you ( akhirnya aku menemukanmu ) "
__ADS_1
Dengan langkah lebar Mike langsung menyambangi mereka . Hatinya sedikit gemas pada Mika , sudah sejak tadi ia lelah mencari malah gadis itu sedang menunggu makanannya di kantin ini dengan canda tawa dengan satu temannya .
Dengan santainya Mike duduk di bangku yang berada di depan bangku kedua gadis itu . Senyum tak lepas dari wajahnya yang sempurna . Tekadnya sudah bulat , ia akan mengejar gadis itu apapun resikonya . Mike masih mengira Mika masih menjalin hubungan dengan Reyhan . Dia teringat mamanya yang pernah berkata ' sebelum janur kuning melengkung jomblo boleh nikung ' .
Mika dan Sita terlonjak kaget melihat Mike yang tiba tiba saja muncul di hadapan mereka . Mike yang hanya menggunakan kaos singlet model muscle tank hingga memperlihatkan otot otot dadanya membuat dua gadis itu memalingkan wajahnya yang bersemu merah .
" Ya Tuhaaannnn ... gorilla ngagetin aja sih , Mika timpuk pake tisu nih ya kalo bikin kaget terus ! Ngapain kesini ? "
" Makan "
Jawaban singkat Mike malah menambah kesal dihati Mika . Sita yang melihat interaksi keduanya hanya geleng geleng kepala . Wajah Mika tampak berbinar ketika seorang pelayan datang membawa pesanan mereka . Tapi kemudian wajahnya berubah ketika melihat pesanan mereka sudah tertata dimeja .
" lni bener pesanan kita " tanya Mika menyenggol lengan Sita dan sahabatnya itu cuma mengangguk sambil mengaduk es jeruk yang sudah ada didepannya .
" Perasaan kita tadi engga pesen pecel deh .. tadi namanya panjang banget , apa namanya tadi ? " Mika masih memandang heran ke arah makannya .
" Salad made of blanched vegetables served with peanut sauce " jawab Sita .
" Nahh itu ... kenapa yang datang malah pecel ? Salah kirim pesanan kayaknya mas nya "
Sita dan Mike tersenyum lebar mendengar celotehan Mika . Sita menoyor kepala sahabatnya pelan , gemas sendiri melihat tingkah Mika .
Mika mendengus kesal ia menggigit sendok yang ada dipiringnya tanpa menyentuh isinya . Dia memang suka pecel , tapi didepannya ini tidak seperti pecel kebanyakan . Rasa sambal kacangnya pun sama sekali tidak pedas .
" Sini buat aku aja , nanti aku beliin bakso . Di depan ada warung bakso viral , yang isinya cabe setan . Kamu pasti suka "
Mike merebut piring dan sendok yang digigit Mika dan segera memakannya dengan sangat lahap .
" Mike !!! " jerit Mika melihat makanannya disambar oleh Mike .
" Bekas gigitannya aja manis banget kaya gini apalagi ... ahh " Mike berusaha mengenyahkan pikiran pikiran kotornya .
Mika melihat kedua orang disamping dan didepannya dengan mulut mengerucut . Padahal dia yang sedang kelaparan tapi saat ini didepannya cuma ada segelas es jeruk yang sama sekali tidak bisa mengganjal perutnya .
Mike sudah selesai dengan makanannya , dia bangkit sambil mengeluarkan dua lembar uang ratusan di atas meja .
__ADS_1
" Tunggu sebentar ya aku mau ganti baju , awas jangan ngilang lagi ya "
" Emang harus gitu kita nungguin kamu ? " sinis Mika , ia masih marah karena Mike merebut makanannya .
" Masih mau bakso engga? "
" Mau .. "
" Ya udah tungguin disini , kita nanti kesana bareng . Aku yang traktir itung itung gantiin makanan kamu tadi "
" lni juga kamu yang traktir , tapi ngebaksonya kamu sama Mika aja ya Mike ! Aku masih pengen angkat barble di dalem " Sita ternyata masih ingin meneruskan kegiatannya di tempat gym itu .
Mika mengerutkan keningnya sambil memandang Mike yang masih berdiri di depan mereka .
" Apaa ??!! Takut aku culik. ?? Rugi nyulik kamu kecil kecil tapi makannya banyak . Bisa rugi ntar bandar . Habis makan aku anter kesini lagi , lagian deket banget warung baksonya "
Karena perutnya sudah benar benar lapar akhirnya Mika mengangguk . Setelah itu Mike segera keruang ganti untuk sekedar mandi dan mengganti bajunya . Sedang Sita langsung kembali ke ruangan gym .
Mika akhirnya memesan potato mashed untuk mengganjal perutnya sebelum ia menuruti Mike untuk makan bakso . Lagipula Mika juga menunggu gorilla itu berganti baju . Mika menatap sepiring potato mashed yang ada di depannya . Dia heran tempat sebagus ini kenapa hanya menyediakan makanan yang dilidahnya terasa sangat hambar .
Mika menyendok kentang tumbuk itu dan memasukkan ke mulutnya , benar dugaannya rasanya benar benar hambar . dia berharap ada semangkok sambal untuk menemaninya makan saat ini .
Mika menyerah , ia tidak sanggup makan makanan dengan tekstur lembek dengan rasa hambar itu . Bukannya Mika ingin menyia nyiskan makanan tapi saat menyuap satu sendok makanan itu perutnya malah terasa mual . Lidahnya masih asing dengan makanan itu .
" Haii .. yuk berangkat sekarang ! "
Mike menepuk pundak Mika hingga gadis itu berjengit kaget . Mike melihat sepiring kentang tumbuk yang masih utuh di depan Mika .
" Lho kok ngga di makan sih , kan sayang ! Jangan buang buang makanan dosa "
Mata Mika membelalak ketika Mike kembali duduk dan mengambil makanan yang tidak ia sukai itu .
" Jangannn.. itu udah Mika makan sedikit tadi . Pesen yang baru aja masa makan bekas Mika sih " protes Mika , ia merasa tidak enak jika Mike makan makanan sisanya walau ia cuma memakannya sedikit tadi .
" Ngga apa apa kebetulan aku juga lagi laper banget " dengan mulut penuh ia menjawab kata kata Mika .
" Pengennya sih makan kamu juga ... " batin Mike bermonolog . Tidak tahu kenapa sejak pertama kali bertemu dengan Mika dia sudah merasa jatuh hati . Bahkan ia merasa menjadi tidak waras ketika hampir satu tahun tidak menemukan keberadaan gadis itu .
__ADS_1
Kini gadis itu ada di depannya , jikapun bisa Mike ingin merantai gadis itu agar tidak bisa pergi lagi darinya .