
" Kenapa muka kalian jadi tegang begitu ? Putriku juga tidak akan melirik kulkas dua pintu sepertimu " kata Munir dengan entengnya .
Satria hanya mendengus mendengar cibiran papanya , sedang Mika tak bisa menahan tawanya . Mika merasa lucu dengan sebutan kulkas dua pintu yang ditujukan untuk Satria . Jika di rasa rasa memang laki laki itu memang seperti yang dikatakan Munir .
" Awww ... " jerit Mika sambil mengelus pipinya yang memerah .
Satria mencubit pipi Mika ketika melihat gadis itu malah menertawainya , dia tersenyum menang karena gadis itu seketika terdiam dengan muka menahsn kesal .
" Ya udah kalau gitu Papa dan Mas mu ini mau ada meeting sebentar , tadi papa udah telpon Affan untuk jemput kamu "
" But l promised her to have lunch together ( Tapi aku sudah berjanji padanya untuk makan siang bersama ) . Tadi aja Satria sudah hampir bikin dia kelaparan . Bukannya Papa udah selesai meetingnya ? Tadi Dimas juga tidak mengatakan kalau siang ini ada jadwal meeting , atau meeting diundur saja setelah jam makan siang . Bisa kan ? "
Satria tahu papanya hanya ingin berbicara empat mata dengannya , tapi siang ini dia sudah punya hutang maaf karena pagi tadi membiarkan gadis yang dicintainya menunggu dengan perut kelaparan . Dia akan menuruti keinginan papanya , tapi sesudah ia menemani makan siang Mika .
Munir memijat keningnya , ia memang tidak bisa menipu seorang Satria . Sebenarnya ada banyak pertanyaan dibenaknya saat ini . Dia tidak buta , ia bisa melihat ada yang berbeda dengan sikap Satria dan Mika . la hanya ingin memastikan sesuatu .
" Ya sudah , bawa baby Mika makan siang . Kita bicara di rumah saja ! Sepertinya akan percuma papa memaksamu bicara sekarang "
Setelah itu Satria dan Mika berpamitan dan meninggalkan ruangan itu .
" Mau makan dimana kita Mas ? "
" Kamu maunya dimana ? "
" Kebiasaan , kalau Mika nanya pasti Mas Satria malah balik nanya ! Terserah Mas saja kalau begitu "
Satria tersenyum sambil mengacak rambut gadis disampingnya . Tekadnya sudah bulat untuk merengkuh hubungan ini , dia tak akan lagi melepaskan gadis yang sudah mengubah dunianya itu .
Dulu Satria hanya terpaku pada satu tujuan yaitu menjadi pengusaha besar yang bisa membuat bangga papanya . Otaknya hanya di isi dengan bagaimana cara mengembangkan dan memajukan semua perusahaan yang bernaung di bawahnya .
Sampai ia berpikir untuk membuat sebuah perusahaan sendiri atas namanya yaitu Satria Wiratama Corp yang saat ini berpusat di Dubay . Sekali lagi dia ingin membuktikan pada papanya ia bisa mandiri dalam menjalankan bisnisnya . Membuat perusahaan besar dengan hasil jerih payah sendiri .
Tapi ketika pertama kali melihat Mika , entah kenapa ego yang hanya berisi tentang pembuktian kemampuan dirinya pupus . Satria mulai berpikir tentang masa depannya , mulai berpikir tentang pernikahan dan memiliki sebuah keluarga . Memiliki seorang pendamping hidup yang nantinya akan menantinya pulang setiap sore , memiliki anak anak yang yang merengek dibelikan mainan .
__ADS_1
Satria tidak akan mengulangi kesalahan kedua orang tuanya . Walaupun dia sangat menghormati perpisahan kedua orang tuanya apapun itu alasannya , tapi kedepannya ia berjanji akan selalu menjaga keutuhan rumah tangganya . Dan ia ingin Mika yang berada disampingnya , menjadi ibu dari anak anaknya .
#
Di London .....
" Nita !!! Gue minta tolong dong ... anterin nih buku referensi ke Reyhan . Tadi dia nelpon gue minta ini buku , tapi Zee ( pacar Joe ) minta gue temenin ke rumah sakit jenguk sodaranya yang kemaren kecelakaan "
" Nggak mau ! Enak aja suruh gue ke tempat boneka chucky . Ogahh .. serem "
Joe tertawa mendengar sahabatnya yang tampan itu disebut sebagai boneka chucky , boneka bertampang mengerikan yang sering membunuh .
" Bukannya elo masih penasaran sama dia ? Kayanya baru kemaren elo ngomong sama gue untuk nakhlukin dia , amnesia loe??!! "
Nita memutar bola matanya malas , ternyata Joe masih teringat dengan keinginan konyolnya untuk memiliki Reyhan .
" Ngga jadi , kalo dipikir pikir engga asyik pacaran sama dia . Yang ada nanti gue garing didiemin , senyum aja dia ngga pernah "
" Please Savanita yang cantiknya ngalah ngalahin Dora ... tolongin gue ya , gue telat nih ! elo tau sendiri kalau Zee ngamuk kaya apa "
Nita adalah salah satu sahabatnya yang sama sama berasal dari lndonesia . Gadis cantik ini adalah salah satu primadona kampus , penampilannya selalu terlihat seksi membuat kaum Adam di sekitarnya ingin menjadikannya teman dekat mereka . Tapi Joe sangat tahu Nita masih menjunjung tinggi adat timur . Dia bukan penganut **** bebas seperti dirinya . Sudah berkali kali dia dan Zee melakukann kegiatan **** atas dasar suka sama suka , dia melakukannya karena dia sangat mencintai pacarnya tersebut .
" Ya udah , gue anterin nanti setelah kuliah gue selesai "
" Jangan kemaleman tapi kesananya "
" Kenapa ?! "
" Siapa tahu dia kalo malem berubah jadi vampir " goda Joe sambil berlalu pergi .
" Sialan loe emang !!! " umpat Nita yang melihat laki laki itu pergi dengan tertawa terbahak bahak .
Setelah selesai dengan mata kuliahnya Nita langsung mengendarai mobilnya menuju apartemen Reyhan sesuai dengan alamat yang dikirimkan Joe . Baru pertama kali ini Nita mendatangi apartemen Reyhan . Dia tidak pernah kesana karena dia memang tidak berteman dekat dengan Reyhan .
__ADS_1
Sejak pertama melihatnya , Reyhan terlihat begitu angkuh dan sangat menjaga jarak dengan para wanita . Walaupun begitu para wanita dikampusnya tetap saja menjadikannya seorang idola . Tapi dalam wajah angkuhnya Nita bisa melihat sisi kelam Reyhan . Entah apa sisi kelam itu yang jelas itu sangat membuat laki laki itu sangat kehilangan . Mungkin ada hubungannya dengan Mika , sebuah nama yang pernah ia dengar dari mulut Reyhan saat berada di klub malam waktu itu .
Nita menatap kagum gedung apartemen tempat Reyhan tinggal . Terlihat minimalis tapi juga sangat mewah . Perlahan ia memasuki gedung itu , dia menaiki lift dan menekan lantai teratas dimana unit apartemen Reyhan berada . Unit penthouse milik Satria yang digunakan jika dia mengunjungi salah satu perusahaan papanya yang ada di sini .
Nita menekan bel unit apartemen Reyhan , sudah berkali kali ia menfkan bel itu tapi tampaknya tak ada niat sang pemilik untuk membuka pintu . Nita akhirnya menyerah , mungkin Reyhan sedang keluar . Tapi ketika sudah ingin melangkahkan kakinya Nita mendengar suara pintu dibuka .
CEKLEKK ...
Nita terkejut karena di ambang pintu Reyhan terlihat menatapnya dengan tatapan sendu , bau alkohol sangat mengganggu indera penciumannya .
" Aku cuma mau kasih ini ... " Nita menyodorkan buku referensi yang tadi diberikan oleh Joe .
" Masuk "
Tanpa menerima buku yang disodorkan padanya , Reyhan malah masuk kembali ke apartemennya . Nita terpaksa ikut mengikuti langkah Reyhan , dia berniat meletakkan buku itu di meja tamu ataupun dimana ia saja yang penting. buku itu sudah ada di dalam rumah laki laki yang sudah seperti mayat hidup itu . Setelah itu dia akan cepat segera pergi , lagipula ia pikir ia juga tidak punya urusan lagi dengan Reyhan .
KLEKK ..
Nita menoleh ke belakang ketika mendengar suara pintu terkunci , Reyhan sedang bersandar di pintu dengan mata terpejam .
" Jangan pergi lagi , aku mohon ... " lirihnya dengan masih memejamkan mata .
Nita bingung dengan ucapan Reyhan , laki laki.yang selalu tampak angkuh itu sekarang terlihat sangat menyedihkan , penampilannya jauh dari kata rapi . Terlihat sangat putus asa dan gilanya malah terlihat sangat seksi di mata Nita .
" Kau milikku .. hanya milikku "
Perlahan laki laki itu membuka mata dan mulai berjalan mendekati Nita yang masih bingung dengan sikap aneh Reyhan .
Betapa terkejutnya Nita ketika Reyhan tiba tiba memeluknya dengan erat , Nita berusaha melepaskan dirinya . Tapi semakin keras ia berusaha untuk lepas semakin erat pula pelukan Reyhan .
" Rey lepas ... kau mabuk hahh !! "
Nita mulai panik ketika dia merasakan Reyhan mulai mengendus leher dan tengkuknya .
__ADS_1
" Wangimu selalu membuatku mabuk sayang .. jangan membuatku gila , kumohon maafkan aku !! Kembali padaku ... "
" Reyyy ... !!!!! "