
Sudah seminggu ayahnya meninggalkan Mika , dan sudah seminggu ini Mike tinggal dirumah sederhana miliknya hanya untuk menemaninya . Selama itu Mike tidak pernah menyinggung soal haknya sebagai seorang suami . Pria itu bahkan masih tidur di sofa ruang tengah jika malam tiba . Retno selalu memaksa menantu barunya itu untuk tidur dikamar putrinya tapi dengan halus Mike selalu berhasil menolaknya .
Pagi itu Mika masih terduduk di ranjangnya . Mike sudah berangkat pagi sekali tadi karena ada meeting dengan klien diluar kota . Bahkan kemungkinan Mike akan bermalam disana jika belum ada keputusan dalam meeting tersebut . Mika bisa merasakan tulusnya perasaan Mike padanya , pria itu selalu menjaga perasaannya . Teringat semua petuah ibunya waktu itu , biar bagaimanapun ia dan Mike sekarang adalah suami istri .
Walaupun ia belum bisa mencintai suaminya tapi ia berkewajiban untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang istri . lbunya juga meminta Mika untuk tidak menunjukkan kecanggungan itu jika ada dihadapan mertuanya . Retno dapat melihat betapa Bisma dan Bia sangat menyayangi Mika , terlebih Bia yang dari.dulu memang sudah terlihat amat sangat menyayangi Mika .
Banyak hal yang ada di kepala Mika saat ini . Tentang semua kejadian yang bahkan ia tidak menduganya , kehilangan ayah tercintanya . Tentang pernikahannya yang tiba tiba , tentang kekecewaan Satria yang sangat jelas dapat ia lihat . Tapi ia berusaha berpikir lebih jernih , mungkin ini semua memang harus ia jalani karena ia yakin rencanaNya adalah yang terbaik dan terindah dalam hidupnya .
Mika tak mau terus menerus larut dalam kesedihan dan ia yakin ayahnya disana pun tak mau ia terus bersedih . Banyak yang masih ingin ia capai dalam hidupnya , masih ada ibu yang harus ia bahagiakan . Beruntung ia masih dikelilingi orang orang yang peduli dan sangat menyayanginya . Ya ! la memang harus lebih kuat karena ada hati yang harus ia jaga saat ini .
" Bu masak apa kita siang ini ? "
" Udah mateng malah itu dimeja . lbu masak sayur bening , tahu tempe goreng sama sambel matah itu . Mantu bule ibu kan katanya enggak bisa makan siang dirumah jadi ibu bikin sambel deh " kata Retno yang tahu benar jika menantunya memang tidak begitu suka masakan yang terlalu pedas .
" Lho kok engga panggil Mika buat bantuin ? Terus kata siapa Mike enggak makan siang dirumah ? Nih baru aja chat Mika , dia bilang sebisa mungkin nemenin Mika makan siang dirumah " ujar Mika dengan menunjukkan layar ponsel yang terpampang chat nya dengan sang suami .
" Waduh ibu cuma goreng tahu sama tempe , masa iya udah di bela belain jauh jauh dari kantor cuma makan beginian . Beli lauk dirumah makan Padang sana ! Beli rendang atau ikan " panik Retno .
" Engga usah Bu ... "
" Lho ehh kok ?!! " Retno kaget mendengar suara dari arah pintu ruang tengah . Mantu bulenya ternyata sudah berjalan menuju ke arahnya .
Begitupun dengan Mika , matanya segera menoleh ke sumber suara . Dia bisa melihat suaminya yang tak lagi mengenakan jasnya sedang berjalan kearah ibunya dengan senyum yang selalu bisa menghangatkan hatinya .
" Assalamualaikum .. "
" Walaikumsalam .."
Mike meraih tangan Retno dan mencium punggung tangan wanita itu . Mika pun segera menghampiri sang suami dan meraih punggung tangan suaminya .
" Katanya mau keluar kota nak , kalau tahu kamu ikut makan siang kan tadi ibu bisa masakin yang lebih banyak "
__ADS_1
" Nah ini juga udah banyak Bu , malah menu sehat semua kaya masakan Mom " jawab Mike santun . la menatap Mika yang mulai mengambilkannya makanan untuknya , wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya itu jg duduk disampingnya .
lni yang dia rindukan setiap harinya , suasana hangat dari keluarga barunya . Betapa pun ia sibuk ia pasti akan menyempatkan diri untuk makan dirumah . Karena Mika selalu melayaninya dengan baik , dari mulai mengambilkan makanan atau sekedar membuat teh hangat untuknya walau sebenarnya ia lebih suka minum air putih .
" ltu sambelnya kok engga diambilin sekalian Sweety ? ltu sambel apa kok engga kaya biasanya ? "
" lni sambel matah .. jangan keseringan makan sambel deh , kamu kan mau keluar kota . Ntar malah mules mules "
" Patah ? "
" Mataahhh sayaaanggg " Mika langsung terdiam dengan sendirinya karena panggilan sayang yang tidak sengaja keluar dari mulutnya .
Mike tersenyum lebar mendengar kata sayang yang ia tahu benar tidak sengaja terucap oleh istrinya . Sangat menggemaskan melihat Mika yang saat ini sedang salah tingkah sendiri .
Sedang Retno tersenyum samar melihat interaksi kedua orang di depannya .
" Gitu dong panggil suami dengan kata sayang , kan enak didengernya " kata Retno yang semakin membuat pipi Mika merona karena malu .
" Enggak ihh .. norak !! "
" Lho bikin suami seneng itu pahala , sekarang surga kamu ada pada suami kamu " kata Retno dengan bijak . la ingin putrinya lebih dekat dan lebih menghargai suaminya .
Mike tersenyum dan mengelus puncak kepala istrinya , ia tahu ia tidak bisa memaksakan perasaannya pada istri kecilnya .
" Mika bener Bu .. norak kalau pakai sayang sayang . Enakan juga gorilla kaya biasanya . Beda dari yang lain , terdengar lebih romantis " kilah Mike mencoba membela sang istri .
Mike tertawa ketika melihat Mika sedikit menjulurkan lidahnya , istri kecilnya sedang mengejeknya . Jika saja sudah ada cinta diantara mereka pasti saat ini dia sudah membawa sang istri ke kamar . Sungguh setiap tingkah Mika selalu saja membuat dia gemas sekaligus tergila gila .
Setelah menghabiskan makan siang yang sederhana tapi dengan rasa yang begitu luar biasa akhirnya Mike pamit untuk keluar kota kepada mertua dan istrinya .
Retno tertawa lirih melihat putrinya yang masih duduk di ruang makan terlihat melamun . Dia tahu benar apa isi pikiran putrinya .
__ADS_1
" Baru mau ditinggal sehari aja udah melamun Nduk ( panggilan orang Jawa pada anak perempuannya ) "
" lbu apaan sih , Mika bukan mikir itu "
Retno tersenyum dan duduk disamping putrinya . Sepertinya Mika memang sedang butuh teman bicara .
" Bu .. "
" Hemmm .. kenapa ? "
" Kemarin Daddy Bisma sempat ngomong sama Mika . Besok setelah lulus S1 Mika diminta gabung di perusahaan milik keluarga Dananjaya . Katanya sih kebetulan sebentar lagi ada Mega proyek pembangunan apartemen gitu "
" Lha bagus dong itu berarti S1 kamu tidak dia sia , lagian kamu kan pasti juga didampingi sama menantu bule ibu . Tidak mungkin kamu dibiarin kerja sendirian . Satu bulan lagi kamu lulus kan ? "
" Iya sih , tapi Daddy bilang Dananjaya proyek itu kerjasama dengan Wiratama Group "
" Lha terus dimana salahnya kan itu perusahaan milik pamanmu "
" Ehmmm ... Tapi Mika takut "
" Satria ??? "
Mika mengangguk pelan , jujur ia masih merasa sangat bersalah pada laki laki itu . Lagipula sampai saat ini pun nama Satria masih belum bisa ia hilangkan dari hatinya .
" lbu yakin kamu bisa menghadapinya , Satria laki laki yang kuat . Kamu juga harus kuat Nduk ! Jangan putus silaturahmi dengan nak Satria hanya karena masa lalu kalian "
" Tapi ..."
" lbu yakin kalian bisa melaluinya '
Mika hanya menghembuskan nafasnya dalam dalam , tak akan pernah semudah yang dikatakan ibunya . Tapi ia bertekad membuat semuanya menjadi lebih baik .
__ADS_1