
Vera saat ini sedang berjalan menuju sebuah hotel , sugar Daddy nya sudah mengiriminya alamat lengkap dengan nomor kamar yang akan dia datangi . Sudah biasa ia menemani sugar Daddy nya kemanapun laki laki buncit itu pergi .
Nyatanya dia tidak hanya mempunyai satu orang laki laki untuk bisa memenuhi gaya hidupnya yang tinggi . Dia memiliki dua laki laki hidung belang sekaligus tanpa satu sama lain mengetahui bahwa Vera sudah menduakan mereka .
Vera segera masuk ke kamar sesuai dengan nomor yang dikirim oleh sugar Daddy nya .
Laki laki buncit itu sudah menunggunya di sofa yang terletak disamping tempat tidurnya .
" Kok ketemu klien di tempat seperti ini sih Pih ? Kan kalau ketemu klien bisa di restoran bawah saja lebih nyaman " kata Vera sambil mendekati laki laki bernama Markus itu .
" Dia yang minta kita ketemu disini , mungkin dia berpikir lebih nyaman jika bertemu di tempat tertutup seperti ini . Kami bisa leluasa membicarakan proyek kami "
Vera mengalungkan kedua tangannya di leher laki laki buncit bernama Markus itu . Dan Markus tak menyia nyikan kesempatan itu , dia
mengangkat tubuh Vera ke atas pangkuannya .
Markus memagut bibir yang dipoles gincu warna merah menyala itu dengan penuh hasrat , dengan tidak sabar dia meloloskan gaun mini yang dipakai Vera dengan satu tarikan hingga menyisakan dua kain penghalang berwarna hitam . Sangat kontras dengan kulit putih gadis di pangkuannya .
Pemandangan didepannya sangat menggugah naluri lelaki lakiannya , dilumatnya leher jenjang putih itu dengan hisapan hisapan kasar yang membuat sang gadis sesekali menjerit kesakitan . Bukannya kasihan mendengarnya Markus malah semakin menjadi , dengan tak sabar ia lepas satu penghalang atas hingga menyuguhkan dua mochi yang lumayan besar yang membuat jakunnya naik turun .
Vera meronta ketika perlakuan perlakuan kasar sang sugar Daddy terus berlanjut .
" Aww .. Pih !! Pelan pelan ahhhh ... ssshh ... sshhhakiit "
Antara sakit dan nikmat yang datang bersamaan , tubuh Vera menggelinjang dengan sensasi permainan kasar Markus . Tak biasanya laki laki itu bermain sekasar itu . Markus melahap habis dua mochi yang sudah tampak mengeras ujungnya itu . Mulutnya sibuk menyesap salah satu ujung mochi dan tangannnya meremas satu mochi yang lain .
Vera pun tak mau kalah , dia bermain diarea leher si pria buncit . Walau sebenarnya dia malas untuk meladeni pria tua di depannya dia tetap melakukan tugasnya dengan baik . Toh selama ini para hidung belang yang dia ladeni cuma akan minta dipuaskan dengan mulut atau tangannya . Mereka tidak akan meminta
' segel ' karena sudah menjadi kesepakatan bahwa mereka bisa memiliki tubuh Vera tanpa menyentuh ' segel ' yang masih terjaga .
" Puaskan aku ... "
Vera yang tau tugasnya segera melorot dari pangkuan Markus , dia segera menarik resleting celana pria di depannya . Tapi betapa terkejutnya Vera ketika Markus malah berdiri dan meloloskan semua penutup yang menempel di badannya hingga sepenuhnya telanjang b*lat .
Markus menyeret Vera ke arah ranjang dan menghempaskan tubuh mungil itu . Vera bergidik ketakutan melihat Markus yang tak seperti biasanya .
__ADS_1
" Papih masih ingat perjanjian kita kan ? "
Dengan nada yang dibuat lembut Vera mencoba mengingatkan Markus dengan perjanjian awal mereka . Dia tak ingin menyerahkan kehormatannya pada laki laki tua itu . Walaupun dia nekat terjun menjadi seorang sugar baby tapi ia masih bisa menjaga dirinya . Vera hanya akan menyerahkan kehormatannya pada seorang laki laki yang benar benar ia sukai .
" Diammm !!! "
Markus merenggut kain penutup terakhir yang masih menempel ditubuh gadis yang sedang dikungkungnya . B*rahinya memuncak kala disuguhkan pemandangan yang sangat indah di depannya . Vera menutupi tubuh bagian bawahnya dengan kedua tangannya , dan Markus menepiskannya dengan kasar .
" Jangan Pihh !! "
Vera mencoba bangkit ingin melepaskan diri dari laki laki yang sudah terlihat sangat
bergai*ah itu .
PLAAKKK !!!
Markus menampar dengan keras pipi Vera hingga gadis itu terpental dan kembali rebah di kasur king size itu . Kepalanya terasa pusing tapi dia berusaha terus meronta , bahkan Vera berteriak teriak agar seseorang diluar sana menolongnya .
Markus menyunggingkan senyum devilnya , dia melebarkan paha gadis dibawah tubuhnya , dia bersiap masuk ke dalam inti Vera .
Benar saja Vera berteriak dengan keras ketika tubuh bagian bawahnya dihujam berkali kali dengan kasar . Markus akhirnya berhasil membuka ' segel ' walau beberapa kali kesulitan memasukinya .
" Aarrghhh ... sshhhh ... Papiihhhh .. pelaahhnnn ... sakittt !!! "
" Mendesah lebih keras sayang aarrgghhhh ... kau sangat nikmat "
Tanpa ampun Markus terus saja menghujamkan miliknya , dia tak peduli gadis itu yang terus berteriak dan kadang mendesah kesakitan itu .
Air mata Vera mengalir deras di pipinya . Selain merasakan sakit di bagian inti yang terus saja dihujam dengan kasar , dia juga menyesal telah menuruti keinginan Markus datang ke kamar hotel malam ini .
Markus menggeram panjang ketika gelombang kenikmatan yang ia rasakan sudah pada puncaknya . Dia melesakkan lebih dalam miliknya yang bergetar hebat di dalam sana , diremasnya kuat dua mochi yang mengkilat di penuhi peluh sang pemilik dan itu terlihat begitu seksi di mata Markus .
" Aarrgghhh ..... "
Markus menggulingkan badannya kesamping ketika ia sudah menyelesaikan hasratnya . Dia berjalan menuju kamar mandi ingin membersihkan tubuhnya dari sisa sisa percintaan mereka .
__ADS_1
Vera menutupi tubuhnya dengan selimut , air mata tak juga berhenti mengalir di pipinya . Rasa sakit , malu dan sesal bercampur menjadi satu . Tidak ia sangka Markus mengambil apa yang selama ini masih ia jaga .
Tak lama Markus keluar dari kamar mandi dengan sudah mengenakan pakaiannya . Dia melirik Vera yang sedang memunguti pakaiannya yang berada di lantai dalam keadaan masih telanjang bulat. Markus menyunggingkan senyum sinisnya .
" Percuma kau ingin mengenakan kembali pakaianmu , tugasmu belum selesai sayang " kata Markus dengan berdiri bersedekap di samping ranjang .
" Brengsek kau Markus !!! Akan kulaporkan kau ke polisi , kau sudah memperkosa aku "
Vera memukuli bertubi tubi dada Markus tapi laki laki buncit itu malah mendorongnya dengan kuat hingga ia terhempas lagi di kasur king size itu .
" Laporkan saja , akan kutunggu kau melakukannya "
" Kenapa kau tega melakukan ini padaku ? "
" Kenapa kau bilang ?!!! Kau pikir aku tidak tahu kau sudah mulai meneror istriku ? Kau mulai mengganggu ketenangan wanita yang sudah setia menemaniku hingga saat ini , aku memang brengsek !! Tapi aku mencintainya !! Apa kekuranganku hahh?!! Kuturuti semua keinginanmu bahkan aku masih menjaga kehormatanmu . Tapi aku tidak akan memaafkanmu jika kau mulai mengganggu wanita yang sangat aku cintai "
" Cinta kau bilang ?? Kau sudah mengkhianatinya dengan menjadi sugar Daddy ku " teriak Vera membalas semua perkataan Markus .
Markus mengepalkan tangannya menahan emosi yang berada di ubun ubunnya . Beberapa hari yang lalu dia menemukan chat di ponsel istrinya yang isinya nada ancaman . Ancaman yang berisi bahwa Vera akan mengatakan pada khalayak bahwa seorang Markus hanyalah laki.laki brengsek yang sudah mengkhianati istrinya . Vera meminta sejumlah uang yang nilainya lumayan besar .
Walaupun perusahaan Markus tidak begitu besar tapi sebagai seorang pengusaha ia wajib menjaga nama baiknya . Dan dia beruntung mempunyai istri yang selalu memahaminya walau sudah berkali kali ia melakukan kesalahan . ltulah sebabnya Markus sangat melindungi istrinya .
" Apa maksudmu ? Aku tidak melakukannya "
" Terserah kau mau bicara apa . Saatnya kau melayani mereka , jangan pernah temui aku lagi ataupun mengganggu keluargaku . Kau tidak akan bisa membayangkan apa yang bisa aku lakukan padamu jika kau terus nekad menggangguku "
" Mereka ?? "
Markus berjalan keluar dari kamar ,tapi setelah pria itu keluar ada lima orang laki laki yang masuk ke kamar dengan seringai di wajah mereka . Vera merapatkan selimut untuk membungkus tubuhnya yang masih polos karena belum sempat mengenakan pakaian .
" Selera Pak Markus boleh juga .. kita makan enak kali ini ... "
Wajah Vera pucat pasi ketika kelima orang itu terus mendekatinya .
" Pergi kalian !! Jangan sentuh aku ... "
__ADS_1