Belong To Me

Belong To Me
7 . Mulai Terkena Virus


__ADS_3

Mika masih menunduk mendengar teriakan teriakan Reyhan yang memarahinya . Laki laki itu marah karena Mika sudah datang ke area terlarang , area dimana para murid bad boy nongkrong .


Kepolosan ataupun kebaikan hati Mika bisa menjadi gadis itu menjadi target para bad boy disana . Dan hal itu yang sangat dikhawatirkan Reyhan .


Sebenarnya Reyhan juga bingung dengan dirinya sendiri , karena akhir akhir ini dia sangat tidak rela jika Mika tersenyum pada laki laki lain ataupun sebaliknya . Dia hanya ingin memiliki senyum indah itu sendiri , senyum Mika cuma untuknya .


~ ltu sih namanya cinta bang Reyhan , heran ya para calon bucin kadang memiliki kadar kepekaan level terendah 🤣 ~


" Kotak bekal Tutuwear Mika mana Rey ? "


" Aku buang .. udah buluk gitu "


" Aaaaaaaa ... kenapa Rey buang sih ! ltu kan hadiah ulang tahun Mika waktu umur delapan tahun dari lbu . Ngga mau tau pokoknya Mika mau kotak bekal Mika . Titik !!! "


Mika memukul bahu Reyhan dengan sudut mata mulai berair .


" Ckk gituan doang , jangan nangis dong !! Nanti pulang sekolah kita beli yang baru .. yang sama persis "


" Ngga mau !!! "


" Mikaaa ... !!! " Reyhan mengejar Mika yang berlari menjauhinya .


Para bad boy yang masih bisa mendengar pertengkaran dua orang itu serempak


terkekeh , singa jantan yang terkenal sangat mematikan itu kalah hanya dengan kucing manis yang imut .


Mika tiba tiba berhenti dan berbalik badan menghadap singa yang sedang mengejarnya .


" Awas ya , jangan deket deket sama Mika sebelum kotak Tutuwear Mika ketemu "


" Mikaaa .. ngga bakal ketemu kan kalau siang gini sampah udah diangkut truk sampah . Nanti beli yang baru aja ya "


" Pokoknya enggak !!! "


" Keras kepala "


" Biarin .. suka suka Mika "


Sekarang giliran Reyhan yang pergi meninggalkan Mika , dia memutuskan pergi daripada harus memperlihatkan emosinya di depan gadis di depannya .


Akhirnya Mika juga pergi menuju ke kelasnya karena sebentar lagi bel masuk akan berbunyi .


Reyhan menghampiri Rendy yang terlihat masih bermain basket bersama Bayu dan teman temannya . Reyhan meraih kerah baju Reyhan dan menariknya keluar lapangan .


" Gue mau ngomong sama loe "


" Ckk apaan sih Rey main tarik tarik " gerutu Rendy .

__ADS_1


" Loe yang kasih tau Mika kalau gue ada di belakang gudang ? "


" Tadi dia tanya yaa gue kasih tau lahh .. lagian mana ada yang berani kesana sih ! Ehh .. jangan bilang kalau Mika nyamperin kesana . Tuh anak pasti belom tau tempat itu sarang penyamun "


" Loe pikir hahh !!! "


" Ya Tuhan gadis itu ...pengen gue jitak tapi ngga tega imut gitu " gumam Rendy .


" Gue patahin tangan loe kalau sampai sentuh dia walau cuma ujung kukunya " sinis Reyhan yang kemudian berlalu dari tempat itu .


" Hhhhh .. susah ngomong sama orang yang udah kena virus "


" Rey sakit apa memang ? " Bayu yang tadi sempat mendekat mendengar Rendy bergumam .


" Virus bucin .. "


Jam pulang sekolah biasanya koridor koridor sekolah akan sedikit ramai , dan biasanya Mika sengaja menunggu dikelasnya sebentar agar koridor lebih sepi . Lagipula ia pulang naik angkutan umum jadi lebih santai saat pulang .


Seperti biasanya ketika koridor sudah lumayan sepi Mika segera keluar kelas , sebenarnya Vivi selalu menawarinya tumpangan karena sahabatnya itu membawa mobil sendiri ketika sekolah . Tapi Mika selalu menolak secara halus karena arah rumah mereka berlawanan .


Ketika baru saja keluar gerbang sekolah tiba tiba sebuah mobil menyenggol lengan Mika dengan keras dan ..


BRUGGHHH ..


" Aww... !! "


Dan beberapa murid segera lapor ke satpam sekolah agar bisa melihat rekaman cctv agar sang penabrak bisa mendapat konsekwensinya besok .


Terlihat Arman , Dion , dan Suta yang dikenal sebagai para bad boy itu berjalan mendekati Mika yang masih ditolong beberapa temannya . Mika meringis merasa perih karena kakinya terluka hingga tampak sedikit berdarah .


Kini perhatian perhatian para penolong malah berpindah pada tiga orang laki.laki yang saat ini berjongkok mengitari Mika , yang mereka kenal sebagai kumpulan bad boy tajir melintir .


Wajah mereka yang ganteng di atas rata rata memang menjadi magnet tersendiri bagi para hawa .


" Kucing kecil kamu ngga apa apa ? Perlu kita antar kerumah sakit ? " tanya Dion .


" Ssshhhh .. Mika ngga apa apa cuma lecet doang kok " jawab Mika sambil berdesis karena kakinya terasa sangat perih .


Sebuah mobil sport warna hitam yang keluar dari gerbang sekolah terlihat berhenti di dekat mereka . Terlihat Reyhan dan Rendy keluar dari mobil itu dan menghampiri mereka .


" Ada apa ? Kenapa kalian kumpul diluar gerbang ? " tampaknya Reyhan belum tahu soal kejadian barusan . Reyhan mendekat karena tidak biasanya teman temannya berkumpul diluar gerbang sekolah begini .


" Mika .. " langkah Reyhan terhenti ketika melihat gadis itu sedang duduk dengan kaki yang terluka .


Wajahnya tiba tiba mengeras melihat ketiga temannya yang masih berjongkok itu .


" KALIANN APAINN MIKAA HAHHHH !!!! "

__ADS_1


Reyhan merangsek maju dengan tangan terkepal . Rendy dengan sigap langsung meraih bahu sahabatnya yang sedang dikuasai emosi itu .


" Whhooiii .. calm down .. calm downn ngga usah ngegas dulu kan bisa Rey "


" Mata loe ngga lihat Mika sampai berdarah kaya gitu hahhh " teriak Reyhan masih dengan wajah merah padam .


" Reyhan berisik !!! Orang mereka bertiga mau nolongin Mika " tukas Mika dengan bibir cemberut .


Reyhan langsung terdiam dan menatap tajam ketiga temannya , mereka yang tahu arti tatapan itu cuma terkekeh merasa lucu karena singa itu batal mengamuk .


" Mika cuma kesenggol mobil , tapi udah kita urus cctvnya . Serahin aja sama kita pelakunya , kayanya udah lama nih badan ngga olah raga "


" Kita kerumah sakit " Reyhan yang sudah berjongkok didekat Mika langsung membopong gadis itu menuju mobilnya .


Mika yang terkejut spontan menjerit dan memukul mukul dada bidang Reyhan .


" Aaaaaa .. turunin Mika !!! Mika mau pulaaanngggg !! "


" Jangan berisik " kata Reyhan datar ketika sudah meletakkan Mika di kursi depan mobilnya .


" Tapi Mika cuma lecet doang , dikasih plester juga nanti sembuh "


Reyhan yang sudah berada dibelakang setir segera melajukan mobilnya .


" Diem .. kalau engga bisa diem mulut loe yang gue plester "


" Dasar nyebelin ... aww sshhh "


" Kenapa ??!! Sakit lagi ?!! "


Tapi Mika tak menjawab pertanyaan itu , dia hanya melihat keluar jendela .


Reyhan geram karena pertanyaannya diabaikan gadis disampingnya .


" Ngga punya mulut ya ? "


" Tadi kan Reyhan suruh Mika diem gimana sih !! "


" Ya Tuhan .." Reyhan menghela nafas panjang , sepertinya ia memang harus banyak bersabar jika menghadapi makhluk yang bernama perempuan .


Sejurus kemudian Reyhan tampak melakukan panggilan pada telepon genggamnya .


" Dia urusan gue .. kalian bawa dia ke tempat biasa "


Sementara itu ke tiga laki laki yang masih berdiri didepan sekolah sedang tertawa melihat Rendy yang mendumel karena ditinggal sang sahabat .


" Susah orang mahh kalau udah kena virus bucin , dunia milik berdua kali ya ? gue dianggep ngontrak . Main tinggal orang aja " racau Rendy .

__ADS_1


" Ha... ha derita loe itu sih "


__ADS_2