
Setelah kegiatan panasnya yang sepertinya tak pernah bosan dilakukan oleh sepasang pengantin baru itu , mereka berpelukan dengan tubuh polos yang saling berhadapan . Nita meletakkan kepalanya pada dada bidang Reyhan dan menikmati belaian sayang suaminya . Sekali sekali Reyhan mengecup pucuk kepala istrinya .
" Hon .... "
" Hemmmm .. mau lagi ? "
" Ckk .. mana ada ! Badanku masih sakit semua seharian kamu gempur terus " cibir Nita yang seharian ini ' disekap ' suaminya dikamar terus .
" Sakit yang mana sih ? Kamunya aja teriak teriak keenakan kalau lagi aku *** *** "
Kata kata frontal Reyhan seketika mendapat cubitan keras pada perut sixpack nya . Reyhan terkekeh melihat Nita yang memberengut sebal padanya . Diciumnya sekilas bibir yang terlihat menggemaskan itu .
" Mau tanya apa babe ? "
" Tapi janji jangan marah ya "
" Soal Mika ?! "
Tebakan Rey benar , sang istri mengangguk pelan dan kini menatapnya dengan serius . Hal itu malah tampak lucu dimata Reyhan .
" Apa yang bisa membuat kamu begitu cinta sama gadis yang bernama Mika itu ? Apakah dia lebih cantik dari aku ?! "
" Sangat ... dia sangat cantik ! Hanya laki laki bodoh yang tidak melihat kecantikannya "
Wajah Nita seketika muram begitu dia mendengar bahwa gadis bernama Mika itu sangat cantik , Nita pernah mendengar cerita dari Joe bahwa Mika pernah menjadi idola saat sekolah dulu . Tentu saja Joe mendapat cerita itu saat Reyhan bercerita padanya . Hatinya sedikit tercubit ketika mendengar sang suami memuji wanita lain yang notabene adalah mantan pacarnya . Matanya kembali menatap suaminya ketika laki laki itu melanjutkan kata katanya .
" Tapi sekarang hanya istriku wanita tercantik di dunia , dia yang sekarang menjadi belahan jiwaku . Not just now, but until my last breath ( Bukan cuma untuk saat ini , tapi sampai akhir nafasku ) . Dia yang nantinya akan menjadi ibu dari anak anakku "
BLUSSHH .. Pipi Nita memerah karena tersipu , kata kata receh Reyhan membuatnya sedikit melayang .
" Gombal .. "
__ADS_1
" Tapi suka kan ? Emang sekarang hanya kamu yang paling cantik . Apalagi kalau lagi engga pakai baju kaya begini , ngegemesin banget ! Bawaannya pengen gigit aja "
Sekali lagi istrinya mencubit gemas perut six packnya hingga ia mengaduh kesakitan . Nita tak habis pikir bagaimana suaminya bisa berubah sangat mesum seperti ini .
" Terus kenapa kamu engga mau pakai pengaman ? Gimana kalau aku hamil ? "
" Ribet pake begituan .. masa sama istri sendiri harus pakai sarung begitu sih ! Mana enak "
" Reyyyy ... mmpphhhhtt !!! "
Reyhan langsung menyambar bibir yang bergumam kesal itu , entahlah suara Nita menjadi begitu merdu ditelinganya saat mereka berdua seperti ini . Nita memukul mukul dada Reyhan karena merasa kehabisan nafas , jika ia tak menghentikan ciuman panas itu maka ia tahu pasti akhirnya ia akan mendesah nikmat lagi . Dan badannya pasti terasa remuk.lagi !
" Belum selesai ini ngomongnya , jangan cium cium dulu kenapa sih !! " pekiknya ketika merasa salah satu tangan Reyhan meremas b*kong sintalnya .
" Memang belum selesai yang bagian mana sih babe ? " sungut Reyhan .
" Tadi yang gimana kalau aku hamil belum di jawab "
" Apa yang salah ? Kamu kan istriku , wajar dong kalau kamu hamil ! Malah rencananya aku bakal sekap kamu di kamar terus biar disini cepat ada baby " Reyhan membelai perut polos istrinya dengan lembut .
Reyhan mengecupi puncak kepala istrinya dengan sayang , satu tangannya menarik lembut wajah Nita agar bisa menatap wajahnya .
" Dengar Nyonya Reyhan , untuk cinta memang aku belum bisa mengatakannya . Tapi kita bisa belajar saling mencintai , apalagi jika sudah ada buah hati di antara kita . Jangan meragukan aku "
Nita hanya mengangguk dan merebahkan kepalanya pada ceruk leher suaminya . Reyhan merasa geli ketika merasakan hangat nafas Nita yang mengenai lehernya .
" Babe .. "
" Hemmmm "
" Bikin baby yukkk ?! "
__ADS_1
" Lagi ?? Nggak ahhh capek "
" Dosa loh nolak suami "
" Ckk .. nyebelin "
Reyhan mengangkat tubuh istrinya ke atas tubuhnya dengan tubuhnya bersandar di kepala ranjang . Reyhan menyusuri leher , belikat bahkan dada yang sudah membusung sempurna itu . Puas bermain main di bagian atas Reyhan segera memposisikan intinya pada oase warna pink istrinya .
" Reyy .. aku nggak bisa ... susahhhh " Nita merengek dengan posisi yang mengharuskan dia memimpin permainan . Bagaimanapun ini pengalaman pertamanya . Nafasnya masih tersengal karena tadi sempat mencapai pelepasan beberapa kali , dia selalu melayang jika merasakan setiap sentuhan suaminya .
Reyhan mengangkat pinggang ramping itu sedikit tinggi kemudian ketika merasa sudah pas dengan posisinya Reyhan menekan kebawah sekaligus menghentakkan miliknya . Nita menjerit ketika merasakan sangat penuh dibawah sana , milik Reyhan yang masuk sempurna membuat rasa ngilu dan nikmat datang bersamaan .
Reyhan diam sejenak untuk memberikan waktu pada istrinya untuk menyesuaikan diri , setelahnya ia melakukan gerakan seperti saat pertama tadi secara berulang ulang .
" Reyyhh .... haaannn "
" Sakit ?!! "
Nita mengangguk dengan cepat tapi menggeleng setelahnya , dan membuat Reyhan semakin semangat menghentakkan miliknya . Suara suara nikmat istrinya membawanya terbang hingga diapun berkali kali menggeram merasakan sensasi yang baru kali ini ia rasakan .
Setelah beberapa lama akhirnya mereka mencapai puncak bersama , Nita memeluk erat suaminya ketika merasakan gulungan rasa yang sudah tidak dapat ia bendung lagi . Reyhan mengecupi seluruh wajah Nita yang terkulai diatasnya tanpa melepas penyatuan di bawah sana .
" Terimakasih babe .. "
Reyhan memang belum sepenuhnya bisa memberikan hatinya untuk istrinya . Menghapus nama yang sudah berkuasa di hatinya memang tidak semudah membalik telapak tangan . Akan sangat sulit melupakan Mika , tapi tekadnya sudah bulat . Reyhan ingin membuka lembaran baru dengan calon ibu dari anak anaknya .
Dia akan berusaha menjadi suami terbaik sekaligus kepala keluarga yang bertanggung jawab pada istri dan anak anaknya kelak . Dia tidak munafik , tubuh indah istrinya seakan sudah menjadi candu baru baginya .
Begitupun dengan Nita , dia sudah sepenuhnya menyerahkan hati dan tubuhnya hanya untuk suaminya walaupun ia tahu Reyhan belum seutuhnya bisa mencintainya . Dia yakin dengan berjalannya waktu mereka akan bisa saling mencintai .
Nita pernah tidak sengaja mendengar percakapan Reyhan dengan Satria yang saat itu duduk di pinggiran kolam renang . Dia mendengar bahwa Reyhan ingin menetap di negara ini , dia ingin menangani perusahaan perusahaan yang berada di bawah naungan Wiranata di London .
__ADS_1
Nita mendengar Satria menolak keras keinginan suaminya itu . Satria ingin Reyhan tidak jauh jauh dari kedua orang tua mereka . Apalagi Munir dan Lisa memang sudah sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu dari pernikahan ini . Setelah beberapa saat berdebat kakak iparnya itu akhirnya mengalah , ia menyerahkan semua keputusan pada sang adik .
Nita tahu mungkin Reyhan ingin menetap disini karena tidak mau lagi mengenang kisahnya dulu . Nita juga tahu Reyhan ingin memberikan kesempatan pada kakak iparnya untuk meraih kebahagiaannya sendiri . Nita tahu kalau sebenarnya kakak iparnya juga mencintai gadis yang sama , Mika .