
Lisa hanya geleng geleng kepala heran dengan putranya , sejak pulang dari rumah Hadinata Reyhan terlihat bahagia . Bahkan saat ini putranya sedang senyum senyum sendiri dibelakang setir .
" Rey ? Kau tidak apa apa kan ? "
" Apasih Ma "
" Tadi berangkat aja udah lesu banget kaya nggak makan sebulan . Lha ini pulangnya kelihatan happy banget ! Kamu suka sama masakan Tante Retno apa suka sama putrinya Bu Retno ? "
Reyhan tak menjawab pertanyaan jebakan mamanya . Tapi Lisa dapat melihat dengan jelas sudut bibir putranya terangkat , mata itu memancarkan kebahagiaan .
" Mika cantik ya , baik lagi " Lisa ingin tahu respon putranya ketika ia memuji gadis itu .
" Ckk ... "
" Kalian kakak dan adik sama saja , selalu diam jika ditanya soal perempuan cantik . Kakakmu selalu memikirkan bisnis dan bisnis ! Sepertinya dihidupnya cuma ada neraca neraca untung rugi perusahaan . Jika begitu kapan mama punya cucu "
" Kenapa sih Mama ngga balikan aja sama Papa ? Kan bisa bikin Dede sendiri " jawab Reyhan asal yang langsung mendapat capitan di lengan atasnya .
" Dasar anak kurang baik !!!! "
" Awww ... sakit Ma "
#
Hari ini Mika sedikit kesiangan dari biasanya , menyiapkan acara kemarin sore membuatnya lelah dan tidur terlalu nyenyak tadi malam . Sudah terbiasa berangkat sekolah lebih awal menjadikannya terburu buru berjalan menuju kelasnya .
Ketika sampai di koridor dia melihat orang yang paling tidak ingin dilihatnya . Laki laki itu berdiri dengan bersandar di dinding tepi koridor . Mika terus saja berjalan , karena beberapa Minggu ini dia sudah terbiasa didiamkan oleh laki laki menyebalkan itu . Ditabrak sampai jatuh pun dia pernah .
" Sayang ... " sapa singa kutub itu entah pada siapa , Mika tetap berjalan terburu buru tanpa menoleh sedikitpun karena ia merasa bukan seorang ' sayang ' .
Sebenarnya Mika merasa risih karena Reyhan terus saja berjalan dibelakangnya . Ia juga merasa singa kutub itu terus menatapnya .
" Bayuuu .. tungguin Mika !! " Mika sedikit berlari ketika melihat Bayu yang memang sekelas dengannya untuk berjalan bersama menuju kelasnya , setidaknya bisa menghindari singa kutub yang terus mengekorinya .
__ADS_1
Bayu tersenyum lebar mendengar teriakan bidadari pujaannya . Baginya teriakan Mika adalah nyanyian paling merdu pagi ini . Tapi senyumnya hilang ketika melihat persis di belakang bidadarinya sang singa sudah menatapnya tajam .
Bukan , singa itu sepertinya ingin menelannya hidup hidup . Bayu menelan salivanya kasar . Dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika Mika sudah berjalan disisinya . Dia punya firasat buruk tentang ini . Benar saja Bayu merasakan kerahnya ditarik dari belakang , dan dia tahu benar siapa pelakunya . Ketika dia sudah terhuyung ke belakang Reyhan menggantikannya berjalan disisi Mika . Sungguh singa yang kekanak kanakan !
Dahi Mika berkerut karena setelah melewati kelas 3A Reyhan masih tetap berjalan disampingnya . Ketika sampai di kelas 3B pun singa kutub itu malah ikut masuk ke kelas bersama Mika . Bukan cuma Mika dan Bayu yang heran atas kelakuan singa itu , pandangan seluruh kelas mengikuti setiap gerak gerik singa yang terkenal dengan kesempurnaan fisik itu .
Reyhan kini duduk menghadap bangku Mika , matanya masih fokus menatap gadisnya .
" Sayang .. "
Mika mendengar kata itu keluar dari mulut singa itu , sangat lembut tapi Mika masih bisa mendengarnya . Sita yang duduk disebelah Mika seperti mendapat durian runtuh di pagi hari . Gadis yang biasanya heboh bercerita jika teman sebangkunya datang itu terpaku sempurna .
" Sita heiiii ... Sita udah bikin pe er kimia belom ? Jam pertama loh " Mika menepuk bahu teman sebangkunya pelan . Dan sepertinya suaranya hanya bagai angin lalu bagi gadis itu .
" Jangan salahin Mika ya , nanti dikira Mika ngga ngingetin " ujar Mika karena sahabatnya itu masih setia dengan kebungkamannya .
Setelah menata semua buku di laci mejanya Mika kemudian duduk , muka gadis itu terlihat sedang sangat sebal . Bagaimana tidak jika dari tadi Reyhan terus saja menatapnya seperti orang yang tidak punya kerjaan .
Tapi Mika memang sudah bertekad untuk tidak lagi berurusan dengan singa kutub menyebalkan itu . Hatinya masih teramat sakit mengingat semua tuduhan yang dilayangkan padanya . Tanpa bertanya kebenarannya Reyhan langsung menuduhnya sebagai perempuan murahan yang ingin menguras harta papanya .
Semua segera duduk ditempatnya masing masing ketika bel masuk berbunyi , dan Reyhan juga segera menuju ke kelasnya setelah memastikan gadisnya sudah duduk dibangkunya dengan keadaan baik baik saja . Dia masih memaklumi gadisnya yang masih menyimpan kemarahan padanya . Tapi ia sudah bertekad akan mendapatkan hati Mika , apapun akan ia lakukan untuk mendapat kepercayaan dari gadis itu lagi .
" Makanya jadi orang tuh kalo ngomong diatur , kemaren aja sewot kalo lihat incess . Sekarang ngintil bae kaya anak ayam ama emaknye " sindir Rendy ketika Reyhan baru tiba dan duduk disampingnya .
" Berisik !!! " tukas Reyhan menatap sinis sepupunya itu .
" Nah gue sama empat setan kesana udah pada beli kado buat incess yang ulang tahun . Lah elo datang buat makan doang , najis ! Gue jamin kalo gue ngga ngomong kayak gini loe ngga bakal inget kado buat incess "
Seketika Reyhan memukul bahu sepupunya sampai Rendy terbatuk batuk karena kaget dan kesakitan .
" Apaan sih loe Rey ?!!!! " Rendy mengelus elus bahunya yang masih terasa kebas dan panas karena terkena pukulan .
" Setan kenapa tadi malam loe ngga ingetin gue
__ADS_1
sih soal.kado !! "
" Nah dia salahin gue lagi . Nggak ngerasa loe udah jadi iblis beberapa hari ini hah !! Boro boro ngomong soal hadiah , sebut nama incess aja loe udah murka "
Benar kata Rendy , beberapa hari ini dia sudah menjelma menjadi seorang iblis . Sudah beberapa kali teman temannya menasehatinya , tapi waktu itu hati dan pikirannya telah menjadi batu . Cukup sekali untuk menjadi pelajaran untuknya , cinta itu adalah suatu kepercayaan . Mempercayai seseorang dengan hati bukan logika .
Sifatnya yang selalu menggebu gebu dan gegabah dalam menghadapi masalah menjadi boomerang baginya untuk mendapatkan simpati gadisnya . Untuk gadisnya dia berjanji akan menjadi pribadi yang lebih baik .
Istirahat jam makan siang seperti biasa Mika pergi ke kantin untuk membeli jus dingin ,
" Sayang ... "
Mika kaget mendengar suara yang memang sangat ia hafal itu sudah berada disampingnya . Tapi ia diam dan terus berjalan . Mika sedikit terkejut melihat kantin yang tidak seperti biasanya , siang ini tidak ada seorang pun murid yang berada di kantin yang biasanya selalu penuh sesak jika jam makan siang itu . Mika melirik laki.laki disampingnya , tapi dia hanya mengedikkan bahunya pertanda ia pun tidak tahu menahu apa yang sedang terjadi .
Empat setan ganteng datang menghampiri Mika dengan senyum lebar .
" Sekali lagi happy birthday bidadari ... gue cuma mau nepatin janji traktir kamu . Hari ini kantin is yours " ucap Arman pada Mika dan langsung mendapat tatapan horor dari sang singa .
" lm yours kalau perlu sih " batin Arman konyol .
" Kak Arman sehat kan ? " tanya Mika masih tak percaya dengan apa yang didengarnya . Kantin sekolah ini bukan kantin kaleng kaleng yang hanya menyediakan jajan seadanya . Kantin di sekolah elite ini menyajikan semua dengan kuslitas premium yang harganya pasti juga di atas rata rata . Dan dengan mudahnya laki laki didepannya ini membooking seluruh isi kantin ini untuknya ? Gila pikirnya .
Empat setan itu memang bukan setan biasa , mereka berasal dari kalangan elite karena para orang tua mereka rata rata adalah pengusaha sukses . Jadi mereka sudah terbiasa dengan semua fasilitas mewah dan uang melimpah .
" Sehat lahir batin neng .. ganteng gini masa dibilang sakit " sahut Arman sambil melirik Reyhan yang sudah terlihat menahan emosinya . Ketiga setan lainnya cuma terkekeh .
" Ya nggak gini juga kak cara nraktirnya , yang biasa aja . Paling banter Mika cuma makan dua mangkok soto sama segelas es teh "
" Tapi hari ini Mika makan semangkok aja kayanya cukup deh " lanjutnya lesu .
" Lho kenapa ? " tanya Dion penasaran .
" Kenyang Mika dari tadi dikintilin melulu , eneg lihat mukanya ! Kalau boleh sih pengen Mika tampol pake penggorengannya ibu kantin "
__ADS_1
Ha .. ha .. ha empat setan tak bisa lagi menahan tawanya . Dan yang paling mereka heran singa itu bukannya marah malah menampakkan senyumnya pada Mika . Mereka salut , cuma kucing imut itu yang bisa menaklukkan kegarangan sang singa .
" Boleh banget ... mau kamu apa apain gue sih redho " bisik Reyhan pelan yang malah membuat Mika tambah kheki .