
Beberapa hari ini Mika disibukkan dengan acara yang akan di gelar oleh sahabat baiknya , Sita dan Arman akan melangsungkan pernikahan Minggu depan . Tapi betapa pun sibuknya dia tetap mengutamakan untuk melayani suaminya .
Seperti biasa pagi ini Mika menyiapkan sarapan untuk suaminya . Beberapa hari ini Mike memintanya memasak apapun yang ada rasa asamnya . Jadilah pagi ini dia memasak sayur asem dan tempe goreng sebagai lauknya .
Dan untuk bekal suaminya , Mike membuat udang asam manis dan capcay sebagai menunya . Semua sudah tersaji baik sarapan ataupun bekal yang akan di bawa , tapi Mike tak kunjung turun juga . Hingga terpaksa ia mencarinya ke atas .
" Ya ampun Abiiii .... "
Teriak Mika yang melihat suaminya masih meringkuk dalam selimut . Padahal biasanya Mike sudah di ruang gym saat pagi hari . Mika mendekati ranjang karena semakin gemas dengan suaminya yang bahkan tidak bangun ketika mendengar teriakannya .
Mika naik ke atas tubuh yang masih berselimut rapat itu , dipencetnya hidung mancung Mike dengan dua jarinya hingga perlahan laki laki itu membuka matanya . Mika tertawa puas melihat Mike yang mengerucutkan bibirnya .
" Sayaaanggg ... nakal banget sih , Abi ngantuk banget "
" Udah siang , cepetan mandi !! "
" Lima menit lagi please "
" Nggak .. bangun cari duit yang banyak buat Mika !! " Mika menarik selimut yang masih menutupi tubuh suaminya .
Mike menggulingkan tubuh mungil istrinya yang berada di atas perutnya . Dipeluknya erat tubuh Mika hingga sang istri susah untuk bergerak .
" Abi minggir ihh ... "
" Biar begini dulu ... Abi pengen peluk kamu "
Mika menuruti kemauan suaminya karena berontak pun akan percuma , tenaganya tak akan cukup kuat melawan tenaga suaminya . Tapi lama kelamaan pelukan hangat itu berubah menjadi sentuhan sentuhan liar , bibir suaminya pun sudah tak bisa dikendalikan .
" Cubit nih ya kalau mau macem macem , mandi gih !! Bau asem tau "
" Satu macem doang sayaaannngg ! Mau ya .. ya ?! "
" Nggak mau !! Abi bau asem ... bau jigong !! "
" Tapi janji habis mandi kasih jatah ya !? "
" Mika ada janji nemenin Sita pagi ini ... kalau anu anu dulu biasanya Abi lama banget , pasti Mika jadi telat nanti "
" Abi janji deh kali ini ngga bakal lama " kata Mike menaik turunkan alisnya . Entah kenapa akhir akhir ini ia suka sekali berc*ta dengan Mika saat pagi hari setelah bangun tidur . Tubuh mungil istrinya bagaikan mood booster untuk mengawali harinya .
" Kalau bohong apain ? "
" Mau di apa apain sih Abi mau aja "
__ADS_1
" Ckk .. buruan. mandi ! Keburu dingin nanti sarapannya "
" Sarapannya habis anu anu aja ya ... please "
Selain makanan asam Mike juga tidak mau menyentuh makanan yang panas ataupun masih hangat . Mike selalu memakan makanan yang sudah dingin . Pernah sekali ia memaksa makan makanan hangat yang akhirnya malah muntah muntah hebat .
Mika menjerit melihat sang suami yang sudah tak memakai apapun ketika keluar dari kamar mandi . Dengan santainya Mike berjalan ke arah istrinya yang menutupi wajahnya dengan kedua tangannya .
" Kaya ngga pernah liat aja sih sayang ! Pegang udah ... urut sering ... sesekali maunya malah karaoke " ujar Mike dengan tersenyum smirk .
" Enak aja ... maunya Abi itu mahhh " elak Mika cepat tanpa melepas tangan yang masih menutupi wajahnya .
" Katanya suruh cepetan kok malah masih tutup mata , kamu maunya gaya apa ? Berdiri begini aja apa mau bobok di ranjang ? Dari belakang apa depan ?! "
" Terserah "
" Kamu yang bilang ya , awas nanti kalau protes "
Dan pagi panas pun terjadi lagi , dan janji selalu tinggal janji . Mike tidak akan pernah puas untuk menyentuh istrinya . Satu jam lebih mereka saling beradu peluh dan baru berhenti karena bunyi ponsel Mika yang berkali kali berbunyi .
" Abi bohong lagi kan ... katanya sebentar " gumam Mika kesal pada Mike yang masih berada di atas tubuhnya . Mike masih mengatur nafasnya setelah pelepasan terakhirnya , tongkatnya pun masih betah bersemayam di bawah sana .
" Lha memang sebentar .. baru dua kali sayang . Lagian juga kamu engga ngingetin Abi .. dari tadi juga merem keenakan malah "
Setelah membersihkan diri bersama dengan satu kali lagi adegan panas akhirnya mereka turun untuk sarapan . Mika terlihat masih menekuk wajahnya , tak henti hentinya Mike jahil dengan mengecupi kedua pipinya .
Setelah sarapan Mike kemudian mengantarkan Mika ke butik tempat dimana Sita memesan gaun pengantinnya . Dan kebetulan butik itu milik Lisa Mawardi yang sekarang sudah menyandang gelar Nyonya Wiratama kembali .
" Nanti mau dijemput jam berapa sayang ?! " tanya Mike ketika sudah di area parkir butik .
" Engga usah jemput , nanti siang Mika yang kekantor nemenin Abi makan . Di antar sama Kak Arman kok "
" Ya udah , kamu jangan capek capek pokoknya "
Mike mengerutkan kening ketika tangan Mika terulur tengadah .
" Kan udah salim sayang "
" Memang udah "
" Terus tangannya kenapa begitu ? "
" Uang jajan "
__ADS_1
" Kartu hitamnya di bawa kan ? "
" Ada di dompet Mika "
" Memang mau jajan apa sampai kartunya kurang ?! "
" Ya masa mau jajan cendol mau pakai kartu sih Bi ! Kelamaan kalau cari mesin ATM dulu , keburu kabur penjualnya "
Mike merogoh dompet yang ada di sakunya dan kemudian memeriksa isinya , karena ia sangat jarang membawa uang tunai .
" Yahhh cuma ada gopek " kata Mike sambil memperlihatkan selembar uang berwarna biru .
" Gimana sih , makanya kalau bangun pagi pagi kerja biar punya duit banyak . Hissh udah dandan cakep cakep cuma di kasih jajan gopek " gerutu Mika melirik sinis suaminya dan segera turun dari mobil .
" Ya Tuhan ... jadi pengen nerkam kamu lagi sayang . Gemes banget " gumam Mike yang melihat istrinya berlari kecil menuju pintu masuk butik .
Mungkin istrinya adalah satu satunya wanita yang sama sekali tidak suka dengan black card kartu tanpa batasnya . Paling Mika menggunakan kartu hitamnya untuk belanja bulanan , itu pun lebih sering Mike yang membayarnya dengan kartunya sendiri .
Mika akan berbinar bahagia jika Mike memberikan uang tunai untuk uang jajannya . Tapi karena kebiasaan sejak kecil menggunakan card sebagai alat pembayaran membuat Mike kadang lupa mengisi dompetnya dengan uang tunai .
Mika tersenyum lebar ketika kedatangannya disambut seseorang yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri .
" Mamaaaa ... " Mika berlari ke arah wanita yang juga sedang berjalan ke arahnya .
" Mika sayang "
" Kebiasaan ... ngaret "
Untuk sesaat mereka berpelukan , dan di sudut sana Sita malah mengusap air disudut matanya . Dia yang tahu semua kisah hidup sahabatnya menjadi terharu . Betapa Mika beruntung di kelilingi oleh orang orang yang sangat menyayanginya. Bahkan calon suaminya juga sangat menyayangi gadis itu .
" Kamu lama banget nggak kesini , mama jadi kangen banget . Mentang mentang udah nikah kamu jadi lupain Mama sama Papa Munir " kata Lisa masih memeluk Mika .
" Pawangnya sekarang overprotektif banget Tan , jangankan main kesini mau makan bakso aja harus dikintilin lima orang . Serem serem lagi " cibir Sita .
Lisa hanya tertawa mendengar penuturan gadis disampingnya . Dia tidak heran dengan pengawalan ketat menantu Dananjaya itu . Karena ia juga sudah menyaksikan betapa ketatnya pengawalan atas sahabatnya Bia , istri dari Bisma Dananjaya .
Lisa yakin di luar butiknya pasti sudah ada orang orang yang di tugaskan Mike untuk menjaga istrinya . Jika saja Mika jadi menantunya mungkin saat ini Satrialah yang akan menjaganya .
" Mama .. kok nangis "
Entah kenapa ketika melihat Mika dia malah teringat dengan putra sulungnya yang saat ini ada di Dubay . Lisa tahu putranya sedang berjuang keras untuk melupakan cintanya pada gadis di depannya ini . Lisa bisa merasakan perihnya hati Satria .
" Mama seneng bisa ketemu kamu lagi sayang . Sering main main ke rumah ya , Papa juga kangen sama kamu "
__ADS_1
Mika mengangguk dan memeluk Lisa , bukannya ia tidak mau menengok dua orang yang sudah ia anggap sebagai orang tua . Tapi setelah pernikahannya ia berusaha menjaga perasaan suami dan keluarga barunya . Walau ia tahu Mike tidak akan pernah melarangnya untuk bertemu Munir ataupun Lisa . Tapi sebenarnya hatinya belum siap jika harus bertemu dengan masa lalunya , Satria !!