Belong To Me

Belong To Me
129 . Hanya Mamamu Yang Tercantik


__ADS_3

Siang itu Mika menyusul baby A yang tadi pagi dibawa Lisa ke mansion Wiratama . Hari ini adalah hari pertama Baby A menginjakkan kakinya di mansion itu . Tak terasa usianya sudah dua tahun sekarang .


Mike tidak bisa menemaninya karena masih banyak pekerjaan yang harus ia tangani . Elis dan Swara masih dengan setia menjadi pengawalnya , tapi Toyo sudah kembali menjadi pengawal pribadi Bisma .


Mika tersenyum haru ketika melihat Lisa dan Munir bermain dengan baby A . Mika tahu dua orang parubaya itu sangat mendambakan seorang cucu . Nita sedang mengandung lima bulan di London , rencananya dia akan di boyong ke mansion dua bulan lagi agar lebih bisa di awasi .


" Mama ... "


Aarav memanggil namanya ketika mata anak itu menemukan sosok mamanya berdiri tak jauh darinya .


" Baby Mika ... "


" Ngga usah pakai baby dong Pah , cukup Baby A saja yang jadi baby di sini " gerutu Mika yang langsung membuat Lisa dan Munir tertawa .


" Ya kan baby punya baby jadinya " seloroh Lisa .


" Aarav pulang yuk sama mama " Mika mendekati anaknya yang sedang berada di pangkuan Munir .


Tapi Aarav malah mengeratkan pelukannya pada Munir .


" Nda mahu ... alav mahu halan halan beli emen sama kake "


" Nenek boleh ikut ngga ?! " goda Lisa pada anak menggemaskan itu .


" Nda boyeh .. Nene sama mama yumah aja "


Munir mencium pipi chubby Baby A bertubi tubi dan membuat Aarav tertawa geli . Mika heran kenapa putranya sangat lengket jika bersama dengan Munir ataupun Bisma .


Sejak kelahiran Baby A , Munir dan Lisa memang sering mengunjunginya di mansion Dananjaya . Tapi karena masih terlalu kecil mereka tak berani membawanya jauh dari mamanya .


Baru sekarang saat usia Baby A cukup untuk di ajak keluar baru mereka berani meminta Aarav ikut bersama mereka .


" Kok permen sih , gimana kalau kakek beliin mobil mobilan saja . Permen kan bikin gigi jadi sakit " bujuk Munir


" Nda mahu .. emen meyon ijo "


" Aarav jangan bandel deh , mama kan udah bilang ngga boleh keseringan makan permen , rusak nanti giginya "


" Huuuaaaa. ... nakal emua !! Antel Satiaaaa !!! toyongin Alav...dalak emua ama alaaav "


Mika mengernyitkan keningnya mencoba memahami kata kata putranya . Ada satu nama yang ia belum pernah mendengar dari mulut putranya . Mika melihat Aarav berlari ke arah seseorang .


DEGGG ...


Satria


Putranya sedang berlari ke arah Satria . Mika terkejut karena setahunya Satria menetap di Dubay . Pria itu merentangkan tangannya dan kemudian menggendong Aarav .


"' Aarav mau permen melon warna hijau ? " tanya pria tampan itu pada Baby A .

__ADS_1


" He em "


" Yuk kita beli "


Mika tersadar dari lamunannya ketika dua laki laki beda generasi itu melangkah pergi dengan Aarav yang masih dalam gendongan Satria .


" Maasss ... tunggu !! "


Satria berhenti melangkah tanpa membalikkan badan kearah Mika . Mika berdecak sebal , ia tidak suka jika Aarav terlalu di manjakan oleh orang orang sekitarnya .


" Jangan .... " sebelum meneruskan kata katanya Satria sudah menimpali . Mika bermaksud melarang Satria membelikan permen untuk putranya .


" Aku tahu "


Pria tinggi tegap itu berbalik hanya untuk mengacak acak rambutnya kemudian kembali melangkah pergi .


" Mass ... !!! " pekik Mika sebal .


Sedang Aarav melambaikan tangan dengan senyum yang menunjukkan semua gigi depannya , membuat Mika gemas ingin menggigit pipi bapau putranya .


" Biarkan saja , Satria pasti bisa menjaga Aarav . Papa tahu pasti kau akan bertanya bagaimana bisa mereka akrab "


" Aarav memang mudah akrab dengan semua orang Pah " sahut Mika dengan raut masih memberengut kesal .


" Aarav sering melihat dan mendengar suara Satria saat sedang vcall dengan Papa atau Mama . Pertama kali mereka bertatap muka lewat vcall mereka langsung akrab . Kau bisa bayangkan muka kulkas dua pintu itu ketika bercanda dengan Baby Aarav ??! "


Mika dan Lisa langsung terkekeh mendengar kata kata dari Munir . Benar juga , Satria memang jarang sekali tersenyum .


Satu sudut bibirnya terangkat ketika bayi laki laki berumur dua tahun itu terus bergelayut di lehernya .


" Aarav pernah sakit gigi !? "


" Enda .. "


" Sakit banget rasanya kaya digigit harimau , Aarav tau kan harimau ? Si raja hutan "


" Halimau besal ? "


" Besar banget "


" Alav ngga suka halimau , atut ! Alav beli loti aja ya lapel "


" Ok ... "


Satria membawa Aarav kesebuah toko roti yang ada di mall yang tak jauh dari mansion . Anak itu terlihat senang sekali melihat sekelilingnya . Aarav suka dengan ramai orang lalu lalang .


Baru kali ini Satria akrab dan berkomunikasi dengan bayi , tapi entah kenapa dia mengerti dengan yang semua Aarav ucapkan .


Satria terkekeh melihat pipi Aarav yang belepotan dengan selai coklat dan strawberry . Dalam waktu sekejap anak itu sudah menghabiskan dua potong roti dan segelas susu coklat hangat .

__ADS_1


" Kau mirip sekali mamamu jika sedang makan " lirih Satria .


Satria merogoh kantong jasnya ketika merasakan ponselnya bergetar , dan dia langsung mengangkatnya ketika ada nama Mike di sana .


" Halo .. "


" Ckk mana anak nakal itu ! Dari tadi mamanya marah marah meminta aku menyusul pipi bapau itu , tunggu di sana sebentar aku akan menyusul kalian "


" Kau tahu di mana kami ? "


" Tentu saja , pipi bapau itu punya radar di telinganya " jawab asal Mike .


Mike tak main main dengan pengawasan keamanan pewaris Dananjaya itu . Dia memasang satu alat yang di tempelkan di setiap sepatu Baby Aarav agar bisa memantau pergerakan bayi aktif itu .


" Satu lagi , jangan pernah mengalihkan pandanganmu kepadanya . Dia suka sekali mengikuti wanita cantik jika ada di mall "


" Jangan bercanda "


Satria menutup telponnya , dan betapa terkejutnya dia ketika melihat baby Aarav sedang berjalan dan sudah berada di pintu keluar toko roti .


" Aarav ! Tunggu uncle ... "


Tapi.si gembul sepertinya tidak.memperhstiksn teriakannya . Matanya fokus pada sesuatu dan sedang mengikutinya .


" Antik ... itut "


Satria menyambar tubuh gembul itu kembali dalam gendongannya . Mike benar Baby Aarav harus selalu dalam.pantauan . Matanya mengernyit ketika bayi itu tersenyum lebar dengan mata yang berbinar binar .


Satria terhenyak ketika mengikuti pandangan Baby Aarav , dua orang wanita cantik dengan pakaian cukup seksi sedang berjalan ke arah mereka .


" Hai ... anak sama papa sama gantengnya " ujar salah satu wanita itu dengan mencubit pelan pipi Aarav .


" Don't touch him " di gendongnya Aarav yang sepertinya tidak keberatan dengan cubitan wanita tadi .


Satria tak menggubris mereka dan segera pergi dari tempat itu .


" Antel .. antik ... itu " ucap Aarav menunjuk nunjuk wanita tadi .


" Hanya mamamu yang tercantik ! " sahut Satria yang membuat dirinya sendiri langsung bungkam . Mulutnya memang kadang menjadi racun untuknya , kadang ia takut pada dirinya sendiri yang tak bisa berhenti mengagumi sosok masa lalunya .


" Aarav ... pasti sempat lari kan dia ? Dasar pipi bapau , bandel "


Suara Mike sempat mengejutkan Satria , Aarav mengarahkan tangannya pada Mike pertanda anak itu ingin di gendong oleh papanya


" Papa .. mama antik "


" Tentu saja mamamu adalah yang tercantik , isn't that right uncle ? "


" Ckk .. tidak lucu "

__ADS_1


Satria langsung melangkah pergi meninggalkan Mike dan Aarav . Mike hanya geleng geleng kepala melihat tingkah temannya itu . Padahal dia hanya bercanda tadi .


__ADS_2