
Nita dan Reyhan tinggal di mansion selama mereka ada di Jakarta . Waktu yang tidak lama berada di lndonesia membuat Munir ingin putra bungsu dan menantunya tinggal bersamanya .
Malam itu terlihat Reyhan dan papanya sedang duduk berdua di pinggir kolam ikan . Beberapa tahun terakhir ini Munir mengisi kesepiannya dengan memelihara ikan hias di kolamnya . Dari ikan dengan harga murah sampai ikan dengan harga fantastis .
" Dari tadi papa lihat wajahmu ditekuk , bukannya senang bertemu orang tua malah memasang wajah masam dari sejak kalian datang "
" Fitnah ... mana ada begitu , dari kemarin Reyhan tersenyum pada semua orang "
" Papa dan Mama adalah orang tua kamu , orang yang mengasuhmu bahkan sebelum kamu belum bernyawa dalam kandungan .Jadi apapun isi otakmu kami tahu !! " ketus Munir melirik sinis putranya .
Reyhan merebahkan punggungnya pada kursi santai yang memang dibuat sedikit landai itu . Ternyata selain Satria , papa dan mamanya juga bisa membaca pikirannya . Kadang dia berpikir apa kepalanya terlalu transparan hingga orang orang yang ia kenal sanggup membaca isi di dalamnya . Hingga Arman yang hanya sahabat pun sanggup membacanya .
" Mika putri papa , jangan pernah berpikir untuk bisa mengganggunya lagi . Papa pastikan papa akan menjadi orang pertama yang akan menghajarmu jika kau berani membuatnya kembali menangis "
" Ckk .. Kenapa sih semua orang mengira Rey mau ganggu Mika lagi ?! Rey sadar udah punya istri , udah punya keluarga sendiri yang harus Rey jaga . Rey hanya ingin bertemu dan berbicara sama Mika . Salah ?? "
" Salah ... jelas salah !!! Karena kamu ingin diam diam bertemu baby Mika tanpa sepengetahuan istrimu ataupun Mike . Ada norma yang tidak boleh kau langgar jika kau ingin berteman dengan wanita yang sudah mempunyai suami . Paham ? "
" Papa benar Rey " imbuh Lisa yang datang dengan nampan berisi dua cangkir teh chamomile dan beberapa cemilan dalam toples .
" Atau perlu mama pukul kepalamu dengan panci mama biar kamu mengerti !? Hargai perasaan istrimu . Dia yang selama ini melayani dan mendampingi kamu "
Setelah meletakkan nampan di atas meja Lisa kemudian duduk di sebelah suaminya .
" Kami para istri mempunyai insting yang kuat dengan apa saja yang terjadi pada suami suami kami . Tapi kami kadang harus menelan mentah mentah semuanya hanya untuk menjaga keutuhan rumah tangga kami "
" Kau sedang menasehati bocah tengil ini atau sedang menyindirku sayang ? " tanya Munir , ia sadar dulu pernah menyakiti hati istrinya .
" Dua duanya " jawab Lisa enteng .
" Nita mungkin selama ini diam dengan semua tingkahmu yang kekanak kanakan , tapi mama yakin dia tahu semuanya tentang kamu , suaminya " lanjutnya .
" Dan jangan sampai kau menyesal suatu hari nanti ... Jaga istrimu dengan baik , curahkan semua cinta yang kau punya . Kadang yang terlihat indah belum tentu menjadi yang terbaik untuk kita " Munir menepuk pelan bahu putranya .
__ADS_1
" Tumben papa pinter " kata Lisa sambil tertawa .
" Ke atas yuk Ma , Papa capek mau istirahat . Daripada disini liat orang orangan sawah manyun "
Lisa kembali tertawa sambil berjalan memeluk suaminya . Setelah kembali menikahinya Munir menjadi pribadi yang lebih humoris , tidak seperti dulu yang selalu menganggap semua masalah terlalu serius .
Setelah kedua orang tuanya pergi , Rey pun pergi ke kamar untuk menyusul istrinya . Setelah makan malam tadi Nita ijin untuk lebih dulu ke kamar karena ingin menata semua barang bawaan yang masih tersimpan di koper .
KLEKK ...
Pertama masuk kamar yang dilihat adalah senyum istrinya , sepertinya Nita sudah selesai menata barang barang mereka .
" Udah ngobrolnya sama Papa ? "
" He em " Reyhan merebahkan tubuhnya di ranjang dengan memejamkan matanya .
" Mau dibikin kopi honey ? "
" Engga , makasih . Temenin disini aja " Rey menepuk nepuk kasur disampingnya .
" Maaf ... " ucap Rey terdengar ambigu .
" Untuk ?? " Nita tidak tahu kemana arah pembicaraan suaminya .
" Karena aku belum bisa menjadi suami yang baik untukmu "
" Dari awal kita udah sepakat untuk sama sama belajar honey , nikmati saja prosesnya . Naik turun ... kita hadapi bersama "
Reyhan langsung memeluk erat tubuh Nita , memang belum ada cinta di hatinya . Tapi Reyhan nyaman berada disamping istrinya . Di ciumnya dalam kening wanitanya seolah ia ingin menunjukkan penyesalannya .
Reyhan tersenyum lebar ketika Nita menaiki tubuhnya dan duduk di perutnya . Dua tangan mungil itu dengan cekatan membuka celana training yang dipakainya .
" Can l Drive you Mr Reyhan ? " ucap Nita sensual dengan tangan membelai sesuatu di bawah sana .
__ADS_1
" Of course Mrs Reyhan , with pleasure ( tentu saja Nyonya , dengan senang hati ) " jawab Rey meremas bok*ng padat istrinya .
" Kali ini mungkin aku bermain sedikit kasar tuan , kau boleh meminta untuk berhenti jika kau tak tahan " goda Nita nakal dengan tangan yang sudah mengurut tongkat yang sudah berubah ukuran menjadi lebih besar .
" Euugghhh ... tidak akan nyonya . Kupastikan kau tidak akan pernah mendengarnya " Rey sudah tak bisa mengontrol lagi suaranya ketika Nita sudah mengulum miliknya .
*
HOEKKK ... HOEEKKK.
Mika panik ketika pagi ini Mike kembali muntah muntah hebat . Memang tidak setiap pagi Mike muntah tapi tetap saja membuat Mika khawatir , apalagi Mike tidak pernah mau jika diperiksa oleh seorang dokter .
Biasanya setelah muntah Mike ingin tidur memeluk tubuh istrinya . Karena menurutnya hanya aroma tubuh Mika yang bisa menawarkan rasa mualnya .
" Mika panggil dokter Zen aja ya , Abi udah pucat banget kaya gitu . Kali ini nurut ya biar bisa tau Abi sakit apa "
Dokter Zen adalah dokter keluarga yang biasa menangani keluarga Dananjaya .
" Abi baik baik aja sayang , dipeluk kamu juga nanti bisa sembuh "
Mika merengkuh tubuh bayi besar itu dalam pelukannya , sesekali ia mencium pucuk kepala suaminya . Sungguh ia tidak tega jika sedang melihat Mike yang seperti ini .
Sedang Mike berkali kali berusaha menelan salivanya . Saat ini kepalanya tepat berada di antara dua mochi yang terasa sangat hangat . Menjadikannya sangat betah dalam dekapan istri kecilnya .
" Abiii ... jangan nakal ya , ngga usah macem macem kalau lagi sakit " sengit Mika yang melihat tangan Mike mulai menurunkan tali lingerinya dan merasakan lidah suaminya mulai menelusuri belahan dadanya .
" Ini juga Abi lagi cari obatnya ... " kilah Mike yang penuh semangat mengulum salah satu pucuk mochi yang dari tadi dicarinya .
Mika menjewer telinga suaminya cukup keras ketika dua tangan kekar itu berusaha menurunkan kain segitiga yang dipakainya di bawah sana .
" Bandel ya ... lagi sakit minta anu anu "
" Dosa nolak suami ... "
__ADS_1
" Abi nyebelin !!! "
Mike sangat tahu kelemahan istri kecilnya , dengan kata kata ajaib itu Mika akan selalu menurutinya . Mungkin hal itulah yang menjadi salah satu alasan dia sangat mencintai istrinya . Mika sangat menghormatinya sebagai kepala rumah tangga dan sangat menjaga fitrahnya sebagai seorang istri .