
" Hai Tante Tya "
Mika memeluk perempuan cantik parubaya yang masih menggunakan seragam putih kebesarannya . Siang itu Mike mengantarkan istrinya ke rumah sakit milik Lisa untuk memeriksakan kandungan Mika .
Mungkin karena sudah mengenal Dokter Tya dengan baik maka Mika memilihnya . Wanita yang tak lain adalah adik kandung dari.Lisa itu juga sangat menyayanginya .
Mike pun tersenyum ketika wanita yang masih cantik di umurnya itu mempersilakan duduk .
" Ini suami kamu ? " tanya Dokter Tya menjabat tangan Mike .
" Hai Aunty , lm Mike "
" Hai Mike ... Ya Tuhan seperti baru kemarin kamu bersama Reyhan kesini dengan drama luka lecet di kakimu sayang " Tya terdiam , sepertinya ia salah memilih kata kali ini .
" Maaf , Tante tidak bermaksud untuk ... "
" Its fine Aunty , Mike tidak merasa terganggu dengan kata kata Aunty . Dia memang gadis ceroboh , maka dari itu kami kesini lagi " ucap Mike dengan tersenyum ramah pada Tya .
Bagaimanapun Mika punya masa lalu sendiri , dan Mike harus bisa menerimanya .
" Jangan percaya Tan kalau dia baik baik saja , Tante lihat itu ? Dua tanduk di kepalanya sudah keluar . Dia pencemburu ! " ucap Mika yang membuat Dokter Tya tergelak .
" Sayaaaanngg ... please "
lngin sekali Mike menggigit pipi sang istri yang saat ini ikut tertawa bersama dokter di depannya . Tapi tak ia pungkiri ada sedikit cemburu ketika tahu Reyhan juga sudah pernah ada di ruangan ini bersama istrinya .
Apalagi Mike tahu adik Satria itu masih sangat menuju istri kecilnya . Pria masa lalu Mika itu nyatanya belum berubah sama sekali . Wataknya yang menggebu , tanpa pikir panjang dan tak pernah memikirkan perasaan orang lain masih tak berkurang sedikitpun .
Dokter Tya kemudian meminta Mika berbaring di ranjang untuk diperiksa lebih lanjut , dan tentu saja Mike mendampingi karena ia juga ingin tahu keadaan istri dan calon anaknya .
" That's your baby ( itu bayi kalian ) " tunjuk Dokter Tya pada layar di sampingnya . Satu titik sebesar biji kacang yang ada dalam kantung rahim Mika .
__ADS_1
Mike dan Mika saling menggenggam tangan , sungguh mereka bahagia bisa melihat buah cinta mereka . Mike mencium kening dan pipi Mika dengan sayang , dan kemudian membantu Mika untuk merapikan bajunya kembali saat Dokter Tya sudah selesai memeriksa istrinya .
" Usianya baru enam Minggu , harus dijaga dengan baik . Jangan dulu melakukan aktifitas berat sayang " nasehat Dokter Tya karena ia tahu Mika adalah gadis ceroboh .
" lya Tan , Mika mengerti "
" Apakah kami boleh bercinta ?? " tanya Mike frontal yang langsung mendapat hadiah pelototan dari istrinya .
" Itu pertanyaan yang sangat wajar sayang , rasanya hampir semua suami bertanya tentang itu " ucap Dokter Tya dengan tersenyum . Sepertinya ia memang sudah biasa menghadapi pertanyaan suami yang seperti ini .
" See ?? " Mike mencoba membela diri .
" Tentu saja kalian boleh bercinta . Kandungannya alhamdulilah kuat dan sehat , tapi Tante sarankan jangan dulu terlalu sering melakukannya kalau iya pun juga harus dengan sangat hati hati . Jangan sampai melakukan gaya ekstrem seperti sebelum hamil "
" Boleh dijelaskan dengan rinci tentang gaya yang boleh dan tidak boleh kami lakukan dokter ? "
" Abiiii ... " rengek Mika .
" Aku hanya tak ingin menyakitimu sayang "
" Ada pun posisi **** selama hamil yang dianjurkan adalah posisi miring, posisi dari belakang, posisi perempuan di atas, karena itu tidak mengganggu kehamilan . Posisi duduk juga dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil terutama hamil muda.. Karena posisi **** duduk tidak ada penekanan di perut " jelas Dokter Tya panjang lebar .
Mika tentu saja menjadi sangat malu ketika mendengar semua penjelasan wanita di depannya . Sedang sang suami malah sedang senyum senyum tak jelas . Mungkin suami mesumnya itu sedang membayangkan semua gaya gaya yang tadi di jabarkan oleh Dokter Tya .
Selesai dari rumah sakit Mika dan Mike pergi ke rumah ibunya karena mereka belum sempat mengabarkan kehamilan Mika . Setelah mengantar istrinya Mike langsung pergi ke perusahaan karena Daddynya sudah berkali kali menelponnya .
" lbuu ... "
Retno memeluk putri satu satunya dengan penuh haru , akhirnya harapannya terwujud untuk segera menimang cucu .
Budhe Ira juga langsung memeluk dua orang terdekatnya itu . Tiga perempuan itu merasa sangat bahagia karena sebentar lagi akan ada anggota baru dalam keluarga mereka .
__ADS_1
*
Setelah meeting dengan beberapa staff perusahaan , siang itu Mike terlihat tergesa melajukan Range Rovernya menuju ke sebuah restoran yang letaknya di pinggir kota . Ada pertemuan yang kemarin sempat tertunda karena ada meeting mendadak bersama Daddynya .
Mike tersenyum smirk melihat sebuah mobil sport warna hitam sudah terparkir di area parkir restoran . Dia tahu karena hanya mobil mereka berdualah yang paling mencolok disana .
Hari ini setelah mengetahui kehamilan Mika ia merasa harus segera bertemu dengan orang ini . Jika tidak maka hatinya tidak akan bisa tenang . Baginya saat ini Mika dan bayinya adalah segalanya baginya .
" Hai , glad to see you again Mike ( hai senang bisa bertemu kembali Mike ) " sapa orang yang terlihat sudah duduk di meja yang sudah direservasi . Tatapannya pun tak kalah sinis dari Mike .
" But l don't ( tapi aku tidak ) " jawab Mike enteng .
Orang itu hanya terkekeh mendengar jawaban Mike yang terdengar sinis . la tahu benar bahwa laki laki yang sudah duduk didepannya tidak menyukainya .
" Oh come on , aku tidak berniat mengganggu kalian . l just wanna meet her ! Am l wrong ( Aku hanya ingin bertemu dengannya ! Apa aku salah ) "
" Mungkin tidak salah ... tapi aku tidak akan pernah membiarkan orang sepertimu mengganggu istriku "
" lstri ?? Dia mantan tunanganku , dia pernah mencintaiku "
BRAKKK ...
Mike menggebrak meja dengan sangat keras kemudian mengangkat kerah baju Reyhan dengan menatapnya tajam .
" I'm sure I will kill you if you dare to approach her ( aku pastikan aku akan membunuhmu jika kau berani mendekatinya ) "
" Jika bukan mengingat Uncle Munir dan Satria .. aku sendiri yang akan meratakan Wiratama dengan tanah !! "
Reyhan hanya tersenyum melihat Mike yang sudah melangkah keluar restoran . Beberapa kali ia menghembuskan nafasnya dalam , matanya terpejam dengan bahu yang menyandar pada kursi . Walau raut wajahnya terlihat sedih tapi sepertinya dia juga merasa lega . Entah ... diapun tak bisa mengerti perasaannya saat ini .
Beberapa hari yang lalu Mike ingin menemuinya , tapi sayang pada hari itu malah mereka disibukkan dengan pekerjaan masing masing . Akhirnya pada hari ini mereka baru bisa bertemu .
__ADS_1
Sebenarnya Reyhan tahu akan berakhir seperti ini pertemuan mereka . Dia tahu Mike akan melakukan segala cara untuk melindungi istrinya . Dan dia sama sekali tak menyalahkannya , jika ia ada di posisi Mike pasti dia juga akan melakukan itu .
Ada rasa kecewa ketika melihat ada seorang pria yang bisa mencintai Mika melebihi dirinya . Tapi di sisi lain dia merasa lega Mika bisa menemukan orang yang tepat untuk menjadi pendampingnya .