
" Masuklah .... Atau kau takut padaku tuan muda Dananjaya ?! "
Mike menaikkan satu sudut bibirnya , ia tak habis pikir kenapa bisa wanita ular seperti Dessy bisa menjerat laki laki seperti Gunadarma .
Mike masuk ke dalam rumah tanpa sekalipun menatap wanita yang berjalan berlenggok di depannya , tak ada tanda tanda Gunadarma di rumah itu .
Tapi ia masih berpikir positif , mungkin karena baru saja pindah menjadikan suasana rumah terasa sepi . Kemudian dia duduk diruang tamu yang masih belum tertata rapi , banyak pernak pernik yang masih terbungkus rapi dalam kardus .
" Mana uncle Guna ?? " tanya Mike ketika melihat Dessy keluar dari arah dapur membawa nampan berisi dua gelas minuman .
Wanita itu hanya tersenyum dan malah menemaninya duduk setelah meletakkan secangkir kopi di depannya .
" Sebentar lagi dia akan turun , kutemani sebentar minum kopi "
" Panggil dia sekarang !! Aku tak ingin membuang waktuku disini , apalagi bersama wanita sepertimu " ucap Mike datar , sampai saat ini ia masih bisa menahan emosi di hatinya .
" Wanita sepertiku ?!! Seperti apa maksudmu ? Perlu kau tahu bukan aku yang mengejar dan tergila gila padanya . Tapi dia yang menyembah memohon cintaku "
" What ever ... aku tak peduli ,. Panggil dia atau aku pergi dari sini "
" Ok aku panggil dia tapi setelah kau meminum kopimu , bukankah seorang tamu harus menghormati tuan rumahnya ? Jangan bilang kau takut aku menaruh racun di kopimu ha .. ha "
" Jika aku harus menghormati tuan rumah maka tuan rumah juga seharusnya menemani minum tamunya "
" Ok .. "
__ADS_1
Dengan gaya yang dibuat elegan Dessy mengambil cangkir di depannya dan meminum isinya . Dia menyeringai ketika melihat Mike juga telah menenggak kopi di depannya .
Mike mulai geram ketika laki laki yang ia tunggu tidak juga menemuinya . Mike tak menyangka malam ini akan berakhir seperti ini . Apalagi ketika melihat Dessy sudah seperti cacing kepanasan . Wanita itu terlihat mulai berkeringat dingin , duduknya juga tampak tidak tenang .
" Bagaimana rasanya Nyonya Guna ? Bagaimana rasanya jika perangkapmu kau minum sendiri ? "
Dessy kaget dengan ucapan laki laki tampan di depannya . Sejak semula dia dan suaminya sudah merencanakan untuk menjebak Mike dengan kopi yang sudah di beri obat perangsang . Mereka ingin menggunakan video video tak senonoh Mike dan Dessy untuk memeras keluarga Dananjaya .
Mereka yakin bisa menghasilkan pundi pundi uang yang bisa menjamin hidup mereka . Mereka juga bisa memaksa Dananjaya Corp untuk bekerjasama dengan perusahaan milik Gunadarma .
Tapi saat ini Dessy merasakan tubuhnya seperti terbakar , ia mulai melucuti sendiri pakaiannya . Dan mulutnya tak berhenti memohon pada Mike untuk segera menyentuhnya .
" Kalian menjijikkan !!! Kalian pikir perangkap murahan seperti ini bisa menjebakku ?! "
Dari awal Mike sudah mempunyai firasat tidak enak karena Guna selalu mengajaknya bertemu di rumah . Guna menolak jika Mike ingin bertemu di kantor atau di tempat lain selain rumahnya .
Mike tidak bodoh , sebelum berangkat ia sudah meminta Pak Mukti untuk mencari keberadaan Gunadarma . Karena setelah berpisah dengan istri sahnya Mike yakin laki laki itu butuh sumber dana untuk menopang hidupnya yang terbiasa hidup mewah . Dan Mike tahu Guna sedang mengincar Dananjaya Corp .
Mike tersenyum smirk ketika melihat cctv di berbagai sudut di ruangan itu , tampaknya pasangan bejat itu sudah menyiapkan segalanya dengan sangat matang .
Tadi Mike langsung menukar minuman yang ada di depannya setelah Dessy kembali ke dapur sebentar untuk mengambil beberapa cemilan dalam toples .
Mike bangkit dan segera meninggalkan tempat lucknut itu , dia tak peduli dengan keadaan Dessy yang sudah seperti cacing kepanasan .
BRAKK ..
__ADS_1
Tanpa sadar Mike membanting pintu sangat keras dan segera mengendarai motornya pergi dari tempat itu . Laki laki yang tadi menemui Mike di depan rumah , yang menjadi tukang kebun sekaligus penjaga rumah dan tinggal di gudang belakang terkejut mendengar suara keras pintu yang di banting .
Karena merasa khawatir terjadi apa apa dia kemudian menerobos pintu untuk melihat keadaan nyonya rumah . Orang yang tadinya dia temui di depan rumah terlihat sangat gusar , ia tak ingin sesuatu yang buruk menimpa Dessy . Biar bagaimanapun wanita itu adalah majikan barunya .
Tapi betapa terkejutnya dia ketika merasa tubuh kurusnya ditarik kedalam pelukan seseorang . Matanya terbelalak melihat Dessy yang sudah bugil memeluk erat dirinya . Tak ada kain lain selain kain segitiga transparan model tali yang menutupi tubuh majikannya .
" Puaskan aku !! Sentuh aku " racau Dessy sambil terus membelai tubuh tukang kebunnya . Bahkan satu tangannya sudah menelusup masuk di celana kolor laki laki yang juga sudah mulai bergairah itu . Biar bagaimanapun ia adalah laki laki normal . Apalagi dihadapkan dengan tubuh molek yang sudah pasrah untuk ia sentuh .
Sepertinya akal sehat mereka sudah mulai menghilang . Keduanya mulai saling menyentuh untuk memuaskan satu sama lain .
" Eugghh ... Arrrgghhh "
Dessy tak henti hentinya melengguh ketika laki laki itu sedang memainkan lidahnya pada kedua gunung kembarnya dengan tangannya yang sudah bergerak cepat dilembah yang sudah mulai basah di bawah sana .
Dessy melepas sendiri kain segitiga yang menutupi area bawahnya dan dia menekan kepala laki laki itu ke bawah agar bisa leluasa bermain disana. Dan tentu saja dengan senang hati si tukang kebun memainkan lidahnya di sana .
Dessy terus saja menekan kepala lelaki itu agar terus memberinya kenikmatan . Tak hanya dengan lidah , satu jari di tukang kebun pun sudah keluar masuk liang dengan lihainya . Hingga cairan kental ia rasakan mengalir di jarinya .
Dessy segera menggulingkan tubuh kurus lelaki itu , dengan tak sabar dia menaikinya dan mengarahkan liangnya pada tongkat yang sudah berdiri dengan tegak . Dessy mulai menari nari di atas tubuh lelaki kurus itu . Suara keduanya terdengar nyaring memenuhi ruang tamu .
Setelah berkali kali melakukan penyatuan akhirnya tubuh keduanya tumbang . Dessy tampak puas dengan kegiatan panas yang baru saja ia lakukan . Dia tak menyadari bahwa malam ini akan menjadi awal kehancurannya .
Sedangkan lelaki kurus itu dengan tergesa memakai bajunya kembali , ia takut jika suami majikannya mengetahui perbuatannya . Dia memutuskan untuk segera pergi meninggalkan rumah itu agar terhindar dari kemarahan Gunadarma . Walau tak sepenuhnya salahnya , tapi tak seharusnya ia melayani nafsu Dessy .
Dessy masih terkulai di lantai ruang tamu dengan tak mengenakan satu helai kain pun di tubuhnya . Walaupun di bawah pengaruh obat tapi dia masih sadar jika bukan Mike yang memuaskannya .
__ADS_1
" Sialan kau Mike , kau buat tubuhku dijamah oleh laki laki rendahan yang bau dan kotor . Akan kubuat kau menyesalinya suatu saat nanti !! " umpat Dessy dengan berderaian air mata .
Walau otaknya menolak bercinta dengan tukang kebunnya tapi ia tak bisa lagi menguasai tubuhnya . Dia butuh pelampiasan karena jika tidak maka akan berbahaya untuk dirinya sendiri . Apalagi tadi dia menaruh obat dengan dosis yang lumayan tinggi .