
" Brengsek loe !!! " Reyhan menyudutkan tubuh Arman diruang kantor kafenya , kafe mereka lebih tepatnya . Karena kafe itu dibangun atas kerjasama kedua sahabat itu . Kafe yang pertamakali dibangun karena masih ingin
' coba coba ' ternyata malah maju dengan pesat .
Reyhan yang memang dari jam makan siang dikantin sudah menahan amarahnya kini meledak . Saat dikantin tadi Arman dengan terang terangan menunjukkan sikap sangat menyukai dan memuja gadisnya . Tak mungkin dia mengulangi kesalahan yang sama dengan berkelahi dengan Arman didepan Mika . Reyhan tak ingin gadisnya ketakutan saat melihat ledakan amarahnya .
...Ketiga setan lainnya sedang nongkrong santai di depan . Reyhan sengaja mengajak Arman ke kantor dengan alasan melihat pembukuan kafe yang sudah menjadi tanggung jawab mereka berdua....
" Jauhi dia b* ngsat atau loe bakal nyesel !!! "
Reyhan menekan leher Arman yang sudah terpojok di dinding menggunakan lengan kanannya sedang tangan kirinya sudah terkepal siap melayangkan pukulannya .
Arman tampak sangat tenang menghadapi kemarahan singa itu , bersahabat dari kecil membuat dia sangat tahu perangai singa itu .
" Siapa elo bisa ngelarang gue deketin Mika hahh!! cowoknya ? keluarganya ? "
" Gue ... "
" Mika masih sendiri ... yakin , bukan cuma gue yang lagi kejar dia !! She's perfect you know ? Cantik baik polos , puluhan bangsat yang saat ini lagi kejar dia termasuk elo dan gue "
Arman mendorong tubuh Reyhan yang sedang termangu , sebenarnya bukan maksud Arman untuk benar benar mengejar Mika . Dari awal dia tau singa didepannya ini sudah bertekuk lutut pada gadis cantik itu .
Tapi dia merasa Reyhan kurang bergerak dengan cepat , jangankan menyatakan perasaannya malah kemarin sempat memusuhi gadis itu . Arman ingin Reyhan tahu bagaimana caranya bersikap jika perlu paksa gadis itu untuk menerima pernyataan cintanya . Dengan pura pura ikut mengejar gadis itu Arman ingin Reyhan sadar bahwa gadisnya itu memiliki beribu pesona yang memabukkan bagi para pria di luar sana .
Tampaknya Arman berhasil menjalankan misinya . Singa itu berdiri terpaku , sepertinya dia sedang memikirkan kata katanya .
Dan dengan tiba tiba Reyhan menyambar kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya , meninggalkan Arman yang hanya bisa terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu . Kadang cinta memang bisa membuat orang menjadi bodoh .
Suta , Rendy dan Dion terheran heran melihat Reyhan yang setengah berlari menuju parkiran mobilnya . Mereka pun melihat Arman yang keluar dari kantor dengan senyum yang tersungging di bibirnya .
" Habis liat bokep loe berdua pasti , satunya senyum senyum satunya lagi lari lari " ucap Rendy saat Arman sudah bergabung di meja mereka .
" Muka gue ngga mesum kaya loe setan " tukas Arman sinis .
#
__ADS_1
Sedang Reyhan melesatkan kuda besinya menuju bengkel ayah Mika , biasanya setelah pulang sekolah gadis itu pasti mampir di bengkel itu untuk sekedar bersih bersih . Sebenarnya Rey pun tak tahu untuk apa dia kesana tapi entah kenapa saat ini ia ingin sekali bertemu dengan gadis itu .
Tak berapa lama kemudian dia sampai dibengkel itu . Benar saja , dia melihat gadisnya sedang mengepel lantai dengan masih mengenakan rok abu abunya sedang atasannya sudah berganti dengan kaos polos berwarna hitam . Perlahan Reyhan turun dari mobilnya .
Hadi yang melihat putra bungsu dari sahabatnya langsung menghampirinya .
" Assalamualaikum Om " Rendy meraih tangan Hadi unyuk salam takzim .
" Walaikumsalam nak Rendy , kok tumben tumbenan kesini . Ayo masuk dulu . Ada keluhan dengan mobilnya ? "
" Ehh .. nggak Om . Anu ehmm kalau boleh Rendy pengen anter pulang Mika sore ini "
" Anak manja itu ?? "
Rendy menganggukkan kepalanya , sudut matanya bisa melihat jika Mika sudah menyadari kehadirannya . Hadi tampak berjalan mendekati Mika dan mengatakan maksud kedatangan putra sahabatnya itu kesitu . Sesuai dugaan Mika mengiyakan karena tak ingin ayahnya melihat dia sedang memusuhi Reyhan . Senyum kemenangan tercetak jelas di bibir Reyhan .
" Sebentar nak Rey , Mikanya mau mandi dulu katanya . Ditunggu di dalam saja sini "
" Iya Om terimakasih "
Tak berapa lama gadisnya terlihat sudah rapi dengan memakai rok plisket panjang warna hitam dan kaos polos warna putih . Cantik !! Mika menghampiri ayahnya yang masih terlihat mengobrol dengan singa kutub itu .
Setelah menyalami Hadi kedua remaja itu berjalan menuju mobil yang terparkir di depan bengkel . Reyhan membukakan pintu mobil untuk Mika .
" Jangan sok baik di depan ayah !!! "
" Galak .. tapi sayang "
" Apaa !!!! "
" Orang aku ngomong sama blackie "
" Blackie ?? "
" lni yang lagi kita pake , si hitam " Reyhan menunjuk setirnya .
__ADS_1
Dahi Mika berkerut ketika melihat jalan yang bukan jalan menuju arah rumahnya . Tapi dia gengsi jika harus bertanya duluan . Alhasil dia cuma bisa memanyunkan bibirnya saja . Reyhan sebenarnya menyadari jika gadis disebelahnya pasti sedang bertanya tanya , mau dibawa kemana dia .
Tak berapa lama mereka sampai disebuah taman yang lumayan luas . Suasana begitu ramai orang orang yang ingin menghabiskan sore mereka di tempat itu . Sejenak mereka menjadi pusat perhatian karena mobil Reyhan yang lumayan mewah .
" Kok kesini ? "
" Disini kan ramai ntar kalau diajak ditempat sepi dikira mau diapa apain .Temenin makan cilok ya "
Mika menurut saja ketika Reyhan mengajaknya ke sebuah kaki lima yang menyediakan jajanan cilok karena melawan pun percuma .
Mereka duduk berhadapan di bangku plastik yang tersedia dikaki lima itu . Mika tak menyangka orang seperti Reyhan juga suka kuliner kaki lima .
" Ehh mas Rey udah lama banget ngga kesini . Sekalinya kesini udah bawa gandengan , cantik lagi mbaknya " di tukang cilok ternyata sudah mengenal Reyhan .
" Baru calon mang ! " tanpa dosa Reyhan menjawab sapaan ditukang cilok , Mika mendelik mendengar jawaban singa kutub itu .
Tak berapa lama pesanan mereka datang , cilok kuah dengan semangkok ceker yang terlihat sangat lezat . Mika segera mengambil mangkoknya , tak ketinggalan dia beri sambal dan saos yang membuat warnanya merah menyala .
" Jangan terlalu pedas ntar sakit perut , ntar aku yang disalahin "
" Kalau ngga pedes mana enak "
" Coba sini cicipin " Reyhan menggeser mangkok Mika dan mengambil sebuti ciloknya , dan perbuatannya sukses mendapat pukulan keras dibaginya .
" Reyhan ihhh ... itu punya Mika . Jangan asal comot dong "
" Uhukk .. uhukk " seketika Reyhan terbatuk batuk karena kaget sekaligus merasakan sensasi pedas luar biasa di lidahnya . Mika panik dan menyodorkan es teh yang sudah ada didepannya .
" Cie .. cie .. yang mau segelas berdua sama Mas Rey " dengan tengilnya Reyhan malah menggoda Mika yang tadi menyodorkan es tehnya ke Reyhan . Mika kembali menabok bahu laki laki menyebalkan itu .
" ltu cilok apa bon cabe sih ... sengaja ya makan pedes biar bibirnya jontor jontor seksi . Mau godain Mas Rey ya " Reyhan tak henti hentinya menggoda gadis yang bibirnya masih mengerucut itu .
" Mas apaan " gumamnya merasakan laki laki itu sore ini menjadi sangat menyebalkan .
" Mas Rey sayang lah "
__ADS_1
Mika tak menggubrisnya , dia mulai menikmati cilok didepannya . Reyhan tersenyum senyum sendiri melihat sendok bekasnya tadi mencicipi dipakai gadis itu . Es teh yang tadi sempat diminumkan padanya juga diminum pula oleh Mika . Dia sudah menciumnya ! Walau memang secara tidak langsung .
" Bersiaplah menjadi gadisnya Reyhan ... bidadari " batinnya bermonolog .