Belong To Me

Belong To Me
128 . Kau Hanya Milikku


__ADS_3

Bia dan Bisma yang mendengar kelahiran cucu mereka langsung pulang dari Bali dengan menggunakan jet pribadi mereka . Tak sabar ingin melihat cucu laki laki pertama keluarga Dananjaya . Dan mereka tiba pada keesokan harinya .


Tiba di rumah sakit mereka segera menuju ruang perawatan Muka . Dan ketika masuk hati mereka menghangat melihat Mike yang sedang mencoba menggendong Baby A , dengan Mika yang duduk di depannya .


" Mommy .... Daddy "


Sapa Mika pada mereka , Mika belum bisa banyak bergerak setelah mendapat beberapa jahitan pada jalan lahirnya . Persalinan normal dengan berat baby A sebesar empat kilo lebih membuat Dokter Tya harus sedikit mempermudah jalan keluarnya .


" Maaf Mommy dan Daddy terlambat tidak bisa menemani kalian di saat persalinan . Kami kira perkiraan persalinan kamu masih satu Minggu lagi " ucap Bia dengan mengambil alih baby A dari putranya .


" Oh God ... dia mirip sekali denganmu ketika masih kecil " gumam Bia mencium pipi chubby cucunya .


" Honey sepertinya kita sudah semakin tua , kita akan dipanggil gema and gepa "


' Siapa gema and gepa Mom ? " tanya Mike heran .


" Putramu belum bisa menyebut kami dengan benar kan ? Pasti dia akan memanggil kami gema dan gepa "


" Come on Mom , dia bahkan belum bisa berbicara sekarang " tatap Mike sebal .


" Bukan kita yang tua honey , tapi dia yang terlalu cepat keluar " jawab Bisma yang membuat seisi ruangan tertawa .


" Can l bring him ?! "


" Off course " jawab Bia menyerahkan baby A pada suaminya .



Dan baby A membuka matanya ketika Bisma menggendongnya . Senyum Baby A membuat Bisma tersenyum lebar , entah tapi dia senang sekali bisa melihat senyum cucu pertamanya itu .


" What's his name ( Siapa namanya ) ? "


" Aarav Gaillard Dananjaya " jawab Mike .


" Aku seperti sedang berjalan di mesin waktu . Dia sangat mirip denganmu ketika masih bayi " kata Bisma yang langsung menyerahkan cucunya karena mulai menangis .


Mika segera menyusui bayinya , sedang Bisma dan Bia pamit pulang ke mansion untuk sekedar membersihkan diri . Mereka akan menjemput Mika saat siang karena tadi Dokter Tya sudah memperbolehkan Mika dan bayinya untuk di bawa pulang .


Baby A membuat suasana di mansion semakin ramai . Suara tawa dan tangisnya menjadi penghias setiap sudut mansion Dananjaya . Mike sering mengeluh karena Daddynya sekarang lebih sering di rumah . Dan akhirnya dia yang menghandle semua pekerjaan .


Bisma lebih memilih bermain dengan baby A yang sekarang sudah berusia satu tahun daripada berkutat dengan setumpuk berkas yang tak ada habisnya .

__ADS_1


Tubuh gembul baby A selalu membuat gemas siapapun yang melihatnya , dia sudah bisa mengucapkan beberapa kata seperti papa mama ataupun gepa gema walaupun masih tidak begitu jelas . Baby A juga sudah mulai belajar berjalan .


Hari itu Mike sengaja pulang cepat karena sudah sangat merindukan istri dan anaknya . Sudah beberapa hari ini dia disibukkan dengan pembukaan perusahaann barunya yang dia kerjakan bersama Satria sekaligus pembukaan perusahaan yang berada di Bali .


Mike pulang saat sore hari , dia tersenyum melihat putranya yang sedang disuapi oleh Mika . Senyumnya makin lebar ketika sikecil merespon kepulangannya dengan memanggilnya papa .


" Hai gantengnya papa , udah wangi nih ! "


Mika mencubit perut Mike yang ingin menciumi pipi gembul putranya .


" Aww .. sayang , ngga ilang ilang sih hobi nyubitnya "


" Kebiasaan kamu ! Udah di bilang kalau habis kerja langsung mandi , baru cium Aarav . Bau tau !! "


" Ckk .. masih wangi gini kok " kata Mike membela diri .


" Baby A kok udah rapi banget sih sayang ?! Memang mau kemana dia ? "


" Daddy ingin ajak dia makan malam dengan teman Daddy yang datang dari lnggris " sahut Bisma yang datang bersama Bia .


Dua pasangan parubaya ini juga sudah terlihat rapi .


" Mommy ingin ajak Baby A main di playgrond dulu , ya kan honey " tanya Bia yang langsung di angguki oleh suaminya .


" Gepa ... gepaaa .. "


Dan ajaibnya setelah mendengar suara Bisma baby A langsung mengulurkan tangannya pada kakek yang luar biasa tampan itu . Mike langsung mengerucutkan bibirnya saat itu . Bahkan Baby A tidak begitu ketika tadi melihatnya pulang .


Baby A hanya memanggilnya tapi tidak memintanya menggendongnya . Mika tersenyum geli melihat kecemburuan suaminya pada putranya sendiri .


" Kita berangkat dude !? " Bisma mengangkat tinggi tinggi Baby A hingga bayi itu tertawa terbahak bahak .


" Mika , Mommy tinggal dulu ya . O iya tadi Mommy kasih kamu sesuatu di kamar . Mommy taruh di ranjang soalnya tadi kamu nggak ada . Pakai ya , itu model terbaru "


" Ok Mom terimakasih "


Sampai sekarang pun Mommy nya masih suka membelikannya lingerie lingerie seksi . Dan untuk Baby A mertuanya tidak pernah tanggung tanggung , dalam usia sekecil ini baby A sudah mempunyai tabungan di bank Swiss yang nilainya bahkan sangat fantastis .


Mika kemudian menyusul suaminya yang sedang membersihkan diri di kamar , dilihatnya paper bag yang tergeletak di ranjang . lsinya adalah satu buah lingerie transparan warna hijau terang dan kain segitiga model tali yang hampir tak bisa menutupi area bawahnya .


Setelah melahirkan memang ia tak pernah maksimal melayani suaminya di ranjang karena prioritasnya adalah baby A . Dan Mike tak pernah mempersoalkan tentang itu .

__ADS_1


Tadi malam Bia memberinya banyak wejangan tentang rumah tangga .Agar Mika jangan pernah menomorduakan suaminya . Anak dan suami dua duanya harus menjadi prioritas utama karena perannya kini adalah sebagai seorang istri dan seorang ibu .


Baby A punya banyak orang yang bisa diajaknya bermain , tapi Mike hanya punya istrinya untuk melayaninya baik lahir ataupun batin . Bia pun berkata jika seorang suami tidak dilayani dengan baik di rumah maka kemungkinan besar ia akan mencarinya di luar .


Dan Mika tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi . Michael Gaillard Dananjaya sepenuhnya adalah miliknya , ayah dari putranya .


" Sayang ... "


Mike berjingkat kaget melihat tangan mungil istrinya sudah melingkar di perutnya ketika dia sedang membersihkan tubuhnya di bawah kucuran air shower . Bisa ia rasakan tubuh istrinya yang sama polos dengan dirinya.


Tangan kecil itu bahkan sudah menggodanya dengan mulai mengurut pelan tongkatnya yang masih tertidur .


" Euugghh ..nakal ya " Mike gemas dan ingin membalikkan badannya .


" Jangan berbalik , biar begini dulu ! Mika kangen sama dia biar Mika main sama dia dulu "


Suara berat Mike mulai tak bisa di kontrol lagi . Tangan mungil itu membuatnya melayang ke langit ke tujuh . Sebelum mencapai puncak Mike berbalik dan membopong tubuh polos Mika menuju ranjang .


Mika sempat meraih handuk kecil untuk sekedar membersihkan tetesan air di sekitar dada dan wajah suaminya .


Mike merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang dan segera menyambar bibir istrinya . Dua tangannya menyentuh apapun yang bisa ia raih . Satu tangannya menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya , sedang satu tangan yang lain sedang memanjakan area di bawah sana .


" Arrgghh .. faster abiihhh "


Disela sela ciumannya Mika menginginkan tangan Mike bekerja lebih cepat di bawah sana .


" Tapi bukan dengan ini sayang .... "


Mike segera memposisikan tongkatnya pada liang yang sudah basah tersebut . Kali ini dengan liarnya mereka bercinta dengan berbagai gaya . Mika melayani suaminya dengan sangat maksimal hingga Mike pelepasan beberapa kali .


Cup .. cup


Mike mengecupi pundak Mika yang masih polos duduk diatasnya . Istrinya sedang bergerak diatasnya dengan gaya slow motion yang membuatnya gila . Gaya seperti ini yang sering membuatnya kewalahan .


Dengan posisi duduk membelakangi Mika melakukan penyatuan , dan dengan sengaja bergerak pelan bahkan kadang membiarkan tongkatnya diam agak lama di dalam sana .


" You are mine argghh ... Michael Gaillard "


" Im yours ... always yours my Queen "


Mike menggigit punggung istrinya yang masih bergerak diatasnya . Hingga akhirnya mereka bersama sama mencapai puncak dengan saling memeluk .

__ADS_1


__ADS_2