
Bia dan Bisma yang mendengar kelahiran cucu mereka langsung pulang dari Bali dengan menggunakan jet pribadi mereka . Tak sabar ingin melihat cucu laki laki pertama keluarga Dananjaya . Dan mereka tiba pada keesokan harinya .
Tiba di rumah sakit mereka segera menuju ruang perawatan Muka . Dan ketika masuk hati mereka menghangat melihat Mike yang sedang mencoba menggendong Baby A , dengan Mika yang duduk di depannya .
" Mommy .... Daddy "
Sapa Mika pada mereka , Mika belum bisa banyak bergerak setelah mendapat beberapa jahitan pada jalan lahirnya . Persalinan normal dengan berat baby A sebesar empat kilo lebih membuat Dokter Tya harus sedikit mempermudah jalan keluarnya .
" Maaf Mommy dan Daddy terlambat tidak bisa menemani kalian di saat persalinan . Kami kira perkiraan persalinan kamu masih satu Minggu lagi " ucap Bia dengan mengambil alih baby A dari putranya .
" Oh God ... dia mirip sekali denganmu ketika masih kecil " gumam Bia mencium pipi chubby cucunya .
" Honey sepertinya kita sudah semakin tua , kita akan dipanggil gema and gepa "
' Siapa gema and gepa Mom ? " tanya Mike heran .
" Putramu belum bisa menyebut kami dengan benar kan ? Pasti dia akan memanggil kami gema dan gepa "
" Come on Mom , dia bahkan belum bisa berbicara sekarang " tatap Mike sebal .
" Bukan kita yang tua honey , tapi dia yang terlalu cepat keluar " jawab Bisma yang membuat seisi ruangan tertawa .
" Can l bring him ?! "
" Off course " jawab Bia menyerahkan baby A pada suaminya .
Dan baby A membuka matanya ketika Bisma menggendongnya . Senyum Baby A membuat Bisma tersenyum lebar , entah tapi dia senang sekali bisa melihat senyum cucu pertamanya itu .
" What's his name ( Siapa namanya ) ? "
" Aarav Gaillard Dananjaya " jawab Mike .
" Aku seperti sedang berjalan di mesin waktu . Dia sangat mirip denganmu ketika masih bayi " kata Bisma yang langsung menyerahkan cucunya karena mulai menangis .
Mika segera menyusui bayinya , sedang Bisma dan Bia pamit pulang ke mansion untuk sekedar membersihkan diri . Mereka akan menjemput Mika saat siang karena tadi Dokter Tya sudah memperbolehkan Mika dan bayinya untuk di bawa pulang .
Baby A membuat suasana di mansion semakin ramai . Suara tawa dan tangisnya menjadi penghias setiap sudut mansion Dananjaya . Mike sering mengeluh karena Daddynya sekarang lebih sering di rumah . Dan akhirnya dia yang menghandle semua pekerjaan .
Bisma lebih memilih bermain dengan baby A yang sekarang sudah berusia satu tahun daripada berkutat dengan setumpuk berkas yang tak ada habisnya .
__ADS_1
Tubuh gembul baby A selalu membuat gemas siapapun yang melihatnya , dia sudah bisa mengucapkan beberapa kata seperti papa mama ataupun gepa gema walaupun masih tidak begitu jelas . Baby A juga sudah mulai belajar berjalan .
Hari itu Mike sengaja pulang cepat karena sudah sangat merindukan istri dan anaknya . Sudah beberapa hari ini dia disibukkan dengan pembukaan perusahaann barunya yang dia kerjakan bersama Satria sekaligus pembukaan perusahaan yang berada di Bali .
Mike pulang saat sore hari , dia tersenyum melihat putranya yang sedang disuapi oleh Mika . Senyumnya makin lebar ketika sikecil merespon kepulangannya dengan memanggilnya papa .
" Hai gantengnya papa , udah wangi nih ! "
Mika mencubit perut Mike yang ingin menciumi pipi gembul putranya .
" Aww .. sayang , ngga ilang ilang sih hobi nyubitnya "
" Kebiasaan kamu ! Udah di bilang kalau habis kerja langsung mandi , baru cium Aarav . Bau tau !! "
" Ckk .. masih wangi gini kok " kata Mike membela diri .
" Baby A kok udah rapi banget sih sayang ?! Memang mau kemana dia ? "
" Daddy ingin ajak dia makan malam dengan teman Daddy yang datang dari lnggris " sahut Bisma yang datang bersama Bia .
Dua pasangan parubaya ini juga sudah terlihat rapi .
" Mommy ingin ajak Baby A main di playgrond dulu , ya kan honey " tanya Bia yang langsung di angguki oleh suaminya .
" Gepa ... gepaaa .. "
Dan ajaibnya setelah mendengar suara Bisma baby A langsung mengulurkan tangannya pada kakek yang luar biasa tampan itu . Mike langsung mengerucutkan bibirnya saat itu . Bahkan Baby A tidak begitu ketika tadi melihatnya pulang .
Baby A hanya memanggilnya tapi tidak memintanya menggendongnya . Mika tersenyum geli melihat kecemburuan suaminya pada putranya sendiri .
" Kita berangkat dude !? " Bisma mengangkat tinggi tinggi Baby A hingga bayi itu tertawa terbahak bahak .
" Mika , Mommy tinggal dulu ya . O iya tadi Mommy kasih kamu sesuatu di kamar . Mommy taruh di ranjang soalnya tadi kamu nggak ada . Pakai ya , itu model terbaru "
" Ok Mom terimakasih "
Sampai sekarang pun Mommy nya masih suka membelikannya lingerie lingerie seksi . Dan untuk Baby A mertuanya tidak pernah tanggung tanggung , dalam usia sekecil ini baby A sudah mempunyai tabungan di bank Swiss yang nilainya bahkan sangat fantastis .
Mika kemudian menyusul suaminya yang sedang membersihkan diri di kamar , dilihatnya paper bag yang tergeletak di ranjang . lsinya adalah satu buah lingerie transparan warna hijau terang dan kain segitiga model tali yang hampir tak bisa menutupi area bawahnya .
Setelah melahirkan memang ia tak pernah maksimal melayani suaminya di ranjang karena prioritasnya adalah baby A . Dan Mike tak pernah mempersoalkan tentang itu .
__ADS_1
Tadi malam Bia memberinya banyak wejangan tentang rumah tangga .Agar Mika jangan pernah menomorduakan suaminya . Anak dan suami dua duanya harus menjadi prioritas utama karena perannya kini adalah sebagai seorang istri dan seorang ibu .
Baby A punya banyak orang yang bisa diajaknya bermain , tapi Mike hanya punya istrinya untuk melayaninya baik lahir ataupun batin . Bia pun berkata jika seorang suami tidak dilayani dengan baik di rumah maka kemungkinan besar ia akan mencarinya di luar .
Dan Mika tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi . Michael Gaillard Dananjaya sepenuhnya adalah miliknya , ayah dari putranya .
" Sayang ... "
Mike berjingkat kaget melihat tangan mungil istrinya sudah melingkar di perutnya ketika dia sedang membersihkan tubuhnya di bawah kucuran air shower . Bisa ia rasakan tubuh istrinya yang sama polos dengan dirinya.
Tangan kecil itu bahkan sudah menggodanya dengan mulai mengurut pelan tongkatnya yang masih tertidur .
" Euugghh ..nakal ya " Mike gemas dan ingin membalikkan badannya .
" Jangan berbalik , biar begini dulu ! Mika kangen sama dia biar Mika main sama dia dulu "
Suara berat Mike mulai tak bisa di kontrol lagi . Tangan mungil itu membuatnya melayang ke langit ke tujuh . Sebelum mencapai puncak Mike berbalik dan membopong tubuh polos Mika menuju ranjang .
Mika sempat meraih handuk kecil untuk sekedar membersihkan tetesan air di sekitar dada dan wajah suaminya .
Mike merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang dan segera menyambar bibir istrinya . Dua tangannya menyentuh apapun yang bisa ia raih . Satu tangannya menekan tengkuk istrinya untuk memperdalam ciumannya , sedang satu tangan yang lain sedang memanjakan area di bawah sana .
" Arrgghh .. faster abiihhh "
Disela sela ciumannya Mika menginginkan tangan Mike bekerja lebih cepat di bawah sana .
" Tapi bukan dengan ini sayang .... "
Mike segera memposisikan tongkatnya pada liang yang sudah basah tersebut . Kali ini dengan liarnya mereka bercinta dengan berbagai gaya . Mika melayani suaminya dengan sangat maksimal hingga Mike pelepasan beberapa kali .
Cup .. cup
Mike mengecupi pundak Mika yang masih polos duduk diatasnya . Istrinya sedang bergerak diatasnya dengan gaya slow motion yang membuatnya gila . Gaya seperti ini yang sering membuatnya kewalahan .
Dengan posisi duduk membelakangi Mika melakukan penyatuan , dan dengan sengaja bergerak pelan bahkan kadang membiarkan tongkatnya diam agak lama di dalam sana .
" You are mine argghh ... Michael Gaillard "
" Im yours ... always yours my Queen "
Mike menggigit punggung istrinya yang masih bergerak diatasnya . Hingga akhirnya mereka bersama sama mencapai puncak dengan saling memeluk .
__ADS_1