Belong To Me

Belong To Me
2 . Dua sahabat


__ADS_3

Setelah melihat sekolah baru Mika , mereka kini tiba di sebuah rumah yang juga besar dan amat megah . Hadinata tampak menggaruk kepalanya yang tidak gatal . Berulangkali dia melihat layar hp jadulnya , dan dengan tatapan tidak percaya dia kembali melihat rumah didepannya .


" Telpon Paman aja Yah ! Siapa tahu kemarin salah ngasih alamat ke ayah "


Hadinata langsung mengangguk dan terlihat melihat menelpon seseorang .


" Halo assalamualaikum "


" ..... "


" Kemarin sore alhamdulilah kita sampai . Aku dan Mika lagi nyari rumah kamu . Tolong kirim ulang alamat rumah kamu Nir , nyasar nih kita dirumah yang gedenya kaya gedung DPR "


" ..... "


" lya bener Jalan Rambutan 6 rumah nomor 57 kan ? Nah ini kita lagi didepan alamat ini "


" ..... "


" Oh ya .. ya kita tunggu "


Hadinata menutup telponnya , dan mengatakan pada Mika sebentar lagi ada orang yang menjemput mereka .


Tak lama pintu gerbang yang tinggi menjulang itu terbuka . Seseorang dengan badan tinggi besar menghampiri mereka , dan dengan sangat sopan menyapa mereka .


" Dengan bapak Hadi ? "


" lya saya mas "


Orang itu tersenyum ketika Hadinata menyebutnya dengan kata ' mas '


" Mari saya antar masuk , Tuan Munir sudah menunggu di dalam "


Sekali lagi mereka dibuat takjub ketika memasuki gerbang itu . Rumah yang mereka datangi tidak pantas disebut ' rumah ' , tapi menyerupai istana . Dominasi warna putih menambah kesan elegan rumah itu ditambah halaman hijau yang terbentang luas yang menambah kesan asri .



Tepat sampai di depan pintu rumah orang berbadan tinggi besar itu pamit mengundurkan diri karena memang ia hanya mendapat perintah untuk mengantar sampai ke depan pintu rumah .


" Langsung masuk saja pak , Tuan Munir sudah menunggu di dalam . Saya kembali ke pos

__ADS_1


jaga "


" Terimakasih banyak Mas sudah mengantar kami "


Perlahan Hadinata dan Mika memasuki ruangan , tampak dari arah dalam seorang laki laki parubaya dengan tubuh tegap dengan tergesa menyambut mereka .


" Assalamualaikum "


" Walaikumsalam ... Mas Hadi bagaimana kabarnya "


Kedua laki laki parubaya itu sejenak saling berpelukan , Mika bisa melihat bahwa walaupun laki laki bernama Munir itu amat sangat kaya tapi terlihat laki laki itu sangat menghormati ayahnya .


" lni pasti baby Mika ya ... Ya Tuhan putrimu sudah sebesar ini Mas "


Dengan gemas Munir mengacak rambut Mika pelan . Dengan takzim kemudian Mika menyalami sahabat ayahnya itu .


" Ayo masuk Mas , sepertinya kita butuh kopi biar kita bisa ngobrol sampai pagi ha .. ha .. Sudah lama sekali sampai putra putri kita udah sebesar ini "


" Kalau sampai pagi bagaimana aku bisa urus bengkelmu itu , nanti kamu potong gaji aku "


Mereka tertawa bersama , setelah beberapa saat akhirnya Hadinata dan Mika pamit . Karena esok hari mereka harus menyiapkan diri mereka . Hadinata dengan pekerjaan barunya mengurus bengkel dan Mika yang besok mulai masuk sekolah .


Sementara itu disebuah kantin terlihat para murid laki laki masih membahas tentang


' bidadari ' yang tadi sempat mereka lihat . Dan murid yang tidak menyaksikan dengan mata kepala sendiri banyak yang mengira bahwa hot issue itu cuma sebuah hoaks .


Bagi mereka yang tidak menyaksikan , sudah terlalu banyak bidadari disekolah mereka . Tentu saja karena semua murid disitu rata rata dari kalangan atas .


Mereka , terutama murid perempuan sangat memperhatikan setiap detil penampilan mereka .


" Meleleh hati gue liat itu bidadari jalan , gue pastiin kalau dia sekolah disini bakal gue kejar bahkan sampai ke ujung dunia "


" Gaya loe njirr ... buat beli solar aja loe ngutang sama gue . Mau ngejar sampai ujung dunia , nohh sampai ujung gang paling banter "


" Ha .. ha .. "


Suasana tampak sangat riuh dikantin itu . Rendy menyikut Reyhan yang dari tadi terlihat menikmati minumannya .


Sahabatnya ini memang selalu begitu , cuek dengan lingkungan sekitar . Sifat Reyhan yang angkuh dan dingin membuatnya dia menjadi murid yang paling disegani oleh semua murid di sekolah itu . Hanya pada Rendy dia bisa sedikit lunak , karena mereka berteman sejak kecil .

__ADS_1


" Loe minum apa lagi upacara bendera sih Rey ? Anteng bener sih "


" Ckk .. berisik !!! "


" Tuhh bidadari elo nyamperin ke sini . Gue cabut ketimbang gue ketularan penyakitnya . GATEL "


Sambil terkekeh Rendy bangkit dari duduknya ingin segera pergi dari situ . Dari arah depan terlihat seorang gadis berjalan menuju ke arah mereka . Dengan gaya yang dibuat seanggun mungkin dia kemudian duduk di bangku tepat didepan Reyhan .


" Heyy .. bolehkan aku duduk disini . Rey nanti pulang sekolah bareng ya . Ehhmm mamaku katanya pengen ketemu kamu . Udah lama kan kamu ngga main kerumah ? "


Gadis bernama Laura itu terlihat sangat berharap pada laki laki di depannya yang bahkan tidak melirik sedikitpun padanya . Laura mencoba meraih tangan Reyhan tapi niatnya terhenti ketika mendapat tatapan sinis dari si empunya .


Reyhan terlihat pergi tanpa mengatakan apapun . Laura hanya bisa menatap kepergian laki laki yang sudah lama ia sukai itu .


" Gimana itu incess loe , kencan nanti siang ? " Rendy sengaja menggoda sahabatnya .


" Kencan kepala loe , nyesel gue mau ikut bokap waktu itu kerumah dia . Kalau bokap nggak paksa juga gue ngga bakal mau kesana . Keluarga gatel semua , penjilat "


" Om Priyo papanya Laura emang masih kerja Ama bokap loe ? "


" Tau .. heran gue wajah mesum kaya dia masih juga dipake ama bokap "


Bukan tanpa alasan Reyhan menyebut papa Laura sebagai seorang mesum , karena sudah berkali kali ia dan Rendy memergoki laki laki itu kencan dengan sugar baby . Bukan cuma satu , tapi berganti ganti gadis muda .


Tak jauh beda dengan suaminya , mama Laura pun terkenal sebagai sosialita yang senang menghambur hamburkan uang . Malah terdengar kabar bahwa dia senang bermain dengan berondong . Entah berhembus darimana kabar itu tapi mereka belum pernah melihat mama Laura pergi berkencan dengan pria lain .


" Kasian juga doi ya , keluarganya kaya gitu . Emang ngga simpati loe sama dia ?! "


" Masih ingat ngga loe betapa gilanya dia ? "


" Ha .. ha .. elo yang gila tubuh aduhai gitu ditolak "


" Ambil buat loe , ikhlas gue "


" Ogahhh , masih waras gue "


Masih segar di ingatan Rendy waktu itu , sehabis pelajaran olah raga dia dan Reyhan pergi ke toilet . Waktu itu Rendy dikejutkan dengan bunyi berisik di toilet yang berada disampingnya . Ketika ia keluar Rendy dikejutkan dengan wajah Reyhan yang terlihat sangat marah , dan didalam toilet yang tadi dipakai Reyhan terlihat Laura dengan baju atasan seragam dengan kancing yang seluruhnya terbuka .


Rendy hampir tidak percaya dengan apa yang dilihatnya . Begitu nekatnya gadis itu sampai berani naked di toilet laki laki hanya untuk mengejar seorang Reyhan .

__ADS_1


Bahkan gadis itu sama sekali tidak menangis ketika tanpa kata Reyhan keluar toilet dengan membanting pintu . Gilanya lagi gadis itu malah terlihat tersenyum smirk , senyum yang membuat Rendy bergidik .


__ADS_2