Belong To Me

Belong To Me
4. Dia Menggemaskan


__ADS_3

" Ngga usah diambil hati Vi , aku kan udah ngga apa apa "


Mika masih mencoba menenangkan gadis yang dari tadi urung uringan , mengumpat Reyhan yang seenak hati mengatai sahabat barunya itu dengan kata ' lemah ' .


Sejujurnya Mika geli dalam hati , dirinya yang terkena lemparan tapi Vivi yang dari tadi marah marah tidak jelas . Dia senang ternyata sahabat barunya itu sangat perhatian pada dirinya .


" Ckk .. cowok kaya gitu jangan dibelain , ngelunjak lama lama dia Mik "


" Habis gimana dong. , masa Mika harus mohon mohon dia supaya minta maaf ke Mika . Kan Mika juga yang salah ... bola segitu gede sampe ngga liat "


" Mika iiihhhhh !!! "


Vivi menjadi gemas sendiri melihat Mika , bahkan gadis itu malah menyalahkan diri sendiri karena sudah lengah tidak melihat bola .


Tiba tiba Rendy ada didepan mereka dengan menyodorkan sebotol air mineral pada Mika dengan nafas terengah engah .


Sepertinya ia habis berlarian demi membeli air minum untuk Mika .


" Nih Abang beliin air , diminum dulu biar segeran "


Dengan segera Vivi menyambar botol itu dan menarik lengan Mika untuk kembali ke kelas .


" Makasihhhh !!! Abang .. Abang ... Abang somay apa abang becak loe ??!! "


Rendy hanya melongo melihat botol minum yang seharusnya untuk Mika malah diambil oleh Vivi .


" Jangan pedulikan dia , dia nohh salah satu anteknya singa kutub . Musyrik percaya ama dia Mik "


Vivi dan Mika terus berjalan menuju ke kelas mereka karena bel masuk memang sudah berbunyi , sementara Rendy terus menatap dua gadis itu tanpa berkedip .


" Yang satu Dewi Aphrodite ... satunya lagi wanita Amazon . Bar bar " gumam Rendy sambil menggeleng gelengkan kepala .


#


Tak terasa sudah satu minggu Mika belajar di sekolah barunya . Dia mulai disibukkan dengan tugas tugas sekolahnya . Dalam waktu sekejap dia sudah mempunyai banyak teman karena Mika tak pernah sombong .


Seperti di sekolahnya yang dulu , waktu istirahat lebih banyak ia habiskan di perpustakaan sekolah . Waktu ujian sekolah yang mulai dekat mengharuskan dia untuk lebih banyak belajar . Yah memang Mika pindah ke sekolah baru pada pertengahan semester .


Vivi kadang menemani Mika ke perpustakaan , tapi tak jarang pula ia habiskan waktunya dengan teman teman yang lain . Walau begitu keduanya tetap menjadi sahabat yang akrab .


Seperti saat ini , saat bel kedua pelajaran waktu makan siang dan waktu menjalankan ibadah lima waktu . Setelah menjalankan kewajiban lima waktunya Mika segera menuju ke kantin untuk membeli minuman dingin . lbunya selalu membawakannya bekal hingga sedikit menghemat uang jajannya .


Kali ini terpaksa ia ke kantin sendirian karena Vivi sedang ijin tidak berangkat sekolah .

__ADS_1


" Mikaaaa ... mau ke kantin ? Bayu temenin ya ? takutnya nanti kamu nyasar " Bayu berjalan disamoing Mika menuju kantin sekolah .


Hatinya bersorak senang bisa berjalan bersama gadis cantik yang tiap hari hanya bisa ia pandangi . Karena Vivi selalu menjaga Mika agar jauh dari kumbang kumbang iseng yang selalu ingin dekat dengannya .


Mika tak menjawab ia hanya tersenyum dan mengangguk , dia memang terkenal irit suara jika dihadapkan dengan teman laki laki .


Jangankan mendengar suaranya , cuma mendapat senyum Mika saja Bayu sudah hampir pingsan karena terlalu senang .


Seperti biasa kantin selalu ramai jika istirahat jam makan siang .


" Mika pengen minuman dingin kan ? Tunggu sini aja ya biar Bayu yang ambilin . Tuh lagi rame banget di depan " Bayu menyuruh Mika duduk disebuah bangku yang masih kosong .


" Tapi Mika bayar sendiri ya Bay ! "


" Ckk .. minum doang . Jangankan cuma minum seluruh isi kantin kalau Mika mau pasti gue beliin " batin Bayu sambil cengar cengir .


" MINGGGIRRR ...!!! "


Mika dikagetkan dengan suara yang tiba tiba terdengar dari belakang , ia melihat murid laki laki yang dulu pernah melempar kepalanya dengan bola basket sedang berdiri dibelakangnya sambil bersedekap .


" Minggir loe !! Bangku gue itu ... "


" Apaan sih Rey , bangku disamping dan di depan Mika kan kosong itu . Ribet amat sih " Rendy menatap malas Reyhan yang sedang menunjukkan aura dinginnya pada gadis cantik di depannya .


Mika sedikit tersinggung dengan kata kata Reyhan , tapi dia memilih untuk pergi ketimbang membuat keributan di kantin .


" Mikaaa tunggu nih minumnya ... "


Bayu cepat cepat berjalan ke arah Mika yang tampak sudah beranjak dari duduknya . Mika menoleh dan segera menerima botol jus dari Bayu .


" Terima kass ... ehhh "


SYUTTT ..


Reyhan menyambar minuman yang berada di tangan Mika dan segera menenggak habis isinya . Bayu tampak tidak suka minuman yang ia berikan untuk Mika malah diminum orang lain . Tapi dia tak bisa berbuat apa apa karena tidak ingin membangunkan singa tidur didepannya .


" ltu kan punya Mikaa .. " Mika berkata dengan bibir yang cemberut . Dia menatap sebal pada laki laki didepannya yang dengan seenaknya merebut minumannya .


Dengan cepat Mika berbalik ingin meninggalkan tempat itu . Tapi suara laki laki menyebalkan itu sekali lagi mengagetkannya .


" Siapa yang ngijinin kamu pergi ??!!! "


Langkah Mika seketika berhenti tapi dia tidak menoleh sedikitpun pada laki laki yang memancing emosinya itu .

__ADS_1


" Duduk sini ... "


" Katanya ini kursi kamu gimana sih !! Mika mau makan , laper !! "


" Ya udah duduk terus makan "


" Bekal Mika kan masih dikelas "


Reyhan melirik Rendy yang berdiri disampingnya . Rendy hanya menghela nafas paham dengan arti tatapan itu .


" Bay .. loe ambilin deh bekal Mika dikelas , ga pake lama !! " Rendy akhirnya menyuruh Bayu yang dari tadi setia berdiri dibelakang Mika .


" Akuuuu jugaaa .. " Bayu menirukan jargon si penjual ayam panggang di sebuah kartun bocah kembar gundul .


Tak berapa lama Bayu datang terengah engah membawa kotak bekal warna pink dan segera memberikan pada Mika yang sudah kembali duduk di bangku kantin .


Karena memang sudah lapar Mika segera meraih kotak bekalnya , tapi sebuah tangan kekar menyambar kotak bekalnya .


" Laper gue .."


Tanpa merasa berdosa Reyhan segera memakan bekal yang dibawa Mika . Reyhan tampak sangat lahap menikmati makan siangnya . Rendy hanya bisa melongo melihat kelakuan aneh sahabatnya .


Makan siang dengan lahap bersama gadis berada didepannya seperti bukan sifat Reyhan selama ini .


Padahal biasanya Reyhan paling tidak suka diganggu . Para pemujanya hanya bisa mencuri curi pandang , karena Reyhan tidak suka berdekatan dengan para perempuan yang menjadi pemujanya .


Emosi Mika sudah sampai puncaknya , wajahnya terlihat memerah karena menahan marah . Ketika dia akan berdiri seorang pelayan kantin mendekat padanya dengan membawa dua mangkok soto ayam dan dua gelas es teh .


" Jangan berani beranjak dari kursi kamu sebelum makan ! Ren temenin dia makan "


Sekali lagi Rendy menhela napasnya dengan panjang , hari ini Reyhan memang bukan seperti dirinya sendiri . Menawari dirinya makan ? Rendy tertawa dalam hati . Gadis didepannya ini membuat Reyhan begitu berubah , walau aura dinginnya sama sekali tidak berkurang .


Mika meraih dua mangkok soto dan dua gelas es teh itu sekaligus , ia sama sekali tidak mempedulikan Rendy ataupun Reyhan yang memandangnya heran .


" lni buat Mika semua , kalian udah bikin Mika kelaperan dari tadi . Kalo ngga ikhlas nraktir biar Mika bayar sendiri !!! "


Sebelum menyendok makanannya Mika tampak berpikir sejenak .


" Ehhhmmmm .. kak Ren bayarin makan Mika dulu ya . Mika lupa bawa uang jajan "


Setelah berkata seperti itu Mika segera melahap makanan yang tersedia didepannya .


" Ya Tuhan gadis ini ... boleh cubit nggak sih !! gemes gue " batin Rendy sambil menahan senyum .

__ADS_1


Sementara Reyhan masih sok cool dengan pura pura scroll telpon genggamnya .


__ADS_2