Belong To Me

Belong To Me
35 . Sisi Jahil Satria


__ADS_3

Satria bergegas pergi dari kafe itu , dengan kecepatan penuh ia lakukan mobilnya menuju apartemennya karena titik GPS yang ia lacak dari hp Fia menunjuk arah ke apartemennya .


Dengan sepengetahuan Fia dia memang memasang GPS di ponsel sekretarisnya itu , untuk berjaga jaga agar jika ada meeting mendadak di tempat yang ia belum tahu ia segera bisa menyusul sang sekretaris .


Tak ia sangka alat itu malah digunakan saat Fia meminta tolong , mungkin keadaan yang darurat . Seperti kesetanan Satria ingin segera sampai dimana Fia berada . la takut terjadi apa apa pada gadis itu . Setelah sampai dan memarkir kendaraannya Satria segera berlari menuju lift . la segera menekan lantai dimana kamarnya dan kamar Fia berada .


Ketika sampai di depan unit Fia Satria segera mendobrak sambil mulutnya meneriakkan nama sekretarisnya itu . Dengan sekali dobrak pintu itu terbuka karena Satria mempunyai tenaga yang sangat besar .


" Fiiaaaa. ... Fiiiiaaaa !!!!! "


DAGGGHH ... GUBBRRAAKKK


Betapa terkejutnya Satria ketika melihat apa yang ada didepannya . Tampak Sofiana sedang berdiri terpaku menghadap ke arah pintu dengan menggunakan apron warna pink dan membawa sebuah spatula , sepertinya gadis itu sedang memasak dan dia baik baik saja .


" Fia ??? "


Satria menatap Fia penuh keheranan , gadis itu terlihat baik baik saja . Jauh dari bayangannya yang tadi sempat menyangka bahwa Fia sedang dalam keadaan bahaya . Satria juga masih terpaku dipintu dengan tangan yang masih memegang handle pintu .


" Kau apakan pintuku Satriaaa !!! "


Wajah Fia memerah menahan marah ketika tahu Satria telah merusak pintu unitnya . Dia segera mendekat ke arah Satria dan memukul bahu pria itu dengan menggunakan spatula ditangannya .


" Aww ... "


Satria mengaduh ketika spatula itu mendarat dengan sangat manis di bahunya .


" Kau tidak apa apa ?! " tanya Satria masih penasaran dengan keadaan Fia .


" Seharusnya aku yang bertanya padamu , apa kau sudah gila hahh mendobrak pintu orang sembarangan? Kau pikir pintuku samsak hingga menjadi sasaran tendanganmu ? "

__ADS_1


" Tapi tadi kau mengirimiku pesan minta tolong , kukira ada pencuri atau semacamnya sedang mengancammu " elak Satria mencari pembenaran atas tindakannya .


" Jika cuma pencuri aku masih bisa menanganinya . Kau lupa aku pemegang ban hitam taekwondo ? Aku bukan Mikamu yang hanya bisa menangis jika sedang diganggu . Ehh ... " kata katanya terhenti seketika tak sengaja ia menyebut nama gadis pujaan pria dihadapannya .


" Maaf ... aku tidak punya maksud menyinggungmu " lanjutnya , ia merasa tidak enak telah menyebut nama Mika . Fia segera berjalan kembali menuju dapur . Sebelum mendengar suara dobrakan tadi ia memang sedang memasak . Tentu saja ia memasak makan malam Satria karena gadis itu yakin hari ini pria itu pasti tak mengisi perutnya dengan benar .


Satria menghela nafas kasar , ditutupnya pintu itu walau sudah tidak bisa tertutup sempurna karena sudah rusak . la juga berjalan menuju dapur menyusul sekretarisnya .


" Aku tadi .memang mengirimi pesan minta tolong padamu , kau sudah baca pesan keduaku kan ? Aku memintamu membeli olive oil di bawah , kemarin aku lupa membelinya . Tadi aku juga sempat mencari di dapurmu tapi disana juga tidak ada "


Satria segera mengeluarkan ponsel dari sakunya . Ternyata benar setelah pesan itu Fia mengiriminya pesan lagi yang isinya meminta nya membeli olive oil di mart yang berada dilantai bawah apartemennya . Dia tadi sudah panik dulu hingga tidak mendengar ada notif pesan lagi dari Fia .


Satria terduduk lemas dikursi makan , ditenggaknya sampai habis air mineral yang di sodorkan Fia kepadanya .


" Jangan lagi lagi kau kirim pesan tolong padaku " Satria memijat pelipisnya mengingat bagaimana tadi ia seperti orang kesetanan dalam mengendarai mobilnya .


" Ribet banget sih , aku tidur di kamarku sendiri dan kau tidur di sofa kamar tamu . Kalau aku tidur di unitmu pagi pagi bawaannya pasti ribet , semua alat mandiku kan disini ! masa iya sekarang aku boyong alat mandi dan baju ganti ke unitmu " keluh Fia tak setuju dengan usulan Satria .


"Ya sudah , terserah "


Fia menyajikan semangkok sup daging ke depan Satria , tak dapat dibohongi dia memang sedang sangat lapar saat ini . Drama penyelamatan tadi sudah menguras tenaganya . Tanpa aba aba Satria segera melahap habis sup daging didepannya .


" Heii .. pelan pelan makannya "


Hati Fia menghangat melihat Satria makan dengan lahap masakannya , bahkan sampai dua kali Satria meminta sup itu lagi . Disudut hatinya juga bahagia betapa laki laki pujaannya itu begitu mengkhawatirkan keadannya walau kejadian tadi cuma salah paham . Tapi setidaknya sekarang ia tahu bahwa Satria sangat menyayanginya .


Malam itu Satria benar benar tidur di sofa yang berada di ruang tamu milik Sofiana . Dan tadi dia juga sudah menghubungi seseorang untuk memperbaiki pintu unit milik Fia .


Tengah malam Satria bangun dari tidurnya , biasanya jika dikamarnya sendiri ada sebotol besar air minum yang ia letakkan dinakas disamping tempat tidur . Karena setiap malam ia akan bangun untuk sekedar minum air .

__ADS_1


Ketika melihat tak ada air di meja Satria segera berjalan menuju dapur . Matanya memicing melihat siluet wanita juga sedang berada didepan lemari pendingin . Satria segera berbalik lagi menuju ruang tamu . Dari siluet itu Satria bisa menerka bahwa Fia sedang mengenakan baju kurang bahan lagi .


" Satria ... kamu ingin minum juga ? "


Terdengar sebuah suara menghentikan langkahnya , tapi Satria tidak membalikkan badan ke arah suara itu .


" Tidak aku cuma mendengar langkah orang tadi , kupikir bukan kamu " Satria kemudian melanjutkan langkahnya kembali menuju ruang tamu .


" Cihh .. kau takut tergoda padaku bukan ? "


Fia mencoba mempermainkan emosi laki laki yang mulai melangkah meninggalkannya itu .


" Jika hatimu untuk Mika kenapa kau harus takut tergoda padaku ?! " provokasinya berhasil , laki laki itu menghentikan langkahnya lagi .


" Takut ??? "


Tiba tiba Satria melepas kaosnya hingga menampakkan perut six packnya yang sempurna dan berjalan menuju gadis yang masih memegang gelas air minumnya . Fia tak kuasa untuk mengalihkan pandangannya pada pahatan maha sempurna didepannya . Wajah yang tampan dengan tubuh kekar yang membuatnya sulit untuk menelan salivanya . Satria mengangkat dagu Fia hingga wajah gadis itu hanya berjarak beberapa centi di depan wajahnya .


Satria meniup telinga Fia hingga membuat gadis itu meremang . Hampir saja tubuh Satria menempel sepenuhnya pada tubuh Fia . Sepertinya Satria memang sengaja mendekatkan dirinya pada gadis di depannya .


" Tergoda padamu ?? Kau bahkan tidak bernafas saat ini "


Bluussshh ....


Fia merasakan pipinya terasa panas , untung saja pencahayaan di dapur malam itu tidak begitu terang hingga ia bisa menyembunyikan rona merah di pipinya . Bisa bisanya laki laki itu menggodanya dengan berdiri setengah telanjang tepat didepannya . Seperti bukan Satria ! Padahal dia tadi sudah merencanakan dengan matang bagaimana ia bisa menakhlukan laki laki super dingin itu . Sekarang malah terbalik , dengan mudahnya Satria bisa membuatnya kelimpungan antara ingin dan malu .


Satria terkekeh sambil melangkah meninggalkannya dan dia masih bertelanjang dada , Fia bisa mendengar laki laki itu kembali mengeluarkan suaranya .


" Sekarang kau tahu kan siapa yang akan tergoda ?! "

__ADS_1


__ADS_2