Belong To Me

Belong To Me
8 . Kenyataan Yang Mengejutkan


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit Rey langsung membopong lagi tubuh Mika .


" Rey ... turunin !!! Mika bisa jalan sendiri , malu tau dilihat orang "


Tapi Rey sama sekali tak menggubrisnya , mereka yang menyaksikan kedua remaja itu hanya tersenyum . Mungkin mereka berpikir itulah dunia remaja yang sedang berpacaran . Tak pandang malu alias dunia milik berdua , yang lain cuma numpang .


Rey terus membopong Mika sampai mereka sampai ke ruangan dengan tulisan ' poly kandungan ' . Mika yang menyadari dimana mereka sekarang langsung melayangkan protes . Untung siang ini ruangan itu tidak ada pasien mengantri .


" Lho kok ke sini sih Rey !! Mika malu ihh tuh pada ngelihatin kita " tunjuk Mika pada beberapa suster jaga yang sedang bertugas .


Para suster jaga mengangguk hormat pada remaja laki laki yang sedang menggendong gadis cantik itu . Setelah itu mereka saling melempar senyum dengan apa yang baru saja mereka lihat .


" Mika cuma lecet , ngga hamil ... kok dibawa kesini sih " Mika akhirnya mencubit gemas lengan berotot itu .


" Aww .. sakit . Beneran gue plester mulutnya ya kalau ngga bisa diem "


" Taaaannnn ... temen Rey luka parah nih "


Reyhan segera memasuki ruang periksa dan seorang wanita dengan seragam putihnya segera menghampirinya .


Dokter Tyas tersenyum ketika sudah selesai memeriksa Mika . Hanya luka kecil pada teman perempuannya sudah membuat seorang Rey kebakaran jenggot . Lagipula dia adalah dokter kandungan , bukan dokter umum .


Dokter Tyas adalah adik kandung dari Lisa Mawardi mamanya Reyhan , pemilik rumah sakit ini . Remaja laki laki itu sudah dia anggap sebagai putranya sendiri , selain karena Rendy putranya sudah menjadi sahabat sejak mereka kecil .


" Ada yang patah Tan ? " tanya Rey dengan raut masih sangat khawatir .


" Ada .. tapi bukan disini "


" Maksudnya Tan ? " Rey sedikit memajukan tubuhnya ingin mendapatkan penjelasan dari sang Tante .


" Banyak hati yang patah pasti karena gadis secantik dia udah ada yang punya , tumben kamu pilihnya bener Rey . Kirain kamu jadian sama ulet keket yang pernah kamu bawa kerumah waktu itu "


" Ckk lagi serius juga .. "


" Tante serius Rey , ini gadis cantik banget . Kayanya sih luar dalam cantiknya . Sini sayang !! " Tyas melambaikan tangannya pada Mika yang sudah selesai diobati .


Dengan malu malu Mika berjalan menuju Dokter Tyas , jalannya sedikit masih pincang karena masih terasa nyeri . Tadi luka Mika dibersihkan oleh seorang suster asisten Dokter Tyas .


Reyhan yang melihat Mika masih susah untuk berjalan segera bangkit , tapi ..


" STOOPP .. Rey tetep duduk situ . Mika bisa jalan sendiri ! " Mika menatap sebal Reyhan yang tadi memang berniat membopongnya lagi .


" Maaf ya Tan , Mika udah ngrepotin Tante . Padahal udah Mika bilangin Mika udah ngga apa apa ehhh .. malah dibawa kesini . Ke poli kandungan lagi !! Pasti tadi orang orang pikir Mika pelajar yang lagi hamil "


Dokter Tyas tertawa mendengar celotehan Mika , ia tak menyangka gadis cantik itu sangat cerewet . Dan yang lebih tak ia sangka sangka adalah seorang Reyhan yang dikenalnya dari kecil adalah anak yang sangat tertutup bisa menyukai gadis yang sekarang sedang duduk didepannya .


Dokter Tyas bisa melihat cinta dimata Reyhan pada gadis itu . Dari perhatian , cara memandang ataupun cara berbicara . Reyhan terlihat sangat melindungi gadis itu .

__ADS_1


Berbeda sekali dengan sikapnya dengan gadis bernama Laura . Dulu Reyhan dan putranya Sering diikuti gadis bernama Laura . Waktu itu Rendy bilang gadis itu sangat tergila gila pada Reyhan , tapi keponakannya itu sama sekali tidak pernah menanggapi .


Tapi sudah lama ia tidak melihat gadis itu mengikuti keponakan atau putranya lagi .


Reyhan menatap malas kedua perempuan beda generasi itu , dari tadi mereka asyik mengobrol dan bercanda . Sepertinya mereka melupakan keberadaan dirinya disitu .


Untung jam praktek tantenya memang sudah selesai , jika belum dipastikan semua pasien akan mengamuk karena tantenya dan Mika asyik mengobrol .


" Kapan kapan main kerumah Tante ya , kita bikin resep kue yang tadi kamu bilang . Sabtu dan Minggu Tante off . Kalau ngga ada kendaraan biar Rendy aja yang jemput ! "


" Ok Tannn .. makasih juga udah ngobatin luka Mika tadi "


" Ngga boleh !!! "


" Apa??! " kedua perempuan itu kompak bertanya pada Rey .


" Nanti biar Rey yang anterin kalau Mika pengen main ke rumah Tante . Kaya nggak tahu muka mesum anak Tante aja "


" lyaaa .. iyaaaa lupa Tante kalau Mika udah ada pawangnya " sahut Tyas sambil terkekeh .


Akhirnya mereka keluar dari rumah sakit dengan drama yang sama ketika masuk . Ya , Reyhan tidak memperbolehkan Mika jalan kaki untuk keluar rumah sakit . Mika memilih menggunakan kursi roda ketimbang harus menanggung malu dibopong oleh Reyhan lagi .


" Nanti Mika anterin ke bengkel aja ya Rey , soalnya tadi pagi Mika janji sama ayah pulang sekolah mau langsung ke bengkel "


" Hemmm .. loe kasih tau arahnya aja "


Reyhan tampak mengernyit saat melihat bengkel itu , diamatinya sebentar bengkel yang terlihat masih ramai itu .


" Itu bengkel ayah kamu ? "


" Bukan , ayah cuma kerja disitu "


Reyhan mengurungkan niat nya untuk memapah Mika karena sebelumnya di dalam mobil gadis itu sudah memberinya peringatan agar tidak memapah atau membopongnya lagi .


" Ayahh .. "


" Lho Mika kamu kenapa sayang .. " Hadinata segera menghampiri putrinya yang terlihat sedang kesusahan berjalan .


Untuk sekejab Hadinata dikejutkan oleh kehadiran Reyhan disamping putrinya . Dia seperti merasa tidak asing dengan wajah itu . Mika yang paham dengan ayahnya segera memberitahu bahwa Reyhan adalah teman sekolah yang sudah menolongnya .


" Makasih banyak nak sudah mau menolong Mika , kadang dia memang sedikit ceroboh " Kata Hadi sambil mengelus kepala putrinya .


" Bukan kadang .. tapi selalu . Bukan sedikit ceroboh lagi tapi amat sangat ceroboh " batin Reyhan bermonolg .


" Sama sama pak , mohon maaf tapi saya harus segera pamit ada yang harus saya kerjakan setelah ini "


" Terima kasih sekali lagi nak , hati hati di

__ADS_1


jalan "


Sebelum membuka pintu mobilnya Reyhan mendengar Mika berteriak .


" Reyhan jangan ngebut ngebut ya , jangan nelpon kalau lagi nyetir , yang fokus


nyetirnya !!! "


Diam diam sudut bibirnya terangkat mendengar teriakan itu . Dia hanya mengangkat jempolnya ke arah gadis itu .


" Halo .. gimana ? Kalian udah menemukan b*jingan itu ? "


" ..... "


" Ok gue langsung kesana , kalian jangan sentuh dia . Dia urusan gue "


#


Menjelang malam Reyhan tiba disebuah villa , disitu terlihat sudah terparkir sebuah MVP Lexus LM warna hitam . Dia segera bergegas memasuki villa yang terlihat sangat sepi itu .


Ternyata Reyhan tidak memasuki villa itu melainkan berjalan menuju sebuah gudang yang terletak dibelakang villa .


" Gue kira ngga dateng loe .. " kata Suta ketika melihat Reyhan masuk ke gudang itu .


" Mana dia ? "


" Calm down .. sabar broo . Jangan kaget kalau udah liat "


" Maksud kalian apa ? "


Suta dan Dion akhirnya menyeret dua orang yang masih menggunakan seragam sekolah ke tengah ruangan .


Reyhan menggeram melihat kedua orang itu , wajahnya merah padam dengan tangan terkepal . Sangat terlihat bahwa dia sedang menahan emosinya .


" Rey bukan aku yang nabrak dia , tadi dia yang ada dibelakang setir " kata salah satu dari mereka .


" Emang gue yang nyetir tapi gue disuruh sama dia , sumpah Rey ! Gue ngga bohong "


" Brengsekk kalian berdua !!! "


" Laura yang nyuruh gue Rey , sumpaaahhh !! "


" Vivi yang nabrak , gue ngga ikut ikut . Please Rey gue sayang banget sama loe . Gue emang cemburu sama Mika tapi gue ngga sejahat itu sampe nabrak dia Rey . Loe percaya kan sama gue "


" Brengsek loe Laura !! Bukannya kita udah ngrencanain nabrak dia jauh jauh hari . Malah loe yang bilang gue harus tabrak dia sampe mati , tapi tadi gue ngga tega "


~ Jeng jeng .... ngga ngira teman sebangku bisa jahat ya .Yang sabar ya bang Rey. ~

__ADS_1


__ADS_2