
Senja berharap pagi ini dia tidak bertemu dengan Satria karena hatinya masih sangat kesal . Kemarin dia hanya makan kue yang ada di lemari pendingin karena menunggu laki laki itu mengajaknya makan siang .
Hahhhhhh ....
Laki laki yang tak ingin dia jumpai malah sudah duduk di meja makan dengan masih memakai kimono tidurnya . Dia memegang selembar kertas notes yang kemarin ia tempelkan di pintu lemari pendingin .
" lngatkan aku ! Apa yang sudah kujanjikan padamu ?! "
" Tidak ada "
" Tapi kenapa kau menulis ini ? "
" lseng ... "
Sebenarnya ia ingin marah saat ini tapi melihat muka bantal laki laki di depannya malah membuatnya tersipu . Muka bangun tidurnya malah terlihat semakin tampan dan seksi di mata Senja .
" Kau bukan tipe gadis yang suka iseng "
Senja mengambil sapu dan berjalan menuju ruang tamu . la tak ingin berdebat lebih lama lagi .
" Hei aku lapar !! " teriak Satria yang melihat Senja pergi meninggalkannya .
Senja sedikit heran kenapa Satria anteng anteng saja di dapur , tiba tiba saja ia ingat sesuatu dan berlari kembali ke arah dapur .
" ABANGGG ..... !!! "
Senja tadi lupa sudah meletakkan bekal makan siangnya di meja dapur . Benar saja dugaannya , pria itu sedang menikmati isi dari kotak bekalnya .
" Kenapa bekal Senja di makan lagi sih !? "
" Tadi kan aku sudah bilang kalau aku lapar , salah kamu sendiri kenapa malah pergi " sahut Satria sambil meneruskan makannya .
" Terus nanti Senja mau makan apa ? "
" Kan di lemari banyak makanan "
" Iya nanti semua makanan Senja habisin terus buntut buntutnya potong gaji . Ogahhh !!! "
Satria menghentikan makannya , dia bangkit dan berjalan mendekati Senja .
" Ehh .. mau apa Abang deket deket "
Satria semakin mendekat hingga Senja memejamkan matanya .
" Aww .. " Senja memegang dahinya yang kena sentil Satria .
" Jadi kemarin kamu makan apa ? "
" Mana bisa makan kalau nungguin orang , katanya ada yang mau ajak Senja makan siang di luar . Tapi sampai Senja pulang ngga nongol nongol orangnya "
Satria terhenyak mendengar gadis itu berbicara , pantas saja kemarin seperti ada yang mengganjal di hatinya . Ternyata ia punya janji mengajak makan siang Senja .
" Ya Tuhan ... jadi kemarin kamu ngga makan ? "
" Enggaklah "
Satria memijit pelipisnya , ia tak bisa membayangkan jika gadis di depannya kelaparan hanya gara gara dirinya .
__ADS_1
" Duduk !! "
" Abang mau ngapain ? "
" Masak ... buat kamu "
" Yaelah Bang ... nyantai aja , udah biasa kali kalau Senja enggak makan . Makan sehari sekali juga udah sering . Seloow Bang ! "
Senja hanya menatap Satria , kini ia mengerti kenapa laki laki itu memintanya untuk duduk . Sedangkan Satria tersentil dengan perkataan Senja barusan . Senja selalu menyikapi semuanya dengan pikiran positif , dan itu yang membuatnya tambah menyukai gadis itu .
" Abang mandi gih !! Udah siang ... kerja sana , kebiasaan ngaret ngantor " gerutu Senja .
Satria terkekeh mendengar Senja mengomeli dirinya , dia merasa menjadi seorang suami pengangguran yang sedang diomeli istrinya untuk mencari pekerjaan .
" Hari ini aku tidak ke kantor , aku ada keperluan yang lebih penting "
" Ya udah , terserah ... Senja mau menyelesaikan pekerjaan dulu . Ngga kelar kelar kalau ngobrol sama Abang melulu "
Setelah membersihkan diri Satria melihat Senja membersihkan ruang gym yang ada di lantai atas . Tadinya ia ingin masuk tapi niatnya ia urungkan ketika gadis itu meletakkan kemoceng yang ada di tangannya .
" Nih samsak kayaknya nantangin banget sih ! Udah jelek , item , buncit ... jadi gatel nih nonjokin dia mumpung yang punya lagi mandi "
BUGGHH ... BUGGHH
Senja mulai memukul dan menendang samsak di depannya . Dari jauh Satria bisa merasakan betapa kerasnya pukulan dan tendangan Senja . Sepertinya gadis itu sudah sangat terlatih melakukannya .
Senja berhenti ketika keringat sudah membanjiri tubuhnya .
" Haisshhh ... kelepasan kan ! Basah semua kaya gini " dia mengambil lagi kemocengnya .
" Lhoh ehh ... Abang ngapain disitu !? "
Senja sangat gugup , ia takut Satria marah karena telah menggunakan salah satu alat di ruang gym tanpa ijin .
" Ckk ... kau belum menjawab pertanyaanku . Kau masih butuh partner untuk sekedar meregangkan otot ? Kebetulan pagi ini aku belum kesini "
" Nanti muka ganteng Abang ilang kalau sparing partner sama Senja . Ngga usah "
Satria melangkahkan kakinya mendekati Senja yang masih ada di sisi samsak tinjunya .
" Aku menantangmu , kau boleh meminta apapun jika kau bisa menang dariku "
" Kalau Senja kalah !? "
" Itu berarti aku yang boleh meminta apapun darimu "
Gadis itu tampak mengerutkan alisnya dengan pipinya yang menggembung , dia seperti sedang berpikir . Jika saja Satria tidak waras maka dipastikan dia sudah menerkam gadis menggemaskan di depannya .
" Ok ... deal ! Tapi dilarang minta uang " ucapnya terlihat sangat serius .
Satria mengangguk dan kemudian melepas kaosnya , kini ia hanya mengenakan celana training warna hitamnya . Roti sobek di depannya membuat Senja sangat gugup .
" Abang !!! Pakai bajunya .... mesum banget sih pakai buka buka segala "
" Kita mau sparing partner sayang ... bukan mau kondangan "
BLUSSHH ...
__ADS_1
Senja memalingkan muka saat mendengar kata sayang dari laki laki di depannya , ia tak mau Satria melihat rona merah di pipinya .
Pada menit pertama Satria sedikit kewalahan karena ia sengaja tak mengeluarkan seluruh tenaganya . Senja sudah benar benar terlatih untuk pertarungan semacam ini .
Pada menit berikutnya Satria berhasil menjatuhkan Senja dan mengunci gerakannya dengan menindih tubuh gadis itu . Satria tersenyum smirk ketika dia masih ada diatas tubuh gadis itu .
" Kau mengaku kalah !? "
" lyaaa ... Senja kalah ! Cepetan turun , Abang berat banget badannya . Pegel nih "
" Suatu saat kau harus terbiasa dengan aku yang berada di atasmu "
" Minggir ihh , tambah ngaco "
Satria bangkit dan menarik badan Senja agar duduk di sisinya .
" Jadi aku bisa minta apapun kan ? "
" Tapi jangan yang aneh aneh ataupun mesum "
" Temani aku ... "
Sebelum menyelesaikan kata katanya Satria mengaduh ketika Senja memukul lengannya dengan sangat keras .
" Mesumm !!! Ngga mau "
" Kamu yang mesum ... mikir apa sih kamu ? Aku hanya ingin kau menemaniku ke suatu tempat hari ini "
" Abang yang ngomongnya ngga jelas tadi " kilah Senja membela diri .
" Mandilah dulu di atas .... haishhh kepala kecil ini kenapa selalu berpikir yang aneh aneh " Satria kembali menyentil dahi Senja yang melihatnya dengan penuh rasa curiga .
" Aku mengajakmu melihat bayi , kita tengok new born baby "
" Senja ngga bawa baju "
" Bukalah lemari yang ada tepat disamping lemari bajuku di walk in closet . Ada banyak baju sekaligus dalaman seukuranmu "
" Itu tadinya baju baju siapa bang ? "
" Baju baju kamulah , cepat atau lambat kamu akan segera aku bawa kesini ... "
" Memangnya Senja kucing bisa di bawa bawa "
Senja merutuki Satria yang selalu saja bisa membuatnya tersipu dengan hanya mendengar kata katanya . Tanpa bertanya ia segera menuju kamar Satria untuk segera membersihkan diri .
Satria pun juga segera membersihkan diri di kamar yang ada di lantai bawah . Dulu Reyhan sering tidur di kamar itu .
Setelah selesai mandi ia segera keluar dari kamarnya .
" Ya Tuhan ... " Satria dikagetkan dengan adanya wanita cantik di depan kamarnya . Wanita itu sedang melirik sinis ke arahnya .
Memakai dress putih selutut dengan model tali di pundak yang menambah kesan manis . Tapi rambut acak acakan dengan mulut mengerucut itu malah membuatnya terlihat sangat seksi . Satria tahu Senja tak akan menyukai model baju dalam lemarinya karena semua baju di lemari itu adalah model dress . Dan Senja lebih suka memakai jeans dan kaos untuk atasannya .
" Kau cantik sekali Nyonya Satria " goda Satria dengan tangan yang mengacak acak rambut Senja yang memang sudah berantakan .
__ADS_1