
LONDON ..
Munir menggunakan waktunya di London untuk mengurus beberapa perusahaan yang ia miliki di London . Untuk sementara waktu ia menyerahkan semua urusan di lndonesia pada Dimas , sekretaris pribadi Satria yang sepenuhnya sudah ia percaya untuk menangani seluruh perusahaan di Indonesia .
Saat ini Dimas sedang mewakili Wiratama Group datang ke pertemuan para pengusaha yang diadakan di Kalimantan . Harusnya dia dan Satria yang datang kesana tapi karena beberapa hal yang harus mereka selesaikan mereka akhirnya meminta Dimas yang hadir .
Dimas dikawal oleh Affan atas perintah Satria , bukan apa apa tapi hanya untuk berjaga jaga agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan . Satria tidak ingin sabotase seperti yang dialami papanya beberapa tahun yang lalu terulang lagi . Dunia bisnis kadang menjadi sangat kejam bila dibumbui dengan iri dengki dari pengusaha lain . Dan Affan yang hanya ia percaya , supir sekaligus bodyguard pribadinya itu selalu melaksanakan tugasnya dengan sangat baik .
Dan saat ini Munir sedang makan malam ditemani oleh mantan istrinya , Lisa . Mereka berdua memang memutuskan untuk tinggal lebih lama di London hanya untuk memastikan rumah tangga putra bungsunya baik baik saja . Pernikahan yang terlalu cepat itu membuat mereka sedikit khawatir jika Reyhan akan menelantarkan istrinya . Tapi mereka bersyukur sampai saat ini pasangan newbie itu masih memperlihatkan kemesraan mereka .
" Sepertinya besok aku pulang ke lndonesia Mas ! Reyhan dan Nita sepertinya sudah bisa belajar untuk saling mencintai . Aku rasa mereka akan baik baik saja , lagipula putra kita sudah dewasa bisa berpikir tentang yang terbaik untuk rumah tangganya "
" He emmm "
" Masss .. "
Lisa tidak suka jika laki laki.parubaya didepannya itu hanya menjawab dengan kata kata andalannya yang singkat tapi terasa menyebalkan ditelinganya .
" Tak bisakah kau mengurusku lagi ?! "
" Maksudnya ? Mas Munir sedang melamarku lagi ? " tanya Lisa sambil terkekeh .
" Ckk ... haishh tak bisakah kau turunkan egomu dan kembali mengurusku ?!! "
" Ego ?? Apakah yang Mas maksud tentang perselingkuhan Mas dengan perempuan lucknut itu ! Kau ingin aku membahas lagi hal itu ?!! "
" Sudah ribuan kali aku minta maaf padamu , sudah kukatakan berkali kali aku sama sekali tidak menyentuhnya . Bercinta dengannya maksudku " Munir menggaruk tengkuknya yang tidak terasa gatal .
Lisa memandang Munir dengan sinis , dulu dia berkeras meminta perpisahan karena sakit hati pada suaminya yang tertangkap basah olehnya sedang memadu kasih dengan sekretarisnya sendiri . Lisa sangat terluka karena perempuan yang menjadi selingkuhan suaminya adalah sahabat baiknya . Dia sendiri yang merekomendasikan perempuan itu untuk dijadikan sekretaris oleh suaminya . Dan sama sekali tidak menyangka dua orang terdekatnya itu mampu mengkhianatinya . Walaupun pada akhirnya terungkap sahabatnya itu memang berusaha menjebak Munir atas perintah suaminya yang menjadi saingan bisnis Wiratama Group .
__ADS_1
" Aku tak mau lagi membuka lukaku , terlampau sakit !! "
" Hei .. bukankah aku sudah mendapatkan karmaku , suami perempuan itu mensabotase mobilku hingga aku kecelakaan di Jogja dan bertemu dengan Mas Hadi . Ya Tuhan .. jika aku tau dia sudah bersuami aku bersumpah tidak akan menanggapi rayuannya "
" Stoopp ... kumohon jangan bahas lagi soal itu , aku tak ingin anak anak sampai tau kisah memalukan tentang papanya . Cukup kita , aku dan kamu Mas "
" Apa aku tak pantas mendapatkan kesempatan kedua ? Aku masih sangat mencintaimu Lisa . Akupun yakin kau masih sangat mencintaiku "
" Mas ... "
Belum selesai Lisa melanjutkan kata katanya mereka dikejutkan dengan suara ponsel Munir yang berbunyi . Munir tampak mengerutkan dahinya saat mengetahui siapa nama yang terpampang dalam layar pipihnya .
" Siapa Mas ? "
" Bisma ... Bisma Dananjaya "
Lisa juga sedikit terkejut mendengar nama itu disebutkan . Bisma adalah pengusaha paling disegani dan dihormati di negeri ini . Hampir semua pengusaha memimpikan bisa bekerjasama dengan perusahaannya . Dananjaya Corp adalah perusahaan terbesar yang sudah mendunia .
" Ya hallo tuan Bisma ... "
" ..... "
" lnalillahiwainallilahirojiun ... "
Ponsel yang tadi dipegangnya seketika terjatuh , Munir sangat shock ketika mendengar kabar yang diberikan oleh Bisma . Lisa sampai panik ketika melihat wajah mantan suaminya yang pucat , dia bisa melihat ada air mata disudut mata Munir . Laki laki itu sedang menahan tangisnya .
" Mas ... Mas .. kenapa ? Apa yang terjadi ?!!/Jangan membuatku takut Mas !! "
" Kita pulang ke lndonesia sekarang juga "
__ADS_1
#
Satria masih terlihat berada di kantornya , dia masih fokus pada tumpukan berkas di depannya . Dia memilih tidur di kantor malam ini setelah kejadian Fia malam itu . Dia ingin sekali segera melupakan kejadian itu .Sudah dua hari ini ia mengabaikan setiap panggilan dari Sofiana , bahkan ia mematikan ponselnya untuk menghindari gadis itu .
Bukan karena dia takut , Satria hanya tidak ingin lepas kendali jika bertemu ataupun berbicara dengan Fia . Karena jujur kejadian malam itu membuatnya tersulut emosi , tak seharusnya gadis yang selama ini sangat ia jaga melakukan hal serendah itu hanya untuk mendapatkannya . Lagipula Fia juga sudah mengenal Mika dengan baik .
Rencananya besok Satria akan kembali ke lndonesia , dia ingin membicarakan kelanjutan hubungannya dengan Mika pada Hadinata . Dia tak ingin lebih lama lagi mempunyai hubungan LDR yang lama lama sangat menyiksanya . Hidupnya tak akan tenang sebelum membawa Mika menjadi pendamping hidupnya .
Satria bahkan rela jika harus tinggal di lndonesia jika Mika tidak mau jauh dari kedua orang tuanya . Satria tahu kedua orang tua Mika tak akan mau ia boyong ke Dubay . Hadinata dulu pernah bilang jika dia tak akan pernah mau tinggal di negeri orang , baik buruk dia lebih nyaman tinggal di negeri sendiri menurutnya .
Satria berjengit kaget ketika lamunannya buyar oleh suara ponselnya . Dia segera mengangkat panggilan ponselnya ketika tahu siapa yang sedang melakukan panggilan terhadapnya .
" Ya Pah .. "
" ..... "
" Maaf baru tadi Satria mengaktifkan ponsel "
" .... "
" Sekarang ?!! Tapi Satria berencana pulang ke lndonesia besok siang Pah .. Satria harus menyelesaikan pekerjaan Satria dulu "
" ..... "
" Ya Tuhan .. "
Satria terkulai lemas mendengar berita yang disampaikan oleh papanya . Ya , Munir mengabarkan berita tentang meninggalnya Hadinata . Pikirannya langsung tertuju pada Mika , disaat seperti ini malah ia sibuk dengan pekerjaannya tanpa tahu bahwa gadis itu sedang terpuruk . Satria meraup kasar wajahnya dengan kedua tangannya dia merasa gagal menjadi pelindung dan pengayom gadisnya .
Di bukanya lagi ponsel miliknya , ada puluhan panggilan tak terjawab dari Edgar dan beberapa pesan darinya . Perlahan dibukanya satu persatu pesan dari salah satu orang kepercayaannya itu . Edgar mengabarkan tentang kecelakaan yang menimpa Hadinata , dan terakhir ia mengabarkan tentang meninggalnya ayah dari gadis yang sangat ia cintai .
__ADS_1
Setelah membaca semua pesan itu tiba tiba hatinya menjadi kalut , di lemparkan ponselnya ke dinding hingga hancur berkeping keping . Satria menyesal telah mengabaikan ponselnya akhir akhir ini , hingga kejadian sepenting ini terlewatkan olehnya . Selama ini ia hanya fokus pada penjagaan Mika tapi.tidak dengan keluarga gadis itu , Satria tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini .
" Maafkan Satria yang tidak bisa menjaga paman .... " ucapnya lirih dengan sudut mata yang sudah berair .