
Disebuah bangunan tua dengan dikelilingi tembok keliling tinggi di tengah hutan yang sangat jauh dari pemukiman terlihat sebuah mobil range Rover hitam terparkir di halamannya yang di penuhi daun kering yang berserakan . Dari luar , terlihat sekali bangunan itu tidak terurus . Lokasi itu tak terjamah oleh penduduk sekitar karena banyaknya hewan buas yang berkeliaran .
" Dateng juga elo , kirain setelah semua selesai elo ngga bakalan nongol lagi kesini " seorang berperawakan besar terlihat menyambut seorang laki laki muda tampan yang juga mempunyai tubuh tak kalah kekar darinya .
" Abang yang nyuruh gue jemput elo "
" Terus itu ? "
Seorang bertubuh kekar bernama Edi menunjuk pada dua orang yang tergeletak tak bernyawa dengan kondisi cukup mengenaskan .
" Kang Rojak dan team sweeping sebentar lagi akan kesini . Gue dah atur segalanya , jangan sampai hal kaya gini aja sampai Abang sendiri yang turun tangan " jawab Edgar .
Team sweeping yang Edgar maksud adalah team yang bertugas untuk membersihkan setiap ' kekacauan ' yang mereka buat . Edgar tidak tahu bagaimana cara mereka bekerja yang ia tahu mayat mayat itu akan dikebumikan dengan layak tanpa ada jejak Satria di luar sana .
Sebenarnya dua orang itu tidak akan ' selesai ' jika mereka hanya mengganggu perusahaan . Tapi mereka sudah berani nyaris menculik Lisa agar mereka bisa mengakhiri dan mengancam Satria . Agar Satria mau melepas beberapa saham Wiratama Group .
Dan sesuai dugaan Edgar dan semua teman temannya yang merupakan ' pasukan ' Satria dalam menyelesaikan perusuh perusuh yang menggangu ketenangan keluarga Wiratama , dua orang otak drama penculikan yang nyaris terjadi itu berakhir mengenaskan di tangan Satria sendiri .
~ othor sengaja engga kasih drama penyiksaan yang dilakukan babang Satria ya , soalnya hati othor yang lemah lembut tidak bisa menulis adegan yang serem serem berdarah darah . Cukup kalian bayangin sendiri aja 🤣. ~
Mereka sangat hapal dengan watak big boss mereka , Satria tidak akan membiarkan siapapun itu untuk mengganggu bahkan menyentuh keluarganya . Langkah langkah kotor mereka untuk menjatuhkan keluarga Wiratama akan dibalas setimpal oleh Satria .
Bangunan yang terlihat tidak terurus dari luar itu sebenarnya adalah base camp mereka . Sangat berbeda dengan keadaan luarnya , didalam semua ruangan terawat sengan baik karena ada beberapa orang yang dipekerjakan untuk sekedar membersihkan bahkan ada beberapa koki yang bertugas untuk menyiapkan makanan mereka .
Satria memang selalu teliti dalam setiap detilnya , dia sangat memperhatikan orang orang yang setia dan bekerja dibawahnya . Dan sebaliknya , mereka yang bekerja pada Satria juga akan melakukan semua yang terbaik .
Setelah team sweeping datang Edgar dan Edi segera pergi dari tempat itu . Mereka lega akan kembali bertemu keluarga mereka setelah hampir sebulan fokus dengan beberapa masalah yang harus mereka selesaikan .
Ponsel milik Edgar berbunyi dan dengan segera ia mengangkat panggilan itu karena tahunsispa yang menelponnya .
" Ya Bang ? "
" .... "
__ADS_1
" Kami sudah dalam perjalanan , kang Rojak juga sudah sweeping tadi . Besok saya sudah bisa jaga nona lagi ? Atau ada tugas lain yang Abang mau kasih ? "
" ..... "
" Tapi sudah cukup saya istirahat bang , satu hari kemarin tidak melakukan apa apa malah membuat badan sakit semua . Biar besok saya jaga nona menggantikan Affan "
" ..... "
Setelah itu Edgar menutup sambungan telponnya . Dahinya berkerut ketika melihat Edi sedang tertawa .
" Kenapa kau tertawa ? Ada yang aneh ? "
" Tidak sabarkah kau melihatnya lagi ? Kulihat semakin hari gadis itu memang semakin cantik ! "
" Jaga bicaramu !! Kalau Abang mendengar kepalamu pasti sudah berpindah tempat !!! "
" Calm down ... gue juga ngga akan berani kalau itu menyangkut nona muda . Gue tahu Tuan Satria sangat mencintai dia , yang gue heran kenapa nona malah tunangannya sama tuan Reyhan ya "
" Ckk .. "
Tapi Edgar memang membenarkan perkataan Edi , setiap hari Mika memang semakin cantik . Hampir setiap waktu memantau gadis itu membuat Edgar sangat mengenali karakter Mika . Tingkahnya yang polos , sedikit manja dan kerendahan hatinya kadang membuat hati Edgar bergetar .
Tapi Edgar sangat tahu posisinya sekarang , dia berusaha untuk tidak melibatkan perasaan dalam tugasnya menjaga nona mudanya . Pantas jika tuan muda yang sudah ia anggap sebagai kakak itu sangat mencintai Mika karena gadis itu memang sangat pantas untuk diperjuangkan .
Beberapa jam kemudian mereka sampai di sebuah rumah makan sederhana yang menyediakan menu berbagai sambal dan ikan .
" Kita mampir makan dulu nih ?!! lhh so sweet banget sih kamu mikirin perut akui .. " Edi bergaya melambai yang membuat perut Edgar terasa mual .
" Jijik banget ... ogah gue mikirin b*ngsat kayak elo ! Abang minta kita kesini "
" Jangan bercanda , masa iya tuan muda makan di tempat beginian ! "
Mereka sedikit terkejut ketika melihat Satria duduk berdampingan dengan gadis yang selama ini sangat mereka jaga . Satria dan Mika sedang duduk menunggu pesanan mereka . Dan seperti biasa Edgar akan pura pura tidak mengetahui keberadaan mereka .
__ADS_1
" Kak Edgaaarrr !!! "
Hufftt , sesuai dugaannya Mika selalu berteriak histeris memanggil namanya jika melihat keberadaan dirinya . Edgar menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika menyadari Satria sudah menatapnya tajam .
Dia terlihat memaksakan senyumnya pada gadis cantik itu . Sedang Edi sedang tertawa dalam hatinya , baru kali ini tuan mudanya menunjukkan taringnya pada Edgar , secara yang ia tahu Edgar adalah ' kesayangan ' tuan mudanya . Edgar adalah salah satu tangan kanan yang amat sangat dipercaya oleh Satria .
" Haii Mika .... hai Bang Satria "
" Lhohh kak Edgar kenal sama Mas Satria ??! "
" Kakak kan temenan sama Reyhan jadi kakak kenal sama Bang Satria " jawab Edgar sekenanya .
" Oooooo .. iya ya Mika lupa . Kak Edgar gabung sama kita aja makan siangnya , biar rame ! Boleh kan Mas ? "
Satria hanya mengangguk dan tersenyum , ia tak mungkin menolak permintaan gadisnya . Sebenarnya tadi ia memang ingin bertemu Edgar di tempat itu , sengaja ia pilih rumah makan yang tidak begitu ramai . Tapi tidak sengaja malah bertemu Mika dan Bu Retno sedang membeli beberapa lauk untuk makan siang Hadinata .
Akhirnya Mika malah menemaninya di tempat itu , dan ibunya langsung pergi ke bengkel karena memang sudah jam makan siang suaminya . Untuk menolak pun Satria tidak punya alasan karena sebenarnya ia sangat senang menikmati kebersamaan dengan gadisnya .
" Tapi kakak kayanya ngga bisa makan sama kalian , maaf ya soalnya dia nih lagi buru buru ! O iya kenalin ini Edi temen kakak , tadi kepalanya sakit jadi kakak bawa ke dokter
dulu "
Edi melotot ketika dirinya dijadikan alasan untuk pergi dari tempat itu . Edgar hanya tidak mau mengganggu kebersamaan mereka .
" Duduk !! Kita makan dulu , nanti aku antar temen kamu ke dokter setelah mengantar Mika ke bengkel "
Suara Satria yang datar membuat dua orang itu langsung terduduk , mereka tak akan berani menolak perintah sang big boss .
Edgar tambah salah tingkah ketika melirik ke bawah meja , dia bisa melihat Satria menggenggam tangan Mika dengan lembut .
" Ya Tuhan , begini banget ya rasanya jadi obat nyamuk ! Mau pergi salahhh .. tetep di sini tambah ngeness " batin Edgar bermonolog , Edi pun kurang lebih sama dengannya . Serba salah !
Baru kali ini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri betapa sayangnya sang big boss pada gadis cantik bernama Mika itu . Mata elang itu akan langsung melembut ketika berpaling menatap gadis cantik di sampingnya .
__ADS_1