
Pagi itu setelah menyuapi bayi besarnya kemudian Mika juga memandikannya . Walau sedikit lelah tapi ia sangat menikmati perannya , Mika suka jika gorillanya menjadi sangat manja padanya .
Pagi ini Mike mengantarkan Mika ke mansion utama Dananjaya . Semula Mika menolaknya karena ingin mengantar Sita fitting terakhir baju pengantin di butik milik Lisa . Karena lusa adalah hari akad nikah dua sahabatnya . Dia belum tahu jika Reyhan sudah ada di lndonesia .
Jiwa overprotektif Mike semakin menjadi sejak tahu keberadaan Reyhan kemarin yang nekad menunggu istrinya di kafe . Mike khawatir Reyhan akan melakukan sesuatu yang di luar dugaannya . Karena sejak dulu adik Satria itu mempunyai sifat menyala yang tidak mudah ditebak .
Beruntung Arman dan Sita sangat maklum dengan situasinya . Mereka juga tak ingin Reyhan mengganggu ketenangan Mika .
" Nanti siang Abi ada meeting sekalian makan siang , jadi kamu ngga usah ke kantor dulu sayang "
" Tapi Mika bosen kalau harus di rumah terus , ehmmm ... boleh ya nanti siang Mika makan bakso di ujung jalan ? "
" Boleh ... "
" Yeayyy ..."
" Tapi sama Pak Toyo "
" Yaaaaahhhhhh ... kan cuma deket Bi , jalan juga nyampe . Nanti yang ada pengunjung pada bubar semua lihat dia serem banget gitu orangnya "
" Don't judge book by Its cover sayang , he's a good person .Pak Toyo udah ikut Daddy sejak dulu . Sejak mereka masih sama sama muda . Daddy udah anggap Pak Toyo sebagai saudara begitupun sebaliknya "
" Mika tau Abi sayaaaanngg .... Mika tau kalau Pak Toyo orang baik . Ya udah Mika turun dulu , Abi hati hati di jalan " Mika mencium pipi dan punggung tangan suaminya .
Sebelum istrinya mengulurkan tangannya Mike sudah menggenggam beberapa lembar ratusan ribu . Mike tahu pasti istri nakalnya itu akan minta uang jajan . Dan hal sekecil itu sudah mampu membuat istrinya tersenyum lebar .
" Woohhoooo ... Abi the best dehh . Nanti Mika mau traktir Mommy makan dimsum ke mall "
" Terus baksonya !? "
" Jadi dong habis ini langsung cuzz ke sana ! Tadi Mommy bilang mau nemenin Daddy Bisma bertemu klien dulu . Terus siangnya baru jemput Mika di mansion "
" Pokoknya kemana pun harus di temenin sama Pak Toyo , jangan bandel "
" Siap kapten !! "
__ADS_1
Setelah melihat istrinya sudah masuk ke dalam mansion , Mike baru melajukan range Rovernya menuju ke perusahaannya . Siang ini dia ada janji dengan seseorang hingga ia melarang Mika datang ke sana siang ini .
Pagi itu Mika sudah membuat Pak Toyo kewalahan , nyonya mudanya tidak mau dia antar dengan mobil untuk pergi ke warung bakso yang ada di ujung jalan yang kurang lebih berjarak 2 kilometer dari mansion .
Mika meminjam sepeda satpam yang menjaga pintu gerbang mansionnya . Dan mau tidak mau Pak Toyo juga mengikuti Mika dengan naik sepeda untuk mempermudah penjagaannya . Baru kali ini dia menjaga salah satu keluarga Dananjaya dengan naik sepeda setelah hampir tiga puluh tahun mengabdi dengan setia pada keluarga itu .
Sepertinya pamornya akan turun setelah ini gara gara nyonya mudanya yang bertingkah ajaib . Karena saat di warung itupun sang nyonya sudah mengultimatum agar dia selalu tersenyum . Sungguh , lebih baik ia baku tembak dengan para penjahat dari pada harus selalu memamerkan giginya pada setiap orang .
Siangnya Bia dan Mika pergi makan di mall sesuai rencana , dan jangan tanya lagi soal pengawalan wanita wanita Dananjaya itu . Ada sepuluh orang lebih yang tersebar untuk melindungi mereka , tentu saja termasuk Pak Toyo yang menjadi leader mereka .
" Sayang kamu ingin makan apa ? " tanya Bia dengan menggandeng menantu kesayangannya .
" Apa aja Mom , kali ini Mika yang traktir "
" Siipp ... emang kamu habis ngerampok suami kamu ya !? "
" He em " jawab Mika tersenyum lebar .
Mereka kemudian masuk ke sebuah restoran steak . Mika memesan banyak sekali makanan yang membuat Bia menatapnya heran .
" Ya Mommy bantuin Mika dong " jawab Mika enteng . Tapi tangannya berhenti ketika ia akan menyuapkan daging ke dalam mulutnya .
" Kenapa sayang ? Engga enak ? "
" Bukan itu . Mika jadi keinget sama Abi , udah makan belum ya "
" Lhahh dia kan memang lagi lunch bareng sama klien sekarang "
" Tapi udah beberapa hari ini Abi sakit Mom "
" What !!! Kenapa ngga bilang sama Mommy ? Udah ke dokter belum ?! "
" Kalau pagi kadang Abi muntah muntah sampai lemes banget ... kasian ! Tapi kalau Mika ajakin periksa ke dokter ngga pernah mau "
Bia mengernyitkan dahi mendengar cerita menantunya .
__ADS_1
" Terus kalau siang masih muntah ngga ? "
" Mika ngga tahu Mom , tapi kayanya sih engga soalnya Mika juga sering nemenin Abi makan di kantor . Abi juga tiba tiba suka makan makanan asem "
Bia tersenyum lebar mendengarnya , tiba tiba hatinya merasa hangat dan bahagia . Semoga saja tebakannya tidak salah .
" Ya udah pulang dari sini kita mampir ke apotek " ucapnya bersemangat .
Mika cuma manggut manggut dan melanjutkan makannya . Dia mengira Bia akan membeli obat untuk suaminya karena tadi dia menceritakan kondisi Mike .
Mika heran ketika Bia malah memberikannya beberapa test pack yang dibelinya di apotik .
" Obat buat Abi mana Mom ?! Kok malah beli beginian "
Bia mencubit gemas pipi menantunya sambil terkekeh .
" lni obatnya sayang , yakin deh kalau ini ada dua garis pasti dia langsung lompat lompat "
" Besok pagi bangun tidur kamu langsung tes urine pakai ini ya , jangan cuma satu biar lebih yakin " lanjut Bia menggebu . Dia sangat bersemangat karena sudah ingin mendapat seorang cucu dari satu satunya penerus Dananjaya .
" Maksud Mommy Mika hamil !? " tanya Mika tak kalah antusias karena dia memang sudah menantikan hal ini .
" Belum tahu sayang , makanya di tes dulu biar pasti . Kamu inget kapan terakhir datang bulan ? "
" Bulan ini Mika udah telat satu minggu Mom , tapi kok Mika nggak mual mual ? Kan katanya kalau hamil biasanya mual "
" Ya nggak semua wanita hamil kaya gitu sayang . Ya udah malam ini kamu nginep di mansion aja ya ! Biar besok pagi Mommy sama Daddy bisa langsung tahu hasilnya "
" Tapi kalau hasilnya tidak sesuai keinginan bagaimana Mom ? "
" Berarti kalian harus berusaha lebih keras lagi . Mom yakin Mike tak akan keberatan untuk bekerja lebih keras lagi " jawab Bia sambil tersenyum .
Bia tahu putranya pasti tidak akan jauh berbeda dari daddynya . Bisma hanya akan menunjukkan sisi hangat sekaligus mesumnya pada istrinya . Bahkan mesumnya seorang Bisma hingga sampai saat ini tidak berkurang sedikit pun , masih sama seperti ketika mereka muda dulu .
Tak ada kata lelah untuk bercinta , oleh sebab itu Bia sering mengajak menantunya untuk pijat di spa langganannya . Bia juga sering membelikan Mika segala produk untuk perawatan diri dari ujung kaki sampai ujung kepala .
__ADS_1
Karena bersama Mika ia merasa seperti mempunyai seorang anak perempuan , yang dulu sempat ia impikan sebelum dokter mengangkat rahimnya karena sebuah kecelakaan . Sejak saat itu pun Bia mulai aktif di kegiatan kegiatan sosial yang berhubungan dengan anak anak terlantar .