Belong To Me

Belong To Me
44 . Terpuruk


__ADS_3

" Apa kalian sudah gila ?!! Kenapa kak Arman tiba tiba kalap memukuli Reyhan ? Salah apa dia kak ?!! " teriak Sita , dia memang tidak tahu masalah yang terjadi antara Reyhan dan Mika .


" Tanyakan saja pada b*jingan itu "


" Kau akan menyesali ini , bahkan untuk seumur hidupmu Reyhan Wiratama !!!! " Arman menunjuk muka Reyhan yang sudah penuh dengan darah , setelah itu ia segera melangkah pergi dari tempat itu . Arman bukan orang yang bodoh , apalagi dia sudah lama berteman dengan Reyhan . Dia tahu Reyhan telah kembali menyakiti Mika lagi dengan kecemburuannya yang tanpa alasan .


Reyhan tergugu dilantai , dia merasa menjadi orang paling bodoh di dunia . Sekali.lagi dia jatuh pada lubang yang sama . Arman benar dia akan menyesali ini mungkin untuk seumur hidupnya .


Sita yang belum paham dengan keadaan mendekati tunangan sahabatnya itu .


" Kak Rey elo baik baik saja kan , Mika juga sedang baik baik aja kan ? Kenapa elo ngga pake gelang couple yang dibeliin Mika ? " serentetan pertanyaan dia tujukan pada laki laki yang masih terduduk dilantai itu .


" Gelang ? "


" lya ... dibungkus kotak coklat pita putih . Jangan bilang kalo elo nolak hadiah itu !! Kita udah capek capek nyari gelang itu "


Sita malah berpikir Reyhan menolak hadiah dari Mika , mungkin Arman marah karena itu . Sita makin bingung dengan situasi ini .


Tiba tiba Reyhan teringat ketika dia memasuki ruangan Dimas pria itu sedang memegang sebuah kotak warna coklat dihiasi pita putih . Dengan segera ia bangkit dan berlari menuju mobilnya . Dengan kesetanan ia menuju ruangan sekretaris pribadi kakaknya itu .


BRRAAAKKK ...


Dimas yang masih fokus dengan pekerjaannya terlonjak kaget , ia menatap heran Reyhan yang terengah engah memasuki ruangannya . Dimas segera berdiri menghampiri sang boss .


" Ya Tuhan , ada apa tuan Rey ? Jangan membuatku takut "


Dimas menyambar botol air mineral dalam lemari pendingin mini yang ada di ruangannya dan diberikannya pada Reyhan .


Reyhan menerima botol itu tapi tidak meminumnya .


" Mana kotak itu ? Berikan padaku !!! "


Dimas mengernyit belum paham dengan apa yang dibicarakan oleh Reyhan .


" Kotak ? Kotak apa ? "


" Bukankah kau tadi memegang kotak berwarna coklat dengan pita putih ?!!! Berikan padaku cepat !! "

__ADS_1


" Sabaarrr .. sabaarrr ... orang sabar disayang Tuhan " batin Dimas bermonolog .


" Maksudnya kotak warna coklat yang tadi nona Mika kasih ke saya ? "


" Dia berikan itu padamu ? " hati Reyhan sedikit tercubit ketika Dimas berkata kotak itu sudah diberikan padanya . Gadisnya pasti sudah sangat kecewa padanya .


" ltu milikku , enak saja dia berikan padamu "


Dimas yang cepat tanggap situasi segera mengambil kotak yang tadi diberikan Mika padanya . Dengan tak sabar Reyhan menyambar kotak itu dan pergi melangkah menuju ruangannya sendiri .


Setelah duduk di sofa pelan pelan dia membuka kotak itu , dia tertegun melihat isi di dalamnya . Gelang dari bahan kulit berwarna coklat dengan gantungan mungil berbentuk kunci dan gembok .


Reyhan mengambil dua gelang itu , saat ini hatinya seperti dihimpit batu besar . Rasanya sakit sekali mengingat apa yang baru saja ia lakukan pada gadisnya . Sekali lagi ia membuat tuduhan tak berdasar pada gadisnya hanya karena cemburu buta .


Gelang dikotak itu masih utuh sepasang karena Mika ingin memakainya bersama sama Reyhan . Sebenarnya Reyhan ingin sekali mengejar dan bertemu gadisnya , tapi entah kenapa kali ini ia takut . la takut melihat betapa terlukanya Mika .


PRAANGGG ...


Meja kaca didepannya hancur berkeping keping terkena hantaman tangannya .


Segala umpatan keluar dari bibirnya , ia sedang mengumpat dirinya sendiri . Tapi beberapa waktu kemudian dia tertawa , dia menertawai dirinya yang bisa jatuh dua kali di lubang yang sama . Meskipun tawa hambar itu berubah lagi menjadi kemarahan .


Dimas yang mendengar keributan dikantor bosnya segera berlari untuk melihat apa yang terjadi . Betapa terkejutnya dia ketika melihat kedaan Reyhan yang begitu kacau , tangan kanan nya terlihat mengucurkan darah dan meja kaca yang berada tepat didepannya sudah hancur tak berbentuk .


" Tuan Rendy ? "


Dimas kaget melihat sepupu bosnya melesat masuk keruangan yang sudah tampak kacau itu .


" Ambilkan kotak P3K cepaattt !!! "


" Bodohh !!! Ngga pernah gue lihat orang sebodoh elo Rey !!! " lanjutnya .


Dimas tampak datang bersama dengan seorang wanita dengan mengenakan seragam putihnya. Ya , wanita itu adalah dokter yang bertugas di perusahaan itu . Satria menempatkan menempatkan seorang dokter di perusahaan berjaga jaga jika ada seorang pegawai yang tiba tiba sakit ketika sedang bekerja . Walaupun terlihat dingin dan arogan tapi Satria sangat memperhatikan pegawainya .


Reyhan tetap terdiam ketika dokter itu membalut lukanya , seorang OB juga sudah membersihkan kekacauan yang dia buat . Satu tangannya masih memegang erat sepasang gelang kulit berwarna coklat itu .


Setelah selesai dokter itu segera mengundurkan diri , hingga sekarang cuma ada Reyhan dan Rendy . Dimas yang tahu kedua laki laki itu butuh ruang untuk berbicara juga kembali ke ruangannya .

__ADS_1


" Elo apain lagi incess hahh ?!! Heran gue , kurang apa sih dia bisa bisanya elo bikin ulah terus . Pengen gue tabokin muka elo sekarang sumpah !! Tapi Arman kayanya udah bekerja dengan sangat baik " sinis Rendy sambil terjekeh melihat wajah Reyhan yang sudah bonyok .


Tadi Arman sempat menelpon memintanya menemui Reyhan . Walaupun tadi sempat menghajar habis habisan tapi Arman tetap mengkhawatirkan keadaan Reyhan . Arman juga ingin Rendy yang menengahi pertengkaran sepasang kekasih itu .


" Kalau elo udah ngga bisa jagain incess , lepasin dia !! Ngga usah sesumbar jagain dia seumur hidup elo , you are a piece of **** ( kau memang brengsek ) !!! "


" Gue memang brengsek !! "


Rendy sedang mengingatkan janji Reyhan ketika menyematkan cincin pertunangan kepada gadisnya . Reyhan mengusap wajahnya frustasi .


" Kalau elo cuma bisa bikin dia sakit , biar gue yang jagain incess ! Elo pasti tau berapa banyak laki laki yang ingin jagain incess , kalau elo mau kaya gini terus gue yakin Mika bakal pergi dari hidup elo "


" Dan kalau elo masih ingin dia di sisi elo JANGAN DIAM SAJA , KEJAR DIA


BODOHHH !!! "


Reyhan terbangun dari segala lamunannya , sekilas dilihatnya Rendy yang masih menatapnya dengan kemarahan . Dengan masih menggenggam erat sepasang gelang dia segera berlari ingin mencari gadis yang sangat ia cintai . Tak peduli keadaannya saat ini yang membuat setiap orang melihatnya keheranan jika berpapasan . Muka penuh lebam dengan bibir yang sudah robek dan tangan yang dibebat dengan perban membuatnya seperti seorang pasien yang sedang lari dari rumah sakit


Berkali kali ia mencoba menelpon Mika , tapi tampaknya gadis itu masih enggan bicara dengannya . Tak habis akal dia juga menelpon Sita . Senyumnya mengembang ketika Sita mengangkat telpon darinya .


" Sita , apa Mika ada bersamamu sekarang ? "


" lya dia bersamaku , dia ada di rumahku "


Reyhan lega mendengar Mika ada di rumah sahabatnya . Tapi suara Sita terdengar sedikit ketus ditelinganya .


" Apa ingin menemuinya , aku kesana sekarang tolong jaga dia supaya jangan kemana mana "


" Dia tidak ingin bertemu siapa siapa saat ini . Beri dia waktu , kalian memang butuh bicara tapi bukan saat ini "


" Tap .... "


Belum sampai Reyhan meneruskan kata katanya Sita memutus panggilan telponnya , sepertinya gadis itu juga malas berbicara dengannya .


Reyhan menghentikan mobilnya , di pukulnya setir berkali kali . lngin sekali ia memukuli dirinya sendiri , ingin sekali ia meremukkan kepalanya sendiri yang hanya terisi dengan kecemburuan . Dia takut Mika akan memutuskan pergi dari hidupnya , karena dia tak akan bisa hidup tanpa gadisnya .


" Sayaanngg ... " lirihnya dengan mata yang terpejam dan setitik air mata yang mulai mengalir tanpa ia sadar .

__ADS_1


__ADS_2