
" Apa kalian sudah gila ?!! Kenapa kak Arman tiba tiba kalap memukuli Reyhan ? Salah apa dia kak ?!! " teriak Sita , dia memang tidak tahu masalah yang terjadi antara Reyhan dan Mika .
" Tanyakan saja pada b*jingan itu "
" Kau akan menyesali ini , bahkan untuk seumur hidupmu Reyhan Wiratama !!!! " Arman menunjuk muka Reyhan yang sudah penuh dengan darah , setelah itu ia segera melangkah pergi dari tempat itu . Arman bukan orang yang bodoh , apalagi dia sudah lama berteman dengan Reyhan . Dia tahu Reyhan telah kembali menyakiti Mika lagi dengan kecemburuannya yang tanpa alasan .
Reyhan tergugu dilantai , dia merasa menjadi orang paling bodoh di dunia . Sekali.lagi dia jatuh pada lubang yang sama . Arman benar dia akan menyesali ini mungkin untuk seumur hidupnya .
Sita yang belum paham dengan keadaan mendekati tunangan sahabatnya itu .
" Kak Rey elo baik baik saja kan , Mika juga sedang baik baik aja kan ? Kenapa elo ngga pake gelang couple yang dibeliin Mika ? " serentetan pertanyaan dia tujukan pada laki laki yang masih terduduk dilantai itu .
" Gelang ? "
" lya ... dibungkus kotak coklat pita putih . Jangan bilang kalo elo nolak hadiah itu !! Kita udah capek capek nyari gelang itu "
Sita malah berpikir Reyhan menolak hadiah dari Mika , mungkin Arman marah karena itu . Sita makin bingung dengan situasi ini .
Tiba tiba Reyhan teringat ketika dia memasuki ruangan Dimas pria itu sedang memegang sebuah kotak warna coklat dihiasi pita putih . Dengan segera ia bangkit dan berlari menuju mobilnya . Dengan kesetanan ia menuju ruangan sekretaris pribadi kakaknya itu .
BRRAAAKKK ...
Dimas yang masih fokus dengan pekerjaannya terlonjak kaget , ia menatap heran Reyhan yang terengah engah memasuki ruangannya . Dimas segera berdiri menghampiri sang boss .
" Ya Tuhan , ada apa tuan Rey ? Jangan membuatku takut "
Dimas menyambar botol air mineral dalam lemari pendingin mini yang ada di ruangannya dan diberikannya pada Reyhan .
Reyhan menerima botol itu tapi tidak meminumnya .
" Mana kotak itu ? Berikan padaku !!! "
Dimas mengernyit belum paham dengan apa yang dibicarakan oleh Reyhan .
" Kotak ? Kotak apa ? "
" Bukankah kau tadi memegang kotak berwarna coklat dengan pita putih ?!!! Berikan padaku cepat !! "
__ADS_1
" Sabaarrr .. sabaarrr ... orang sabar disayang Tuhan " batin Dimas bermonolog .
" Maksudnya kotak warna coklat yang tadi nona Mika kasih ke saya ? "
" Dia berikan itu padamu ? " hati Reyhan sedikit tercubit ketika Dimas berkata kotak itu sudah diberikan padanya . Gadisnya pasti sudah sangat kecewa padanya .
" ltu milikku , enak saja dia berikan padamu "
Dimas yang cepat tanggap situasi segera mengambil kotak yang tadi diberikan Mika padanya . Dengan tak sabar Reyhan menyambar kotak itu dan pergi melangkah menuju ruangannya sendiri .
Setelah duduk di sofa pelan pelan dia membuka kotak itu , dia tertegun melihat isi di dalamnya . Gelang dari bahan kulit berwarna coklat dengan gantungan mungil berbentuk kunci dan gembok .
Reyhan mengambil dua gelang itu , saat ini hatinya seperti dihimpit batu besar . Rasanya sakit sekali mengingat apa yang baru saja ia lakukan pada gadisnya . Sekali lagi ia membuat tuduhan tak berdasar pada gadisnya hanya karena cemburu buta .
Gelang dikotak itu masih utuh sepasang karena Mika ingin memakainya bersama sama Reyhan . Sebenarnya Reyhan ingin sekali mengejar dan bertemu gadisnya , tapi entah kenapa kali ini ia takut . la takut melihat betapa terlukanya Mika .
PRAANGGG ...
Meja kaca didepannya hancur berkeping keping terkena hantaman tangannya .
Segala umpatan keluar dari bibirnya , ia sedang mengumpat dirinya sendiri . Tapi beberapa waktu kemudian dia tertawa , dia menertawai dirinya yang bisa jatuh dua kali di lubang yang sama . Meskipun tawa hambar itu berubah lagi menjadi kemarahan .
Dimas yang mendengar keributan dikantor bosnya segera berlari untuk melihat apa yang terjadi . Betapa terkejutnya dia ketika melihat kedaan Reyhan yang begitu kacau , tangan kanan nya terlihat mengucurkan darah dan meja kaca yang berada tepat didepannya sudah hancur tak berbentuk .
" Tuan Rendy ? "
Dimas kaget melihat sepupu bosnya melesat masuk keruangan yang sudah tampak kacau itu .
" Ambilkan kotak P3K cepaattt !!! "
" Bodohh !!! Ngga pernah gue lihat orang sebodoh elo Rey !!! " lanjutnya .
Dimas tampak datang bersama dengan seorang wanita dengan mengenakan seragam putihnya. Ya , wanita itu adalah dokter yang bertugas di perusahaan itu . Satria menempatkan menempatkan seorang dokter di perusahaan berjaga jaga jika ada seorang pegawai yang tiba tiba sakit ketika sedang bekerja . Walaupun terlihat dingin dan arogan tapi Satria sangat memperhatikan pegawainya .
Reyhan tetap terdiam ketika dokter itu membalut lukanya , seorang OB juga sudah membersihkan kekacauan yang dia buat . Satu tangannya masih memegang erat sepasang gelang kulit berwarna coklat itu .
Setelah selesai dokter itu segera mengundurkan diri , hingga sekarang cuma ada Reyhan dan Rendy . Dimas yang tahu kedua laki laki itu butuh ruang untuk berbicara juga kembali ke ruangannya .
__ADS_1
" Elo apain lagi incess hahh ?!! Heran gue , kurang apa sih dia bisa bisanya elo bikin ulah terus . Pengen gue tabokin muka elo sekarang sumpah !! Tapi Arman kayanya udah bekerja dengan sangat baik " sinis Rendy sambil terjekeh melihat wajah Reyhan yang sudah bonyok .
Tadi Arman sempat menelpon memintanya menemui Reyhan . Walaupun tadi sempat menghajar habis habisan tapi Arman tetap mengkhawatirkan keadaan Reyhan . Arman juga ingin Rendy yang menengahi pertengkaran sepasang kekasih itu .
" Kalau elo udah ngga bisa jagain incess , lepasin dia !! Ngga usah sesumbar jagain dia seumur hidup elo , you are a piece of **** ( kau memang brengsek ) !!! "
" Gue memang brengsek !! "
Rendy sedang mengingatkan janji Reyhan ketika menyematkan cincin pertunangan kepada gadisnya . Reyhan mengusap wajahnya frustasi .
" Kalau elo cuma bisa bikin dia sakit , biar gue yang jagain incess ! Elo pasti tau berapa banyak laki laki yang ingin jagain incess , kalau elo mau kaya gini terus gue yakin Mika bakal pergi dari hidup elo "
" Dan kalau elo masih ingin dia di sisi elo JANGAN DIAM SAJA , KEJAR DIA
BODOHHH !!! "
Reyhan terbangun dari segala lamunannya , sekilas dilihatnya Rendy yang masih menatapnya dengan kemarahan . Dengan masih menggenggam erat sepasang gelang dia segera berlari ingin mencari gadis yang sangat ia cintai . Tak peduli keadaannya saat ini yang membuat setiap orang melihatnya keheranan jika berpapasan . Muka penuh lebam dengan bibir yang sudah robek dan tangan yang dibebat dengan perban membuatnya seperti seorang pasien yang sedang lari dari rumah sakit
Berkali kali ia mencoba menelpon Mika , tapi tampaknya gadis itu masih enggan bicara dengannya . Tak habis akal dia juga menelpon Sita . Senyumnya mengembang ketika Sita mengangkat telpon darinya .
" Sita , apa Mika ada bersamamu sekarang ? "
" lya dia bersamaku , dia ada di rumahku "
Reyhan lega mendengar Mika ada di rumah sahabatnya . Tapi suara Sita terdengar sedikit ketus ditelinganya .
" Apa ingin menemuinya , aku kesana sekarang tolong jaga dia supaya jangan kemana mana "
" Dia tidak ingin bertemu siapa siapa saat ini . Beri dia waktu , kalian memang butuh bicara tapi bukan saat ini "
" Tap .... "
Belum sampai Reyhan meneruskan kata katanya Sita memutus panggilan telponnya , sepertinya gadis itu juga malas berbicara dengannya .
Reyhan menghentikan mobilnya , di pukulnya setir berkali kali . lngin sekali ia memukuli dirinya sendiri , ingin sekali ia meremukkan kepalanya sendiri yang hanya terisi dengan kecemburuan . Dia takut Mika akan memutuskan pergi dari hidupnya , karena dia tak akan bisa hidup tanpa gadisnya .
" Sayaanngg ... " lirihnya dengan mata yang terpejam dan setitik air mata yang mulai mengalir tanpa ia sadar .
__ADS_1