Belong To Me

Belong To Me
6 . Kotak Bekal Warna Biru


__ADS_3

" Ya udah kalau ngga mau , Mika ngga maksa " Mika segera berlalu dari tempat itu .


" TUNGGUUU .. !!! "


Mika tak mempedulikan suara dibelakangnya , ia terus saja berjalan menuju kelasnya .


Bayu yang ternyata sudah mengikuti Mika sejak gadis itu keluar kelas , kini berjalan disisi Mika dengan penuh percaya diri . Karena dia tahu singa yang sedang tidur itu tidak mau mengikuti gadis disampingnya .


" Cari mati loe Bay ... " batin Rendy .


Rendy melirik Reyhan yang sudah menatap tajam kedua orang yang sedang berjalan bersisian itu .


Matanya jelas memancarkan kemarahan , Rendy sangat memahami sahabatnya . Walau sepertinya ia tidak peduli pada Mika tapi diam diam Reyhan sangat memperhatikan gerak gerik gadis itu .


" Sepertinya sebentar lagi ada kabar baik dari Bayu " Rendy sengaja mengeraskan suaranya agar singa tidur itu bangun .


" What the Hell !!! "


Rendy hanya terkekeh ketika provokasinya telah berhasil , singa tidur itu bangkit dan berlari mengejar buruannya .


Sesampainya dikelas Mika langsung berjalan menuju bangkunya . Dia terbiasa makan siang di dalam kelas karena suasana lebih tenang .


Jika makan siang di luar kelas biasanya Mika malah disibukkan dengan basa basi dengan para murid lelaki yang menyapanya .


" Bay kamu udah makan siang ? "


" Ntar deh belum laper "


" Ooohhh ..padahal Mika mau ajak maksi bareng . Mika bawa bekal double nih "


" Hahhh !!! Beneran ? Ya udah sini bekalnya .. kita makan bareng . Terima kasih Mika cantiikkk !! " Bayu kegirangan menerima kotak bekal berwarna biru yang diberikan Mika .


SYUUUTTT ..


Bayu terhenyak ketika sebuah tangan kekar merebut kotak biru itu . Emosinya tersulut merasa tidak terima pemberian dari gadis pujaannya direbut orang lain .


Tapi seketika nyalinya ciut ketika tahu bahwa Reyhanlah yang sedang berdiri dibelakangnya dengan memegang kotak bekal berwarna biru itu .


" ltu kan punyaku Rey ... yang bener dongg " kata Bayu memelas .


" lni buat siapa ? " tanya Reyhan menatap tajam Mika yang masih duduk dengan tenang dibangkunya .


" Ya tadinya sih buat Reyhan tapi ngga jadi , kan tadi Reyhan ngga mau ikut Mika kesini . Ya daripada mubadzir Mika kasih ke Bayu "


" See ?!! lni memang buat gue "


Setelah berkata seperti itu Reyhan berjalan keluar kelas sambil membawa bekal ditangannya . Tapi sebelum keluar dari kelas kembali ia membalikkan badannya .

__ADS_1


" Keluar loe .. ikut gue " tunjuknya pada Bayu yang sedang menemani Mika yang mulai menyendok makan siangnya .


" Tapi gue lagi nemenin Mika "


" KELUARR GUE BILANG !!! "


Dengan langkah gontai Bayu menuruti perintah singa yang sudah bangun itu . Gagal sudah rencananya untuk berduaan dengan Mika di kelas .


Rendy tertawa melihat Bayu yang terlihat sangat lesu terduduk dipinggir lapangan basket .


" Tuh gadis udah jadi buruannya singa ganas , makannya jangan berani deket Deket sama Mika " kata Rendy duduk disamping Bayu , matanya fokus pada anak anak laki laki yang sedang main basket .


" Bukannya tuh singa ngga suka sama Mika ? "


" Coba aja loe deketin lagi , gue jamin ngga lama lagi kepala loe pisah dari badan loe "


" Ogahh .. masih pengen hidup gue "


" Kak Ren !! Singa kutub mana ? " tiba tiba Mika sudah berada dibelakang dua laki laki yang sedang berbincang itu .


" Eh Mika udah selesai makannya ? " tanya Bayu dibuat sehalus mungkin membuat Rendy ingin muntah ketika mendengarnya .


" lnget kepala ... " goda Rendy


" Ckk apaan sih loe " sungut Bayu


" lyaaa Mikaa cantikk , tadi Reyhan di gudang belakang sekolah . Kenapa memangnya ? "


" Kotak bekal Mika belom dikembalikan


soalnya "


" Rendy .. Bayu !!! Battle yuuhhh"


Beberapa anak yang berada di lapangan tampak mengajak dua laki laki yang masih duduk santai dipinggir lapangan .


" Borooonggg Bay .. " celetuk Rendy segera bangkit dari duduknya .


" Siap 86 kaptenn "


#


Sementara itu dibelakang gudang sekolah tampak Reyhan sedang duduk dengan beberapa temannya . Mereka terlihat sedang menikmati batang nikotin yang terselip di jari mereka masing masing .


Tampaknya tempat itu digunakan sebagai tempat mereka untuk menikmati rokok karena tidak mungkin mereka merokok dilingkungan kelas mereka .


Sesekali mereka tampak tertawa lepas , para siswa lain sering menyebut tempat itu sebagai sarang para bad boy sekolah itu . Hanya mereka yang punya nyali yang berani datang ke tempat itu .

__ADS_1


Sudah menjadi rahasia umum mereka yang selalu berkumpul dibelakang gudang adalah anak anak kaum jet set . Mereka membuat tempat tersendiri untuk sekedar melepas penat dari rutinitas sekolah mereka .


Bukan cuma disekolah , tidak jarang mereka juga menghabiskan waktu bersama diluar sekolah . Dengan menyambangi kafe kafe atau bahkan klub malam .


Ditengah canda tawa mereka tiba tiba menjadi terdiam . Reyhan sedikit mengerutkan keningnya dengan suasana yang tiba tiba menjadi hening , tapi dia tetap menyesap rokok yang terselip dijarinya .


Salah satu dari mereka yang bernama Arman bangkit dari duduknya dan berjalan sambil menyeringai . Yang lainnya cuma terkekeh menanti sebuah pertunjukkan .


" Hei cantik .. cari abang ya " kata Arman sambil mengedipkan sebelah matanya .


Mereka mengira seseorang yang sedang berdiri di ujung bangunan gudang adalah salah satu penggemar Arman . Sudah terlalu biasa jika mereka dikejar kejar perempuan . Secara wajah dan ketebalan dompet mereka memang diatas rata rata .


" Gila loe Arman , dapet bidadari loe ! Baru tau ada model beginian di sekolah kita . Kalau udah bosen gue mau nampung Man ! " celetuk salah satu dari mereka .


Mereka semua kembali tertawa , dan Reyhan masih saja dengan santai menyesap batang nikotinnya . Kepalanya menyender di dinding gudang itu dengan mata yang terpejam . Dia tak menyadari siapa yang sedang dibicarakan teman temannya karena posisinya memang membelakangi orang tersebut .


" Ehhmmm ... Mika nggak nyari kamu tapii .. " suara gadis itu sedikit bergetar . Ia tampak ketakutan melihat Arman yang terus berjalan mendekatinya .


Reyhan langsung membuka matanya ketika mendengar suara yang sangat ia kenali itu . Seketika ia langsung berdiri dan berjalan tergesa mendekati Arman yang sepertinya ingin meraih tangan Mika .


" JANGAN BERANI LOE SENTUH DIAAA !!!!! "


Teman temannya hanya saling memandang , mereka terkejut dengan mode murka Reyhan yang tiba tiba menyala . Mereka sangat tahu Reyhan bukan tipe tipe orang yang bisa mengendalikan diri jika ada yang mencoba mengganggu dirinya .


Reyhan mencekal bahu Arman dan langsung mendorongnya hingga jatuh terpental ke belakang . Arman segera bangkit ingin membalas perlakuan yang sudah dia dapatkan .


" Gue bunuh loe kalau berani sentuh dia !!! " tuding Reyhan pada Arman yang sudah melangkah maju .


Teman teman yang sudah menyadari situasi langsung melerai sebelum terjadi perkelahian lebih lanjut . Mereka sangat tahu seperti apa Reyhan jika sudah tak terkendali .


" Hei calm down mannnn .. kita semua saudara ok ?!!! Udah jangan diterusin " mereka menarik Arman untuk duduk kembali dan membiarkan Reyhan yang masih berdiri membelakangi Mika . Reyhan tidak rela jika Mika mendapat tatapan lapar dari teman temannya .


Reyhan tersentak ketika merasakan ujung bajunya ditarik tarik dari belakang . Dia segera membalikkan badan dan tanpa berbicara dia meraih tangan Mika untuk segera pergi dari tempat itu .


" Reyy berhenti dulu , sakit iihh main tarik tarik tangan Mika . Berhentiiiii ... "


Reyhan menghentikan langkahnya dan menatap tajam gadis didepannya.


" Siapa yang kasih tau kamu kalau aku ada di sana hahh !! Lain kali untuk alasan apapun itu jangan pergi ke sana lagi ngertiiii !!! "


Mika cuma menunduk ketika laki laki didepannya itu sedang berteriak teriak didepannya .


" Tadi Mika tanya sama Kak Rendy , Mika cuma mau ambil kotak bekal yang tadi dibawa Rey "


" Berani beraninya kamu Reennn " Reyhan berdesis dengan mengepalkan kedua tangannya .


Sementara itu dilapangan basket Rendy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .

__ADS_1


" Kok perasaan gue jadi ngga enak gini ya "


__ADS_2