Belong To Me

Belong To Me
138 . Kejelasan


__ADS_3

Para pembeli yang datang semakin malam semakin ramai dan mereka kebanyakan dari kaum hawa yang tertarik ingin sekedar menatap ketampanan Banyu ataupun Satria .


Satria yang semula hanya duduk pun lama lama tak tega melihat kesibukan Banyu . Sebenarnya ia ingin bertanya kenapa Senja tidak membantu adiknya , tapi ia sungkan takut dianggap sok ingin mengetahui urusan orang lain .


Ketika ia akan bangkit untuk membantu remaja itu membawakan pesanan tanpa ia sadari di depannya Banyu malah sedang tersandung tikar hingga remaja itu akan terjatuh .


Tapi dengan sigap ia menangkap tubuh limbung itu . Satria berpikir mungkin luka di kaki Banyu belum sembuh sempurna hingga remaja itu masih kesulitan berjalan .


Kemudian sebuah teriakan mengagetkan mereka berdua . Tapi Satria tetap mengangkat tubuh itu hingga berdiri sempurna karena takut Banyu akan terjatuh kembali .


" Bannyyuuu ... !! "


Satria dan Banyu sontak menoleh ke arah sumber suara .


" Kak Senja !? "


" Senja !? "


Satria melihat keadaan Banyu yang masih berdiri di depannya , dia sedikit mengabaikan Senja .


" Kamu ngga apa apa ? Kamu duduk di kursi itu saja biar aku dan kakakmu yang mengurus mereka " Satria menunjuk para pembeli yang masih datang dan pergi .


" Banyu udah ngga apa apa kok Bang , tadi cuma ngga sengaja kepeleset "


Dan interaksi keduanya malah membuat Senja semakin naik pitam . Satria maupun Banyu belum menyadari murka gadis yang sudah berkacak pinggang itu .


" Kalian !!!! "


" Berisik ... kau ingin mereka semua kabur mendengar dari tadi kau teriak teriak !! Susu jahe dua , kopi es satu sama mi goreng telor dua ... cepetan "


" Hahh ... lhohh ehh " Senja dibuat gelagapan dengan banyaknya pesanan yang disebutkan Satria . Dan kemarahannya yang sudah di ubun ubun tadi raib entah kemana .


Senja segera ke dalam warung untuk membuat semua pesanan yang tadi di sebut Satria . Dan Satria yang kemudian membawa pesanan itu pada para pengunjung warung itu .


Banyu tersenyum geli melihat Satria yang tampak kerepotan , orang seperti Satria sepertinya baru kali ini melayani orang lain karena hidupnya selalu di layani orang lain .


Setelah pengunjung mulai sepi barulah Satria bisa duduk dengan tenang kembali . Satria duduk disamping Banyu karena ia ingin menanyakan kondisi kaki pemuda itu .


" Gimana kakinya ? Masih sakit ? "


" Cuma terkilir bang , ngga usah di bikin manjalahh !! Gini doang "


" Jangan sepelekan , kenapa tadi pas di jalan kamu ngga ngomong kaki kamu sakit !? Kalau Abang tahu kamu gini pasti tadi kita langsung ke rumah sakit "


' ltu yang Banyu ngga suka , Banyu ngga suka bau rumah sakit . Bikin eneg di perut " jawab Banyu .

__ADS_1


Dari arah warung Satria bisa melihat Senja yang datang ke arah mereka . Dengan style yang sangat biasa , celana jeans pendek dipadu kaos polos putih oversize dengan rambut digelung asal . Tapi menjadi luar biasa untuk Satria , Senja menjadi sangat cantik di matanya .


Senja yang merasa dirinya diperhatikan malah menjadi risih . Tujuannya sekarang hanya menyelamatkan Banyu dari kegilaan Satria .


" Banyu kamu istirahat aja sana di kamar , biar kakak yang nungguin "


Banyu hanya melihat heran ketika kakaknya tiba tiba duduk ditengah diantara dia dan Satria .


" Udah kakak saja yang istirahat , besok kan kakak kerja ! Lagian kan udah biasa Banyu yang jaga warung sampai tutup "


" Ya udah kamu kerjain PR aja sana "


" Udah kelar semua kerjaan Banyu kak "


" Haisshh ... pokoknya kamu ke dalam dulu . Kakak mau bicara sama dia " Senja menunjuk Satria yang duduk tepat disampingnya .


" Kalian udah saling kenal ? "


" Udah "


" Belum "


Jawaban yang kompak tapi tidak sama dari dua orang dewasa di depannya membuat dahi Banyu berkerut .


" Ya udah Abang bawa kakakmu keluar sebentar , mumpung warung juga udah ngga begitu ramai lagi . Boleh ? "


Senja mengikuti Satria di belakangnya sampai menyodorkan helm untuknya . Tapi Senja sedikit terkejut ketika Satria tidak memberikan helm itu ke tangannya , melainkan langsung memaksakan di kepalanya .


Jika saja Satria bukan species penyuka sejenis mungkin Senja akan tersipu malu dengan perlakuan manis ini . Laki laki tampan ini bersikap seperti itu agar dia menyerahkan adiknya ! Dan sampai kapanpun itu tidak akan terjadi .


Satria melajukan motornya ke arah taman kota yang tidak jauh dari tempat tinggal Senja . Karena bukan akhir Minggu tempat itu jadi tidak begitu ramai .


" Kita bicara disini ! " tanya Satria .


" Hem "


Mereka berdua memilih duduk di pinggir taman .


" Mau aku atau kau yang bicara terlebih dahulu !? "


" Terserah "


" Ya sudah ladies first , bicaralah dan aku tak akan menyelamu ... "


Sebelum bicara Senja terlihat menghela nafasnya berkali kali dan Satria dengan sabar menunggu wanita disampingnya .

__ADS_1


" Aku ingin resign dari pekerjaan jika itu menjadikanku terikat padamu , aku tidak mau kau jadikan alat untuk menutupi kekuranganmu . Kau terbiasa hidup mewah , sangat jauh berbeda dengan kami . Tapi kami masih punya kehormatan , kami tidak akan menjadi benalu untukmu . Jauhi Banyu karena hanya dia yang aku punya di dunia ini . Carilah pria lain ! Jika kau masih saja nekad maka jangan salahkan aku jika aku sendiri yang menghadapimu "


Bukannya mengerti Satria malah bingung dengan kata kata Senja yang panjang lebar . Tak satupun dari kata kata Senja yang ia pahami .


" Sudah ? " tanya Satria karena melihat senja sudah berhenti berkata kata .


Senja tak menjawabnya dan itu diartikan Satria jika wanita itu sudah menyelesaikan bicaranya .


" Mau tidak mau kau sudah terikat janji padaku , kau tak boleh ingkar . Kau bisa resign jika sudah resmi menjadi nyonya Satria . Karena nilai denda untuk kontrak kerjamu lumayan besar "


" Kontrak kerja ? "


" Ya , tanyakan pada HRD jika soal itu . Satu lagi ! Aku tak pernah punya niat untuk memanfaatkan dirimu untuk alasan apapun itu . Dan kenapa aku harus menjauhi Banyu ? Dia anak baik , tadi siang aku tak sengaja menabraknya tapi untung kami berdua baik baik saja . Dan aku minta maaf padamu soal itu "


Senja memutar bola matanya malas , sejak awal dia yakin Satria tidak akan mengakui semuanya . Dia juga yakin pria itu sulit untuk melepaskan adiknya . Karena ia pernah mendengar dari beberapa temannya bahwa jika kaum seperti Satria sudah menyukai seseorang maka mereka akan sulit melepasnya .


" Aku tak perduli seberapa besar yang akan aku bayar , jauhi adikku !!!! Kau tidak tuli kan !?? Belum cukupkah seorang CEO Wiratama untukmu ? Jangan rusak Banyu "


Satria benar benar tidak mengerti dengan arah pembicaraan gadis di depannya .


" CEO Wiratama !? "


" Aku melihat foto mesramu dengan CEO Wiratama di penthouse miliknya . Tadi pagi aku menggantikan asistennya untuk membersihkan rumah "


Satria masih sedikit berpikir tapi kemudian ia tertawa terbahak karena mengerti yang di maksud oleh Senja .


" Ya Tuhan , bisa bisanya kau berpikir seperti itu Senja ha...ha... "


" Aku tidak sedang bercanda Bang !! "


Jika saja di tempat itu tidak ada orang pasti Satria sudah menggigit gemas gadis di depannya . Kemarahan gadis itu menjadikan wajahnya berkali lipat tambah cantik dimatanya .


" Kau tahu siapa pemilik Wiratama Group ? "


":Munir Wiratama , tapi putranya yang menggantikannya jadi CEO kan !? "


" Benar ! Kau tahu berapa putra beliau ? "


" Dua .. itu yang kudengar . Kalau tidak salah aku pernah mendengar namanya Satria dan Reyhan Wiratama . Hei itu tidak ada hubungannya dengan masalah kita ! Kenapa kau jadi bertanya silsilah Wiratama ? " ucap Senja sebal .


Tapi tiba tiba dia melihat pria tampan di depannya dengan wajah pucat .


" Kau ... kau ... "


" Aku Satria ...dan foto yang kau lihat adalah adikku , Reyhan Wiratama "

__ADS_1


Satu hal yang ingin sekali dilajukan Senja saat ini , dia ingin menghilang dari hadapan Satria saat itu juga .


__ADS_2