Belong To Me

Belong To Me
143 . Selisih Sembilan


__ADS_3

" Hai .. pipi bakpau ! Turun sini , papa punya permen melon di kamar " kata Mike untuk membujuk Aarav yang sedari makan malam menempel pada sang kakek .


" Nda mahu .. mayem mayem nda boyeh mam mam pelmen , didi atit " jawab Aarav sengit melihat papanya yang tak hentinya menggodanya .


" Ya udah permen melonnya mau di makan sama papa semua . Awas ya kalau besok nanyain .. "


Aarav langsung memberengut , biar bagaimanapun permen melon adalah permen kesukaannya . Pasti dia tak akan rela jika sang papa memakan semuanya . Dia memeluk leher Bisma dengan kencang dan kemudian terisak pelan .


Bisma mengusap punggung cucunya dan menatap putranya yang tidak henti menggoda cucunya .


" Geppa ... pelmen meyonnya abisin papa "


" Nanti Geppa beliin yang banyak , sama nanti kita lihat Dino mau ? "


" Mahuuuu ... "


" Come on Dad , aku sedang membujuk Aarav supaya cepat tidur . Bisa bisa Mika marah marah kalau aku tidak membawanya ke kamarnya sekarang "


" Kau bukan sedang membujuknya ... tapi kau membuatnya menangis . Daddy yang akan membawanya tidur . Pergilah ! Daddy tahu kau pasti ingin cepat cepat menyusul istrimu ke kamar "


" He .. he .. terimakasih Dad , you are the best . Bye bye pipi bakpau papa mau makan permen duluuuu ... "


" Geppa ... " pekik Aarav menangis semakin keras .


Bisma hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan keduanya . Akhirnya ia menggendong Aarav ke kamarnya , karena anak itu tak akan mau tidur di kamarnya sendiri jika sedang merajuk .


" Tumben cepet banget nidurin Aarav , biasanya pakai drama dulu ' kaya Mika yang melihat suaminya masuk ke dalam kamar .


" Aarav minta bobo sama Geppa "


" Besok temenin Mika ke tempat Papa ya , pengen nengok baby-nya Reyhan sama Nita ..Tapi sebelumnya jemput ibu sama budhe lra dulu "


" Siaaappp ... tapi pembayaran di muka ya "


Mika bangkit dan mengambil dompet di nakas , tapi sebelum sempat membukanya Mike sudah meraih dan menarik tubuhnya ke kasur .


" Awww .... Abi sakiitt "


Mike gemas menyentil dahi istrinya . Tanpa ampun ia menindih dan ******* bibir Mika . Bibir yang akan selalu menjadi candunya , yang selalu membuatnya gemas dengan segala kata katanya .


Nafas keduanya terengah ketika melepaskan tautan bibir mereka .


" Apa apaan sih , Abi mau berapa buat DPnya ? " Mika mengusap bibirnya yang basah oleh saliva suaminya .


" Pertanyaannya salah sayaaangg ... harusnya Abi mau apa buat DPnya "


" Lhahh Abi ngga mau uang ? "

__ADS_1


" Uang Abi aja dikasih kamu ngapain juga Abi ambil balik ! Abi mau ini .... "


SRREEKKK ....


Dengan sekali tarik Mike merobek lingerie warna hitam transparan yang dikenakan Mika .


" Aaaaa ... robek lagi kan , kebiasaan !!! lni oleh oleh Sita dari Aussy !! "


Bukannya menjawab Mike sudah di sibukkan dengan dua pabrik susunya . Mika hanya bisa mengerang nikmat di bawah kungkungan suaminya , apalagi ketika satu tangan Mike menyusup ke area bawahnya .


SREEKKKK ....


" Abiiiihhhh...itunya kenapa dirobek juga sih ... Aaaarrggghhh ...nyebelinhhnnn ... sssshhh "


Mike tersenyum geli mendengar istrinya yang masih sempat menggerutu karena dia merobek kain segitiga penghalang terakhir di saat dia memberikan kenikmatan pada area bawahnya .


Mereka bercinta seakan tak mengenal waktu , saling memberi kenikmatan dan mencurahkan semua rasa sayang pada pasangannya . Mereka memupuk rasa cinta mereka dengan saling mengasihi , hingga bukannya berkurang tapi semakin hari ikatan cinta mereka semakin kuat .


*


Satria melajukan mobil sportnya dengan kecepatan sedang , ia sengaja memakai mobil karena ia tak rela kecantikan Senja menjadi konsumsi laki laki lain .


Mereka sempat ke baby shop tadi untuk sekedar membeli buah tangan untuk sang baby . Dan sesuai dengan ekspetasi Satria , penampilan Senja benar benar telah mengundang perhatian mata lelaki yang menatapnya .


Senja yang mengenakan dress terlihat begitu cantik dan anggun kali ini . Sungguh berbeda ketika ia mengenakan ripped jeans dan kaos yang sering ia pakai .


" Ngapain kesana ? "


" Lhahh kata Abang kita mau nengok new born baby , lahirnya di rumah sakit kan ? "


" Udah di bawa pulang baby-nya "


Satria mengeratkan tangannya ketika Senja ingin menarik tangan yang memang dari tadi ia genggam .


" Lepasin tangan Senja , Abang kan lagi nyetir . Lagian juga Senja ngga bakalan lari , masa iya Senja lompat dari mobil "


" Sayang kan kalau tangan kamu di anggurin " kilah Satria sambil tersenyum .


" Ckkk ... au ahh "


Tak berapa lama mereka telah sampai di Mansion Wiratama . Senja tampak kagum dengan kemewahan dan kemegahan mansion di depannya .


" Temen Abang orang kaya ya ... kayanya temen Abang yang miskin cuma Senja doang deh " kata Senja sambil tertawa .


" Bukan temen ... calon istri "


" Terserah ! "

__ADS_1


" Lagian ini bukan rumah temen Abang "


" Terus rumah siapa ?" tanya Senja bingung .


" Rumah Abang , rumah keluarga Abang tinggal .... Mansion Wiratama . Kita .mau melihat keponakan Abang . Putri dari Reyhan Wiratama dan istrinya Nita "


" APPAAAA !!! "


Satria menutup satu telinganya sambil menatap Senja yang terlihat histeris .


" Senja mau turun ... pulang yuk " bujuk Senja .


Dia merasa tidak siap jika hari ini harus bertemu dengan keluarga besar Satria . Bukannya apa apa , tapi dia tahu diri karena berasal dari kalangan bawah yang tentu saja tidak sejajar dengan keluarga Wiratama .


" Abaaanngg ... Senja malu "


Satria membantu Senja untuk melepas seat beltnya . Dia menggenggam dan mencium punggung tangan gadis itu .


" Hei calm down ok ! Kita hanya ingin bertemu keluargaku , bukan bertemu malaikat "


Senja segera mencubit perut Satria ketika mendengar kata kata barusan . Tapi ia menurut ketika laki laki itu menuntunnya masuk ke dalam mansion .


Munir dan Lisa terlihat sedang duduk santai di ruang tengah , mereka sedikit terkejut ketika putra sulung mereka yang sedingin kulkas dua pintu menggandeng seorang gadis . Tapi senyum keduanya mengembang melihat bagaimana Satria menatap penuh kasih kepada gadis itu .


" Pah. .. Mah ! " Satria menyapa kedua orang tuanya .


" Siang Om ... Tante "


" Hei ... cantik banget , alhamdulilah Pah sepertinya tahun ini kita akan panen cucu . Dia papa dan mama terkabul " ujar Lisa meraih bahu Senja dan mengajak gadis itu duduk .


" Siapa namamu sayang ? "


" Senja Tante ... Senja Langit Rinjani "


" Waahhh .. namamu indah sekali , sesuai dengan wajahmu yang cantik sekali "


Senja tersenyum sekaligus salah tingkah , ia tidak menyangka akan bertemu keluarga Satria secepat ini .


" Apaan sih Mah ... ini aja masih belum mau di ajak nikah ! Minta cucu "


Munir dan Lisa terkekeh , baru kali ini putra sulungnya memperlihatkan rasa cintanya pada seorang gadis . Dulu walau Satria mencintai Mika tapi putranya tidak pernah mau mengungkapkan perasaannya . Satria selalu mencintai Mika dalam diam .


" Kau terlihat masih muda sayang , jangan mau di bodohi putraku ! Penampakannya memang masih muda tapi sebenarnya dia sudah tua " goda Munir yang berhasil membuat Senja tertawa .


" Paahhhh ... jangan mulai !! Aku masih dua puluh delapan tahun , belum tua " kilah Satria dengan wajah sebal .


Senja tertawa , dia dsn Satria memang mempunyai selisih umur cukup banyak . Dia tahun ini baru akan memasuki usia dua puluh tahun . Tapi apalah arti umur ketika cinta sudah berbicara .

__ADS_1


__ADS_2