
Satria POV
Mama mengirim pesan agar malam ini aku pulang cepat karena Mama ingin semua berkumpul untuk makan malam . Reyhan dan Nita sudah datang satu Minggu yang lalu karena kehamilan Nita yang sudah memasuki bulan ke delapan .
Tapi naas ban mobilku malah bocor dan aku lupa membawa membawa ban serep . Akhirnya aku menelpon Pak Setro untuk menyusulku dengan membawa ban serep .
Sebenarnya aku bisa memanggil derek ataupun bengkel , tapi entah aku malah ingin duduk untuk menikmati suasana malam Jakarta . Angin malam yang menusuk malah membuatku merasa damai .
Aku duduk di atas kap mobil , dari sini aku bisa melihat semuanya . Selama ini aku bergelut di perusahaan hingga yang ku tahu hanya untung dan rugi . Kulupakan dunia yang seperti ini , dunia yang saat ini sedang ada di depan mataku .
Dua anak kecil yang sedang mengamen , seorang ibu yang duduk berjualan jagung bakar , ramainya penjual sate Padang yang mangkal di pinggir jalan dan masih banyak lagi yang memanjakan mataku .
Tapi mataku tiba tiba terpaku pada sesuatu , kulihat dua anak kecil yang sedang mengamen di dorong oleh seorang laki laki dengan tampilan cukup perlente . Dilihat dari pakaiannya laki laki itu pasti orang yang cukup kaya .
Aku segera turun dari kap mobil , ingin kuhajar laki laki itu , beraninya dia mendorong anak kecil yang jelas jelas bukan tandingannya . Tapi langkahku terhenti ketika ada seorang perempuan berwajah manis yang dengan berani memukul telak laki laki itu . Dengan mudah ia bisa melumpuhkan setiap serangan balik laki laki itu .
Sepertinya dia punya dasar ilmu bela diri yang cukup karena semua gerakan pukulan dan tendangannya tertata , tidak serampangan . Laki laki itu kemudian pergi dengan mengucapkan sumpah serapah yang tidak seharusnya di dengar oleh anak anak sekecil seperti mereka .
Gadis dan dua anak kecil itu kemudian duduk di trotoar . Dua pengamen kecil itu tampak tertawa ketika mendengar gadis manis itu bercerita . Mungkin gadis itu sengaja menghilangkan trauma mereka dengan membuat mereka tertawa . Pintar !
Aku pura pura fokus melihat layar ponsel ketika kutangkap matanya sedang menuju ke arahku . Sudut mataku bisa melihat gadis itu mendekat padaku . Gila , kenapa hatiku bertalu-talu seperti ini ketika tahu dia sudah berada di depanku .
Benar saja dia menawarkan bantuan padaku , dan aku pura pura tak memperhatikannya . Aku ingin tahu reaksinya . Selanjutnya ia masih berbaik hati memperingatkan aku tentang kondisi yang rawan di tempat itu .
Tampilannya yang tomboy tak bisa menyembunyikan wajah manisnya . Ripped jeans dipadu kaos hitam dengan rambut di ikat asal malah membuatnya terlihat seksi di mataku . Seksi dalam arti sebenarnya , bukan karena bagian tubuh yang terbuka .
Di belakang sana kulihat ada dua orang bertato memberikan permen pada dua anak pengamen yang masih duduk di trotoar . Sepertinya dua orang bertato itu juga sedang berusaha menghibur mereka .
Dunia mereka ternyata lebih indah ! Sangat berbeda dengan dunia bisnis yang aku jalani .
__ADS_1
Dalam duniaku tidak ada tolong menolong , yang ada siapa yang kuat dialah pemenangnya . Bagi para pengusaha seperti kami keuntungan adalah segalanya .
Tapi lihat mereka !! Mereka saling membantu walau dalam keadaan sama sama susah . Aku merasa menjadi sangat kecil di depan mereka . Aku bukan apa apa ...
Hingga akhirnya aku mengingat ancaman dari Mama beberapa waktu yang lalu . Mama mengancamku akan menjodohkan aku dengan putri dari salah satu kolega Papa .
Mama beralasan bahwa usiaku sudah sangat cukup untuk menikah . Apalagi Reyhan sudah akan mempunyai anak yang artinya sebentar lagi aku akan menjadi seorang uncle . Dan sayangnya Papa kali ini setali tiga uang dengan Mama , sama sama memaksaku .
Mau tidak mau dua minggu lagi mereka akan mengundang keluarga kolega Papa tersebut . Aku tidak mau !! Bukan karena perjodohan itu . Gadis yang dijodohkan denganku sebenarnya sangat cantik , terlalu cantik malah .
Tapi sudah beberapa kali aku melihatnya bersama laki laki di club malam yang dikhususkan untuk kaum jet set sepertiku . Kadang aku kesana jika ada kolega yang mengundang . Tapi aku tetap memegang teguh prinsip untuk tidak menyentuh minuman keras untuk alasan apapun itu .
Pernah juga seorang kawan menceritakan tentang betapa hebatnya pelayanan ranjang yang diberikan oleh gadis cantik yang di jodohkan denganku itu . Menjijikkan ! Padahal dia adalah putri dari seorang kaya raya dan terhormat .
Aku tidak pernah menceritakan apa yang kudengar pada kedua orang tuaku . Karena aku ingin papa tetap menjaga hubungan dengan koleganya . Aku juga tidak ingin membuat gadis itu malu . Lagipula bukankah aku tak punya bukti untuk mengatakan itu semua .
Entah kenapa ketika mengetahui gadis yang bernama Senja itu benar benar kerja di kantorku , muncul ide gilaku . Aku ingin menikah dengannya ! Memang apa salahnya menikah dengannya ? Walau dari kalangan bawah tapi dia bisa menjaga kehormatannya . Salah satu yang membuatku salut adalah dia menjadi tulang punggung untuk adiknya karena mereka sudah tidak mempunyai orang tua lagi .
Cinta !! Cintaku sudah aku kubur di palung hati yang terdalam . Dan sakitnya masih terasa sampai sekarang , sakit karena nasib yang tidak berpihak padaku . Tapi aku mencoba bahagia ketika melihat mereka yang aku sayangi bahagia .
Lepas dari semua aku adalah laki laki normal , bohong jika aku tidak ingin menikah . Aku punya hasrat , aku ingin disentuh ataupun menyentuh . Apapun itu aku tak akan mengumbar nafsu hanya untuk kesenangan sesaat .
Aarav , anak itu sangat menggemaskan seperti ibunya . Sifat mesumnya pasti seratus persen menurun dari papanya . Anak sekecil itu sudah menyukai perempuan cantik, bahkan tak segan untuk melarikan diri ketika aku mengajaknya untuk makan di sebuah mall . Pantas saja papanya memasang alat pelacak di semua sepatunya .
Dan hebatnya adalah anak itu yang menyadarkan aku arti penting mempunyai keluarga . Aku ingin punya anak yang lucu seperti dia , yang menghiasi hariku dengan tangis dan tawanya .
Dan jalan terbaik adalah 'menikah , aku akan mencoba mencintai seseorang lagi . Aku tahu tak akan mudah menaklukkan seorang Senja . Tapi sebagai laki laki Wiratama aku tak akan mundur dengan keputusanku . Apapun yang terjadi aku akan memilikinya
Satria POV end
__ADS_1
*
TOKK ... TOKK
Satria mengangkat wajahnya ketika Dimas masuk dalam.ruangannya .
" Nona Jenny putri dari Tuan Oliver ingin bertemu "
" Aku sibuk , aku tak ingin menemui siapapun hari ini . Kau suruh saja wanita itu pergi " ucap Satria .
Jenny adalah wanita yang akan dijodohkan dengannya . Ternyata wanita itu bergerak cepat , padahal mereka bertemu Minggu depan di acara makan malam keluarga .
" Hai , boleh aku masuk ? "
Jenny masuk ruangan Satria saat Dimas belum mengijinkannya .
" Hei nona maaf kau ... " ucapan Dimas terpotong .
" Biarkan ... lanjutkan saja kerjamu "
Dimas undur diri tanpa menutup pintu ruangan karena ia tahu wanita seperti itu pasti akan melakukan sesuatu yang di luar dugaan . Satria menghela nafas , dari dulu Dimas sangat mengerti dengan keinginannya . Dimas dapat membaca pikirannya tanpa ia mengucapkannya .
" Kau sibuk calon suami !? "
" Matamu tidak buta kan ? "
Satria terpaksa berkata kasar karena wanita itu dengan tidak tahu malu menyebut dirinya sebagai calon suami .
" Aku suka gayamu Satria , aku suka jika kau sedikit kasar "
__ADS_1
" Menjijikkan ! "