Belong To Me

Belong To Me
45 . Pupus Dan Terputus


__ADS_3

" Besok kau berangkat jam berapa ? " tanya Rendy pada Reyhan yang masih memeriksa beberapa laporan keuangan di kafenya . Hari ini adalah hari terakhirnya disini karena besok dia sudah harus berangkat ke London .


Sejak kejadian itu Reyhan sama sekali belum pernah bertemu ataupun berbicara dengan Mika . Gadis itu seperti selaku menghindarinya dan itu amat sangat menyiksanya . Rasa bersalahnya semakin menggunung tiap harinya , walau para sahabatnya selalu memberinya semangat tapi tetap saja Reyhan merasa tubuhnya tidak bernyawa .


" Brooo .... ada yang mau ketemu tuh di depan ! Elo temuin dulu sono " Suta berdiri di pintu kantor kafe dengan kedua tangan berada di saku celana jeans belelnya .


Rendy dan Reyhan sontak menoleh pada sumber suara , Reyhan menghela nafasnya sejak pertengkarannya dengan Mika ia malas untuk sekedar berbicara . Jangankan berbicara sepertinya ia sudah tidak ingin hidup lagi tanpa gadisnya .


" Males , elo aja yang nemuin dia . Lagian di depan masih ada Arman sama Dion kan ? Kalian atur aja , gue mau menyelesaikan laporan ini dulu "


" Ckk .. ntar nyesel ga mau ketemu !! "


Rendy mengangkat dagunya seperti sedang bertanya pada Suta siapa gerangan tamu itu . Suta hanya memutar bola matanya malas dan ajaibnya Rendy langsung paham dengan siapa yang Suta maksud .


" Temuin aja dulu , siapa tahu penting " kata Rendy mencoba membujuk sepupunya itu .


" Males .. udah jangan pada berisik kenapa sih "


" Ya udah , rejeki kita emang bisa ngobrol sama incess " kata Rendy santai sambil ngeloyor pergi dari ruangan itu .


" Hahh Mika maksud kalian ??!!!! "


Dan pertanyaannya sukses tidak mendapat jawaban karena kedua temannya itu sudah meninggalkan ruangan itu .


" Sayang " lirihnya .


Reyhan langsung berlari menyusul dua sahabatnya . Saking buru burunya sampai dia menabrak meja kecil yang berada tepat di depan meja kerjanya .


" God damned !! Heeii tunggu ... kalian tuli hahh , mana Mika ? Beneran dia kesini " Reyhan menyerbu Suta dan Rendy dengan pertanyaan ketika sudah berhasil menyusul mereka .


" Katanya maleessss .... " seloroh Suta yang langsung mendapatkan pukulan keras di bahunya .


" Gue lagi ngga bercanda setann !!! " teriak Reyhan yang membuat kaget pegawai kafe yang berada di dapur kafe .


Suta menunjuk ke arah luar , ke arah seorang gadis yang saat ini duduk bercengkrama dengan dua setan yang lain Arman dan Dion .


Reyhan terkesiap melihatnya , entah kenapa hatinya menjadi berdebar debar tak karuan .


lngin sekali dia berlari dan memeluk kekasihnya saat ini juga , tapi sepertinya respon tubuhnya tidak sejalan dengan keinginannya . Reyhan hanya berdiri mematung menatap gadisnya dari kejauhan .


" Masih ngga mau ketemu nih ? "


kata kata Suta membuat Reyhan sadar dari lamunannya , dia mendorong punggung Suta yang akan berjalan ke arah dimana tiga orang disana masih asyik mengobrol . Reyhan berjalan dengan tatapan yang tidak pernah lepas pada bidadarinya .

__ADS_1


" Cihh calon jomblo !! " kedua sahabat tanpa akhlak itu terkekeh bersama .


" Sayang .. hai "


Arman dan Dion yang mengerti jika sepasang kekasih itu butuh ruang untuk berbicara segera pergi dari meja itu .


" lncess gue tinggal ya , tenang kalau dia bikin ulah lagi biar gue bikin bonyok lagi tuh muka " kata Arman yang ditanggapi senyum oleh Mika .


Reyhan duduk di kursi yang paling dekat dengan gadisnya . Sejenak keheningan membuat mereka kikuk . Beberapa hari tidak bertemu dan tidak berbicara membuat lidah mereka kelu .


" Aku kangen kamu sayang " ucap Reyhan lirih .


Sudut bibir Mika sedikit terangkat , setelah memperbaiki duduknya menjadi lebih tegak gadis itu mulai membuka suaranya .


" Apa kau ingin bicara terlebih dahulu ? Aku tidak akan keberatan dan aku tidak akan menyelamu "


" Sayang .. jangan begitu . Jangan membuatku takut " hati Reyhan mencelos ketika kata kata Mika terasa sinis di telinganya .


" Bukankah kau sudah terbiasa bicara lebih dulu tanpa aku sela ? Jadi bicaralah lebih dulu , aku akan mendengarkan "


Reyhan mengusap wajahnya kasar , lebih baik dia dipukuli atau mendengar kemarahan daripada menghadapi sikap tenang gadisnya . Nafasnya serasa tercekik ketika akan mengeluarkan suaranya . Tatapan datar gadisnya seperti menampar hatinya .


" Aku salah .. aku minta maaf sayang . Aku selalu tidak bisa menguasai amarah ketika terbakar cemburu . Aku selalu menyakitimu ! Hukum aku , pukul aku tapi jangan mendiamkanku jangan tinggalkan aku "


" Sudah ? Kau sudah selesai tuan Reyhan ? "


DEGG ... Reyhan terkejut saat mendengar kata kata yang barusan di dengarnya . Sebutan itu sudah dua kali ia mendengarnya , pertama saat mereka berada di ruangan kantor Satria . Saat itu ia tidak menanggapi kata kata gadisnya karena masih dikuasai kemarahannya .


" Jangan begini ... " cicitnya dengan menatap gadis yang sampai saat ini bahkan belum mau melihatnya .


" Ya sudah jika kau sudah selesai maka sekarang aku yang akan berbicara " Mika menghela nafasnya dan memejamkan matanya sesaat , ia sedang mengumpulkan kekuatan untuk bisa berbicara dengan singa kutub di depannya.


" Sudah dua kali kau menuduhku tanpa alasan , kau selalu meragukanku . Saat pertama Papa Munir melamar aku sudah menolaknya . Bukan karena aku tidak menyayangimu , tapi karena kita masih terlalu muda untuk melangkah terlalu jauh . lbu berhasil membujukku dengan ide pertunangan dan bodohnya aku menerima begitu saja karena kukira kau sudah berubah . Kita bisa lihat kalau sampai sekarang kau belum berubah bukan ? "


" Sayaanngg .. "


" Jangan menyelaku !!!! " Mika menatap tajam Reyhan yang terduduk dengan lemas di kursinya . Mika menepis tangan Reyhan yang ingin meraih kedua tangannya .


" Aku memaafkanmu , aku tidak berhak menghakimi . Walau saat ini aku sangat kecewa padamu . Aku adalah tunanganmu , tapi kau lebih percaya pada seseorang yang tak kau kenal . Hanya karena foto foto yang tidak kau ketahui kebenarannya kau menganggap ku sebagai seorang j*Lang yang tidak bisa menjaga harga diriku sendiri " air mata Mika mengalir tanpa ia sadari , seberapa pun ia mencoba untuk kuat tapi ternyata air mata itu tetap saja jatuh .


lngin sekali Reyhan memeluk gadisnya yang tampak rapuh itu , setiap kata yang ia dengar dari gadis yang ia cintai seperti sedang mengiris nadinya . Reyhan merasakan kesakitan yang amat sangat walau tak ada luka ditubuhnya . Tapi sepertinya gadis itu belum menyelesaikan semuanya .


" Akupun juga bukan gadis yang sempurna , masih banyak kekurangan yang aku punya . Maaf jika selama ini aku sudah banyak merepotkanmu "

__ADS_1


" Stop .. sudah jangan bicara lagi "


Mika mengambil sesuatu dari tasnya , ternyata sebuah kotak perhiasan mungil berwarna merah . Reyhan meraup wajahnya dengan frustasi . Sepertinya ia tahu apa isi dari kotak itu karena saat pertama datang , gadisnya sudah tidak memakai cincin pertunangan di jarinya .


" Aku kembalikan ini padamu . Kau tidak terikat lagi padaku dan aku pun juga tidak terikat padamu . lkatan ini hanya membuat kita terluka . Aku menyayangimu Reyhan Wiranata , sungguh ! Aku mohon biarkan semua berjalan sesuai alurnya , jikalau di masa depan kita berjodoh maka aku tidak akan


melawan alurnya "


Mika memberikan kotak itu kepada Reyhan , sesungguhnya hatinya juga sangat terluka kali ini . Tapi dia harus membuat satu keputusan , walau keputusannya itu nanti akan membuat kecewa seluruh keluarganya . Baru hitungan hari mereka bertunangan tapi dengan sekejap kandas juga di tengah jalan .


" Kau memutuskan hubungan kita ?! Tidak , selamanya kau tidak akan kulepas !! Aku mencintaimu ! Aku tidak akan pernah melepasmu " Reyhan berteriak histeris ketika tahu gadisnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka . Dia berdiri dan mencengkeram erat tangan Mika hingga gadis itu meringis kesakitan .


" Rey .. sakit "


" Aku tahu aku bersalah tapi jangan meninggalkanku , kau adalah hidupku . Aku mencintaimu Qayreen Mikayla !!!! "


Mika terlonjak kaget mendengar teriakan Reyhan , laki laki itu saat ini sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung di kafenya . Empat setan yang dari tadi memperhatikan mereka langsung mendekat . Mereka tidak ingin Reyhan kembali lepas kontrol dan menyakiti Mika lagi .


Reyhan masih mencengkeram erat tangan Mika yang terlihat ketakutan . Mika sedikit terkejut karena ditangan yang satunya laki laki itu menggenggam gelang couple yang sempat dua berikan pada Dimas .


Arman menghempaskan tangan Reyhan yang masih mencengkeram tangan gadisnya .


" Ngga denger loe dia bilang sakit hahh ?!! "


Arman memasang badan di depan gadis yang sedang ketakutan itu .


" Jangan ikut campur urusan gue !! "


" Jadi urusan kita kalau ini soal incess , apalagi elo udah bikin dia ketakutan kaya gini . Mata elo buta hahh dari tadi dia udah nahan sakit !! " Rendy menimpali , perlahan dia menuntun gadis itu menjauh dari tempat itu .


" Cinta kaya apa sih yang elo punya buat incess hehh !! Bisanya cuma bikin nangis dia doang , teriak teriak kaya Tarzan ! Elo harus belajar menghargai cewek brooo " ujar Dion santai walau Reyhan sudah menatapnya tajam .


Ketiga setan itu sudah pasang badan ketika ia ingin mengejar Mika yang sudah keluar dari kafenya . Mereka tidak ingin melihat Mika tambah ketakutan melihat Reyhan yang masih belum bisa mengontrol emosinya .


Sementara itu Rendy masih menuntun Mika menuju mobilnya .


" Kita pulang ya , udah jangan nangis dongg !! Cakepnya hilang tau , masih sakit


tangannya ? "


Mika menggeleng pelan , tiba tiba dia menghentikan langkahnya .


" Kak Rendy jangan ngomong sama keluarga dulu ya soal keputusan Mika . Tadi kakak udah denger semua kan ? Biar Mika yang akan ngomong sama mereka . Pelan pelan semoga mereka mengerti "

__ADS_1


" Siapp incess cantik "


__ADS_2