
" Besok kau berangkat jam berapa ? " tanya Rendy pada Reyhan yang masih memeriksa beberapa laporan keuangan di kafenya . Hari ini adalah hari terakhirnya disini karena besok dia sudah harus berangkat ke London .
Sejak kejadian itu Reyhan sama sekali belum pernah bertemu ataupun berbicara dengan Mika . Gadis itu seperti selaku menghindarinya dan itu amat sangat menyiksanya . Rasa bersalahnya semakin menggunung tiap harinya , walau para sahabatnya selalu memberinya semangat tapi tetap saja Reyhan merasa tubuhnya tidak bernyawa .
" Brooo .... ada yang mau ketemu tuh di depan ! Elo temuin dulu sono " Suta berdiri di pintu kantor kafe dengan kedua tangan berada di saku celana jeans belelnya .
Rendy dan Reyhan sontak menoleh pada sumber suara , Reyhan menghela nafasnya sejak pertengkarannya dengan Mika ia malas untuk sekedar berbicara . Jangankan berbicara sepertinya ia sudah tidak ingin hidup lagi tanpa gadisnya .
" Males , elo aja yang nemuin dia . Lagian di depan masih ada Arman sama Dion kan ? Kalian atur aja , gue mau menyelesaikan laporan ini dulu "
" Ckk .. ntar nyesel ga mau ketemu !! "
Rendy mengangkat dagunya seperti sedang bertanya pada Suta siapa gerangan tamu itu . Suta hanya memutar bola matanya malas dan ajaibnya Rendy langsung paham dengan siapa yang Suta maksud .
" Temuin aja dulu , siapa tahu penting " kata Rendy mencoba membujuk sepupunya itu .
" Males .. udah jangan pada berisik kenapa sih "
" Ya udah , rejeki kita emang bisa ngobrol sama incess " kata Rendy santai sambil ngeloyor pergi dari ruangan itu .
" Hahh Mika maksud kalian ??!!!! "
Dan pertanyaannya sukses tidak mendapat jawaban karena kedua temannya itu sudah meninggalkan ruangan itu .
" Sayang " lirihnya .
Reyhan langsung berlari menyusul dua sahabatnya . Saking buru burunya sampai dia menabrak meja kecil yang berada tepat di depan meja kerjanya .
" God damned !! Heeii tunggu ... kalian tuli hahh , mana Mika ? Beneran dia kesini " Reyhan menyerbu Suta dan Rendy dengan pertanyaan ketika sudah berhasil menyusul mereka .
" Katanya maleessss .... " seloroh Suta yang langsung mendapatkan pukulan keras di bahunya .
" Gue lagi ngga bercanda setann !!! " teriak Reyhan yang membuat kaget pegawai kafe yang berada di dapur kafe .
Suta menunjuk ke arah luar , ke arah seorang gadis yang saat ini duduk bercengkrama dengan dua setan yang lain Arman dan Dion .
Reyhan terkesiap melihatnya , entah kenapa hatinya menjadi berdebar debar tak karuan .
lngin sekali dia berlari dan memeluk kekasihnya saat ini juga , tapi sepertinya respon tubuhnya tidak sejalan dengan keinginannya . Reyhan hanya berdiri mematung menatap gadisnya dari kejauhan .
" Masih ngga mau ketemu nih ? "
kata kata Suta membuat Reyhan sadar dari lamunannya , dia mendorong punggung Suta yang akan berjalan ke arah dimana tiga orang disana masih asyik mengobrol . Reyhan berjalan dengan tatapan yang tidak pernah lepas pada bidadarinya .
__ADS_1
" Cihh calon jomblo !! " kedua sahabat tanpa akhlak itu terkekeh bersama .
" Sayang .. hai "
Arman dan Dion yang mengerti jika sepasang kekasih itu butuh ruang untuk berbicara segera pergi dari meja itu .
" lncess gue tinggal ya , tenang kalau dia bikin ulah lagi biar gue bikin bonyok lagi tuh muka " kata Arman yang ditanggapi senyum oleh Mika .
Reyhan duduk di kursi yang paling dekat dengan gadisnya . Sejenak keheningan membuat mereka kikuk . Beberapa hari tidak bertemu dan tidak berbicara membuat lidah mereka kelu .
" Aku kangen kamu sayang " ucap Reyhan lirih .
Sudut bibir Mika sedikit terangkat , setelah memperbaiki duduknya menjadi lebih tegak gadis itu mulai membuka suaranya .
" Apa kau ingin bicara terlebih dahulu ? Aku tidak akan keberatan dan aku tidak akan menyelamu "
" Sayang .. jangan begitu . Jangan membuatku takut " hati Reyhan mencelos ketika kata kata Mika terasa sinis di telinganya .
" Bukankah kau sudah terbiasa bicara lebih dulu tanpa aku sela ? Jadi bicaralah lebih dulu , aku akan mendengarkan "
Reyhan mengusap wajahnya kasar , lebih baik dia dipukuli atau mendengar kemarahan daripada menghadapi sikap tenang gadisnya . Nafasnya serasa tercekik ketika akan mengeluarkan suaranya . Tatapan datar gadisnya seperti menampar hatinya .
" Aku salah .. aku minta maaf sayang . Aku selalu tidak bisa menguasai amarah ketika terbakar cemburu . Aku selalu menyakitimu ! Hukum aku , pukul aku tapi jangan mendiamkanku jangan tinggalkan aku "
" Sudah ? Kau sudah selesai tuan Reyhan ? "
DEGG ... Reyhan terkejut saat mendengar kata kata yang barusan di dengarnya . Sebutan itu sudah dua kali ia mendengarnya , pertama saat mereka berada di ruangan kantor Satria . Saat itu ia tidak menanggapi kata kata gadisnya karena masih dikuasai kemarahannya .
" Jangan begini ... " cicitnya dengan menatap gadis yang sampai saat ini bahkan belum mau melihatnya .
" Ya sudah jika kau sudah selesai maka sekarang aku yang akan berbicara " Mika menghela nafasnya dan memejamkan matanya sesaat , ia sedang mengumpulkan kekuatan untuk bisa berbicara dengan singa kutub di depannya.
" Sudah dua kali kau menuduhku tanpa alasan , kau selalu meragukanku . Saat pertama Papa Munir melamar aku sudah menolaknya . Bukan karena aku tidak menyayangimu , tapi karena kita masih terlalu muda untuk melangkah terlalu jauh . lbu berhasil membujukku dengan ide pertunangan dan bodohnya aku menerima begitu saja karena kukira kau sudah berubah . Kita bisa lihat kalau sampai sekarang kau belum berubah bukan ? "
" Sayaanngg .. "
" Jangan menyelaku !!!! " Mika menatap tajam Reyhan yang terduduk dengan lemas di kursinya . Mika menepis tangan Reyhan yang ingin meraih kedua tangannya .
" Aku memaafkanmu , aku tidak berhak menghakimi . Walau saat ini aku sangat kecewa padamu . Aku adalah tunanganmu , tapi kau lebih percaya pada seseorang yang tak kau kenal . Hanya karena foto foto yang tidak kau ketahui kebenarannya kau menganggap ku sebagai seorang j*Lang yang tidak bisa menjaga harga diriku sendiri " air mata Mika mengalir tanpa ia sadari , seberapa pun ia mencoba untuk kuat tapi ternyata air mata itu tetap saja jatuh .
lngin sekali Reyhan memeluk gadisnya yang tampak rapuh itu , setiap kata yang ia dengar dari gadis yang ia cintai seperti sedang mengiris nadinya . Reyhan merasakan kesakitan yang amat sangat walau tak ada luka ditubuhnya . Tapi sepertinya gadis itu belum menyelesaikan semuanya .
" Akupun juga bukan gadis yang sempurna , masih banyak kekurangan yang aku punya . Maaf jika selama ini aku sudah banyak merepotkanmu "
__ADS_1
" Stop .. sudah jangan bicara lagi "
Mika mengambil sesuatu dari tasnya , ternyata sebuah kotak perhiasan mungil berwarna merah . Reyhan meraup wajahnya dengan frustasi . Sepertinya ia tahu apa isi dari kotak itu karena saat pertama datang , gadisnya sudah tidak memakai cincin pertunangan di jarinya .
" Aku kembalikan ini padamu . Kau tidak terikat lagi padaku dan aku pun juga tidak terikat padamu . lkatan ini hanya membuat kita terluka . Aku menyayangimu Reyhan Wiranata , sungguh ! Aku mohon biarkan semua berjalan sesuai alurnya , jikalau di masa depan kita berjodoh maka aku tidak akan
melawan alurnya "
Mika memberikan kotak itu kepada Reyhan , sesungguhnya hatinya juga sangat terluka kali ini . Tapi dia harus membuat satu keputusan , walau keputusannya itu nanti akan membuat kecewa seluruh keluarganya . Baru hitungan hari mereka bertunangan tapi dengan sekejap kandas juga di tengah jalan .
" Kau memutuskan hubungan kita ?! Tidak , selamanya kau tidak akan kulepas !! Aku mencintaimu ! Aku tidak akan pernah melepasmu " Reyhan berteriak histeris ketika tahu gadisnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka . Dia berdiri dan mencengkeram erat tangan Mika hingga gadis itu meringis kesakitan .
" Rey .. sakit "
" Aku tahu aku bersalah tapi jangan meninggalkanku , kau adalah hidupku . Aku mencintaimu Qayreen Mikayla !!!! "
Mika terlonjak kaget mendengar teriakan Reyhan , laki laki itu saat ini sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung di kafenya . Empat setan yang dari tadi memperhatikan mereka langsung mendekat . Mereka tidak ingin Reyhan kembali lepas kontrol dan menyakiti Mika lagi .
Reyhan masih mencengkeram erat tangan Mika yang terlihat ketakutan . Mika sedikit terkejut karena ditangan yang satunya laki laki itu menggenggam gelang couple yang sempat dua berikan pada Dimas .
Arman menghempaskan tangan Reyhan yang masih mencengkeram tangan gadisnya .
" Ngga denger loe dia bilang sakit hahh ?!! "
Arman memasang badan di depan gadis yang sedang ketakutan itu .
" Jangan ikut campur urusan gue !! "
" Jadi urusan kita kalau ini soal incess , apalagi elo udah bikin dia ketakutan kaya gini . Mata elo buta hahh dari tadi dia udah nahan sakit !! " Rendy menimpali , perlahan dia menuntun gadis itu menjauh dari tempat itu .
" Cinta kaya apa sih yang elo punya buat incess hehh !! Bisanya cuma bikin nangis dia doang , teriak teriak kaya Tarzan ! Elo harus belajar menghargai cewek brooo " ujar Dion santai walau Reyhan sudah menatapnya tajam .
Ketiga setan itu sudah pasang badan ketika ia ingin mengejar Mika yang sudah keluar dari kafenya . Mereka tidak ingin melihat Mika tambah ketakutan melihat Reyhan yang masih belum bisa mengontrol emosinya .
Sementara itu Rendy masih menuntun Mika menuju mobilnya .
" Kita pulang ya , udah jangan nangis dongg !! Cakepnya hilang tau , masih sakit
tangannya ? "
Mika menggeleng pelan , tiba tiba dia menghentikan langkahnya .
" Kak Rendy jangan ngomong sama keluarga dulu ya soal keputusan Mika . Tadi kakak udah denger semua kan ? Biar Mika yang akan ngomong sama mereka . Pelan pelan semoga mereka mengerti "
__ADS_1
" Siapp incess cantik "