Belong To Me

Belong To Me
130 . Awal Pertemuan ( Satria )


__ADS_3

Setelah makan malam Mika menemani putranya bermain di ruang televisi , kali ini Aarav sedang ingin menggambar . Mika mengajari putranya mengenal banyak warna dengan crayon , sesekali ia juga memperhatikan berita yang tayang di televisi super besar di depannya .


Dia sekilas mendengar berita kepulangan seorang model wanita yang dulunya sangat terkenal di luar negeri . Mungkin karena terlalu banyak pesaing menjadikan pamornya turun .


" Lho Aarav mau kemana ? "


" Cama gepa .. "


Dengan lincahnya bocah bertubuh gembul itu melangkah menuju kamar grandpa dan grandma-nya . Dengan mudah ia meraih gagang pintu kamar dan membukanya .


Bia langsung tersenyum lebar melihat cucunya yang tangannya membawa buku gambar , ia tahu pasti Aarav ingin menggambar bersama suaminya .


" Aarav ngapain kesini ? " tanyanya sambil meraih si gembul dan menciuminya hingga anak itu tertawa geli .


" Gambal halimau cama gepa "


Bisma yang melihat interaksi istri dan cucunya langsung menutup laptopnya . Padahal ada sesuatu yang harus ia kerjakan menyangkut pekerjaannya . Tapi Aarav adalah prioritasnya sekarang .


" Hey dude , didn't we draw a tiger yesterday ( Bukannya kita sudah menggambar harimau kemarin ) ? " tanya Bisma dengan mengangkat tubuh cucunya kepangkuannya .


" ltu papa halimau gepa ... sekalang gambal mama halimau " Aarav mencoba menjelaskan .


Ha .. ha ....


Bia hanya geleng geleng kepala melihat tingkah menggemaskan cucunya . Belum selesai dengan gambarnya Aarav sudah tertidur di atas buku gambarnya setelah menghabiskan segelas besar susu hangat .


Bia meraih tubuh gembul Aarav bermaksud ingin menggendongnya . Tapi Bisma mencegahnya .


" Let me ... Biar aku yang membawanya ke kamar "


Di usianya yang masih dua tahun Aarav sudah belajar tidur sendiri di kamarnya . Lama tak kembali Bia menyusul suaminya yang berada di kamar cucunya .


Benar saja , laki laki dengan tubuh berotot itu ikut terlelap disamping si gembul dengan posisi saling memeluk . Tak tega membangunkan sang suami yang terlihat begitu lelap , Bia ikut merebahkan dirinya untuk tidur bersama mereka .


Sementara Mika ke ruang kerja suaminya dengan membawa secangkir kopi dan beberapa kue .


" Sayang ... Di mana pipi bakpau ? Kok kamu kesini sendirian ? "


" Aarav lagi sama Daddy , minta di ajarin gambar harimau katanya . Lagian kalau ikut kesini malah nanti bisa gangguin " jawab Mika sambil meletakkan nampan ke meja sofa yang ada di depan meja kerja suaminya .


" Memang kita mau ngapain disini sampai pipi bakpau bisa gangguin ?! " goda Mike kemudian menutup laptopnya .


Dia kemudian duduk bersama istrinya di sofa dan menyesap kopi hitam kesukaannya .


" Maksudnya gangguin kamu kerja . Ckk ... pasti Abi mikirnya mesum "

__ADS_1


" Lho mesum apanya ... aku ngga ngapa ngapain kamu kan ? Atau kamu pengen di apa apain sama Abi sekarang ?! "


Mika mencubit pelan lengan suaminya sambil tertawa , tak ada yang berubah sedikitpun . Meskipun putra mereka sudah semakin besar Mike tetap saja seperti dulu , sangat mesum dan suka menggodanya .


" Abi ... "


" Hemmm .. " jawab Mike sambil mengunyah kue yang di bawa istrinya tadi .


Mika menyilangkan ibu jari dan jari telunjuknya di depan suaminya sambil tersenyum genit . Dia meniru gaya kpop korea yang sedang viral .


" Duit ? "


" Ckk ... kok uang sih ! Masa Abi ngga tahu , ini kan lagi viral ! "


" Kamu minta apa sih sayang ? Abi ngga ngerti "


" Ini sarangheo ... ini tanda aku cinta sama kamu "


.Mike terkekeh melihat tingkah istrinya , direngkuhnya tubuh mungil itu ke dalam pelukannya .


" I love you too sayang ... l love you so much "


*


Naas bagi Satria karena mobil yang ia kendarai mengalami ban bocor . Kebetulan ia juga tidak membawa ban serep , hingga akhirnya ia menunggu supirnya datang untuk mengganti bannya .


" Hai bang .. mobilnya bocor ya ? Di depan ada bengkel tambal ban , jika mau aku bantu mendorong mobilnya "


Melihat pria di depannya masih diam gadis itu mencoba lagi untuk berbicara.


" Disini daerah rawan bang , panggil derek aja kalau Abang males ke bengkel "


Satria mematikan layar ponselnya kemudian memandang wanita di depannya . Memakai ripped jeans belel , kaos over size warna hitam dan rambut yang di ikat asal . Terkesan tomboy dan berantakan , tapi manis .


Benar saja dua pemuda berandalan dengan banyak tato di tubuhnya mendekat ke arah mereka . Dan Satria masih duduk di tempatnya .


" Dapet mangsa besar kita , bagi rokok dong bang ... sepet nih mulut kita ! "


Salah satu pria bertato itu menepuk bahu Satria kasar . Ketika Satria ingin beranjak gadis di depannya sudah terlebih dulu bertindak .


Gadis itu menarik lengan pria itu hingga menjauhi Satria . Dan dia menganbil sesuatu di tasnya .


" Elo mau rokok kan ? Nih ambil punya gue ... dah sono pergi "


" Tapi kita juga minta duit , tajir dia ! Mobilnya kinclong gini " sahut pemuda satunya mendorong mundur tubuh gadis itu .

__ADS_1


" Mata loe buta pada !? Dia aja lagi kesusahan malah elo palak " dengan beraninya gadis itu melawan setiap kata dua pemuda. di depannya .


" Bodo amat !! Orang kaya kaya dia ngga bakal miskin kalau ngasih kita duit . Ya kan Bang ? "


Satria menatap tajam dia pemuda yang sedang bertolak pinggang di depannya .


" Apa yang akan kalian lakukan jika aku tidak mau memberi kalian uang !? "


" Paling mobil Abang remuk sama kita "


" Cobalah .... "


Wanita tadi memandang Satria kesal , bukannya melawan malah mempersilahkan dua preman itu untuk menghancurkan mobilnya . Orang kaya memang banyak yang gila , begitu pikirnya .


Dua preman tadi cuma saling pandang , mereka sama sekali belum bergerak dari tempatnya .


" Udahlah bang ... sayang juga mobilnya bagus gitu masa iya kita ancurin . Biarlah dia jadi penghias jalan ibukota "


Ha .. ha ....


Dua preman itu tanpa di duga malah berjalan pergi meninggalkan mereka .


" Tunggu !!! "


Dua preman tadi membalikkan badan karena merasa Satria berbicara pada mereka .


" Jika kalian mau bekerja datanglah ke perusahaan Wiratama . Di sana mungkin sedang membutuhkan tenaga kerja "


Dua preman itu berbalik lagi sambil mengacungkan jempolnya .


" Abang punya koneksi di sana ? Aku bisa ikut kerja disana nggak bang ? Aku mau kok kerja apa saja ! " sambar gadis itu ketika mendengar Satria menawarkan pekerjaan .


" Kau bisa apa !? "


" Banyak ! Bikin kopi , bersih bersih , ngepel jadi satpam juga bisa bang . Semua aku bisa pokoknya " sahut gadis itu sangat bersemangat .


Dari kejauhan terlihat sang supir membawa ban serep dengan motornya . Satria segera beranjak dari duduknya dan menghampiri supirnya .


" Aku bawa motormu ... kau selesaikan ini "


" Ya tuan " jawab sang supir patuh .


" Bang terus aku gimana ? Bisa kan aku ikut kerja sama Abang ? Nanti aku kasih apapun yang Abang minta kalau aku udah kerja , asal jangan yang mahal mahal " seru gadis itu ketika melihat Satria sudah berada di atas motor .


" Pak Setro besok bawa gadis itu .. "

__ADS_1


" Ya tuan "


Satria kemudian melajukan motor membelah jalanan itu . Dan sang supir hanya bisa menghela nafas ketika gadis di depannya memberondongnya dengan berbagai macam pertanyaan .


__ADS_2