
Seminggu sudah berlalu , Mika merasakan Mike selalu berusaha menghindarinya sejak kejadian ciuman di atas ranjang itu . Mike memang seperti biasa bersikap hangat padanya tapi akan berbeda cerita ketika mereka berada di dalam kamar yang sama . Mike seperti sangat menjaga kontak fisik dengannya .
Pernah suatu malam Mika sedang berendam di bath up Mike tiba tiba membuka pintu kamar mandi . Mungkin Mike tidak tahu jika sang istri sedang berendam . Dan setelah itu malamnya suaminya berada di ruang kerja sampai pagi , entah tidur atau memang sedang menyelesaikan pekerjaannya . Hal itu membuat Mika menjadi merasa rendah diri . Mika merasa dirinya tidak menarik sebagai seorang wanita .
" Sita ... bisa ketemuan nggak ? Kangen jalan bareng " kali ini Mika ingin berkeluh kesah pada sahabatnya . Lagipula sudah lama ia tak bertemu dengan sahabat sejak masa sekolah itu .
" Ok .. di kafe biasa aja ya "
Dan siang itu mereka bertemu di kafe milik Reyhan yang dulu sering digunakan Mika dan Sita untuk sekedar berkumpul dengan temannya . Siang itu Mika mengenakan dress pendek berwarna biru langit dengan rambut yang ia biarkan tergerai . Sesaat kedatangannya menjadi pusat perhatian kaum adam di kafe itu .
" Mikaaa ... "
Sita tampak melambaikan tangannya saat teman sekolahnya itu memasuki kafe , dia menatap sebal tatapan lapar para adam yang ada di tempat itu . Tapi dia tak menyalahkan mereka sebab Mika semakin dewasa malah terlihat semakin cantik .
Senyum Mika mengembang ketika melihat Sita yang duduk di pojok ruangan yang persis di sebelah jendela kaca besar . Dari dulu pojok ruangan itu adalah tempat favorit mereka .
" Sita udah lama ? Maaf ya Mika lama , gorila sempet ngga ijinin Mika pergi sendirian "
" Terus tadi sama siapa kesini ?? "
" Numpang mobil Daddy Bisma he .. he ....tadi kebetulan Daddy mau ke restoran dekat dekat sini buat meeting sama klien "
" Ngga takut elo sama mertua kamu itu ? Ganteng sih .. tapi serem serem gitu "
" Ishhh sembarangan serem ! Daddy baik banget sama Mika "
Dari arah dalam terdengar suara laki laki yang masih sangat Mika kenal .
" Honey ... "
Laki laki itu berjalan ke arah mereka dan dengan mesranya mengecup kening Sita . Mika sampai terperangah melihat kemesraan dua sejoli itu .
" Kalian ??!!! "
Laki laki itu tersenyum dan mengacak acak rambutnya , hal yang sama seperti dulu ketika laki laki itu berada di dekatnya . Laki laki tampan yang menjadi guard angel nya , yang selalu menjadi garda terdepan ketika membelanya . Mika mendengus kesal karena sepertinya dia ketinggalan berita tentang sahabatnya .
" Kak Arman ... kok bisa kalian ??? "
__ADS_1
" Bisalah !! " sahut mereka berdua kompak dan terkekeh bersama melihat Mika yang tampak masih tidak percaya .
" Kalian beneran pacaran ?? "
" Enggak ... " sekali lagi mereka kompak menjawab .
" Terus .. ?? "
Sita dan Arman semakin tersenyum lebar melihat raut bingung di depan mereka . Gadis cantik di depan mereka masih saja seperti beberapa tahun yang lalu , polos dan menggemaskan . Akhirnya mereka mengangkat tangan kirinya bersama sama . Disana tersemat cincin berlian couple yang menandakan ikatan hubungan mereka .
" Kita ngga pacaran ... tapi kita udah tunangan . Memang ngga ada perayaan soalnya Kak Arman masih di Aussy sibuk dengan perusahaan barunya . Rencananya kita nikah sekitar enam bulan ke depan "
" Jahat ... "
" Kita udah pernah mau ceritain soal hubungan kita . Tapi waktu itu kamu juga lagi ngalamin bertubi tubi kejadian yang kita sendiri juga sangat terkejut . Meninggalnya paman , pernikahan kamu ... "
Arman menghela nafas panjang dan Sita menggenggam tangannya . Sita tahu Arman menyayangi Mika seperti dia menyayangi adik kandungnya .
" Jelek tau kalau manyun manyun gitu " goda Arman yang melihat genangan air mata yang sudah di ambang mata Mika .
" Incess .. kak Arman tinggal dulu ya , titip tunangan kak Arman dulu ya " godanya lagi yang membuat Sita malah terkekeh .
Arman kembali mengecup kening Sita sebelum pergi beranjak dari tempat itu . Mika sedikit iri dengan kemesraan yang terlihat di depannya karena akhir akhir ini Mike terlalu sibuk . Rencana Daddy Bisma yang 8ngin mengikutsertakan dirinya ke proyek baru pun di undur karena sempat terjadi masalah , walau itu sudah diselesaikan oleh Mike dan Satria .
" Kok malah melamun ... katanya mau curhat !! "
" Kapan kalian pacaran ?? "
" Kita dekat setelah Reyhan pergi ke luar negeri , waktu itu Reyhan sering chat kamu tapi kamu jarang bales . Alhasil Reyhan nyuruh kak Arman hubungi aku buat bujuk aku agar mau jadi mata matanya .. " jelas Sita sambil tertawa kecil .
" Tapi jelas gue tolak !!! Enak aja , gue ngga bakal jadi pengkhianat . Tapi setelahnya malah aku dan Kak Arman makin kesini malah semakin dekat . Dan dia kasih aku kejutan sebulan yang lalu ... Kak Arman menemui ayah untuk melamarku . Sweet banget kan dia "
" Kak Arman pria baik , jangan selengean lagi elo ! Udah mau jadi nyonya Arman . Ya Tuhan baru kemarin kita sekolah bareng "
Dan mereka tertawa bersama , ternyata waktu cepat sekali berlalu . Setelah menyelesaikan makan siang mereka memutuskan untuk jalan jalan di mall yang berada disekitar tempat itu . Kebetulan mall itu adalah salah satu mall milik keluarga Dananjaya .
Mika mengerutkan dahinya ketika Sita mengajaknya masuk ke sebuah toko underwear merk ternama .
__ADS_1
" Kita ngapain kesini ? "
" Dangdutan "
" Sitaaaa. .... Mika nanya beneran !! "
" Ya beli under wear dong , masa iya di toko under wear kita beli lontong "
Mika melirik ke arah deretan lingerie yang terpajang di dekatnya . Dia terkejut ketika melihat label harga yang tersemat disetiap lingerie yang tergantung . Sita hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan Mika yang malah sibuk melihat label harga .
" Ya Tuhan .... elo mau beli lingerie apa mau sidak harga sih !! "
" Engga , Mika cuma mau lihat lihat . Kemarin Mommy beliin Mika sekoper lingerie kaya gini . Baru kepake satu malah "
" Beneran ?!! Bener elo pake ginian di depan Gorilla ?? "
" He em "
" Pasti langsung belah duren !! Cerita dong gimana rasanya "
Sita menarik Mika untuk duduk di sofa yang tersedia di toko itu . Pembeli lain hanya menatap sinis pada dua gadis yang asyik bercerita itu . Mungkin mereka berpikir dua gadis itu tak akan mampu membeli under wear harga selangit di tempat itu .
" Mike kan ngga doyan duren ! "
" Bukan duren yang itu , tapi yang itu .. "
Sita melirik ke arah bawah dan Mika tahu ke arah mana pandangan sahabatnya . Spontan ia menepuk keras bahu Sita .
" Isshhh .. mesum "
" Ha ... ha .. tapi enak kan belah duren "
" Apaan !! Sampai sekarang belum belah apapun "
" Serius ?? Bohong banget !! Ngga mungkin Gorilla ngga ngiler liat elo pake gituan " kata Sita dengan menunjuk deretan lingerie di depannya .
Mika hanya menghela nafasnya ketika mengingat lagi kejadian malam itu . Sita menatap heran sahabatnya yang terlihat menyimpan masalah , dia menjadi berpikir bahwa Mika tidak bahagia dengan pernikahannya .
__ADS_1