
" Njaa ... di panggil Pak Farel bagian HRD , katanya suruh cepet soalnya dia mau kelantai atas nanti " kaya seorang staff pada Senja yang sedang mengepel lantai dua kantor Wiratama .
" Senja memang bikin salah apa mba ? " tanya Senja .
" Ngga usah takut kalau kamu memang ngga bikin salah , udah santai aja "
" Ya udah mba makasih , saya ke sana dulu "
TOOKK ... TOKKK
" Permisi Pak Farel , benar bapak panggil saya ? "
Dengan posisi masih berdiri Senja menanyakan tentang kedatangannya .
"' Silahkan duduk dulu Senja , sebentar saya cek yang ini dulu " kata seseorang yang bernama Farel . Sepertinya dia sedang melihat laporan di layar laptopnya .
" Udah di sini aja Pak , baju Senja kotor habis ngepel sama bersih bersih "
Tak lama Pak Farel menggeser kursinya menghadap ke arah Senja .
" Untuk waktu seminggu ke depan kamu ada tugas baru "
" Tugas apa pak ? "
" Untuk sementara kamu menggantikan asisten CEO yang biasa membersihkan apartemennya . Orang tuanya yang di kampung sedang sakit jadi dia minta cuti seminggu . Dan sepertinya apartemen itu jarang sekali ditinggali karena CEO kita orang yang sangat sibuk " .
" Ooooo ... tapi setelah seminggu saya tugas di sini lagi kan ? "
" Ya tergantung itu asisten memperpanjang cuti atau tidak ! CEO kita orang yang perfectionis saya harap kamu mengerjakan semua dengan sebaik baiknya . Walaupun tidak ditinggali saya harap jangan ada cacat sedikit pun karena taruhannya adalah pekerjaanmu sendiri "
" Baik saya akan berusaha "
Sorenya seperti biasa ia pulang dengan mengendarai motor bututnya . Sampai dirumah ia membersihkan warung dan menyiapkan segala sesuatu untuk berjualan nanti malam .
*
Satria melakukan mobil sportnya dengan kecepatan sedang . Tapi tiba tiba saja seorang ibu ibu melintas di depannya tanpa menyalakan lampu sign terlebih dahulu . Karena kaget ia reflek banting stir ke kiri dan menabrak seorang pengendara motor .
Untung ia melaju dengan kecepatan sedang waktu itu , jika tidak mungkin kecelakaan yang terjadi akan lebih parah .
Satria turun dari mobil untuk melihat motor yang telah ia senggol . Dia bernafas dengan lega karena pengendara motor itu baik baik saja . Satria bisa melihat pengendara motor itu adalah seorang laki laki muda .
__ADS_1
Satria memarkirkan mobilnya di sebuah Junimart yang tak jauh dari tempat itu . Dan beberapa orang membatu pemuda itu untuk meminggirkan motornya .
" Hei maaf ya , tadi ngga sengaja "
" Iya bang , ngga apa apa ! Emang kaya gitu kalau emak emak sudah ada di jalan , yang lain ngga keliatan kayanya " ujarnya ramah .
Satria mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan ia berikan pada pemuda itu .
" lni apa bang ?! "
" Buat kamu , buat perbaiki motor kamu . Pasti tadi ada lecet karena tersenggol mobil "
" Makasih bang . Tapi ngga usah , motornya juga baik baik saja kok . Ada juga mobil mahal Abang yang lecet . Selow aja bang ... yang penting kita udah ngga apa apa "
Satria tersenyum , ia salut dengan pemuda didepannya . Walau jelas jelas Satria yang salah karena telah menabraknya tapi pemuda itu sama sekali tidak menyalahkannya .
Pemuda itu malah masih bisa bersyukur karena mereka baik baik saja . Satria kemudian duduk disamping pemuda tadi .
" Satria .... " Satria mengulurkan tangannya pada pemuda tadi .
" Banyu bang ... Banyu Segara "
Satria mengernyitkan keningnya , sepertinya dia tidak asing dengan nama itu .
" Kelas sebelas , ini tadi baru pulang dari study tour . Mungkin lagi capek jadi aku ngga konsen naik motornya "
" Sudah jelas aku yang salah " tukas Satria dan mereka tertawa bersama .
Setelah memastikan pemuda itu baik baik saja Satria melanjutkan perjalanannya menuju mansion . Di lihatnya Munir dan Lisa sudah rapi , Nita dan Reyhan pun juga sudah berdandan rapi duduk diruang tengah .
" Kalian akan ada acara ? "
" Hanya makan malam sayang " jawab Lisa menghampirinya .
" Bersiaplah ... kita akan ada tamu malam ini " kata Munir menimpali .
" Tamu ?? "
" Calon kakak ipar ku " sahut Reyhan tersenyum tengil .
Tanpa menunjukkan ekspresi Satria segera ke atas menuju kamarnya . Dalam kamar Satria menghela nafasnya , ternyata rubah licik itu benar benar menjalankan aksinya . Padahal seharusnya pertemuan makan malam diadakan beberapa hari lagi .
__ADS_1
Tak mungkin ia membuat kekacauan malam ini karena dengan jelas ia melihat semua keluarganya sangat antusias . Malam ini dia harus bisa menutupi rasa bencinya pada Jenny sebelum ia bisa menunjukkan wajah asli rubah itu tanpa harus memecah tali persahabatan .
Dalam acara itu Satria lebih banyak berdiam diri , tak sekalipun ia melihat ke arah Jenny yang malam itu berdandan dengan anggun . Setiap kata kata manis yang diucapkan rubah licik itu pada keluarganya membuatnya sangat muak .
" Satria ... bukankah putriku sangat cantik " goda Oliver yang sebenarnya sudah menyadari ketidaktertarikan Satria pada putrinya .
" Semua orang mempunyai definisi cantik berbeda beda uncle "
" See Dad ? Dia istimewa , Satria pantas menjadi menantu kita " ucap istri Oliver yang membuat senyum di wajah Jenny semakin lebar .
Jenny yakin bahwa Satria tidak akan bisa menolak perjodohan ini . Dia juga melihat semua keluarga Wiratama juga sangat menyukainya . Jalan mereka untuk segera menikah sepertinya sudah terbuka lebar .
Jenny pulang dengan wajah penuh kemenangan , ternyata semudah itu mengalahkan seorang Satria Wiratama . Ditengah perjalanan Jenny mendapat pesan dari seseorang melalui ponselnya . Sekilas dia membacanya kemudian menyimpan lagi ponselnya di tas .
" Dad bolehkah aku hadir di acara ulang tahun teman malam ini ? " bohongnya .
" Kau sudah terlalu sering keluar malam Jen , kau sudah akan menikah . Dan keluarga Wiratama bukanlah keluarga sembarangan . Kau harus bisa lebih menjaga namamu ... nama keluarga kita " jawab istri Oliver .
" Come on Mom , aku hanya ingin mengucapkan selamat . Hanya itu ! Setelah itu aku pasti pulang " bujuk Jenny lagi .
" Terserah ... Yang penting kamu bisa menjaga diri "
" Pasti Dad !! "
Setelah sampai dikediamannya Jenny turun dan kemudian pergi dengan membawa mobil sendiri .
Bukan ke pesta ulang tahun seperti yang ia sebutkan tadi . Tapi salah satu teman ranjangnya mengiriminya pesan rindu padanya . Pesan itu juga melampirkan alamat hotel tempat laki laki itu menunggunya .
" Darling ... l miss you " Jenny memeluk laki laki muda berparas cukup tampan yang sudah menunggunya ketika sudah masuk ke dalam kamar hotel .
" I miss you too Hottie " laki laki muda itu segera mel*mat bibir Jenny dengan rakus dan dengan senang hati Jenny langsung menyambutnya .
" Hei ... kalian tak akan bermain tanpa aku kan !? " seorang laki laki muncul dari dalam kamar mandi , sepertinya ia habis membersihkan diri .
Dia juga langsung menghampiri dua orang yang sudah menautkan lidah dan ikut bermain di dalamnya . Dengan mudahnya ia menyingkap gaun Jenny dan menurunkan kain segitiga yang menutupi area bawah wanita itu .
Malam itu Jenny benar benar di buat menjerit nikmat dengan permainan dua laki laki teman ranjangnya yang benar benar sudah
' menghajarnya ' dengan berbagai gaya . Walau badannya terasa remuk tapi senyum puas menghiasi wajahnya yang sudah bermandi peluh .
" Come on faster baby ... Aku suka permainan kalian ! Lain kali kalian ajak satu teman lagi . Aku ingin mencoba permainan kalian bertiga "
__ADS_1
" lde bagus darling " jawab salah satu laki laki yang masih dengan perkasa menghujam area bawah milik jenny walau wanita itu sudah terkulai lemah .
" Kau benar benar wanita paling gila yang pernah kami temui "