
Satria POV on
Hari ini adalah kedatangan Fia , aku sendiri yang memintanya datang kesini . Sengaja aku memintanya datang karena dulu dia pernah bilang ingin sekali ke Medan bertemu dengan kakek nenek dan saudara saudaranya disana . Dan saat ini aku ingin sekretaris cantik yang sudah banyak membantuku itu mendapat liburan walau tak terlalu lama .
Tak berapa lama Fia tiba di kantor , seperti biasa ia selalu mengenakan pakaian yang cukup seksi . Aku sama sekali tidak terkejut karena itu adalah dirinya , elegan dan seksi . Sebenarnya siang ini ada jadwal aku bertemu dengan Mika , gadis muda yang berhasil menjungkir balikkan duniaku . Dan ketika Fia tahu ia malah meminta bertemu muka dengan Mika .
Diam diam gadis itu sudah berhasil merantaiku dengan segala kepolosannya . Aku sangat yakin gadis itu tidak pernah menyadari bahwa dia sudah mencuri hatiku bahkan saat kami pertama kali bertemu . Tapi sudahlah , dia masih terlalu muda untuk aku ikat dalam rantai cintaku . Aku tidak boleh egois , apalagi saat mengetahui Reyhan juga sangat tergila gila padanya . Sangat wajar , karena kurasa setiap laki laki yang mengenalnya akan bertekuk lutut dihadapannya .
Kuputuskan untuk ke Dubay , bukan untuk menjauhi gadis itu . Tapi aku memang punya proyek besar yang selama ini aku impikan . Disana aku mendirikan perusahaanku sendiri yaitu SW ( Satria Wiratama ) Corp . lngin kubuktikan pada papa bahwa dia tak pernah dia sia menggemblengkundari kecil . Kenangan itu akan selalu lekat di kepalaku , saat dia mengantar dengan kedua mata beningnya yang mengeluarkan air mata . Kurasakan kehangatan saat aku mengecup keningnya . Saat itu seakan aku melihat cinta di matanya , tapi tidak ! Aku mungkin hanya terlalu terbawa suasana .
Hingga hari hariku selalu diwarnai oleh kenakalan kenakalan Sofiana yang selalu saja mencoba menantang jiwa laki lakiku . Bukannya aku tak tergoda , hanya laki laki bodoh yang tidak tergoda dengan tubuh sempurnanya . Tapi nyatanya logikaku selalu menjadi pemenang , aku tak akan pernah merusak tali persahabatan yang sudah kami bangun selama bertahun tahun hanya karena nafsu sesaat .
Walaupun aku sudah berada jauh dari Jakarta nyatanya aku masih memegang teguh amanat papa untuk menjaga Mika . Dan aku menyerahkan semua tugas itu pada Affan dan Edgar . Affan adalah bodyguard pribadiku yang sangat aku percaya , dan Edgar adalah salah satu teman Reyhan yang aku tolong keluarganya dari kebangkrutan .
Aku menolongnya karena ada seseorang yang sudah berlaku curang untuk menjatuhkan keluarga itu . Dan aku adalah orang yang sangat tidak suka dengan kecurangan . Bagiku setiap pengusaha memang harus bersaing untuk meningkatkan kinerjanya , tapi tidak untuk berbuat curang .
__ADS_1
Dari mereka aku mendapat laporan tiap harinya , dari awal mula kedekatan Reyhan dan Mika sampai pada putusnya tali pertunangan mereka yang dipicu oleh salah satu keluarga Mika dari Jogja bernama Vera .
Sejak saat itu aku meningkatkan penjagaan untuk Mika . Dikampusnya pun aku juga menempatkan beberapa orang yang bisa aku percaya untuk menjaga gadis itu atas rekomendasi Edgar . Para guardian itu tanpa Mika sadari selalu ada di sekitarnya .
Beberapa bulan kemudian tak kusangka perusahaan ku berkembang dengan pesat . Dengan tekad bulat aku juga melebarkan sayap ke Brasil . Brasil adalah salah satu negara berkembang di benua Amerika , negara penghasil kopi terbesar di dunia . Aku berharap perusahaanku juga bisa berkembang disana .
Satu tahun lebih aku berada di Dubay tanpa sekalipun pulang membuat Mama marah besar . Pernah sekali waktu dia menelpon hanya untuk memarahiku habis habisan . Dan tentu saja aku harus menjadi pendengar yang baik karena jika sekali saja aku menjawab maka dipastikan durasi marah mama malah akan bertambah panjang .
Setali tiga uang dengan mama , Papa juga akhirnya menelpon dengan alasan perusahaan . Aku maklum karena seharusnya papa sudah tidak lagi dibuat pusing oleh urusan perusahaan Tapi bagaimana lagi , Reyhan masih kurang lebih satu tahun berada di London untuk menimba ilmu .
Akhirnya kuputuskan pulang ke lndonesia , dan sekarang disinilah aku berada . Di ruangan CEO , sebuah jabatan yang masih aku pegang untuk Wiratama Group .
KLEKKK ..
Kulihat Fia masuk ke ruangan ku dengan tersenyum , seperti biasa dia pasti akan memelukku . Kami berbincang di sofa yang berada tepat di depan meja kerjaku . Dia memuji tatanan interior kantorku saat ini . Bahkan dia tak percaya ketika aku memberitahunya bahwa Mika yang sudah menjadi desainer interior untuk ruanganku .
__ADS_1
Tiba tiba mataku seperti kemasukan sesuatu , Fia bilang mungkin bulu mataku rontok dan masuk ke mataku . Pertama terasa sangat gatal , tapi lama lama perih karena aku terlalu keras mengucek mataku . Kemudian Fia meniup mataku dengan keras , berharap sesuatu dimataku itu bisa segera hilang .
Ketika kami dalam posisi yang terlihat intim , ya karena posisi kami seperti sedang berpelukan walau nyatanya tidak demikian . Kulihat sebuah siluet seorang gadis sedang berdiri di depan pintu kantor . Tapi saat kulihat dengan benar benar ternyata gadis itu sudah tidak ada .
Setelah perih dimataku mereda aku pamit pada Fia untuk keruangan sekretaris pribadiku sebentar . Aku ingin bertanya pada Dimas apakah Mika sudah sampai dikantor apa belum , biasanya Mika tepat waktu tapi ini sudah lebih dari lima belas menit .
Pintu ruangan Dimas terbuka , dengan jelas kudengar suara yang selama ini menjadi penghias tidur malam ku . Samar kudengar jika dia sedang membicarakan seseorang yang sudah berani beradegan ciuman panas di ruanganku . " What the hell ?!!!! Siapa gerangan yang berani berbuat seperti itu dan kulihat bidadari itu sudah duduk di sofa dengan dua tangan membawa Snack dan didepannya sudah tersedia aneka soft drink rasa buah .
Mulut mungil itu juga berbicara tentang Dimas yang ingin naik gaji , dan Dimas sudah terlihat salah tingkah karena dengan tidak sengaja aku ikut mendengarnya . Sudah lama kurencanakan bonus dan kenaikan gaji untuk Dimas , karena dialah yang sebenarnya tidak secara langsung memimpin perusahaan ini sejak aku tinggalkan . Ya semua keputusan meeting perusahaan memang masih aku atau papa yang berhak menentukan , tapi dia yang menjalankan tampu perusahaan ini .
Bidadari itu sempat mengira Dimas akan meminta lagi snack yang sedang dia makan . Ya Tuhan padahal jika dia mau dia bisa membeli semua Snack dari pabriknya sekalian dengan black card yang aku berikan . Hal hal seperti inilah yang semakin membuatku tak bisa lagi berpaling darinya . Dia gadis yang teramat sederhana dibalik kecantikannya yang membuat kaum Adam bertekuk lutut .
Gadis itu terlihat lebih menggemaskan ketika tahu keberadaan ku diruangan Dimas itu . Mata bulatnya membola , dan kedua tangannya menyembunyikan Snack yang dari tadi dia makan . Pipinya bersemu ketika aku menyuruhnya segera keruanganku dengan terlebih dulu membasuh kedua tangan dan bibirnya . Bibir itu terasa amat menggairahkan ketika sedang ******* snack yang masih disembunyikannya , kurasa aku sudah gila ! Aku selalu gila bila ada di dekatnya !
Satria POV End
__ADS_1