
Setelah beberapa jam akhirnya Mike tiba di kota Surabaya . Dia di jemput langsung oleh salah seorang kepercayaan Bisma yang menangani beberapa perusahaan Dananjaya yang ada di kota tersebut .
Mike menempati presidential suite room sebuah hotel yang ada di pusat kota .
" Ada lagi yang bisa saya bantu tuan muda ? "
" Atur pertemuanku segera dengan Uncle Gunadarma secepatnya ,, aku tidak ingin membuang waktuku . Satu lagi sediakan satu mobil untukku karena aku tidak akan menggunakan supir "
" Tapi tuan Bisma berpesan ... "
" Lakukan saja apa yang aku minta " kata Mike dengan menekan setiap kata yang ia ucapkan .
Laki laki parubaya bernama Mukti itu langsung bungkam , ia berpikir sifat putra Bisma ini akan lebih lunak tapi ternyata Mike mempunyai sifat yang sama persis dengan Daddynya yaitu tidak banyak bicara dan tidak suka dibantah .
":lya tuan " hanya itu yang bisa Pak Mukti ucapkan .
Sebenarnya dilema untuknya karena kemarin Bisma sudah mempercayakan penjagaan putra satu satunya itu padanya . Bisma juga yang memintanya untuk menempatkan satu orang bodyguard di dekat Mike apapun keadaannya .
Pak Mukti sudah merencanakan secara matang jika supir yang akan dipakai Mike adalah merangkap sebagai bodyguardnya . Tapi sepertinya rencananya sedikit berubah karena sepertinya tuan mudanya tidak suka jika ada bodyguard di sisinya .
Tak mau membuang waktu malam itu Mike mengundang makan malam keluarga Gunadarma dinner di sebuah restoran mewah yang terletak diatas gedung hotel tempatnya menginap . Restoran yang yang di lantai paling atas itu menyajikan pemandangan kota Surabaya yang indah dengan hingar bingarnya .
Sebelum pergi untuk makan malam Mike menyempatkan diri untuk menelpon istrinya . Walaupun tidak sepenuhnya bisa menyembuhkan rasa kangennya yang menggebu tapi setidaknya bisa sedikit membuatnya tenang.
Setelah itu dia segera pergi ke meja yang sudah direservasi oleh orang kepercayaan Daddynya . Setelah beberapa saat menunggu datanglah orang yang memang sudah ia tunggu .
" Hai Mike maaf kamu menunggu lama "
" lts fine uncle ( tidak apa apa paman ) " jawab Mike kemudian menyalami Gunadarma yang malam itu membawa seorang wanita cantik yang terlihat lebih muda darinya . Mike meyakini wanita inilah yang diceritakan Bisma sebelum ia berangkat ke Surabaya .
Wanita simpanan yang sudah membuat istrinya sendiri menggugat cerai . Mike cukup salut melihat keberanian dua orang itu tampil di depan umum seperti ini .
Mike tidak merespon ketika wanita cantik itu ikut mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengannya . Bukannya ia bermaksud untuk tidak sopan , tapi Mike tidak nyaman dengan cara wanita itu memandangnya .
" Dia istri uncle son " ucap Guna dengan entengnya .
__ADS_1
" Istri ?? Maaf tapi Mike hanya tahu aunty Meeta istri Uncle " jawab Mike tanpa melihat ke arah wanita yang sedari tadi membuatnya risih .
Wanita itu memang cantik tapi jauh dari kata elegan . Dandanan yang sedikit berlebihan dengan pakaian branded KW warna mencolok yang menampakkan hampir separuh dadanya . Sikapnya juga membuat Mike muak , wanita itu sepertinya ingin menunjukkan pada Mike bahwa ia lebih segalanya dari ' Aunty Meeta ' yang disebut Mike sebagai isteri sah dari Guna .
" Sidang perceraian kami masih berlangsung son , Dessy ini istri siri uncle . Aku yakin kamu sudah mengetahui ceritanya "
Mike sedikit mengangkat bibirnya , sebenarnya ia tak menyangka Gunadarma akan membawa istri sirinya pada pertemuan makan malam ini .
Suasana makan malam ini menjadi agak sedikit canggung karena Mike sama sekali tidak mengajak bicara istri siri Gunadarma .
" Kau menginap di hotel ini son ?! Kenapa tidak menginap di mansion Uncle saja . Uncle merasa senang jika kamu mau tinggal beberapa hari disana "
" Terimakasih atas tawarannya , tapi Mike punya banyak urusan beberapa hari ini . Akan merepotkan jika Mike harus tinggal bersama Uncle " tolak Mike secara halus .
" Sepertinya Uncle harus ke toilet sebentar ... kamu tidak apa apa kan aku tinggal disini ? " tanya Guna pada Dessy yang asyik menikmati wine setelah makan malamnya .
" No problem sayang "
Mike membuang pandangannya ke arah luar demi menghindari adegan mesra dua orang yang menurutnya menjijikkan . Pasangan selingkuh yang tidak peduli dengan norma kesopanan lagi .
Dessy meletakkan gelas wine yang sejak tadi ada ditangannya . Dari pertama ia datang ia memang sudah mengagumi ketampanan pria yang kini ada di depannya .
" Disini dilarang merokok Nyonya " tukas Mike tanpa berniat menjawab pertanyaan yang ia rasa tidak penting itu .
" Nyonya ? Heiii ... aku seumuranmu sayang , dan untuk rokok aku jamin tidak akan ada yang berani menginterupsi "
" Apa kau tuli !!! Aku tadi bilang disini dilarang merokok "
" Ha .. ha kau cukup berani ternyata . Tapi aku tidak peduli !! Kau tahu suamiku ? Dia adalah salah satu pejabat penting di ibukota , kami disini hanya karena sidang sialan yang tak kunjung selesai itu "
Mike tak banyak berkata lagi , ia malas meladeni wanita ular yang ada di depannya . Setelah mengirim pesan pada seseorang tampak beberapa orang berseragam hitam mendekatinya .
" Bawa wanita itu pergi dari sini , jangan sampai aku melihatnya lagi di hotel ini . Kalian dengar !!! "
Sebelum orang orang berseragam hitam itu mendekati Dessy tampak dua orang berperawakan tinggi besar ingin mencegahnya . Mike yakin dua orang itu adalah bodyguard Gunadarma . Dan sayangnya Dessy sama sekali tidak melihat orang orang berseragam hitam yang ingin mendekatinya karena posisi duduk yang membelakangi .
__ADS_1
BRAKK ...
" Lancang !! Siapa kau berani beraninya merendahkanku seperti ini , kita lihat saja nanti pemuda sepertimu hanya akan berakhir dengan menjilat sepatuku "
Bukannya takut Dessy malah semakin ingin memperlihatkan taringnya . Untungnya malam ini Mike sudah memboking satu restoran ini untuk semalam , jadi tidak akan ada pengunjung yang mengganggu makan malam kali ini .
Mike sama sekali tidak terpancing emosinya , baginya wanita dihadapannya ini hanyalah angin lalu yang tak perlu ia tanggapi . Dengan tenang ia menyesap jus jeruk di gelasnya .
Gunadarma terlihat tergesa mendekati meja tempatnya tadi makan . Dia tak menyangka akan ada keributan antara Mike dan istri sirinya .
" Ada apa ini ?? "
Dessy langsung memerankan perannya sebagai pihak yang ditindas . Dia segera berlari dan bergelayut manja di lengan Guna .
" Sayang mereka ingin mengusirku dari sini . Padahal tadi aku hanya say hello saja padanya agar suasana tidak canggung "
" Son ?? What's wrong ?! " tatap Guna mengharap penjelasan dari Mike .
" Ada hal penting yang ingin aku bicarakan pada Uncle malam ini . But l just want to talk privately ( Tapi aku hanya ingin bicara empat mata ) "
Perlahan Guna melepas kaitan lengannya dengan Dessy , saat ini sebenarnya dialah yang ingin melobi Mike agar bisa menjalin kerjasama dengan Dananjaya . Karena dipastikan setelah kehilangan istri sahnya pasti usahanya akan jatuh . Selama ini nama besar sang mertua yang menopang kejayaan semua bisnisnya . Guna sanggup menghilangkan rasa gengsinya pada Bisma hanya agar bisa meraup kembali pundi pundi uang .
" Kau lihat kan sayang , dia pemuda yang terlalu kurang ajar !! Bawa dia pergi dari sini , kalau perlu kita beri pelajaran padanya . Biarkan Harun dan Bobby menghajarnya " lantang Dessy dengan tatapan merendahkan Mike . Ia pikir Mike adalah pengusaha muda yang ingin melobi suaminya .
" Dia tidak bisa pergi dari sini "
" Kenapa ?! " jawab Dessy seakan tidak terima dengan jawaban Guna .
" Karena dia pemilik hotel ini "
" Hahh !! "
" Hotel ini bernama D C Hotel , kau tahu kepanjangannya ? Dananjaya Corp Hotel ... Dan dia Michael Gaillard Dananjaya , pemiliknya . Jadi tentu saja kita tidak bisa mengusirnya " terang Guna panjang lebar .
Dessy terperangah mendengar siapa sebenarnya laki laki yang ada di depannya itu . Dananjaya , siapa yang tidak tahu dengan keluarga billionare itu . Perusahaan raksasa yang hampir menguasai pasar Asia .
__ADS_1
Dia yakin kekayaan suaminya tak ada seujung kuku pun dibanding pemuda di depannya itu . Apalagi setelah bercerai dari istri sahnya , pasti suaminya tak lagi sekaya dulu . Sudah dari dulu ia ingin meninggalkan Gunadarma hanya sampai sekarang ia masih belum menemukan mangsa yang sesuai .
Tanpa tahu malu Dessy malah tersenyum manis pada Mike , ia berpikir sepertinya ia menemukan mangsa baru yang akan bisa menjamin hidupnya selamanya .