
Sepulang sekolah Reyhan langsung pergi menuju kafenya , dia ingin mendinginkan pikirannya disana . Setiap hari sepulang sekolah Reyhan memang selalu ke kafenya , dia mempunyai ruang kantor sendiri disana . Walau tidak terlalu besar tapi kafenya selalu ramai pengunjung . Itu karena dia sangat jeli dan pandai mengatur managemen kafenya .
Siang ini ke empat sahabatnya tidak ada yang menampakkan batang hidungnya , Reyhan sadar dirinya telah mengecewakan teman temannya . Jangankan mereka , dirinya pun kecewa terhadap dirinya sendiri . Tapi logikanya tetap membenarkan perbuatannya . Anak mana yang terima papanya diporoti seorang gadis yang mana gadis itu adalah temannya sendiri , bukan teman .. tapi gadisnya .
Setelah sampai di kantor Reyhan sama sekali tidak membuka buku akun harian kafenya , ia merebahkan dirinya di sofa yang ada dikantornya . Dia ingin mengistirahatkan pikirannya , ingin meredam rindu pada gadisnya dan ingin meredam dendam pada keadaan yang membuatnya gila .
Rasanya belum lama ia memejamkan matanya tiba tiba ponselnya berbunyi . Reyhan bangun dan melihat hari sudah mulai gelap ternyata dia sudah cukup lama tertidur . Terpampang jelas nama sang mama dilayar pipih itu . Dengan segera dia mengangkatnya .
" Halo Ma .. "
" Ya Rey kamu di kafe kan , Mama dalam perjalanan kesitu . Tadi Papa telpon mau ajak kita kerumah teman lamanya "
" Rey ngga ikut Ma !! Males "
" Pokoknya Mama kesitu kamu harus
udah rapi "
Setelah berbicara seperti itu Lisa langsung menutup telponnya , dan Reyhan terpaksa bersiap siap karena jika tidak dia akan mendengar ceramah dari sang mama .
Benar saja tak.lama setelah itu mamanya telah tiba dikantornya . Lisa tersenyum melihat penampilan Reyhan yang sudah rapi . Mengenakan kemeja hitam dipadu dengan jeans warna senada membuat putranya terlihat sempurna .
" Nah gitu dong , kan enak dilihat kalau rapi gitu . Ganteng dehh .. "
" Males Ma , itu kan temennya papa yang pada mau ketemuan . Reyhan jadi kambing congek disana "
" Ya enggaklah , temen papa kamu juga punya anak seumuran kamu . Kita ngobrol dimobil aja udah telat kita "
Dengan sangat malas Reyhan melangkah mengikuti mamanya menuju Koenigsegg CCX hitam kesayangan mamanya . Kali ini mamanya yang memintanya duduk dibelakang kemudi . Kebetulan Lisa tidak membawa supir .
__ADS_1
" Kamu tahu rumah bekasnya mbok lnem kan ? Yang udah lama ngga kepake , itu tujuan kita "
" Temen papa itu dari Jogja jadi rumah itu cuma tempat tinggal sementara sebelum mereka dapat rumah yang lebih bagus " lanjut Lisa sambil mengetik pesan pada seseorang .
" Siapa sih Ma temen papa itu , sampai mama bela belain kesana ? "
" Kamu pernah mama ceritain soal kecelakaan papa di Jogja kan ? Kamu masih diperut mama saat itu . Papamu beruntung ada orang yang mau menolong bahkan merawat dengan sepenuh hati sampai papamu bisa sembuh . Kasarnya sih papamu hutang nyawa sama mereka "
" Kok mama ngga pernah cerita sih kalau beliau udah di sini "
" Mama aja dikasih tau sama kakak kamu kalau keluarga mereka sudah di Jakarta . Mereka ditipu keluarga mereka sendiri hingga kehilangan rumah mereka . Jadi papamu bantuin mereka disini "
" Kak Satria udah tau juga ? "
" Udah kenal baik malah . Kemarin papa dan anak mereka yang nganter kakakmu di bandara . Rencananya papa mau kenalin mereka sama kita , tapi mama sibuk terus jadi kita ngga sempat kesana . Hari ini selamatan ulang tahun anak mereka jadi papa sekalian ajak kita . Lagian mama juga pengen banget kenal beliau , orang yang baik dan tulus . Udah jarang loh orang kayak mereka "
Beberapa saat kemudian mereka sampai kesebuah rumah sederhana dengan halaman yang luas dimana banyak pohon buah disana . Reyhan sedikit heran karena dihalaman rumah itu bukan cuma mobil papanya yang terparkir , tapi ada dua mobil lagi yang sangat ia kenali .
TOK ..TOK ...
" Assalamualaikum .. "
" Walaikumsalam ... "
Seorang wanita parubaya yang terlihat cantik walau dalam kesederhanaannya menyambut mereka . Wajah wanita itu berbinar ketika menyambut mereka .
" lni mba Lisa ya ! Wahhh bener bener cantik ... mari masuk mba . Trus ini pasti adeknya nak Satria .. aduhhh lupa namanya "
Lisa dan Reyhan tersenyum melihat keramahan dan kehebohan wanita itu .
__ADS_1
" Saya Reyhan Bu " Reyhan berkata dengan mencium takzim punggung tangan Retno .
Reyhan terpaku melihat siapa yang berada di ruang tamu mengobrol dengan papanya , dia pernah bertemu dengannya sekali waktu itu . Waktu mengantar Mika ke bengkel milik papanya . Ya , laki laki itu adalah ayah Mika .
Hati Reyhan bergemuruh melihat bahwa orang yang ingin dia temui adalah papanya Mika .
" Lho ini putra kalian ? " Hadi tampak mengamati wajah Reyhan , sepertinya dia pernah melihatnya .
" Kami pernah bertemu sebelumnya . Putramu pernah menolong Mika , bahkan dia mengantar sampai ke bengkel " Hadi menepuk nepuk bahu Reyhan .
Mereka duduk bersama di ruang tamu rumah itu . Papa ,mama dan laki laki yang ia baru tahu bernama Hadi itu tampak melanjutkan obrolan mereka , sedang wanita yang tadi menyambutnya sepertinya ada didapur karena Reyhan dapat mencium bau wangi masakan .
Reyhan hanya menunduk dan berusaha tersenyum , jantungnya berdegup sangat keras . Pikiran dan hatinya sedang tidak karuan . Jika laki laki didepannya adalah orang yang menyelamatkan papanya , yang juga dia kenal sebagai ayah dari gadisnya apakah pikiran pikiran buruknya selama ini salah ?
Jika memang pikiran pikiran buruknya tentang mika dan papanya salah , berati dia telah membuat kesalahan yang terlampau besar . Jangankan Mika , dia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri karena telah menghina sekaligus menjatuhkan harga diri gadis itu . Yang membuatnya lebih pedih adalah gadisnya selalu diam menghadapi dirinya . Tak sekalipun gadis itu membalas sikapnya yang selalu sinis selama ini . Bahkan pernah dengan sengaja dia menabrak gadis itu hingga terjatuh .
Ya Tuhan ! Reyhan berkali kali menghela nafas panjang . Sesal pun mungkin sudah terlambat untuknya . Bertubi tubi dia menyakiti gadisnya , laki laki macam apa yang bisa menyakiti gadis sepolos dan sebaik Mika . Bahkan teman temannya yang dikenal brengsek pun lebih membela gadis itu daripada mempercayai kata katanya .
Hadi sepertinya tau kegelisahan yang dialami Reyhan , dia berpikir mungkin Reyhan tidak nyaman mengobrol dengan mereka .
" Rey , pergilah ke ruang tengah . Disana ada beberapa teman Mika . Mungkin kau juga kenal mereka . Kata Mika sih ada beberapa yang tidak satu kelas dengannya "
" O iya papa lupa bilang . Ada Rendy di dalam saking asyiknya ngobrol sampai lupa ngasih tau . Hari ini selamatan ulang tahun Mika , tadi Rendy bawa temen temennya kesini atas seijin Mika "
" Rendy ? "
" lya tadi dia ke mansion bawa obat dari Tantemu , trus dia ikut kesini sekalian sama papa . Temen temen kamu juga ada kayanya di dalam . Papa ngga hafal namanya "
" Ya udan Reyhan ke dalam dulu "
__ADS_1
Reyhan akhirnya memutuskan untuk menemui teman temannya di dalam , terutama dengan Mika karena dia berhutang maaf pada gadis itu . Walaupun dia tahu gadis itu mungkin tak akan pernah memaafkannya ..