
Satria melihat layar pipihnya ketika mendengar sebuah bunyi notifikasi . Dia tersenyum ketika melihat tulisan yang tertera dilayar pipih itu .
" Akhirnya dipake juga " gumamnya , beberapa bulan yang lalu ia pernah memberikan salah satu black cardnya untuk Mika . Dia memaksa gadis itu dengan alasan bahwa black card itu hak Mika karena gadis itu adalah pemegang saham di Wiratama Corp . Entah kenapa tapi Satria merasa gadis itu adalah bagian dari tanggung jawabnya .
Kartu hitam itu sebenarnya adalah kartu pribadinya . Dia memberikannya untuk berjaga jaga jika gadis itu mempunyai kebutuhan mendesak maka Mika bisa menggunakan kartu itu . Sebelum berangkat ke Dubai akhirnya Satria memaksa gadis itu menerima kartu hitam itu , karena saat dia berada di tempat yang jauh dia tidak bisa sepenuhnya memantau gadis itu .
Satria tidak bisa membiarkan gadis itu kesulitan finansial apalagi sebentar lagi Mika akan kuliah , pasti akan banyak kebutuhan yang harus dia beli . Jika secara gamblang dia langsung memberikan bantuan pasti Mika akan menolaknya , jadi dia memberikan black cardnya dengan alasan perusahaan .
" Sepasang gelang ? Apa kau sudah mulai membuka hatimu untuk Reyhan ? Kenapa hatiku terasa sakit mengetahui kau sudah mulai membuka hatimu untuk adikku ?! Ya Tuhan apa yang ku pikirkan "
Satria memukul pelan kepalanya dengan pulpen yang tadi dia gunakan untuk menandatangani beberapa berkas . Suka tidak suka dia harus bisa merelakan gadis yang sempat mencuri perhatiannya itu . Sejak mendengar pertunangan antara Mika dan Reyhan dia bertekad untuk melupakan semua rasa yang tersimpan dihatinya pada gadis itu .
#
" Makanya ngga usah sok sok makan pedes kalau nyatanya ngga pernah makan pedes " sewot Sita yang duduk di sofa ruang perawatan rumah sakit .
Tadi dokter menyarankan agar Mike sementara dirawat di rumah sakit agar bisa lebih mudah memantau kesehatannya . Mika dan Sita masih menunggu Mike diruang perawatan sebelum keluarga Mike datang . Setidaknya mereka merasa Tutut andil menyebabkan laki laki tampan itu sampai sakit seperti ini .
" Udah merasa baikan kan ? " Mika menanyakan keadaan Mike yang terlihat masih pucat , tadi berkali kali dia muntah . Dokter berkata perutnya tidak bisa menahan zat yang terkandung dalam cabai yang menyebabkan perutnya terasa panas .
" You are great, you can eat that ' fire ' without feeling pain ( kalian hebat , kalian bisa memakan rasa yang seperti api itu tanpa merasakan sakit ) " ujarnya lemah .
Mika tertawa lucu mendengar kata kata Mike , dari kecil ia sudah terbiasa makan pedas . Gadis itu malah heran bisa bisanya ada orang terkapar dirumah sakit gara gara makan pedas yang menurutnya belum seberapa .
Tiba tiba pintu kamar rawat terbuka dan seorang wanita seusia mama Lisa berjalan ke arah Mike . Belum sempat Mika bertanya wanita itu sudah memukul dan mencubit Mike bertubi tubi .
__ADS_1
" Awww .. Awwww ... ampun !!! "
Mika yang melihat Mike menjerit kesakitan segera pasang badan . Satu tangannya menarik dengan lembut tangan wanita itu , dan tangan satunya menahan pundak wanita itu agar tidak melanjutkan aksinya yang brutal .
" Tante , Mike sedang sakit . Boleh cubit kok , pukul juga boleh ! Tapi nanti kalau udah sembuh . Ya kan Mike ? "
Wanita itu seketika menghentikan aksinya , matanya kini tertuju pada gadis cantik di depannya . Dia juga melihat Sita yang mendekat ke arah mereka .
" Mereka ini siapa ? " tanya wanita itu sambil menoleh ke arah Mike .
" Calon istri "
Jawaban singkat itu spontan mendapat tamparan dilengannya dari gadis cantik yang masih berdiri disamping ranjangnya .
" Awww .. Ya Tuhan kalian para wanita seneng banget nyiksa sih ! Ngga liat ini infus pada nempel ditangan " Reyhan meringis kesakitan karena dari tadi ia merasa sedang di bully para perempuan di kamarnya .
" Hai .. saya Bianca mommy nya Mike . Kalian yang udah nolong anak bandel ini ya ? Makasih ya "
" Sama sama Tante " jawab Mika dan Sita serempak .
" Kalian cantik banget sih , ngomong ngomong yang mana nihh calon istrinya Mike ? " ternyata Bianca benar benar menganggap serius kata kata putranya .
Mika dan Sita hanya bisa saling pandang kemudian mereka menatap tajam laki laki yang sudah cengengesan diatas tempat tidurnya . Mike mengangkat jari telunuk dan jari tengahnya membentuk huruf V .
" Peace ... mereka cuma temen kok Mom , tadi kebetulan kita bertemu di mall . Tadi Mike ngecek pembukuan disana . Kan Daddy yang suruh Mike harus mulai turun sendiri "
__ADS_1
Mika dan Sita saling pandang lagi , isi pikiran mereka sama . Mereka kaget ternyata Mike adalah pemilik mall yang tadi mereka sambangi .
" Tapi kalau dia mau sih Mike jadiin calon bini Mom , jangan calon deh .. Mike langsung jadiin bini aja " kata Mike sambil melirik ke arah Mika .
Bia tersenyum melihat putranya , dia bisa melihat bahwa putranya benar benar mengagumi gadis yang sedang ditatapnya . Mike telah lulus dari S2nya di London dan sudah beberapa Minggu ini putranya telah kembali ke lndonesia .
Bisma Dananjaya memintanya untuk terjun langsung ke perusahaan sekaligus memantau usaha usaha lain dibawah naungan Dananjaya Group , salah satunya adalah mall tempat mereka bertemu tadi .
Tak berapa lama Mika dan Sita pamit , mereka tenang karena sudah ada Bia yang menjaga Mike .
" Kau menyukai gadis itu anak bandel ? " Bia bertanya ketika kedua gadis itu sudah meninggalkan ruangan itu .
" l don't know why, but my heart has belonged to her since the first time we met . I'm in love with everything about her. Her eyes, the way she talks, her hair, her rosy lips ... kissable banget kayanya ( Aku tidak tahu kenapa , tapi hatiku sudah menjadi miliknya sejak pertama kami bertemu .Aku jatuh cinta pada apapun yang ada pada dirinya . Matanya , caranya berbicara , rambutnya , bibirnya yang kemerahan ... kissable banget kayanya ) .. Awwww Mom !! "
Bia kembali mencubit lengan putranya yang sudah mulai dengan mode mesumnya .
" Like father like son ... sama aja kaya Daddymu , otak mesum ! "
" Kami mesum cuma dengan wanita yang benar benar kami cintai Mom " ujar Mike kesal dengan sang Mommy .
" Dia udah tunangan , Mike telat mengenalnya " lanjutnya
Laki laki yang masih tergolek lemah itu menghela nafas panjang . Ada sedikit sesal kenapa bukan dia yang mengenal Mika lebih dulu . Dia bertemu ketika Mika sudah mempunyai pacar ... bahkan kabarnya mereka sudah bertunangan belum lama ini .
" Kau tahu son ada pepatah bilang sebelum janur kuning melengkung jomblo bebas menikung . Cuma tunangan kan ? Belum menikah ? Mana Michael Dananjaya yang Mommy kenal pantang menyerah , jangan malu maluin klan Dananjaya dengan wajah memelasmu itu " kata Bia mencoba menyemangati putranya .
__ADS_1
" Maksudnya Mommy ngajarin Mike nikung nih ! Ok l will obey all your words , support Mike ! I will try to get my love ( Ok aku akan menuruti semua kata katamu , dukung Mike ! Aku akan mencoba mendapatkan cintaku ) " Mike tampak antusias setelah mendapat dukungan dari mommynya .
Bia tersenyum melihat putranya kembali bersemangat . Dia tahu mungkin dia salah memberi saran , tapi ia ingin putranya tidak menjadi pengecut yang hanya bisa menerima keadaannya . Bia ingin putranya berjuang , hanya itu .