Belong To Me

Belong To Me
78 Kecelakaan


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu ...


" AYAAAAAHHHHHH .... !!!! "


Mika jatuh pingsan ketika melihat ayahnya yang terkulai lemah di brankar rumah sakit dengan beberapa alat yang menempel ditubuhnya . Ayahnya masih berada dalam kondisi koma , dan dokter menyarankan agar mereka sangat menjaga ketenangan diruangan itu . Mike dengan sigap langsung membopong tubuh mungil itu menuju sofa ruangan VVIP yang memang ia sediakan untuk perawatan Hadinata .


Pagi tadi Hadinata yang mengendarai motornya menuju ke bengkel dan tertabrak mobil dari arah belakang dengan laju yang sangat kencang . Setelah menabrak mobil itu malah melarikan diri , beruntung jalan itu telah dipasangi cctv hingga semua kejadian terekam jelas . Salah seorang penolong menelpon Mike menggunakan telpon genggam milik Hadinata , dia saat itu sedang on the way menuju perusahaan Dananjaya Group milik Daddynya .


Mike yang mendengar kabar kecelakaan itu langsung menuju rumah sakit dimana Hadinata dibawa . Mike memberikan semua yang terbaik untuk perawatan Hadinata . Setelahnya ia menjemput Mika dan Retno yang kala itu masih ada di rumah . Mike hanya mengatakan ingin menjemput kedua wanita itu tanpa memberitahu kondisi Hadinata sebenarnya , ia hanya bilang Hadinata sedang membutuhkan kedua wanita itu .


Retno hanya bisa menangis dalam diam ketika melihat suaminya , tak ingin menambah bingung Mike yang terlihat sangat khawatir dengan kondisi Mika . Dokter juga sempat memeriksa keadaan Mika tapi dokter mengatakan Mika hanya mengalami shock dengan kejadian yang menimpa ayahnya .


Akhirnya Mika dirawat di ruangan VVIP yang bersebelahan dengan ruangan Hadinata . Mike dengan sabar menunggu gadis pujaannya yang masih terbaring tak sadarkan diri . Bisma bahkan sempat menegurnya karena Mike tidak datang saat meeting penting di perusahaannya . Tapi setelah Mike menjelaskan Bisma malah meminta putranya tersebut terus menjaga Mika . Mom Bia malah segera datang untuk menemani Mike , karena Bia tahu pasti putranya saat ini sangat khawatir . Dia tahu betapa sayangnya Mike pada Mika .


Ketika bangun Mika terkejut ketika melihat Mike yang tertidur di kursi yang terletak disamping brankarnya . Seketika ia teringat kembali dengan kondisi ayahnya , dan Mika ingin sekali bangkit untuk segera mencari keberadaan dan keadaan sang ayah .


" Ayahhhh ... "


Mike tersentak bangun ketika mendengar suara lirih Mika , ia melihat gadis itu sudah mencabut infus yang terpasang ditangannya hingga darah menetes di lantai putih ruangan itu .


" Heeiiii .. tenang , jangan begini . Ayah diruangan sebelah , ada ibu dan Mom yang menunggu . Kita doakan yang terbaik untuk ayah "


Mike menahan bahu Mika yang terburu buru ingin bangkit dari brankarnya , ia tidak ingin Mika pingsan untuk kedua kalinya karena mengetahui Hadinata masih dalam keadaan koma .


" Tapi aku ingin melihat keadaan ayah "


" Baik .. akan aku antar . Tapi kau harus janji kau harus lebih kuat untuk ayah dan ibu . Kasihan ibu jika harus melihat kamu juga sakit seperti tadi "

__ADS_1


" He em .. "


Mike mengelus pelan pucuk kepala Mika yang tak bisa lagi menahan air matanya .


" Kok nangis , kan barusan udah janji untuk lebih kuat " Mike merengkuh tubuh mungil itu , berharap bahunya bisa menjadi tempat gadis itu mencurahkan kesedihannya .


" Enggak tahu , tiba tiba ngalir gitu aja tanpa Mika suruh ... "


Mike tersenyum lebar dan kembali mengelus kepala Mika , entah kenapa semua tingkah gadis itu selalu membuatnya tersenyum . Kemudian mereka berjalan menuju kamar sebelah dimana sang ayah dirawat .


Langkah Mika tertegun ketika melihat pemandangan didepannya . lbunya tampak sedang duduk di samping brankar dengan ayahnya yang tampak tertawa pelan . Mom Bia juga menemani ibunya dengan berdiri disampingnya . Mom Bia segera menghampiri mereka ketika tahu keberadaan mereka .


" Sini sayang , ayah sudah sadar beberapa saat yang lalu . Tapi beliau masih sangat lemah , tapi dokter sudah memeriksanya . Mike antar Mom makan siang dulu yuk ! Biar Mika sama ayah ibunya dulu " terlihat Mom Bia mengelus bahu putranya , dia hanya ingin memberi keluarga itu waktu untuk berkumpul ataupun berbicara .


" Ya udah kamu masuk dulu .. aku antar Mom dulu ya ! Nanti aku kembali kesini lagi "


" Mike pulang aja engga apa apa , Mika yang jaga ayah . Maaf udah bikin Mom sama Mike repot "


" Tapi .. "


" Nggak ada tapi ! Nanti aku kembali.kesini lagi , ibu dan kamu dari tadi juga belum makan . Nanti sekalian aku bawa makanan "


Mika kemudian hanya mengangguk , sepertinya percuma ia berdebat dengan laki laki itu . Ayah dan ibunya memang sudah sangat dekat dengan Mike . Kepribadian Mike yang humble dan humoris menjadikannya mudah mengambil hati kedua orang tuanya .


Hadinata tersenyum ketika melihat putri tunggalnya yang berjalan kearahnya . Dia memang belum bisa menggerakkan anggota tubuhnya , ada beberapa tulang rusuknya yang patah . Tulang hasta dan kaki sebelah kiri juga patah karena benturan aspal .


" Ayahhh ... "

__ADS_1


Retno menahan tubuh Mika yang hendak memeluk tubuh Hadinata . Mika berbalik dan menatap heran ibunya .


" Jangan peluk ayah dulu ya sayang .. ayah masih sakit . Besok kalau udah enakan pasti kamu bisa peluk lagi "


" Ayah sudah sembuh kok Bu .. engga apa apa ! Sini sayang " Hadinata menggerakkan pelan telapak tangannya karena lengannya masih terasa sakit jika digerakkan . Kepalanya sebenarnya terasa sangat sakit tapi ia mencoba menyembunyikannya karena tak ingin kedua wanita yang sangat ia cintai merasa khawatir .


Mika dan Retno sengaja tidak banyak bertanya karena tahu kondisi Hadinata yang masih lemah . Tak lama Mike masuk dengan membawa sebuah bungkusan yang berisi makanan untuk Retno dan Mika . Dia meletakkan bungkusan itu di meja dan mempersilahkan Retno dan Mika untuk makan terlebih dahulu . Mike kemudian mendekati ranjang Hadinata .


" Assalamualaikum , ayah gimana ? Sudah baikan ? "


Hadinata hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum .Sebenarnya banyak yang ingin ia utarakan pada laki-laki muda itu tapi ia tidak punya tenaga untuk sekedar mengeluarkan suaranya . Dan Mike sepertinya sangat memahami keinginan Hadinata .


" Ayah istirahat dulu saja , besok kita bisa ngobrol kalau keadaan ayah sudah lebih baik . Ayah tidak usah khawatir Mike akan jaga ibu dan Mika . Ayah cepat sembuh ya "


Hadinata kembali mengangguk , sudut matanya tampak mengeluarkan sedikit air mata . la tahu Mike sangat tulus mencintai Mika walaupun gadis itu hanya menganggapnya seorang teman . Walau begitu Mike tidak pernah memaksakan hatinya pada putrinya . Bahkan kedua orang tua Mike juga sudah sangat dekat dengan keluarganya .


" Mike .... Mikaaa ... "


Mika segera mendekati ranjang ayahnya ketika mendengar suara lirih ayahnya , Mike juga masih berdiri disamping ayahnya .


" Ayah jangan banyak bicara dulu , ayah harus banyak istirahat .. " ucap Mike yang melihat Hadinata seperti memaksakan suaranya .


" Ayah hanya ingin kamu selalu menjaga putri ayah .... "


" Pasti !! Mike pasti akan selalu menjaga Mika dan ibu , kita jaga sama sama ... ayah pasti cepat sembuh "


Retno tak kuasa menahan air matanya , entah kenapa perasaannya menjadi tidak enak . Hadinata terlihat lebih pucat dari sebelumnya .

__ADS_1


" Ayah ingin kamu nikahi putri ayah .. disini .. sekarang ... " ucap Hadinata dengan suara yang semakin lirih , nafasnya terlihat sedikit tersengal .


" Ayahhhh .... "


__ADS_2