
" Dua .. itu yang kudengar . Kalau tidak salah aku pernah mendengar namanya Satria dan Reyhan Wiratama . Hei itu tidak ada hubungannya dengan masalah kita ! Kenapa kau jadi bertanya silsilah Wiratama ? " ucap Senja sebal .
Tapi tiba tiba dia melihat pria tampan di depannya dengan wajah pucat .
" Kau ... kau ... "
" Aku Satria ...dan foto yang kau lihat adalah adikku , Reyhan Wiratama "
Satu hal yang ingin sekali dilajukan Senja saat ini , dia ingin menghilang dari hadapan Satria saat itu juga . Dia menutupi seluruh wajahnya dengan kedua tangannya .
" Ya Tuhan ... Senja ! Bisa bisanya kau berpikir bahwa aku tidak normal dan ingin mendekati Banyu " Satria terkekeh sambil menggelengkan kepalanya .
" Ckk ... ngga usah diulang !! "
Senja sesaat berpikir kembali , dan Satria mencubit gemas pipinya yang masih merona .
" Tunggu dulu jika kau Satria Wiratama berarti kau adalah bosku !? "
" Dan kau calon nyonya bos , ada yang salah dengan itu ? "
Tanpa di duga Senja melepas rengkuhan Satria dan melangkah pergi dari tempat itu , tapi tangan kekar Satria sudah lebih dulu menarik lengan Senja .
" Pergilah tuan Satria , jangan muncul lagi di hadapanku atau adikku . Kau punya dunia yang tidak mungkin kami sentuh "
" Memang apa yang salah dengan duniaku Nona Senja ? Toh kita masih berpijak di bumi yang sama bukan ! " Satria menarik lembut lengan Senja untuk mendekat padanya .
" Tidak sama dan tidak akan pernah sama , Kau jauh di atas kami " Senja masih saja tak mau melihat ke arah Satria . Tapi pipinya terlihat memerah karena jarak antara mereka yang semakin terpangkas .
Satria melingkarkan dua tangannya pada pinggang Senja dengan mata menatap tajam wanita di depannya . Pipi merah itu menambah kecantikan wanita di depannya .
" Lihat aku !! Apa aku belum cukup dekat ? Jangan hanya karena harta kalian berpikir aku berada di atas , aku bukan siapa siapa jika dibandingkan dengan kalian . Aku adalah budak , budak dari nafsu untuk mengejar dunia . Tapi kalian ? Kalian menempatkan cinta di atas semuanya . Kalian lebih kaya dariku "
Senja mendengar semua perkataan pria di depannya tapi ia malu untuk membalas tatapan itu .
" Lihat aku atau aku akan menciummu dengan brutal di tempat ini "
Satria mengeratkan tangannya ketika merasa Senja ingin melepaskan dirinya dari tangan Satria .
__ADS_1
" Kau ingin bukti Nona Senja !? " Satria mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Senja .
Badan Senja meremang ketika nafas Satria membelai kulit wajahnya . Bau mint yang menguar sedikit membuatnya terlena .
" Majulah sedikit lagi dan kupastikan kau akan terbanting dengan keras di lantai taman ini " ancam Senja .
Tapi Satria sama sekali tak menggubrisnya , dikecupnya dengan dalam kening gadis dalam rengkuhannya . Kecupan itu telah benar benar membuat tubuh Senja terpaku , karena ini adalah pertama kalinya seorang pria menyentuhnya .
" Hei kenapa diam , jangan bilang kalau kau ingin aku cium lagi "
" Aarrgghhh ... " Satria memegangi perutnya yang kena pukulan keras dari Senja , gadis itu benar benar melakukan ancamannya .
Tapi senyum terukir di bibirnya ketika melihat raut malu malu yang disembunyikan oleh Senja . Satria tahu dialah orang yang pertama kali menyentuh gadis itu .
" Heyy kita pulang sekarang Nyonya Satria ?! " teriak Satria yang melihat Senja sudah melangkah jauh .
" Mau kusumpal mulutmu dengan somay di gerobak depan tuan Satria !! "
" Dengan senang hati , terimakasih . Tapi kau yang traktir karena uangku habis untuk beli nasi dan kopi tadi di warungmu " sahut Satria kembali meraih bahu Senja .
" Ckk .. CEO miskin " gerutu Senja yang sontak membuat Satria terbahak .
Banyu tersenyum ketika melihat dua orang turun dari sebuah motor , dia merasa Satria adalah orang yang tepat untuk mendampingi kakaknya . Banyu ingin melihat Senja bahagia karena sejak kehilangan ayah , Senja sudah menjadi tulang punggung keluarga mereka di usianya yang masih sangat muda .
Senja melakukan segala cara agar dia dan ibunya tidak kekurangan . Sepeninggal ayahnya sang ibu sering sakit sakitan . Tak sekalipun Banyu mendengar kakaknya mengeluh karena telah bekerja keras untuk menghidupinya , bahkan waktu itu Senja masih bersekolah .
" Ngga ngopi dulu Bang !? " tanya Banyu yang melihat Satria sudah kembali ke motornya .
" Udah malem , besok saja kalau Abang ke sini lagi . Titip calon istri Abang ya !! "
" Siaaappp kapten !!! " jawab Banyu sambil tertawa .
" Cie ... cie yang usah jadi calon bini .... " ledek Banyu ketika kakaknya berjalan melintas di depannya .
" Hissshhh .. " Senja hanya mencebik , tapi sungguh hatinya berbunga bunga ketika Satria menyebutnya sebagai calon istri .
*
__ADS_1
Paginya ia kembali membersihkan penthouse yang ternyata adalah milik Satria . Ternyata seorang perfectionis yang disebut oleh Pak Farel adalah laki laki menyebalkan yang akhir akhir ini sering mengganggu tidurnya .
Tidak munafik , dari awal dia sudah kagum dengan kesempurnaan fisik Satria walau ia sudah tak suka dengan sikap cueknya saat pertama bertemu . Satria bahkan sama sekali tidak mau melihatnya ketika malam itu , ketika Satria sedang menunggu pak Setro .
Kemarin ia sudah membersihkan semua jadi hari ini pekerjaannya jadi lumayan ringan . Senja pergi ke lantai atas untuk membersihkan kamar utama , yang artinya itu pasti kamar Satria . Kemarin ia belum sempat membersihkan kamar mandi , walau ia yakin kamar mandi di kamar itu juga pasti sudah bersih .
Senja memejamkan matanya saat masuk ke dalamnya karena ia bisa mencium aroma Satria . Sepertinya tingkat halusinasinya menjadi tinggi setelah mendapat kecupan dari laki laki itu . Senja merasa Satria ada bersamanya di kamar itu .
CEKLEKKK ....
" Aaaaaa ... aaaaa.... !!!!
BRAKKK ....
Senja kembali menutup kamar mandi itu dengan muka merah padam . Kali ini dia yakin kalau dia tidak sedang berhalusinasi , ia melihat Satria di dalam kamar mandi tanpa menggunakan bajunya . Hanya handuk yang melingkar di pinggangnya .
" Kau sengaja melihatku mandi kan ? "
Suara bariton di belakangnya menambah kegugupan Senja . Sumpah serapah ia ucapkan di dalam hatinya . Ternyata pria muka kanebo kering itu bukan hanya menyebalkan tapi juga sangat mesum .
Jika sedang mandi harusnya pria itu mengunci pintunya agar dia tidak dapat masuk .
" Kau pikir aku kurang kerjaan !!? Dasar mesum ! Lagian harusnya jam segini Abang eh .. tuan sudah ada ke kantor kan ? " ucap Senja tanpa berani berpaling ke belakang . Ia takut pemandangan indah di belakangnya akan merusak matanya .
" Ulangi sekali lagi ... kau panggil apa aku tadi !? "
" Yang mana ? ' Tuan ' maksudnya ? "
Buku kuduk Senja meremang saat merasakan tetes air di punggungnya , aroma musk dan cinamon yang menguar seolah mengambil kesadarannya walau sejenak . Satria berdiri tepat dibelakang Senja dengan membisikkan sesuatu .
" Sekali lagi kau panggil aku dengan sebutan itu , aku pastikan nasibmu akan berakhir di ranjang itu "
Senja bergidik ngeri melihat ranjang king size yang terlihat sangat nyaman itu . Dia segera berlari keluar agar pikirannya tidak semakin menggila .
D dalam sana Satria masih tertawa , sepertinya akan menjadi hobi barunya untuk menggoda Senja . Tadi malam ia memang sengaja bermalam di apartemennya karena ingin bertemu Senja pada pagi harinya . Entah , tapi Senja sudah membuatnya merasakan rindu .
__ADS_1
Melihat wajah manis itu seakan bisa menjadi mood booster untuk menjalani hari ini .
~ Othor tunggu jempolnya ya ... biar bisa nulis dengan semangat lagi ~