
Mike terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara ponselnya berdering . Semalam ia tidak bisa tidur nyenyak karena masih kesal dengan kelakuan istri siri Guna . Semalam setelah mengetahui siapa sebenarnya dirinya wanita itu malah dengan tak tahu malunya minta maaf dan bersikap lembut padanya , padahal sebelumnya ia berteriak teriak seakan dialah sang penguasa di tempat itu .
Awalnya dia akan berpikir sulit menjalankan tugasnya , tapi setelah mendengar perceraian Guna ia yakin jalannya tak akan sesulit yang ia bayangkan . Karena sejak awal Guna selalu bernaung di bawah nama besar mertuanya . Tanpa Aunty Meeta , Guna bukanlah siapa siapa .
Yang lebih memalukan adalah Guna ingin mengajaknya untuk menjalin kerjasama . Mike yakin Bisma tak akan sudi jika mendengarnya secara langsung . Walau kedua pria itu tidak memperlihatkan permusuhan mereka , tapi masing masing tahu jika mereka tak menyukai satu sama lain .
Dengan senyum mengembang Mike langsung mengangkat video call dari istrinya .
" Sayaaaannnggg ... kangeeennn !!! "
Mike bisa melihat senyum menawan Mika di layar ponselnya , gadis itu tampak sedang mengunyah sesuatu . Bibir Cherry yang tak berhenti bergerak itu sudah bisa memancing sesuatu untuk tegak di bawah sana .
" God .. lihat kamu mengunyah saja sudah bisa membuatku gila sayang " gumam Mike dalam hati .
Tapi sejurus kemudian ia sedikit mengernyitkan matanya . Mike sepertinya asing dengan back ground di belakang istrinya .
" Sayang .. kamu lagi di rumah siapa pagi pagi begini ? Kemarin bilang mau nginep ditempat ibuk "
" Tadi Mika pengen makan bubur ayam di tempat biasa kita beli "
Sontak Mike langsung bangkit dari posisinya yang semula masih rebahan . Sejak menjadi istrinya ia tak pernah membiarkan istrinya pergi sendirian . Apalagi warung bubur itu letaknya lumayan jauh dari rumah mertuanya .
" Kamu pergi sama siapa sayang ! "
Mungkin karena kaget dan khawatir membuat intonasi suaranya sedikit meninggi . Dia dapat melihat Mika meletakkan sendok dan garpunya , tatapannya mengarah tajam padanya .
" Ngga usah ngegas !! Tenang aja Mika sendirian . Ke sini naik motor , lagian udah lama ngga jalan jalan pake motor" jawab Mika ia mengira suaminya sedang cemburu karena ia tahu jika Mike tidak suka jika ia dekat dengan laki laki lain .
__ADS_1
" Naik motor ??! Sendirian ?!! "
Saking frustasinya ia sampai mengacak acak rambutnya sendiri . Mike sangat mengenal istrinya , wanita yang sudah menjadi belahan jiwanya itu kadang ceroboh .
Kecantikannya sering menarik kumbang nakal disekitarnya . Walau ia sudah menempatkan orang untuk menjaga Mika ( tentu saja tanpa sepengetahuan gadis itu ) Mike tetap saja merasa tidak tenang .
Reflek ia menutup panggilan teleponnya untuk menghubungi orang yang ia tempatkan untuk menjaga sang istri . Mike tidak sadar bahwa disana istrinya sedang mendumel akibat ulahnya yang tiba tiba memutus telepon .
" Hallo Krisna ... kau masih mengawasi istriku kan ? "
" Nyonya muda sedang menikmati bubur ayam di depan bengkel lama " jawab orang diseberang sana yang dipanggil dengan nama Krisna , dia yang selama ini diam diam ditempatkan Bisma menjaga Mika atas sepengetahuan Mike .
" Tapi dari tadi ada seorang laki laki yang terus saja memperhatikan Nyonya . Saya sepertinya tidak asing dengan orang itu tuan " lanjutnya .
" Haisshhh ... selidiki dia "
" Saya sudah menyimpan fotonya , mungkin nanti jika nyonya sudah kembali ke rumah saya baru bisa menyelidiki "
" Segera tuan .... " Krisna langsung mengirimkan foto yang ia dapatkan semalam saat ia berjaga di rumah mertua tuannya . Dia sampai menyamar jadi tukang wedang ronde waktu itu karena tak ingin warga mencurigainya .
Waktu itu ia melihat laki laki yang sekarang masih memperhatikan nyonya mudanya itu berbaur dengan warga ikut pos kampling . Sepertinya warga sudah tidak asing dengan laki laki itu .
EDGAR
Mike menutup sambungan teleponnya sambil menghela nafas panjang ketika melihat foto yang dikirimkan Krisna . Dia sudah tidak asing dengan pria dalam foto tersebut . Sudah beberapa kali ia bertemu bahkan sebelum Mika menjadi istrinya .
__ADS_1
Mike ingat betul bahwa pria itu bernama Edgar , salah satu orang kepercayaan Satria dan pernah ditugaskan untuk ' mengawal ' Mika . Ada rasa tenang ketika mengetahui istri kecilnya akan aman di tangan orang orang yang tepat , tapi ada juga rasa cemburu ketika mengetahui Satria masih ikut campur dalam pengawasan wanitanya .
*
Satria saat ini sudah ada di apartemennya yang ada di Dubay , dan dia terbangun ketika ponselnya berbunyi sampai beberapa kali . Dia masih meringkuk dalam selimut karena di Dubay baru menunjukkan pukul tiga dini hari .
" Ya hallo ... " tanpa melihat nama pemanggil ia langsung mengangkat teleponnya .
" Bang sepertinya mereka tahu keberadaan ku ! Apa ini tidak akan menyulitkan Abang ?! "
Ternyata Edgar yang menelponnya pagi itu . Satria memang masih mempercayakan penjagaan Mika pada pemuda itu walau memang tak seintens dulu lagi . Satria tahu Bisma dan Mike pasti menempatkan orang orang terbaiknya untuk menjaga Mika .
Satria salah , dia sangat paham dengan hal itu . Mika sudah bukan menjadi tanggung jawabnya lagi karena gadis itu sudah bersuami . Tapi hatinya tak akan tenang jika bukan ia sendiri yang menjaganya karena dia tahu betapa cerobohnya gadis yang kadang masih sangat manja itu .
Masih segar dalam ingatannya ketika Edgar melaporkan habis menghajar tiga pemuda yang berani mengganggu Mika saat gadis itu sedang makan bakso sendirian , Edgar juga pernah melaporkan gadis itu nyaris tertabrak mobil ketika akan menyeberang jalan , untung waktu itu Mike dengan sigap mencegah kecelakaan itu . Pernah juga Mika akan terperosok di saluran air saat naik motor karena menghindari kucing lewat . Untung saat itu Mika tidak sampai terluka karena Edi menarik motor yang dibawanya .
# Cuma sekedar ngingetin kalau Bang Edi itu temennya Bang Edgar yang juga merupakan orang kepercayaan Satria #
" Tidak apa apa , jika pun mereka tidak suka aku yakin mereka akan segera menghubungiku "
" Ok Bang , sebaiknya aku pergi saja . Nona seoertinya juga sudah selesai makan . Tadi dia naik motor sendirian dengan jarak cukup jauh hanya untuk makan bubur ayam "
" Ckk ... selalu seenaknya sendiri , gadis ceroboh "
Setelah menutup teleponnya Satria bangkit untuk mengambil segelas air putih yang terletak di meja nakas . Kadang ia merasa benci pada hatinya sendiri . Dia hanyalah manusia biasa .... dengan semakin ia ingin melupakan Mika , malah semakin dalam rasa di hatinya .
Walau ia merasa beruntung karena logikanya selalu menjadi pemenang , logikanya tak pernah mengijinkan dia untuk berusaha merebut ataupun mengganggu apa yang sudah bukan miliknya .
__ADS_1
Satria menghormati Mike , dan dia sangat percaya Mike bisa menjaga sekaligus mencintai Mika . Satria bersyukur orang seperti Michael Gaillard Dananjaya yang akhirnya menjadi pelabuhan terakhir gadis pujaan hatinya .
Suatu saat ia yakin akan bisa menyembuhkan luka dihatinya , dan ia juga yakin akan ada seseorang yang akan bisa mengisi hatinya walau ada satu nama yang akan terkunci selamanya di sana .