
Betapa terkejutnya Nita ketika Reyhan tiba tiba memeluknya dengan erat , Nita berusaha melepaskan dirinya . Tapi semakin keras ia berusaha untuk lepas semakin erat pula pelukan Reyhan .
" Rey lepas ... kau mabuk hahh !! "
Nita mulai panik ketika dia merasakan Reyhan mulai mengendus leher dan tengkuknya .
" Wangimu selalu membuatku mabuk sayang .. jangan membuatku gila , kumohon maafkan aku !! Kembali padaku ... "
" Reyyy ... !!!!! "
Nita tertegun dan seluruh syaraf ditubuhnya seakan terkunci ketika Reyhan mulai mengecup ringan kening , kedua mata , kedua pipi dan menyapu bibirnya dengan lembut . Jantungnya seakan dipaksa berhenti ketika mata sayu itu memandangnya dengan penuh cinta , walau ia tahu cinta itu bukan ditujukan untuknya .
" l love you Qayreen Mikayla .. l love you " lirih Reyhan kembali memeluk Nita dengan erat .
Ada rasa sakit di setiap kata yang terucap dari bibir laki laki yang masih memeluknya dengan erat itu . Tak terasa Nita meneteskan air matanya , entah kenapa hatinya ikut teriris melihat kesakitan yang di alami oleh Reyhan . Laki laki angkuh itu kini terlihat sangat rapuh .
Sejenak ikut hanyut dalam.kesedihan laki laki yang pernah ia kagumi , tapi kesadarannya kembali perlahan . Ia tidak boleh terlena dalam kehangatan pelukan Reyhan . Nita kembali ingin melepaskan dirinya dari lingkungan Reyhan .
" Rey .. lepas "
" Tidak , tak akan pernah lagi kulepas . Kau milikku !! "
Tangan kekar itu mulai meremas bahu dan pinggangnya , bibir Reyhan mulai menyusuri leher jenjang Nita bahkan menghisapnya dengan kasar hingga meninggalkan bekas keunguan .
Nita terus berontak ketika Reyhan menyeretnya menuju ke sofa . Tubuh mungilnya terhempas ke sofa , Reyhan mengungkungnya dengan mencengkeram erat kedua tangannya . Ada kilatan kemarahan di mata laki laki itu .
" Lepass ... brengsekk !!! "
" Kau milikku , jadilah milikku Mika sayang .. " Reyhan merobek blouse yang dikenakan Nita hingga bagian depan tubuh gadis itu terbuka . Reyhan kalap ketika melihat lekuk indah di depannya . Tangannya meraba dan meremas semua yang bisa ia raih . Nita hanya bisa menjerit kesakitan atas perlakuan kasar itu , tapi ia tak berdaya karena semakin ia berusaha lepas maka Reyhan akan semakin kuat mengungkungnya .
" lm not her , you hear that ( aku bukan dia , kau dengar itu ) !!! Aku bukan Mikaaaa ... !!!! "
Tapi sepertinya Reyhan sama sekali tidak mendengarnya , ia mencium kasar bibir Nita hingga gadis itu tak kuasa menahan tangisnya . Tangisnya semakin keras ketika Reyhan ingin melepas rok yang ia pakai .
__ADS_1
" Jangan menangis , aku mohon ... "
Reyhan tiba tiba menghentikan aksinya padanya , laki laki itu duduk dibawah sofa dengan meremas kepalanya hingga membuat rambutnya berantakan . Nita segera bangkit dan memperbaiki bajunya yang sudah sangat berantakan .
Niatnya untuk segera pergi dari tempat itu terhenti ketika melihat bahu Reyhan bergetar , laki laki itu sedang menangis . Sedalam apakah luka dihati laki laki angkuh itu hingga bisa membuatnya menangis . Apakah gadis bernama Mika itu sudah membuat luka begitu dalam dihatinya ?
Nita melangkah mendekati Reyhan yang masih duduk bersandar di bawah sofa . Sejujurnya ia masih sangat takut , nyaris saja dia kehilangan kehormatannya tadi . Tapi entah kenapa hati kecilnya berkata untuk tidak meninggalkan laki laki itu .
" Rey .. apa kau baik baik saja ? "
Suara lembut Nita sepertinya menyadarkan Reyhan jika diruangan itu dia tidak sendiri . Perlahan dia mendongak melihat ke arah Nita , kemudian merebahkan kepalanya di sofa .
" Pergilah .. "
" Tapi aku tidak bisa pergi dengan keadaan seperti ini "
Reyhan kembali menatapnya , gadis itu memang tampak sedikit kacau penampilannya dan ia tahu benar apa sebabnya . Ia menghela nafas panjang , merasa bersalah karena hampir saja ia melakukan hal yang melewati batasnya .
Dahi Nita mengernyit ketika Reyhan melangkah menuju lantai atas , pikirannya kembali mengulang kejadian mengerikan yang tadi ia alami .
" Aku tak akan menyentuhmu lagi jika itu yang kau pikirkan !! "
Nita tersentak kaget mendengar suara Reyhan , bagaimana dia bisa tahu dengan apa yang saat ini dia pikirkan . Nita memang takut Reyhan akan menggila seperti tadi . Tapi sejurus kemudian Nita mengikuti langkah Reyhan .
Langkah mereka terhenti ketika berada di depan sebuah kamar .
" Di dalam ada beberapa baju yang bisa kau pakai , bukankah kau tak mungkin keluar dengan pakaian seperti itu ? Dan maaf aku sudah membuatmu takut tadi "
Nita tersenyum ketika Reyhan akhirnya meminta maaf padanya , tadi ia memang sangat takut tapi hatinya berkata Reyhan tidak akan melakukan hal sekeji itu padanya .
" Tidak apa apa , ehmmm .. apa ini kamar Mika ? " dengan terbata Nita memberanikan diri untuk bertanya .
" lni kamar Mamaku "
__ADS_1
Huhhftt .. Nita bernapas dengan lega ketika Reyhan melangkah meninggalkannya dan kembali ke lantai bawah . Nita membuka kamar dan kagum dengan penataan kamar itu . Sangat elegan dengan warna biru langit yang mendominasi .
Matanya kembali dimanjakan dengan membuka lemari walk in closet , walau tidak begitu banyak tapi baju baju yang tergantung itu terlihat sangat berkelas . Akhirnya pilihannya jatuh pada sebuah blouse warna peach lengan panjang dengan aksen rempel di dada . Ia sengaja hanya mengambil baju atasan karena roknya masih bisa dipakai , Reyhan sudah keburu tersadar sebelum merusak roknya tadi .
Setelah selesai memperbaiki penampilan akhirnya ia kembali turun kebawah . Reyhan terlihat juga sudah berganti baju rumahan dan lebih segar sepertinya dia habis mandi . Wangi sabun yang menguar membuat Nita merinding . Aroma itu membuat Reyhan semakin terlihat seksi , ditambah dengan rambutnya yang basah dan masih acak acakan .
Berkali kali Nita mengetuk dahinya dengan jarinya , sebal dengan dirinya sendiri . Dia berusaha menghilangkan pikiran kotornya yang malah ingin merasakan bibir laki laki itu lagi . Sepertinya bukan Reyhan yang gila , tapi dirinya sendiri yang sudah tidak waras . Bisa bisanya membayangkan hal mesum setelah Reyhan sudah membuatnya ketakutan tadi .
" Duduklah , kau mau minum ? " Reyhan menawarkan sebotol air mineral ditangannya .
" Terima kasih "
Setelah menerima botol yang tadi sudah di bukakan oleh Reyhan Nita kemudian duduk tak jauh dari laki laki itu . Ia menenggak tandas air dalam botolnya , sepertinya ia benar benar haus .
" Apa aku terlihat seperti seorang bajingan ?! "
Reyhan bertanya dengan tatapan mata datar , sadar dia sudah membuat kesalahan .
" Tadi kau memang mirip seorang bajingan ketika sedang menggila "
Reyhan tersenyum dan menenggak air dalam botolnya , beberapa hari ini ia memang sedang kacau . Beberapa hari yang lalu Mika membalas pesannya , tapi isi pesan dari gadis itu membuatnya kalut .
" Dari awal aku sudah memaafkanmu , jadi jangan lagi meminta maaf . Jika bertanya apa aku membencimu maka aku akan menjawab aku tidak pernah membencimu . Aku menyayangimu seperti aku menyayangi Papa Munir , Tante Lisa , Kak Rendy dan Tante Tya . Kalian sudah menjadi bagian dari keluargaku . Hiduplah dengan baik disana , kita tak bisa merubah masa lalu . Tapi berkacalah dari masa lalu karena akan membuat kita hidup lebih baik di masa depan '
Pesan itu seakan menyiratkan bahwa Mika sudah melepasnya , gadis itu menempatkan dirinya hanya sebagai sahabat dan keluarga . Untuk kesekian kali Reyhan kecewa pada dirinya sendiri , dia tidak bisa menjaga hubungannya dengan Mika . Berkali kali ia menyakiti gadis itu karena egonya yang tinggi .
" Aku akan bertanggung jawab dengan apa yang aku lakukan padamu " tutur Reyhan tegas .
" Maksudnya ? "
" Aku akan menikahimu jika kau memintanya "
" Hahh ??!!!! "
__ADS_1