
Mika dan ayahnya dibawa ke sebuah presidential suite room yang menjadi kamar pribadi Munir di hotel itu . Satria sengaja membuat kamar itu khusus untuk papanya .
Kadang aktifitas aktifitas perusahaan membuat sang papa kelelahan dan untuk kembali ke mansion pasti membutuhkan waktu yang lebih lama . Jadilah Satria menyulap presidential suite room itu menjadi tempat tinggal pribadi untuk papanya .
Lain halnya dengan papanya , Satria lebih suka tidur di ruang kantornya . Tentu saja ruang kantornya juga mempunyai fasilitas kamar tidur yang super mewah . Dia lebih suka ruangan yang tidak begitu luas dan simpel untuk tempat istirahatnya .
Ketika sampai ke tempat yang dituju , Satria dengan sopan mempersilahkan tamunya .
" Paman , maaf Satria tidak bisa berlama lama menemani . Satria ada meeting mendadak "
" Haduhhh kami yang seharusnya berterima kasih , sudah bikin repot orang sesibuk kamu "
Mika dan ayahnya akhirnya memasuki ruangan didepannya , sungguh luar biasa ! Ruangan yang mereka masuki lebih mirip sebuah kantor , ya karena memang kamar tidurnya terpisah dan dihubungkan dengan sebuah connecting door . Di desain dengan gaya vintage dengan polesan emas dan furniture dari kayu jati menambah kesan mewah .
Munir dan seorang laki laki parubaya dengan kacamata berdiri menyambut mereka .
Setelah bersalaman dan sedikit berbasa basi akhirnya Munir membuka suaranya .
" Seperti yang pernah aku katakan Mas .Tentang rumah , bengkel dan sebagian saham . Hari ini aku ingin mewujudkannya , dan yang disampingku ini adalah pengacara keluarga Wiranata sekaligus teman baikku . Sony Wibisana . Dia yang akan membantuku mengurus semua yang berkaitan tentang
Mika "
" Sepertinya untuk menolak pun sekarang juga pasti tidak ada gunanya . Terima kasih sebelumnya kau telah menyayangi Mika sebagaimana kami orang tuanya menyayanginya . Tapi sekali lagi tolong pikirkan kembali semuanya Munir . Aku tidak mau kedepannya Mika malah terkena masalah karena keputusanmu ini "
Munir yang paham akan maksud Hadi cuma tersenyum kemudian dia sedikit mengangguk kepada pria bernama Sony seakan memintanya berbicara untuk memberi penjelasan pada kedua orang dihadapannya .
Mika yang memang tidak tahu menahu masalahnya hanya bisa mendengarkan ayah dan pamannya beradu pendapat .
" Begini tuan Hadi , untuk properti ataupun saham yang nantinya akan diberikan tuan Munir adalah murni milik atau bagian Tuan Munir yang akan dihibahkan pada Mika . Sudah jauh jauh hari sebelum ini Tuan Munir sudah mengatur hitam diatas putih hak hak yang dimiliki putra putra beliau . Jadi tidak akan ada yang terganggu dengan keoutusan Tuan Munir untuk memberikan sebagian saham ataupun properti tersebut " jelas Sony .
Mika yang sedikit banyak mulai paham dengan arah pembicaraan mereka menghela nafas panjang . Ternyata pamannya tidak main main sampai ingin memberikannya saham perusahaan .
__ADS_1
Mika tidak bodoh , dengan perusahaan sebesar yang dimiliki pamannya pasti nilai saham itu sangat besar . Dan dia merasa belum pantas mendapatkannya .
" Aku sendiri yang akan memastikan Mika menjadi sukses Mas . Aku juga ayahnya ..."
" Aku tau .. jangan teruskan " sahut Hadi yang spontan membuat Munir terkekeh .
Hadi hanya mendengus dan meraup wajahnya dengan kasar .
" Boleh Mika bicara ? " dengan mengumpulkan semua keberanian akhirnya Mika membuka suaranya .
" Tentu sayang "
" Mika tau mungkin kata kata yang akan ucapkan ini akang menyinggung paman . Terima kasih .... terimakasih sudah begitu menyayangi Mika ! Mika tidak menolak pemberian Paman , hanya saja tidak sekarang . Cukup tuntun Mika agar bisa menjadi orang sukses . Bantu Mika agar bisa mengabdikan seluruh hidup Mika untuk terus menyayangi kalian . Kesuksesan Mika adalah ketika kalian bisa tersenyum dan bangga pada Mika . Cukup itu .. Jika suatu saat Mika merasa siap untuk menerima apa yang saat ini Paman beri maka Mika sendiri yang akan meminta hak Mika "
Ketiga pria dewasa itu hanya manggut manggut mendengar kata kata Mika . Sebenarnya Hadi tak menyangka putrinya bisa berkata seperti itu , tapi dia merasa bangga putrinya dapat menyikapi dengan tepat situasi saat ini .
" Ya sudah . Tapi untuk bengkel dan rumah kau harus mau menandatanganinya Mas ! Kalau untuk saham aku masih bisa menunggu kesiapan Mika "
Setelah menyelesaikan berkas pengalihan kepemilikan bengkel dan rumah akhirnya mereka memutuskan untuk makan siang di restoran hotel ini . Yahhh meskipun sudah sangat telat untuk waktu makan siang karena hari sudah hampir sore . Untung waktu di lobby hotel tadi mereka makan roti kemasan yang dibawa ayah dari rumah hingga bisa sedikit mengganjal perut .
" Mika ayo kita makan dulu , pasti pulang sekolah kamu belum makan . Maaf ya paman sampai.melewatkan makan siang kamu karena urusan ini " kata Munir terlihat menyesal dan mengelus sayang pucuk kepala Mika .
" Ngga apa apa Paman , tadi juga Mika dan ayah sudah makan roti kok "
" Kau dan Mika bisa pergi duluan , aku harus menyelesaikan berkas ini dengan tuan Hadi sebentar " kata Sony dengan masih sibuk memeriksa berkas berkas didepannya .
" Ya sudah , ayo Mika kita kebawah sekalian cari udara segar . Bosan di sini terus "
Mika menurut ketika pamannya mengajaknya keluar ruangan itu . Tanpa sadar seseorang sedang menatap penuh kemarahan pada mereka .
" Kaliannn !!!!!! "
__ADS_1
#
" Rey tungguuu !!! " Rendy mengejar Reyhan yang berjalan didepannya dengan terburu buru . Siang ini Reyhan berniat pergi ke hotel milik kakaknya karena mereka sudah ada janji untuk ketemu sebelum sang kakak berangkat ke Dubai .
" Nebeng gue ya , mobil gue lagi dibengkel soalnya " lanjutnya ketika mereka sudah sampai di depan sebuah mobil sport warna hitam .
Sebelum membuka pintu mobilnya tiba tiba ponsel Reyhan berdering dan ternya panggilan dari Satria . Setelah beberapa saat bicara Reyhan menutup panggilan itu .
" Kak Satria ada meeting mendadak , kita cari makan dulu aja setelah itu baru kita ke sana "
" Aseeekkk makan ... kita ke kafe baru yang lagi viral itu yuk Rey . Siapa tahu ada yang bening bening di sana "
" Ogahhh .. gue mau makan nasi Padang depan sana tuhh " kara Reyhan segera melajukan mobilnya . Rendy yang sudah duduk di samping kemudi hanya mencebikkan bibirnya kesal .
" Ckk ... pelit !! "
Setelah makan siang dan menghabiskan dua batang rokok untuk penutupnya mereka segera menuju hotel milik Satria .
Sampai disana Reyhan dan Rendy segera menuju kantor milik Satria . Para pegawai yang berpapasan segera menunduk untuk memberi hormat karena mereka tahu bahwa dua anak muda itu adalah adik dari sang CEO .
" Lho kok kesini sih Rey? Bukannya ini jalan ke kamar Om ? Nggak langsung ke kantor kak Satria kita ? "
" Gue pengen ketemu bokap dulu , loe langsung ke kantor kakak aja ngga apa apa , lagian juga gue ngga lama "
" Ya udah gue langsung ke kantor kak Satria aja lah , mau minta duit jajan gue " sahut Rendy sambil terkekeh .
Reyhan terus melajukan lift sampai lantai teratas ke kamar presidential suite atau kamar sang papa berada .
Tapi betapa terkejutnya ia ketika melihat papanya keluar dari kamar dengan seorang gadis cantik yang masih memakai seragam sekolah . Mereka keluar dengan sang papa memeluk gadis itu dengan senyum tak lepas dari bibir mereka . Dan ia sangat mengenal gadis itu . Tangannya terkepal seketika .
" Kaliannnn !!! "
__ADS_1