
Seorang gadis menangis dalam kamarnya , setelah kejadian di hotel yang telah merenggut kesuciannya Vera menjadi sangat terpuruk . Sejahat jahatnya dia tetaplah seorang gadis muda yang juga punya perasaan . Diperk*sa oleh enam orang dalam waktu hampir bersamaan membuatnya sangat terpukul mentalnya .
Sakit di badannya tak sebanding dengan luka psykologis yang dirasakannya . Kejadian itu akan selalu menghantui Vera seumur hidupnya . Waktu itu pihak hotel membawanya ke rumah sakit karena menemukan dia dalam keadaan tidak sadar dan tanpa busana , Vera juga mengalami pendarahan saat itu .
Entah berapa kali para b*ngsat itu memasukinya ia bahkan tidak ingat . Beberapa kali Vera pingsan dan mereka mengguyurnya dengan air dingin , sepertinya mereka tidak mengijinkan Vera memejamkan matanya . Mereka tetap ingin Vera merasakan perlakuan dan siksaan demi siksaan yang mereka berikan .
Sampai akhirnya Vera sadar dia sudah ada di rumah sakit , seorang perawat mengatakan ia sempat kritis selama dua hari . Waktu itu Burhan yang menunggunya , dan ayahnya entah dimana . Dan sampai saat ini hanya Burhan yang dengan penuh kasih sayang merawatnya .
Dia yang selalu memberi semangat pada adiknya , walau sebenarnya ia pernah kecewa karena Vera terjerumus pada pergaulan bebas tapi Vera tetaplah adiknya . Sedikit banyak ia juga merasa ikut andil dalam peristiwa itu , selama ini dia malah meninggalkan Vera dan ayahnya karena kecewa mereka belum bisa melepaskan keluarga pamannya . Keluarga yang sangat dibenci oleh ayahnya tanpa ia tahu apa penyebabnya .
Dia membiarkan begitu saja Vera yang perlahan lahan tergiur pergaulan yang salah . Bukan karena dia tak sayang , ia pikir Kusman akan bisa menasehati putri semata wayangnya . Tapi ternyata ia salah besar , ayahnya malah memperburuk keadaan dengan menjadi seorang penjudi dan terus menerus meminta uang padanya dan adiknya .
Nasi telah menjadi bubur , Burhan tidak dapat memutar jalan hidup ke belakang . Kini dia hanya berharap adiknya mau menatap masa depan . Hatinya ikut sakit ketika mendengar tangis Vera , melihat semakin hari adik semata wayangnya malah semakin dalam terperosok ke jurang penyesalan .
#
Malam itu Fia menginap di Mansion utama keluarga Wiratama . Sebenarnya Satria sudah menyiapkan satu kamar di salah satu hotelnya , tapi Munir ingin Satria lebih menghormati tamunya dengan mengundangnya ke rumah . Lagipula esoknya Fia akan langsung terbang ke Medan .
Fia merasa bahagia ketika Munir menyambutnya dengan hangat di rumah itu . Berbeda jauh dengan Satria yang Fia rasa sangat sulit beradaptasi dengan orang yang baru dikenal , Munir sangat ramah tanpa mengurangi wibawanya sebagai salah seorang pengusaha paling berpengaruh di negeri ini .
Saat ini Fia sudah berada di kamar yang sudah disediakan untuknya di mansion itu . Badannya terasa sangat lelah setelah selesai jalan jalan dengan Mika . Dia tersenyum ketika mengingat Mike yang memaksa untuk mengikuti mereka dengan alasan hanya ingin menjaga mereka dari orang orang yang berniat jahat . Mike berkata bahwa satu kehormatan baginya bisa berada di antara dua bidadari cantik seperti mereka .
Selain mempunyai fisik yang sempurna , Mike juga pribadi yang menyenangkan . Dia selalu bisa menghadapi Mika dengan humornya . Tidak seperti Satria yang selalu berpembawaan serius , laki.laki itu bahkan jarang tersenyum . Mika beruntung dikelilingi oleh pria yang baik di hidupnya .
Fia segera pergi untuk membersihkan diri karena sebentar lagi adalah waktunya untuk makan malam , tadi Munir sempat berkata bahwa ia harus turun untuk makan malam . Mungkin papanya Satria itu tidak ingin ia tidur dengan perut kosong .
TOKK ... TOKK
Benar saja tidak lama setelah itu seorang pelayan memanggilnya untuk turun makan malam . Jika di Dubay ia bisa menggunakan pakaian seksi untuk menarik perhatian Satria tapi disini ia harus menjaga citra dirinya . Fia mengenakan dress panjang warna biru langit dengan rambut yang dia biarkan terurai , gaya semi formal yang membuatnya tetap elegan walau yang dikenakannya hanya dress rumahan .
__ADS_1
Satria dan papanya terlihat sudah di meja makan ketika ia turun , kedua laki laki itu seperti sedang berbicara serius . Tapi mereka segera menghentikan pembicaraan mereka ketika mengetahui Fia sudah hadir di tengah tengah mereka .
" Tetap cantik "
Suara Munir terdengar menyambut kehadiran satu satunya wanita ditengah mereka . Satria hanya tersenyum samar , papanya mungkin akan pingsan jika tahu Fia bahkan pernah hampir telanjang bulat di depannya .
" Makasih Om , maaf Fia jadi ganggu ngobrolnya ya "
" Tentu saja tidak , hanya sedikit membahas sedikit tentang perusahaan tadi . Gimana betah di Jakarta ? "
" Kalau temennya kaya Mika semua sih betah Om , anaknya baik banget trus lucu "
" Mika ?? Lucu ?? "
Satria memang belum cerita ke papanya kalau kedua gadis itu sudah saling bertemu . Sejak Mika kuliah Munir tidak lagi bisa bertemu sesering dulu ketika Mika masih putih abu abu . Apalagi sesudah insiden putusnya hubungan Reyhan dan gadis yang sudah ia anggap seperti putri kandungnya sendiri itu . Munir merasa gagal menjadi ayah yang baik untuk Mika . Walau ia sendiri tahu Mika tetap menyayangi dan menghormatinya sama seperti sebelum kejadian itu .
" Heiii .. aku hanya satu hari disini ok ! Haaishhh sepertinya Mika lebih mengerti aku daripada dirimu . Ehh ... "
Fia salah tingkah sendiri , dia sampai lupa jika ada Munir di hadapannya . Fia sudah terbiasa berdebat dengan Satria saat ada di meja makan . Satria hanya mendengus mendengar kata kata Fia sedang Munir malah terkekeh merasa lucu. Munir senang akhirnya ada yang berani mendebat putra sulungnya yang terkenal angker wataknya .
" Dia memang tidak peka jika berhubungan dengan wanita , tapi dia sangat pandai menyembunyikan perasaannya sendiri ha .. ha ..ha "
" Bener Om , Kamu nggak tahu kan kalau ada laki laki lebih muda darimu diluar sana yang ganteng ? Humoris ? Sangat menyenangkan ketika bicara dengannya "
Fia tertawa merasa menang karena dua orang laki laki didepannya langsung terdiam melihatnya , Fia memang frontal dia sudah terbiasa berbicara sesuai isi hatinya . Dia yakin Satria pasti akan penasaran dengan laki laki yang ia bicarakan .
" Kau dengar itu Satria ? Bahkan Fia menyukai bocah tengil itu "
" Om kenal dia ?!! " tanya Fia sedikit terkejut .
__ADS_1
" Michael Dananjaya . Putra tunggal dari Om Bisma dan Tante Bianca , pewaris Dananjaya Group . Papaku tak akan membiarkan putri kesayangannya di luar sana tanpa pengawasan . Bahkan aku putranya tak pernah dia beri pengawal seperti dia mengawal Mika "
cibir Satria .
" Cihh .. kau lebih parah ! Kau pikir papa tidak tahu teman teman Mika di kampus sebagian besar adalah orang orangmu . Dasar bucin ! "
" Papa juga masih menjaga Mama secara diam diam " sahut Satria tidak mau kalah .
Fia hanya geleng geleng kepala melihat interaksi ayah dan anak itu .
Akhirnya para pelayan datang dan menata makanan di meja dengan berbagai hidangan . Mata Fia berbinar karena sudah lama sekali dia tak memakan masakan khas lndonesia . Koki di mansion menghidangkan sate ayam , gule kepala kambing , opor ayam dan sebagai minuman mereka membuat es dawet hitam khas Kebumen .
" Jangan sungkan sungkan , habiskan semua . Ini sengaja dibuat untuk wanita cantik yang sudi bertamu disini "
" Tentu Om "
Satria mendesah karena semua makanan di depannya terlihat sangat berlemak di matanya . Sudah lama dia mulai membiasakan makanan sehat . Jika makan daging ataupun ayam pasti akan diolah tanpa menggunakan minyak , apalagi bersantan . Akhirnya dia mengambil beberapa tusuk sate untuk menemani nasi dipiringnya . Fia yang sudah tahu kebiasaan Satria hanya bisa tersenyum .
Selesai makan malam Munir pergi ke ruang kerja di lantai atas . Sedang Satria dan Fia memilih duduk di pinggir kolam renang yang ada di belakang rumah .
" Sepertinya Om Munir sudah tahu perasaanmu terhadap Mika . Haruskah kau menahan perasaanmu terlalu lama ? Tidakkah kau tersiksa? "
" Dia yang dari pertama menggebu nggebu menjadikan Mika isteriku , saat itu bahkan Mika masih sekolah ! Aku bahagia jika melihatnya bahagia . Apa kau pikir aku akan mengejarnya setelah dia putus dengan Reyhan ?! "
" Why not ( kenapa tidak ) ?? Mika wanita single sekarang . Adikmu yang terlalu bodoh , dia tidak tahu caranya mencintai perempuan . Dia pikir kami wanita hanya sebuah barang yang bisa dimiliki tanpa berniat menjaganya " kata Fia sambil menyesap secangkir kopi yang tadi disajikan oleh maid atas permintaan Satria .
" Michael Dananjaya ... aku bisa melihat cinta yang begitu besar di matanya . Dia orang menyenangkan , tidak kaku seperti dirimu !!! Dan kau tahu ? Mike sudah memproklamirkan bahwa Mika adalah masa depannya , secara langsung dia sudah menyatakan perasaannya . Jika Mike bisa membuat Mika nyaman disampingnya , kupastikan hati gadis itu lama lama akan luluh juga . Dan kau akan menyesal seumur hidupmu . Dan bisa tidak bisa kau akan menikahiku , karena hanya aku yang mengerti tentang kamu "
Satria tidak mengatakan sepatah kata pun , tapi helaan nafasnya seolah bisa menjawab pertanyaan dan pernyataan gadis di sampingnya . Butuh keberanian yang besar untuk memutuskan mengejar cintanya , karena akan ada hati yang ia sakiti .
__ADS_1