Belong To Me

Belong To Me
87 . Abi dan Umi


__ADS_3

Dua bulan sudah ia menjadi menantu keluarga Dananjaya , dan sebulan yang lalu setelah kelulusannya Mika diboyong untuk tinggal di pent house milik pribadi Mike . Sebenarnya Mommy Bia ingin sekali sang menantu tinggal bersamanya di mansion utama tapi Mike menolak . Dia tidak ingin hubungannya dengan Mika yang sampai saat ini belum terlalu dekat diketahui oleh kedua orang tuanya .


Mereka memang sepasang suami istri tapi masih ada tembok pembatas yang masih berdiri diantara mereka . Dan Mike sangat mengerti jika Mika sampai saat ini belum bisa memberikan hatinya . Tapi jauh dilubuk hatinya dia yakin jika suatu saat akan ada cinta yang hadir diantara mereka .


Sedangkan Retno tetap berkeras untuk tinggal dirumah lama mereka walau anak dan menantunya pernah memintanya untuk tinggal bersama mereka . Usaha kateringnya semakin maju , usaha yang semula hanya iseng ia jalani untuk mengisi waktunya . Untuk membantunya ia mendatangkan salah satu saudaranya dari.kampung . Seorang wanita parubaya yang dulu sering membantunya ketika berada di Jogja .


Seperti biasanya pagi itu Mika berkutat di dapur untuk membuatkan sarapan dan bekal untuk suaminya . Akhir akhir ini Mike sangat sibuk hingga tak sempat untuk makan siang dirumah . Pent house yang mereka miliki punya dua kamar yaitu kamar utama dan kamar tamu yang biasanya menjadi kamar sang mama jika sedang menginap di tempat itu .


Tapi kini kamar tamu itu kini menjadi kamar Mike karena ia tak ingin lepas kendali jika berada dalam satu kamar dengan istrinya karena biar bagaimanapun ia adalah lelaki dewasa .


TOK ..TOK


Tak ada sahutan ketika Mika mengetuk pintu kamar Mike . Seharusnya saat ini suaminya sudah turun untuk sarapan karena kemarin Mike sempat berkata akan ada meeting dengan klien dikantor jam 8 pagi . Bahkan saat ini sudah menunjukkan pukul setengah delapan tapi ' gorillanya ' belum menunjukkan batang hidungnya .


" Mike ... Mike .... !!!! "


Mika mencoba memanggil dengan masih mengetuk pintu kamar . Tapi tetap tak ada sahutan , pelan dia mencoba membuka pintu kamar . Ada rasa khawatir pada suami dadakannya tersebut .


Benar saja , gorillanya masih asyik dengan alam mimpinya . Hanya kepala Mike yang tampak olehnya karena seluruh tubuh gorilla itu terbalut selimut hingga batas lehernya . Mika tersenyum melihat betapa pulasnya sang suami yang masih tidur .


Ditelusurinya wajah tegas sang suami menggunakan ujung jari telunjuknya . Suami yang sudah dua bulan lebih dengan penuh kesabaran mendampinginya . Suami yang selalu menjalankan kewajiban tanpa sedikitpun menuntut haknya . Dan Mika tahu betapa besar usaha Mike untuk bisa menjaganya .


Sejujurnya Mika sudah mulai terbiasa dengan keberadaan Mike disisinya . Pribadi Mike yang lembut dan penyabar membuat Mika nyaman berada disamping laki laki itu . Apalagi keluarga Mike juga sangat menyayanginya bahkan kadang Mike menggerutu merasa menjadi anak tiri jika dia berada ditengah keluarga Dananjaya .


Mika segera mengalihkan tangannya dari wajah sang suami ketika Mike terlihat membuka kelopak matanya . Pergerakan tangan mungil itu sedikit mengganggu tidurnya . Wajah Mika merah padam ketika netra elang Mike menatap dalam matanya .


" Sweety ? "


" Katanya mau ada meeting pagi ini , bangun cepet !! Udah Mika siapin sarapan sama bekalnya "


Bukannya bangun Mike malah kembali memejamkan matanya dengan mengeratkan selimutnya . Seperti seorang istri pada umumnya yang gemas melihat sang suami susah sekali untuk dibangunkan . Ditariknya selimut yang menutupi tubuh dan kepala suaminya .


" Mike !!!! Bangun ihhh ... "

__ADS_1


" Sebentar lagi Sweety , ngantuk banget ini "


Dan terjadilah tarik menarik selimut , sebenarnya Mike bahkan sudah terbangun sebelum istri kecilnya itu memasuki kamarnya . Mike sangat suka menggoda sang istri , ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat Mika marah marah padanya . Membuat hati Mike merasa hangat , ia merasa benar benar diperhatikan oleh Mika .


Tarikan Mike yang sedikit kencang membuat Mika terjerembab tepat diatas dada suaminya . Sejenak mereka terdiam , tapi Mike tersenyum melihat Mika yang terlihat salah tingkah dengan wajah yang sudah merah menahan malu .


" Modus .. bilang aja mau di peluk sama Abang ! Pake alesan bangunin segala " goda Mike .


" Apaan sih ! Ogah banget dipeluk gorilla belum mandi kaya kamu , bau ... " Mika langsung beranjak dari dada sang suami . Entah kenapa debaran dadanya saat ini seperti seorang yang habis lari maraton .


" Berarti kalau aku udah mandi mau dong dipeluk sama Abang ? Co cuuitt bener sih istri Abang yang manisnya ngalahin permen y*Pi "


" Cepet mandi !! Udah mau jam delapan .. Baru tahu rasa kalau nanti diomelin Daddy "


" Meetingnya udah kelar tadi malem sayaaanggg ... l Daddy yang kasih aku waktu istirahat untuk hari ini . Suruh bawa kamu jalan jalan sebelum kamu terjun langsung ke proyek keluarga kita "


" Keluarga kita ??!! "


Dengan gemasnya Mike menyentil pelan kening istrinya .


" Bandel ya udah dibilang berkali kali . Dosa tau panggil suami nama doang ! Abang kek ... Mas juga engga apa apa ... Lupa udah jadi anak kesayangan Daddy Bisma sama Mommy Bia ? Aku aja dicuekin kalau ada kamu ditengah tengah mereka "


" Maaf bi "


Kadang Mika memang kadang lupa jika keluarga barunya bukan orang sembarangan , bahkan Wiratama Group pun belum bisa menyamai kebesaran nama Dananjaya Corp milik keluarga suaminya . Mika juga sempat mendengar bahwa Mommy Bia pun juga berasal dari keluarga pengusaha ternama . Kadang ia menjadi merasa kecil berada di tengah tengah mereka .


" Bi ?? Hubby ? So sweet banget sih istrinya Abang uluhh ... uluhhh sini " goda Mike dengan merentangkan kedua tangannya .


" Abi .. bukan hubby !! Awass Mika guyur nih ya kalau masih jahil " kata Mika melangkah mundur ketika sang suami berjalan kearahnya dengan merentangkan kedua lengan kekarnya seakan ingin memeluknya .


Mike malah semakin terbahak melihat tingkah lucu istrinya . Dia malah sengaja semakin mendekat hingga tubuh mungil itu terhimpit di tembok .


" Kalau aku Abi berarti aku panggil kamu umi dong ! Not bad .. l like it "

__ADS_1


" Bi minggir dong , sempit nih "


Pipi Mike merona , sungguh ia sangat senang dengan panggilan baru dari wanita didepannya itu . Panggilan baru itu seakan menegaskan bahwa mereka memang pasangan suami istri .


" Mi ... pengeeennnn !! "


Wajah Mika semakin gugup ketika Mike semakin mendekat padanya , detak jantungnya kembali terpacu saat ini . Apalagi kini ia bahkan bisa merasakan hangatnya hembusan nafas Mike di wajahnya .


" Bi ... "


" Sssstttt .. "


" Bi ... "


PLAKKK ..


" Awww ... Bi sakit " jerit Mika sambil mengelus dahinya , tadi Mike menepuk pelan dahinya .


" Maaf Mi tadi kirain ada nyamuk di dahi kamu , ehhh ternyata bukan . Maaf ya .."


" Tapi nanti beneran anter jalan jalan ya "


Mike tersenyum melihat sifat manja yang ia sukai dari istrinya .


" Masa Abi bohong sih , mau jajan juga boleh "


" Bener ya ? "


" Memang Umi mau dianterin kemana ? "


" Kangen sama ibuk , kita kesana ya Bi "


" Siaappp komandan "

__ADS_1


" Tapi mandi dulu , bau .. "


Mike hanya terkekeh sambil berjalan menuju kamar mandi . Pagi ini ia sungguh sangat berbahagia , panggilan baru Mika untuknya membuat hatinya berbunga bunga . Dia menjadi semakin yakin dengan hubungan yang sudah terjalin antara dia dan sang istri . Dia yakin suatu saat cintanya tak lagi bertepuk sebelah tangan .


__ADS_2