
Setelah mengenakan pakaiannya Satria segera turun ke bawah . Dia melihat Senja sedang menata bahan makanan yang tertata di meja . Tadi seorang kurir mengantarkan berbagai bahan makanan , beberapa minuman kaleng serta beberapa kue .
" Kalau ngga tinggal di sini lagi kenapa Abang malah beli beginian ? Mubadzir ... " omel Senja dengan tangan yang masih sibuk dengan barang barang di depannya .
" Aku lapar ... "
" Tu .. eh Abang mau makan ? Tapi udah siang banget , nanti bisa bisa Abang telat ke perusahaan "
" lm the boss "
" Sombong !! " cibir Senja dengan menatap sebal pria tampan di depannya .
" ltu di tas isinya apa !? " tanya Satria yang melihat kotak bekal di tas plastik transparan yang tergeletak di meja makan .
" Bekal makan siang Senja "
Satria segera menarik plastik itu dan mengeluarkan kotak bekal di dalamnya .
" Ya udah aku makan ini aja "
" Ehhh ... itu punya Senja ! Kalau Abang makan nanti Senja makan apa dong ? "
" Nanti aku jemput dari kantor , kita makan siang diluar " Satria benar benar menghabiskan bekal makan siang milik Senja .
" Ya dan besoknya Senja langsung dipecat karena dituduh sedang menggoda majikan !! " sahut gadis itu dengan mata tak lepas dari kotak bekalnya yang sudah kosong .
" Kebetulan kalau begitu , kamu ngga usah kerja disana lagi "
" Ckk ... Abang pikir semua orang itu kaya raya seperti Abang ? Makan tinggal makan , ngga pernah mikir besok bisa makan apa engga "
" Kau lupa sebentar lagi kau akan menjadi Nyonya Satria ?! Biar aku yang memikirkan semua , kamu dirumah urus rumah dan anak anak "
BLUSSHHH ....
Anak anak ... pria itu malah sudah membicarakan tentang anak anak .Senja segera memalingkan wajahnya agar Satria tak bisa melihat salah tingkah dan malunya
" Udah siang , berangkat kerja sana !!! Tambah kesini tambah ngelantur Abang , nyebelin " Senja mendorong tubuh kekar itu menuju pintu , tak lupa ia menyambar tas kerja milik Satria . Ada rona merah di pipinya setiap Satria menyebutnya menjadi Nyonya Satria .
" Kau mengusirku !? " tanya Satria dengan tertawa .
" lya !! Abang pergi kerja sana , kumpulin duit jangan sampai Senja telat gajian besok !! "
" Apa yang kudapat jika aku bisa menggajimu besok ? "
Dan pertanyaannya tidak berhasil mendapatkan jawaban karena Senja sudah lebih dulu menutup pintunya . Baru kali ini dia di usir dari apartemennya sendiri .
Waktu makan siang sudah akan tiba , tapi tak ada tanda tanda Satria menyudahi pekerjaannya .
" Kenapa Dim ? " tanya Satria ketika Dimas mengetik pintunya .
" Ada yang ingin bertemu , Tuan Oliver "
" Persilakan dia masuk "
__ADS_1
Satria bangkit untuk menyambut kedatangan sahabat papanya tersebut .
" Apa aku mengganggumu nak !? " Oliver menghampiri Satria dsn memeluknya , wajahnya tampak sedikit murung .
" Satria baik uncle , ada masalah yang bisa Satria bantu ?! "
Oliver hanya menghela nafasnya berat , dan laki laki parubaya itu menyandarkan punggungnya di sofa .
" Maafkan Uncle yang terlalu memaksakan hubunganmu dan Jenny putriku . Sejak awal aku tahu kau tidak setuju dengan perjodohan ini ... "
" Uncle "
" Biarkan uncle menyelesaikannya dulu nak , kupikir suatu saat kalian sudah menikah dengan berjalannya waktu kalian akan bisa saling mencintai . Tapi itu dulu sebelum aku mengetahui semuanya "
" Maksud uncle apa ? "
" Uncle tidak akan meneruskan perjodohan kalian karena Jenny tidak layak untukmu . Sebenarnya aku malu mengakuinya . Tapi aku tak mau membuat papamu kecewa karena hal ini "
Walaupun sebenarnya Satria tidak tahu apa yang dibicarakan Oliver padanya tapi ia tetap mendengarkan semua keluh kesah pria itu .
" Nanti malam kami akan datang ke mansion Wiratama , aku ingin minta maaf pada papamu karena ternyata putriku tidak layak bersanding denganmu "
" Apa yang terjadi dengan Jenny !? "
Oliver hanya menepuk pundak Satria dan tersenyum hambar .
" Kau dan papamu tidak mungkin tidak tahu , aku tahu seberapa kuatnya Wiratama nak ! Kalian tetap menjaga perasaanku walaupun kau sudah tahu bejatnya putriku . Dan terimakasih untuk itu . Ya sudah hanya ini yang ingin aku bicarakan padamu . Sekali lagi maafkan Uncle "
" That's fine uncle "
" lni ulah kalian hah ! "
Terdengar tawa tertahan diseberang sana , suaranya terdengar terbata menjawab pertanyaan dari Satria .
" Habis aku udah gatel banget sama ulet keket itu bang , yang cantik aja udah nunggu di apartemen terus ngapain Abang mau sama ulet keket itu "
" Oh God ... apa yang kau lakukan pada uncle Oliver ? "
" Aku hanya membuat pertunjukan live putrinya "
" Apa !!!! Kau gila Edgar !! "
" Ckk .. Aku ngga sengaja mendengar dia akan kencan bang . Aku hanya bawa ayahnya agar dia tahu betapa bejatnya kelakuan ulet keket itu . Kalau ngga kaya gitu Abang tetap akan terikat dengan perjodohan itu "
" Tapi caramu gila "
" Tapi paling efektif " kilah Edgar .
*
FLASH BACK ON
" Hei Ed kau dengar itu ? Dia akan kencan malam ini . Kita selamatkan Abang . Kau punya rencana ? " tanya Edgar pada Edi yang saat itu kebetulan sedang makan siang di restoran yang sama dengan Jenny . Dan kebetulan juga mereka mendengar Jenny menelpon teman kencannya .
__ADS_1
" Aku urus hotelnya , dan kau urus laki laki tua itu . Paham kan maksudku !? " jawab Edi bersemangat .
" Kalau bang Satria marah bagaimana !? "
" Hadapi berdua .. "
" Ok deal "
Dan benar saja Edi menyusup ke kamar yang sudah dipesan Jenny untuk memasang alat perekam . Dia menyamar menjadi seorang cleaning service .
Dan Edgar bertugas untuk membawa Oliver ke hotel itu apapun caranya . Akhirnya ia menelpon Oliver untuk mengundangnya makan malam di kamar hotel yang tepat ada disamping kamar yang sudah Jenny pesan . Edgar mengaku dia adalah klien yang ingin menjalin kerjasama dengan Oliver .
Edgar membius Oliver saat laki laki itu melangkah masuk kamar hotel , sebelum laki laki itu mengenali wajahnya .
Mereka mengikat tangan dan kaki Oliver dan duduk menghadap sebuah televisi besar yang ada di kamar itu . Sebelumnya televisi itu sudah dihubungkan dengan alat perekam yang ada di kamar Jenny .
Mereka yakin setelah sadar laki laki itu bisa dengan jelas menyaksikan pertunjukan live dari putrinya . Terlihat kejam memang , tapi mereka harus melakukan itu untuk menghadapi rubah licik seperti Jenny .
Sementara Jenny sudah tiba di kamar yang tadi siang dipesannya . Ia mandi terlebih dahulu agar lebih segar untuk menyambut salah satu teman kencannya . Setelah mandi Jenny hanya menggunakan bathrobe tanpa sehelai kain pun di dalamnya .
" Hai Jack " dia menyambut dengan gaya sensual ketika seorang laki laki bule bertubuh kekar datang ke kamarnya .
Laki laki bernama Jack itu langsung mel*mat bibir merah Jenny .
" Kau datang sendirian honey ? "
" Tidak .. aku bersama sepupuku , dia baru datang dari Aussy tadi malam . Kau tak keberatan kan ? "
" Of course not honey , sepertinya akan lebih menyenangkan " jawan Jenny dengan tangan yang sudah membuka kaos Jake .
" Kau selalu tidak sabaran baby "
Dengan sekejap tubuh mereka sudah sama sama polos . Jenny mendorong tubuh kekar Jake hingga duduk di sofa . Jake hanya bisa menggeram ketika mulut Jenny bermain sangat rakus memanjakan area bawahnya .
" Kau memang gila baby ... euughhh faster please "
Sebelum sampai ke puncak dari arah pintu datang satu bule lagi , tubuhnya gempal dengan wajah beringas . Dia terlihat tersenyum smirk melihat pemandangan di depannya .
" Owen come on join us ! Baby dia adalah sepupuku "
Jenny sedikit terkejut melihat penampilan Owen yang jauh berbeda dari Jake . Tubuh Owen lebih pendek dengan perut buncit dan wajah yang garang .
" Calm down baby ... dia bisa memuaskanmu , aku jamin itu " kata Jake yang sepertinya tahu isi pikiran Jenny .
Owen melangkah maju dengan melucuti pakaiannya sendiri . Dengan menyeringai ia membopong tubuh polos Jenny menuju ranjang hingga wanita itu menjerit kaget .
" Do you mind if I play first Jake ?! " teriak Owen dengan membanting tubuh Jenny di ranjang .
" Of course not brother !! Aku sudah terlalu sering bermain dengannya "
Sepanjang permainannya Jenny hanya bisa berteriak kesakitan karena Owen bermain sangat kasar .
" Kau bertemu dengan lawan sepadan baby , Owen sama gilanya denganmu " kata Jake yang saat ini sedang duduk dan melihat betapa gilanya sepupunya memperlakukan Jenny .
__ADS_1
" Jake dia seperti anj*Ng gila .... eeuugghhh faster honey " lengguh Jenny ketika Owen sedang menghajarnya dari belakang dengan tangan yang meremas kuat kedua mochinya . Sepertinya dia mulai menikmati semua kegilaan Owen .
Dan di kamar lain Oliver mengeratkan tangannya , kemarahannya sudah memuncak . Gadis yang selama ini dia kira adalah seorang putri yang baik ternyata tak lebih dari seorang jal*Ng .