
Malam ini resepsi pernikahan Arman dan Sita di gelar di ballroom hotel milik Dananjaya . Mike dan Mika juga sudah datang di perhelatan itu . Konsep pesta yang tidak terlalu formal membuat suasana pesta lebih hangat .
" Abii .. lepas dong , risih Mika "
Mika tak habis habisnya menggerutu dengan suaminya yang tak pernah melepaskan pelukannya . Mike memeluk istrinya dari belakang , dua tangan kekarnya melingkar di pundak dan perut istri kecilnya .
" Kangen sayang ... "
" Hisshh .. baru satu hari ngga minta jatah aja kaya ngga di jatah setahun " cibir Mika yang langsung disambut tawa suaminya .
" Buat Abi ngga di jatah sehari itu rasa setahun "
" Mesumnya kebangetan !! "
" Abii .. "
" Iya sayang , kenapa ? "
" Laper ... "
" Ya udah stay here Abi mau ambilkan makanan dulu "
" He em "
Ketika akan mengambil makanan tak sengaja ia menabrak seorang waitress yang sedang membawa nampan berisi minuman .
" Maaf .. " Mike tak sungkan meminta maaf karena memang dia yang bersalah .
" Tidak apa apa tuan "
Brukk ...
Ternyata sekali lagi ia menabrak seseorang karena matanya tadi sempat fokus pada waitress yang ia tabrak , ia ingin memastikan pelayan itu baik baik saja karena wanita tadi sempat mengaduh dan memegang bahunya .
" Aww ... apa kau tak punya mata hahh !! " sungut wanita berpakaian seksi yang baru saja ia tabrak .
Wanita itu tampak sibuk membersihkan minumannya yang tumpah ke bajunya .
" lm sorry " sahut Mike malas , walau ia bersalah sudah menabraknya tapi ia tidak suka dengan kata kata kasar yang keluar dari mulut wanita di depannya .
Tidak ingin sang istri menunggunya terlalu lama maka Mike melanjutkan misinya untuk mengambil makanan .
" Hei tunggu !! Bajuku rusak kau harus ganti rugi "
Mike berbalik badan mendengar wanita itu ternyata masih memperpanjang urusan dengannya . Wanita seksi itu tampak terpana dengan ketampanan Mike , raut yang semula masam sekarang menjadi tersenyum nakal .
" Tampan .. jika kau tidak mau menggantinya aku tidak masalah . Bagaimana kalau kita check in ke atas , kita bisa bersenang senang semalaman di sana "
__ADS_1
Mike menatap jijik pada wanita yang sedang menatapnya lapar itu .
" Berapa harga bajumu nona !? "
Mike menoleh ketika mendengar suara yang familiar di telinganya , sang Mommy sudah berada disisinya . Ketika ia melihat ke belakang , Bisma sudah berada di sisi istrinya .
" Jangan bahas baju karena kau juga tak akan sanggup membayarnya . Apa kau gig*lonya sayang ? Berapa dia membayarmu ? Tinggalkan dia , aku akan membayarnya dua kali lipat " ucap sinis wanita berpakaian seksi itu .
Mike tertawa mendengar kata kata menyebalkan wanita itu , ia merasa lucu ketika Bia dianggap sebagai seorang sugar mommy dan dia seorang gigolo . Bia memukul lengan putranya karena mulai tersulut emosi dengan kata kata yang baru saja ia dengar .
" Wait Mom , kau marah padanya kenapa Mike yang kena pukul !? "
" Mom ?? Tidak mungkin , kalian tidak bisa mengelabuiku . Aku sangat hebat di atas ranjang sayang kita bisa ... Aww "
Seorang gadis cantik tiba tiba saja menumpahkan sepiring spaghety ke dadanya dengan tatapan menusuk padanya .
" He is mine !!! Jangan bersikap murahan di depan suami dan Mommy ku . Untuk baju besok kau bisa datang ke kantor Dananjaya untuk mengurus ganti ruginya . Jangan khawatir kami pasti akan bayar karena itu punya Daddy . Ya kan Dad ? "
" Jadi Daddy yang harus bayar ? "
Bisma terkekeh dsn hanya bisa geleng geleng kepala melihat kelakuan menantu kesayangannya .
" Uang Daddy lebih banyak . Suami Mika cuma kerja sama Daddy "
" Ha .. ha ... baiklah , datanglah besok ke kantor untuk mengambil uangmu nyonya . Lain kali jaga mulutmu . Dan aku harap kau tak muncul lagi di depan kami . Atau perlu bantuan ku untuk membuatmu menghilang nyonya ? " tanya Bisma sopan , tapi setiap katanya terdengar menakutkan di telinga wanita itu .
Siapa yang tak mengenal sosok Bisma ? Sosok kharismatik yang di kenal semua kalangan sebagai pengusaha terbesar di negeri ini . Dengan wajah pucat pasi wanita itu pergi tanpa sepatah kata pun .
Dia merasa salah sasaran , mencari masalah dengan keluarga Dananya berarti dia bermain dengan nyawanya .
Dia menjadi teringat dengan salah satu wanita tadi , itu pasti Bianca Mikayla istri dari Bisma . Dan laki laki muda tampan tadi pasti Michael Gaillard putra mereka . Tapi ia tidak tahu siapa wanita muda yang berani menyiramnya dengan mie , dia sama sekali tak pernah melihatnya .
Wanita itu merutuki kebodohannya yang baru mengingat wajah wajah itu setelah kejadian itu . Mungkin efek minuman yang ia minum tadi hingga otaknya jungkir balik tak bisa untuk berpikir .
Sedangkan disana Mika sukses membuat sisi posesif suaminya meningkat seribu persen karena bertemu dengan Rendy , Suta dan Dion . Orang orang yang dulu sangat memuja dan menyayangi istrinya .
Mika bahagia bisa bertemu kembali dengan mereka mereka yang dulu sangat peduli padanya .
*
" Awwsshh ... sakit kak . Pelan pelan " jerit Sita sambil mencengkeram lengan suaminya .
" lni udah pelan honey , tahan sedikit ya ! Nanti kalau udah lemes pasti rasanya enakan , rileks "
Dengan gerakan pelan Arman mencoba menekan lebih keras agar sakit yang dirasakan istrinya cepat berkurang .
" Aaaarrggghhh ... pelan ihh "
__ADS_1
Arman kembali mengurangi kekuatannya karena dirasa terlalu dalam menekan . Dia harus lebih hati hati agar tak menyakiti Sita lebih dalam lagi .
" Udah enak ? "
Sita hanya mengangguk dan memejamkan matanya . Menikmati sentuhan tangan Arman yang sedang memijat kakinya .
Tadi Arman membawa pengantin wanitanya ke kamar yang sudah dipersiapkan untuk mereka di hotel itu . Mereka meninggalkan pesta karena Sita yang mengeluh sakit di kakinya .
Sita duduk di tepi ranjang yang sudah di hiasi taburan kelopak bunga mawar dan Arman duduk di bawah sedang memijat telapak kakinya .
" Kak Arman ... "
" Yes honey ? "
" Duduk sini " Sita menepuk tempat di sebelahnya . Dia ingin Arman duduk di sebelahnya .
" Kau ingin memulainya sekarang ??! " tanya Arman menarik turunkan alisnya .
" Sita mau ngomong dulu sini , urusan yang itu nanti kalau kita udah mandi . Gerah udah keringetan dari tadi "
" Tapi kakak suka bau keringatmu " goda Arman .
" Jangan bikin aku muntah ya , udah ngga mempan sama gombalan kakak " cibir Sita yang langsung membuat tertawa suaminya .
Arman memeluk tubuh Sita yang masih mengenakan baju pengantinnya . Gadis yang sudah menjadi istrinya itu sejak dulu suka ceplas ceplos . Arman nyaman berada di sisi gadis itu .
" Kak Arman cinta sama Sita ? "
" So much ... l love you so much . Don't ask questions you already know the answer honey ( Jangan tanyakan pertanyaan yang kamu sudah tahu jawabannya sayang ) "
" Ckk .. pelit , nanya doang ngga boleh "
Sita beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar mandi . Dia kesulitan saat mencoba melepas resleting baju yang berada di punggungnya .
" Need help ? "
Arman perlahan menurunkan resleting di punggung istrinya , berkali kali ia menelan salivanya melihat punggung mulus istrinya . Dua tangannya mencoba melepas baju itu tapi tangan Sita menahannya .
Arman tahu Sita pasti malu karena di dalamnya sudah tidak ada kain lagi selain kain segitiga yang menutup area bawahnya .
Dikecupnya punggung mulus itu agar sang istri lebih rileks dan bisa menerima sentuhannya . Benar saja , sesaat kemudian dengan mudah Arman meloloskan baju pengantin Sita hingga teronggok di bawah kakinya .
" Kak Arman ... "
" You are mine honey ...."
# Seperti biasa ... selanjutnya bayangin sendiri ya takut nanti ngga lolos review 😉 . Dukung terus othor ya , biar semangat ngetiknya #
__ADS_1