Belong To Me

Belong To Me
69 Berebut Mantu


__ADS_3

Reyhan meremas rambutnya kasar , masih segar ingatannya tentang kejadian panas yang tadi ia lakukan dengan Nita . Dirinya menjadi gila karena terlalu ingin melupakan cinta dihatinya , Mika ! Reyhan mengguyur kepala dan tubuhnya dengan air berharap bisa berpikir lebih jernih . Berkali kali ia memukul dinding kamar mandinya hingga tangannya memerah . Dia kecewa pada dirinya sendiri yang telah menjadi laki laki brengsek yang seenaknya menyentuh wanita yang tidak ia cintai .


Reyhan hanya tak ingin lagi berharap pada hati yang sudah tak berlabuh lagi pada hatinya . Dia sangat yakin hati Mika bukan lagi untuknya . Dari awal memang hati Mika bukan untuknya ! Walau gadis itu sangat menyayangi dirinya tapi Mika tak pernah memberikan hatinya seutuhnya . ltulah kenapa Reyhan terlalu over posesif pada Mika , dia tak bisa menghadapi kenyataan jika gadis itu sudah memberikan hatinya pada pria lain .


Reyhan ingin membuka lembaran baru , tak ingin lagi memaksakan cintanya pada gadis yang memang bukan untuknya . Dan ia harus bekerja keras agar nama Mika yang sudah menguasai hati dan jiwanya itu tak lagi berada dalam hidupnya .


Mungkin caranya untuk mendekati Nita salah , dirinya terlalu memaksa gadis itu masuk ke dalam hidupnya . Tapi dia yakin gadis itu pun akan mau menerima dirinya setelah melihat respon gadis itu ketika ia sentuh .


" Mikaaaa .... Mikaaaa ... "


Disebutnya nama itu berkali kali , gadis itu sungguh masih menguasai hatinya . Bahkan ketika ia menjamah tubuh seksi Nita , wajah Mikalah yang terbayang di hatinya .


#


Semenjak pertemuan mereka di kampus , Burhan semakin dekat kembali dengan keluarga Mika . Hadinata dengan suka cita menyambut keponakan yang lama tidak ia temui . Baik Hadinata maupun Retno tidak pernah merasa dendam dengan apa yang sudah pernah dilakukan Kusman pada mereka .


Semua hal pasti ada hikmahnya , begitu pikir mereka . Nyatanya keluarga mereka malah hidup lebih baik disini daripada ketika dulu masih di Jogja. Mereka dipertemukan oleh orang orang baik yang tanpa henti membantu mereka .


Sudah berkali kali Hadinata meminta Burhan membantunya di bengkel tapi keponakannya itu selalu menolaknya dengan halus , dengan alasan ia masih nyaman dengan pekerjaannya sekarang . Jika Hadi menanyakan kabar tentang ayah dan adiknya pasti Burhan akan selalu menjawab bahwa mereka baik baik saja . Burhan pun membohongi Hadi dengan mengatakan jika saat ini dia tinggal di gudang yang disediakan oleh pihak kampus .


Kenyataannya sampai sekarang Kusman ayahnya bagai di telan bumi , tak ada kabar maupun berita dari laki laki parubaya tersebut . Dan Vera terus saja mengurung dirinya di rumah , dia takut untuk bertemu dengan orang orang diluar sana . Takut direndahkan oleh orang orang yang ditemui karena pernah menjadi korban perk*saan . Badannya menjadi kurus kering karena tak pernah mau menyentuh makanan jika bukan Burhan yang memaksa menyuapinya .


Walau begitu penjagaan Mika tetap saja ketat , Affan maupun semua yang bertugas menjaga Mika tak mau kecolongan . Satria tidak ingin gadis yang ia cintai mengalami kejadian hal yang tidak ia inginkan saat dirinya sedang tidak berada disisinya .


" Mas Burhan kapan kapan Mika boleh ketemu sama Vera ? Lama kita engga ketemu "


Burhan hanya tersenyum dan mengangguk , dia tahu Mika tidak sekalipun merasa benci dengan adiknya walaupun Vera selalu saja memperlihatkan kebenciannya pada Mika .


" Vera sibuk dengan kegiatannya saat ini , kalau udah nggak sibuk pasti Mas bawa kamu ketemu dia "


" Kenapa sih Mas ngga terima tawaran ayah ? Di bengkel ada kamar kalau Mas Burhan ingin tinggal disitu . Kemarin Mika lihat gudang belakang kampus sepertinya suasananya sepi banget . Mas berani sendirian disitu ? "


" Ya memang apa yang harus Mas takutin ? Lagian lebih nyaman sepi daripada suasana berisik , lebih enak untuk istirahat "


Mika mencebik , dia tahu betul sifat Burhan yang keras kepala . Siapapun tak bisa merubah keinginannya .

__ADS_1


" Ya udah Mas tinggal dulu , lagian kamu sebentar lagi juga ada kelas kan ? Belajar yang pinter biar engga kaya Mas cuma jadi OB "


" Iyaaaaa ... "


Burhan mengacak pucuk rambut Mika sambil melangkah pergi . Mika mengambil ponsel dalam tasnya ketika terdengar ada notifikasi yang masuk . Berharap Satrianya yang mengiriminya pesan .


Satria bukan laki laki romantis yang akan mengiriminya pesan setiap saat . Dan Mika tidak keberatan mengingat Satria adalah seorang pemimpin perusahaan yang sudah pasti sangat sibuk . Tapi kadang ia juga ingin seperti pasangan pasangan lain yang melakukan LDR . Ingin Satrianya berubah menjadi laki laki romantis yang selalu memanjakannya .


Gorilla : Pulang jam berapa ? Aku jemput , ibu lagi disini ngajarin Mommy masak "


Me : Di sini ?


Gorilla : At my house ( dirumahku )


Me : Biar kak Affan yang nganter , satu jam lagi aku kesitu .


Mika menghembuskan nafasnya dalam dalam , akhir akhir ini ibunya dan mommy Bia memang sedang dekat . Entah karena mereka sama sama seorang ibu atau mereka memang nyaman berteman . Jika Bia sedang berkunjung kerumah Mika pasti Mike juga ikut .


Pernah sekali mommy Bia mengajaknya ke mansion keluarga Dananjaya . Tapi waktu itu Mika sedang sibuk dengan tugas tugas kuliahnya , hingga dia tak bisa mengabulkan permintaan wanita parubaya yang masih sangat cantik itu . Dan sepertinya hari ini dia akan mewujudkan keinginan Bia untuk bisa berkunjung ke kediaman keluarga Dananjaya .


Setelah selesai kuliah Mika segera keluar menuju tempat dimana Affan biasa menunggunya . Tapi dia tak melihat keberadaan sang supir , dia malah melihat Mike sedang duduk di kap mobil sedang memainkan ponselnya .


" Kak Affan , biasanya dia nunggu disini "


" Ya berhubung cuma ada aku berarti kamu ikut aku dong "


" Tapi kasian kalau nanti kak Affan nyariin Mika gimana ? "


" Tadi aku sudah ijin sama bosnya , aku udah bilang mau pinjem kamu sebentar . Bosnya bilang boleh asal aku bisa bener bener jaga kamu " sinis Mike , sepertinya dia sedang menyindir seseorang .


Bagaimana tidak kesal jika untuk membawa Mika dia harus berhadapan dengan bodyguard menyebalkan seperti Affan . Sang bodyguard tadi sempat bersikeras agar dia tetap mengantar Mika ke kediaman Dananjaya .


Sampai akhirnya Mike mengalah dan menelpon Satria agar dia sendiri yang akan mengantar Mika menemui Mommy nya . Mike menelpon Satria karena dia sangat tahu orang seperti Affan hanya akan tunduk oleh perintah big bos nya .


" Bos ? Mas Satria maksudnya ? " tanya Mika .

__ADS_1


Setelah terang terangan mengutarakan isi hatinya , Satria terlihat sangat menjaganya . Dan jujur saja Mika merasa tidak nyaman karena ia merasa bukan seorang selebritas ataupun wanita yang patut selalu di jaga oleh seorang bodyguard semacam Affan .


" Iyalahhh ... siapa lagi kalau bukan dia . Kalau aku nekat bawa kamu bisa bisa bodyguard kamu itu ngajakin berantem . Bukannya aku takut , tapi kalau berantem nanti bisa bisa gantengku ilang trus kamu nggak terpesona lagi "


" Cihh .. ogah banget aku terpesona sama kamu , gorilla cocoknya sama monyet !! " cibir Mika yang malah membuat Mike terbahak mendengarnya .


Mike sangat suka melihat ketika melihat gadis pujaannya cemberut , ekspresi muka Mika yang cemberut malah menambah kecantikan gadis itu seribu kali lipat menurutnya .


Setelah beberapa saat sampai juga mereka ke sebuah mansion yang amat megah . Mansion utama keluarga Dananjaya tempat Mike tinggal selama ini .


" Kita langsung ke dapur aja ya , kayaknya mereka masih belum selesai masak " Mike menggiring Mika masuk ke mansion setelah menyerahkan kunci mobilnya pada seorang penjaga yang sudah bersiap saat mobil mereka tiba tadi .


" Mommy masak apa sih kok minta diajarin sama ibu ? Bukannya Mommy pinter masak ? "


" Pinter sih kalau cuma masak air " jawab Mike dengan tergelak .


" Mike ... awas ya kamu udah berani jelek jelekin mommy di depan mantu mommy !!!! "


Suara Mommy Bia terdengar sangat jelas , rupanya dia sudah ada dibelakang putranya . Tak ayal lagi telinga Mike sudah menjadi sasaran kekesalan Bia .


" Awww ... ampun mom !! Becandaaaa ... " Mike meringis kesakitan karena telinganya di jewer oleh sang Mommy .


" Mika ikut Mommy yukk , icipin masakan mommy sama ibu kamu . Tadi kita bikin gudeg kering lho "


Bia merangkul pundak Mika dan membawa gadis itu menuju dapur . Mika sangat kagum dengan penataan mansion keluarga Dananjaya . Walaupun terlihat sangat besar dan mewah , setiap ruangan di tata dengan minimalis .


" Mikaaaaa ... udah dari tadi kita tungguin lho , dari tadi mau makan aja disuruh nungguin kamu "


" Lho Mama Lisa disini juga ?! "


" Tadi Nyonya besar Dananjaya yang ajakin mama , katanya mau pamer calon mantu . Tapi dari tadi yang mau dipamerin engga nongol nongol " jawab Lisa dengan melirik Bia , tadi Bia memang memintanya datang untuk menilai ' calon istri ' putranya . Bia memang sangat berharap gadis seperti Mika yang menjadi pendamping putranya kelak .


" Lha ini orangnya ... Mika mau kan jadi mantu Mommy ? Mau ya .. ya " Bia merengkuh bahu Mika dan sedikit menggoyang goyangkannya .


" Jadi Mika maksudnya ??!! Oooo .. tidak bisa jeng , dari awal Mika sudah digariskan jadi mantu Wiratama . Ya kan jeng Retno ? "

__ADS_1


" Udah lama gagal kali .. udah lama putus kan ya Reyhan sama Mika " cibir Bia


Retno hanya bisa geleng geleng kepala melihat dua sosialita kaya raya yang berebutan putrinya . Sedang Mike hanya tersenyum dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena Mika sedang menatap tajam ke arahnya .


__ADS_2